
“Kalau begitu, bisakah aku membawa teknologi ini ke Bumi? Jika Aku membawanya ke Bumi, maka akan banyak orang yang bisa aku perkuat menggunakan teknologi ini.”
[Sayangnya hal itu tidak bisa dilakukan, Host. Teknologi ini hanya bisa dipakai di Planet Mars atau planet lain selain tiga planet yang dekat dengan matahari. Jadi, jika Host ingin memperkuat manusia Bumi, Host perlu membawa mereka ke Planet Mars.]
“Itu berarti aku hanya bisa melakukannya setelah perang dengan Ras Dodo’phia yang sekarang dalam perjalanan menuju Planet Mars. Jika aku berhasil mengalahkan mereka dan mengambil alih teknologi pesawat ruang angkasa yang mereka miliki, aku bisa menggunakan pesawat itu untuk membawa beberapa manusia, terutama para pemain, berpindah ke Planet Mars.”
Mata Lintang masih tidak bisa lepas dari tabung-tabung di depannya. Meski sekarang belum ada pesawat ruang angkasa yang bisa ia pakai untuk memindahkan beberapa manusia ke Planet Mars, bukan berarti Lintang belum bisa menggunakan teknologi ini.
Saat ini ada beberapa manusia yang menggunakan tubuh asli mereka di Planet Mars. Beberapa orang dari keluarga Sendira serta beberapa orang dari keluarga Prayudi. Lintang bisa meminta mereka untuk menjadi orang pertama yang mencoba teknologi seperti ini.
“Hey, lihatlah! Aku menemukan sesuatu di sini,” teriak Jasmine yang menarik perhatian Lintang dan yang lainnya. Mereka lalu bergegas menuju ke arah Jasmine berada untuk mengetahui apa yang sebenarnya Jasmine temukan.
Lintang membelalakan matanya karena tidak percaya dengan apa yang ia lihat. “Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?” gumam Lintang.
Saat ini Lintang memandangi sebuah tabung yang terlihat berbeda dari tabung lainnya. Jika tabung yang lain memiliki warna hijau kebiruan, maka tabung ini memiliki warna hijau yang cukup pekat. Bukan perbedaan warna cairan di dalam tabung yang membuat Lintang memberikan ekspresi seperti itu, tetapi apa yang ada di dalamnya.
Lintang melihat siluet seseorang berendam di sana. Jika sesuatu yang ada di dalam sana tidak bergerak, maka Lintang tidak akan mempermasalahkannya. Namun, apa pun itu yang ada di dalam tabung, masih bisa bergerak tanpa adanya halangan. Ini berarti, sesuatu yang ada di dalam sana masihlah hidup.
Sulit bagi Lintang mempercayai hal ini. Manusia purba pertama diperkirakan muncul sekitar dua ratus sepuluh ribu tahun. Ini menunjukkan bahwa makhluk apa pun yang berada di dalam tabung ini memiliki usia yang hampir sama. Bagaimana bisa makhluk ini hidup selama itu? Ratusan ribu tahun?
“Wah, aku tidak menyangka ada sesuatu yang hidup di sini,” ucap Dolan.
Sekarang ini Dolan mengelilingi tabung tersebut untuk mengamati sesuatu yang ada di sana. Beberapa kali Dolan juga mendekatkan fokus kameranya agar para penonton bisa melihat lebih jelas. Sayangnya cairan yang ada di dalam tabung itu terlalu pekat sehingga mereka tidak bisa melihat dengan jelas apa yang ada di dalam sana.
“Apakah kita perlu memecahkan kaca ini untuk melihat apa yang ada di dalamnya?” tanya Dolan.
__ADS_1
“Jangan, lakukan itu,” tolak Lintang.
Sebenarnya, setelah Sistem mengatakan bahwa sekarang tabung seperti ini bisa diproduksi masal, Lintang mendapatkan pengetahuan tambahan tentang penggunaan teknologi ini. Meski begitu, Lintang tidak memiliki niatan untuk membuka tabung ini.
Lintang sama sekali belum tahu kekuatan dari makhluk yang ada di dalam tabung, apakah dia kuat atau lemah? Lalu, Lintang juga tidak tahu apakah makhluk itu akan menjadi musuh manusia apa tidak. Jika Lintang ingin membuka tabung itu dan melihat apa yang ada di sana, maka Lintang perlu meminta Momoy, Jasmine, dan Rarae pergi dari sini.
Setidaknya jika dirinya mati dengan tubuhnya yang sekarang, maka Lintang bisa hidup kembali. Namun, itu sangat berbeda dengan Momoy, Jasmine, dan Rarae. Tidak hanya itu, Lintang juga perlu meminta bantuan keluarganya untuk membuat rencana candangan jika keadaan berubah menjadi tidak terkendali.
“Memangnya kenapa? Aku ingin sekali melihat apa yang ada di dalam sana.”
