Galaxy Wars : Solar System Defender

Galaxy Wars : Solar System Defender
GW 97 Kedatangan Anggota Divisi Naga


__ADS_3

“Aku tidak menyangka agen CIA akan menjadi selemah ini sekarang,” ucap seseorang dari balik pepohonan.


"Keluar kalian, jangan hanya bersembunyi seperti itu," teriak Adam Martin. Ia sudah sangat frustasi setelah diolok-olok oleh Bob Stanley karena terus menerus gagal dalam mengaitkan tali di tembok. Sekarang, karena ada orang lain yang mengejeknya, Adam Martin berniat meluapkan seluruh kekesalannya.


Dari balik pepohonan munculnya lima orang berpakaian serba hitam, hampir sama dengan yang dipakai oleh Adam Martin dan Bob Stanley. Namun, di bagian dada kiri dari kelima orang tersebut terdapat sebuah gambar naga berkaki tiga. Dari gambar tersebut Adam Martin dan Bob Stanley tahu siapa orang yang sudah mengejrk mereka ini.


"Divisi Naga dari China rupanya. Pantas saja sedari tadi aku mencium bau tahu, rupanya yang datang adalah adalah kalian," ucap Adam Martin sinis.


"Itu masih masih lebih baik daripada kalian berdua. Kalian adalah orang yang membawa malu kepada nama besar CIA. Melewati tembok seperti ini saja kalian tidak bisa melakukannya. Kembali saja sana ke Amerika dan ikuti lagi latihan agen CIA. Agen amatiran seperti kalian tidak pantas berada di sini," ejek Liao Chun.


Dor.


Suara tembakan terdengar di tempat itu. Peluru yang ditembakkan oleh Bob Stanley itu mengarah ke kerumunan Liao Chun beserta keempat rekannya. Namun, peluru tersebut tidak melukai siapa pun. Bob Stanley hanya ingin memperingatkan anggota Divisi Naga agar tidak mengejek mereka.


Liao Chun dan keempat rekannya tentu saja tidak tinggal diam. Dengan Bob Stanley menembak ke arah mereka, ini sama saja dengan tantangan. Kelima orang tersebut langsung mengeluarkan pistol masing-masing. Mereka semua mengarahkan pistol tersebut ke arah Adam Martin dan Bob Stanley.


"Sekarang ini peluru yang aku tembakkan hanya mengenai ujung rambutmu. Jika Kau tidak bisa menutup mulutmu, maka peluru milikku ini yang akan menutup mulutmu," ucap Bob Stanley dengan nada dingin.


Dor.


Sebuah tembakan terdengar kembali di sana. Kali ini bukan pihak CIA yang menembak, melainkan salah satu anggota Divisi Naga yang melakukannya. Long Jie melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Bob Stanley. Long Jie menembakkan pistolnya hingga mengenai ujung baju Adam Martin. Jika tembakan Long Jie meleset, maka peluru itu akan mengenai perut Adam Martin.


Keadaan di sana menjadi lebih tegang lagi. Kedua pihak masih saling menodongkan pistol mereka. Tidak nampak sedikitpun tanda-tanda bahwa ketegangan ini akan berakhir.


"Kalian tahu busuk rupanya mendapatkan misi yang sama dengan kami ya?" tanya Adam Martin yang mencoba mendinginkan suasana.

__ADS_1


Adam Martin berpikir bahwa keberadaan anggota Divisi Naga di sini karena mereka memiliki misi memata-matai kediaman orang tua Lintang, sama seperti dirinya dan Bob Stanley. Meski itu sangat tidak mungkin, Adam Martin berharap ia bisa menggali beberapa informasi dari anggota Divisi Naga. Mungkin ada satu, dua informasi yang dimiliki oleh anggota Divisi Naga yang tidak Adam Martin miliki.


"Heh." Liao Chun mendengus mendengar ucapan Adam Martin. "Jangan berharap kalian akan bisa menggali informasi dari kami."


Adam Martin sudah menduga bahwa jawaban seperti ini akan diberikan oleh Liao Chun. Adam Martin lalu teringat akan apa yang akan ia lakukan sebelum kedatangan anggota Divisi Naga.


"Kalian sebelumya mengejek kami karena tidak bisa melewati tembok ini. Memangnya, apa kalian bisa melakukannya lebih baik daripada kami?" tantang Adam Martin sembari menyingkirkan pistol miliknya.


Jika Adam Martin tetap menodongkan pistolnya, maka anggota Divisi Naga tidak akan mau menunjukkan kemampuan mereka. Adam Martin pernah mendengar bahwa anggota Divisi Naga memiliki kemampuan bela diri yang cukup hebat. Mungkin mereka bisa dengan mudah melewati tembok setinggi empat meter ini.


Tanpa diberi tahu, Bob Stanley sepertinya sudah paham apa yang ingin Adam Martin lakukan. Bob Stanley juga menyingkirkan pistol miliknya. Ia memberikan pandangan mengejek kepada anggota Divisi Naga.


"Sepertinya mereka hanya bisa mengolok-olok kita, Adam. Mereka tidak akan bisa melewati tembok ini."


