
“Tidak mau ganti rugi? Kau bilang Kau tidak mau ganti rugi?” tanya pengemudi mobil tersebut dengan nada suara yang cukup tinggi.
Kemudian, pengemudi mobil tersebut mengarahkan tangannya ke arah bagian belakang celananya. Tindakan pengemudi mobil tersebut membuat mereka yang ada di sana langsung berkeringat dingin. Meski mereka tidak tahu apa yang akan diambil oleh pengemudi mobil tersebut, tetapi mereka semua sudah bisa menebaknya.
Clak, clak.
Suara pistol yang di kokang terdengar jelas di telinga mereka yang ada di sana. Langsung saja para pejalan kaki yang sebelumnya menikmati perdebatan antara Darwin dan pengemudi mobil berlarian menyelamatkan diri.
Mereka tidak mau menjadi target dari pengemudi mobil itu dalam melampiaskan kemarahan. Apalagi para pejalan kaki itu masih ingat ucapan Darwin yang mengatakan bahwa pengemudi mobil itu tengah mabuk. Jika senjata api sudah dikeluarkan, maka akan ada korban yang menjadi sasaran timah panas.
Tidak terlalu mengherankan adanya penembakan masal di depan umum. Itu karena beberapa warga sipil memiliki senjata api yang bisa mereka bawa ke mana-mana. Sebelum itu benar-benar terjadi, maka mereka perlu menyelamatkan diri.
"He has a gun, save your life," teriak salah satu pejalan kaki.
Wajah Darwin yang berhadapan langsung dengan pengemudi mobil berubah menjadi serius. Tidak hanya itu, keringat dingin juga mengalir di punggung Darwin. Ia tidak yakin bisa mengalahkan laki-laki di depannya. Apalagi sekarang dia membawa senjata.
"Sekarang bagaimana? Apakah Kau akan memberikan aku ganti rugi atau tidak?"
Darwin tidak langsung menjawab pertanyaan itu. Namun, diamnya Darwin justru membuat kemarahan pengemudi mobil itu semakin memuncak. Jari telunjuk dari pengemudi itu mulai bergerak untuk menarik pelatuk.
Seperti halnya Bruce, alam bawah sadar Darwin mulai menyarankan agar Darwin melakukan sesuatu. Dirinya yang di dalam Galaxy Wars mengambil Ras Beastman, lebih pandai dalam serangan tangan kosong dalam jarak dekat. Darwin langsung mengulurkan tangannya dan memelintir tangan pengemudi mobil tersebut. Ia membuat pistol yang ada di tangan tersebut mengarah ke langit.
Dor, dor, dor.
Tiga tembakan berturut-turut terdengar di sana. Mereka yang sebelumnya berlarian menyelamatkan diri, sekarang berteriak histeris. Dalam pikiran mereka, salah satu dari Darwin dan Bruce sekarang sudah terkapar di tanah terkena tembakan.
Darwin tidak berhenti setelah membuat arah tembakan dari pengemudi mobil berubah. Dengan cekatan, Darwin menggunakan salah satu tangannya untuk memukul pundak pengemudi mobil tersebut hingga terdorong mundur. Namun, tangan Darwin yang lain masih tetep memegangi lengan pengemudi mobil tersebut. Hal itu membuat pengemudi mobil merasa tangannya tertarik karena tindakan Darwin.
__ADS_1
Darwin lalu melakukan gerakan lain. Ia dengan cekatan merebut pistol yang dibawa oleh pengemudi mobil. Darwin kemudian memisahkan antara pistol dengan amunisinya sebelum kemudian melemparkan ke dua arah yang berbeda. Dengan begini, pengemudi mobil tersebut tidak akan bisa kembali menembak. Apalagi di dalam pistol tadi masih ada empat peluru lagi.
Meski dengan terlepasnya pistol membuat Darwin dan Bruce lebih aman, tetapi Darwin masih menyerang pengemudi mobil tersebut. Ia lalu mengangkat tubuh lawannya yang memiliki berat jauh lebih besar dari berat badannya. Setelah membanting lawannya, Darwin lalu membuat gerakan mengunci agar lawannya tidak lagi bisa bergerak.
Gerakan yang dilakukan oleh Darwin terlihat cukup lama jika dideskripsikan. Namun, sebenarnya semua itu terjadi dalam sekejap. Bruce baru menyadari apa yang Darwin lakukan setelah orang yang hampir menabraknya sudah tersungkur di tanah dengan Darwin berada di atasnya.
Mulut Bruce terbuka lebar melihat hal itu. Ia tidak menyangka Darwin akan melumpuhkan lawannya secepat itu. Jika Bruce tidak melihat secara langsung kejadian ini, ia pasti tidak akan percaya jika ada yang mengatakan bahwa Darwin bisa melumpuhkan seseorang secepat ini.
Pasalnya, Bruce sangat tahu bahwa Darwin tidak mempelajari ilmu bela diri apa pun. Darwin sama seperti dirinya, hanya seorang pencinta game yang lebih banyak menghabiskan waktu luang mereka untuk bermain game daripada olahraga. Mereka sudah seperti ini sejak mereka masih di sekolah dasar.