“Jangan merusak tabung ini begitu saja, itu akan sangat merugikan kita. Sekarang kita tahu bahwa apa pun itu yang ada di dalam tabung ini masih hidup. Namun, jika kita membuka tabung ini secara paksa, aku takut makhluk yang ada di dalamnya akan mati. Maka dari itu, aku rasa kita perlu mencari cara untuk membuka tabung ini dengan aman. Aman untuk kita, aman juga untuk makhluk yang ada di dalamnya,” jelas Lintang.
Lintang tidak bisa membuat alasan lain untuk mencegah Dolan dan Noval melakukan sebuah kesalahan. Sekarang Lintang mulai menyesal mengizinkan Dolan dan Noval bergabung dengan regunya untuk melakukan penelusuran reruntuhan ini. Jika saja mereka tidak ikut, Lintang pasti bisa melakukan sesuatu sesukanya tanpa perlu memikirkan pemain lain.
“Baiklah aku menuruti perkataanmu. Kamu kan Game Master. Aku yakin Kamu banyak tahu mengenai game ini,” jawab Dolan.
“Itu ide yang bagus. Sejauh ini kita tidak menemukan keberadaan monster lain di sini. Jadi, kita bisa berpencar untuk menelusuri tempat ini.”
“Karena kita berjumlah enam orang, bagaimana jika kita membentuk tiga regu saja? Dengan begitu, kita masih bisa melindungi satu sama lain jika ada bahaya yang mengancam. Aku akan membentuk regu dengan Momoy. Dolan, Kamu bisa membentuk regu dengan Rarae. Lalu Kamu Noval, Kamu bisa membentuk regu dengan Jasmine,” saran Lintang.
“Baiklah. Aku menyetujui usulan ini,” jawab Dolan dengan senyum lebar. Lintang sudah memberinya kesempatan untuk berduaan dengan perempuan cantik. Akan sangat bodoh jika Dolan menolak usulan ini.
“Aku juga tidak masalah dengan pengaturan ini,” imbuh Noval yang memiliki pemikiran yang sama dengan Dolan.
Sebelum mereka pergi, Lintang memberi pesan singkat kepada Jasmine dan Rarae untuk membawa Dolan dan Noval pergi sejauh mungkin dari tempat ini. Lalu, Lintang juga berpesan kepada mereka untuk menghabiskan waktu lebih lama dengan Dolan dan Noval.
__ADS_1
“Apa rencanamu?” tanya Momoy setelah yang lain pergi. Momoy tahu Lintang memiliki rencana lain dengan mengirim Dolan serta Noval pergi.
“Aku akan kembali dan meminta bantuan. Sementara aku pergi, Kamu perlu menjaga tabung ini. Usahakan tabung ini tidak ada yang mendekati selama aku pergi,” pinta Lintang.
“Hanya itu saja?”
“Ya.”
“Itu sangat mudah. Serahkan semua kepadaku, dan aku akan menjaga tabung ini sehingga tidak ada yang mendekatinya, Kamu segera saja cari bantuan yang Kamu inginkan.”
Lintang lalu meminta Sistem untuk meneleportasikan dirinya ke Star City. Sesampainya di sana, Lintang langsung menemui Seno dan mengungkapkan penemuannya di reruntuhan. Tidak ada satu pun yang Lintang sembunyikan dari Seno.
“Jadi seperti itu rupanya. Kamu ingin membuka tabung itu. Untuk memastikan bahwa semua baik-baik saja, Kamu meminta aku meminjamkan anak buahku?”
“Iya, Kakek. Anak buah Kakek cukup banyak bukan? Tidak masalah bukan jika aku meminjam beberapa?” tanya Lintang.
“Tentu saja, aku akan meminjamkan anak buahku. Kamu bisa membawa sebanyak mungkin anak buahku. Seratus, dua ratus, bahkan lima ratus sekalipun, aku tidak masalah. Di Bumi mereka lebih banyak menganggur. Jadi, mereka pasti akan senang jika Kamu ajak menjalankan misi seperti ini,” jawab Seno.
“Baiklah, terima kasih, Kakek.”
Lintang tidak bisa membayangkan jika dirinya tidak memiliki Seno sekarang. Pasti Lintang akan kebingungan mencari seseorang dengan kekuatan tinggi untuk membantunya. Anak buah Seno yang mencapai ribuan itu, bisa Lintang manfaatkan dengan baik setelah ini.
“Kamu tidak perlu berterima kasih kepadaku. Kita adalah keluarga. Lalu, Kamu meminjam anak buahku juga bukan untuk melakukan kejahatan. Jadi, Kamu bisa meminjam mereka selama yang Kamu butuhkan. Jika kurang, Kamu tinggal katakan saja padaku.”
“Baiklah, Kakek.”
__ADS_1
Dengan anak buah yang Seno pinjamkan, Lintang semakin percaya diri untuk membuka tabung sebelumnya. Tidak hanya itu, penelusuran Lintang di reruntuhan itu akan jauh lebih aman daripada sebelumnya.