Long Jie dan ketiga rekannya menyimpan pistol masing-masing. Sementara itu, Liao Chun masih memegang pistol miliknya. Mereka tidak bisa mempercayai anggota CIA sepenuhnya. Apalagi, sejarah panjang kedua negara yang tidak seakur itu membuat mereka pun tidak bisa bersikap akur begitu saja.


Long Jie pun mengajak ketiga rekannya mendekati tembok. Salah satu di antara mereka, Xiao Jun, menempelkan tubuhnya ke tembok. Kaki Xiao Jun dibuka lebar membentuk sebuah kuda-kuda. Dua tangannya ia tumpuk dan ia letakkan di depan tubuhnya.


Rekan Long Jie yang lain, Lin Tian mengambil ancang-ancang dengan berlari menuju ke arah Xiao Jun yang sudah bersiap di tembok. Lalu, kaki Lin Tian bertumpu di tangan Xiao Jun yang kemudian dilemparkan ke atas oleh Xiao Jun. Hal itu menambah daya dorong agar Lin Tian bisa naik ke atas.


Setelah tubuhnya melayang, Lin Tian menempepkan tangannya di tembok, kakinya juga ikut menempel di tembok. Dengan gerakan cepat, Lin Tian menaiki tembok tersebut dengan mengandalkan bagian tembok batu yang mecuat keluar. Dengan begitu, Lin Tian bisa menaiki tembok ini dengan mudah. Jika saja tembok ini adalah tembok rata, maka Lin Tian tidak akan bisa memanjat tembok ini.


Dengan cepat Lin Tian memanjat tembok itu hingga bagian atas tembok. Namun, ketika tangan Lin Tian menempel di tembok paling atas, Lin Tian merasa seseorak telah menarik tangannya sehingga ia tidak lagi memegang tembok.


Kejadian itu berlangsung begitu cepat. Tentu saja Lin Tian tidak siap dengan kejadian ini. Hal itu membuat tubuh Lin Tian terjerembab ke belakang. Tubuhnya akan jatuh dari ketingian empat meter. Jika sampai tubuhnya menyentuh tanah, maka Lin Tian akan mengalami cedera yang cukup parah.

__ADS_1


Namun, rekan Lin Tian yang lain cukup tanggap. Mereka langsung merentangkan tangan mereka untuk menangkap tubuh Lin Tian. Kaki mereka membentuk kuda-kuda agar mereka kuat menerima masa tubuh Lin Tian yang jelas lebih besar karena dia terjatuh. Pada akhirnya mereka berhasil menyelamatkan Lin Tian. Meski begitu, tangan Long Jie, Xiao Jun, dan Ye Cai terasa sangat sakit.


"Apakah kalian tidak apa-apa?" tanya Liao Chun yang sekarang sudah mendekat ke arah rekannya.


Liao Chun tidak percaya bahwa Lin Tian akan terjatuh ketika sampai di puncak tembok. Padahal, Lin Tian adalah orang yang paling ahli dalam memanjat tembok seperti ini di regunya. Jika Lin Tian mengatakan bahwa ia adalah nomor dua, maka tidak ada anggota regunya yang berani mengatakan bahwa mereka adalah nomor satu.


"Kami baik-baik saja," jawab Long Jie dan yang lainnya.


Sementara itu, Lin Tian masih memandang ke arah puncak tembok. Tatapan tidak percaya masih terlihat jelas di wajah Lin Tian. Hal itu membuat yang lain bertanya-tanya apa yang membuat Lin Tian menjadi seperti ini? Apakah ada sesuatu di atas sana yang membuat Lin Tian gagal menaiki tembok?


"Lin Tian, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Xiao Jun.


"Ada seseorang di atas sana. Dia melepaskan tanganku yang tengah memegang tembok. Hal itulah yang membuatku terjatuh," jawab Lin Tian.


"Ada seseorang di atas sana?" tanya Liao Chun.


"Aku yakin itu. Ada seseorang di atas sana."


Bob Stanley dengan sigap mengeluarkan senter dari kantongnya. Ia lalu mengarahkan senter tersebut ke puncak tembok. Bob Stanley tidak menemukan keberadaan orang lain seperti yang diucapkan oleh Lin Tian. Semua kosong. Tembok ini memiliki ketebalan dua puluh sentimeter, jadi tidak ada tempat untuk seseorang bersembunyi.


Lalu, sebelum melakukan penyusupan, Adam Martin dan Bob Stanley sudah mengecek keadaan kediaman orang tua Lintang, tetapi mereka tidak menemukan hal yang mencurigakan di sana.


Adam Martin lalu mengeluarkan drone kecil yang ia punya. Drone ini menggunakan teknologi terbaru yang dimiliki oleh pihak CIA. Drone ini memiliki kamera inframerah dengan resolusi tinggi sehingga bisa menangkap gambar dengan jelas di tempat paling gelap sekali pun.


Ketika drone itu terbang, Adam Martin bisa melihat keadaan di balik tembok. Tidak ada sebuah tangga yang mungkin dipakai untuk melepas tangan Lin Tian di sana. Bayangan seseorang pun tidak ada. Bahkan, Adam Martin tidak melihat keberadaan seekor hewan di balik tembok. Jadi, bagaimana mungkin Lin Tian mengaku bahwa ada yang melepaskan cengkramannya di tembok?

__ADS_1


__ADS_2