Lalu, Darwin dan Bruce juga sering melakukan segala sesuatu bersama. Jadi, jika Darwin melakukan olahraga ataupun mempelajari ilmu bela diri, Bruce pasti akan mengetahuinya. Jadi, dari mana Darwin mempelajari teknik seperti itu? Lalu, bagaimana bisa Darwin memiliki kekuatan sebesar itu untuk membanting lawannya?
Bruce merasa ia perlu menginterogasi Darwin mengenai hal ini. Bruce juga ingin mempelajari teknik yang digunakan oleh Darwin. Sepertinya teknik itu sangat cocok dipakai untuk melindungi diri dari serangan mendadak seperti sekarang.
Namun, Bruce hanya bisa mengesampingkan semua pertanyaan yang ada dibenaknya. Ini karena suara sirine polisi mendekat ke arah mereka. Sepertinya, di antara pejalan kaki yang melihat kejadian ini sudah menelepon 911 untuk meminta bantuan. Setidaknya mereka sudah membantu dengan memanggil pihak berwajib untuk membantu mengatasi masalah ini.
"I'm tired," keluh Darwin.
Seharian Darwin dan Bruce harus berada di kantor polisi. Mereka perlu memberikan kesaksian atas apa yang mereka alami kepada polisi. Bagaimanapun juga, keduanya terlibat kejahatan percobaan pembunuhan. Jadi, mereka harus memberikan keterangan sedetail mungkin mengenai apa yang tengah terjadi.
"Me too. Aku tidak menyangka memberikan keterangan kepada polisi bisa selelah ini," imbuh Bruce.
Darwin lalu menatap ke arah Bruce dengan tatapan serius. Melihat hal itu, Bruce tahu bahwa Darwin ingin membicarakan mengenai apa yang mereka alami siang ini.
"So, sejak kapan Kau bisa bela diri seperti itu Darwin," tanya Bruce terlebih dahulu.
"You too, sejak kapan Kau bisa menahan beban seberat itu? Sependek ingatanku, Kau tidak pernah berlatih untuk bisa menahan beban seperti mobil yang melaju cukup cepat bukan? Jadi, bagaimana bisa Kau melakukan hal itu?" tanya Darwin balik.
__ADS_1
Bruce menggelangkan kepalanya pelan. "I don't know. Aku sendiri juga tidak tahu kenapa aku bisa melakukan hal itu, Darwin. Instingku yang membuat aku melakukan semua itu. Aku seperti yakin bahwa apa yang aku lakukan bisa menyelamatkan hidupku. Kau sendiri bagaimana?"
"Aku juga sama sepertimu, Bruce. Instingku yang membuatku bisa melawan laki-laki tadi. Aku seolah-olah sudah memiliki perhitungan mengenai apa yang harus aku lakukan untuk melumpuhkan dia. Kalau aku bilang aku tidak pernah memiliki kemampuan seperti ini sebelumnya, apakah Kau akan mempercahainya?"
Bruce mengangguk pelan. "Aku percaya."
Bagaimanapun juga, Bruce juga merasakan hal yang sama dengan Darwin. Sebelumnya Bruce yakin ia tidak memiliki kekuatan seperti ini. Kekuatan ini seolah muncul begitu saja dalam dirinya.
Bruce ingat dua bulan yang lalu ia terjatuh ketika memanjat pohon. Jika saat itu Bruce tahu bagaimana cara melindungi diri dengan baik, maka Bruce tidak perlu ke rumah sakit untuk mengatasi luka di tubuhnya.
"Ini sangat aneh bukan? I mean, kenapa kita tiba-tiba bisa memiliki kekuatan seperti ini? Aku tiba-tiba bisa melindungi diri dari tabrakan itu dengan sangat mudah, dan Kau bisa mengalahkan laki-laki itu selayaknya orang yang memiliki kemampuan bela diri tinggi. Man, jika Kau salah sedikit saja, maka peluru tadi sudah pasti mengenai dirimu."
Darwin tahu hal itu. Apa yang ia lakukan tadi sangatlah beresiko. Kesalahan kecil bisa membuat tembakan laki-laki tadi mengenai tubuhnya, atau mungkin juga mengenai Bruce yang ada dibelakangnya. Seorang amatiran tidak mungkin bisa melakukan gerakan secepat dan setepat itu.
"Jadi, apa Kau tahu alasan kita memiliki kekuatan baru seperti sekarang?" tanya Darwin.
Bruce tidak langsung menjawab, ia memilih diam dan berpikir mengenai semua ini. Darwin sendiri tidak terburu-buru untuk mendengar jawaban dari Bruce, ia sendiri juga berpikir mengenai apa yang tengah terjadi.
"Galaxy Wars," ucap Bruce tiba-tiba setelah mereka diam cukup lama.
"Excuse me, Galaxy Wars?" tanya Darwin sembari mengerutkan keningnya. "Apa hubungan semua yang terjadi dengan Galaxy Wars?"
"Apakah Kau tidak sadar, Darwin? Semua yang kita lakukan itu seperti gerakan yang kita lakukan di Galaxy Wars. Aku bisa bertahan dari tabrakan setelah membuat pose perlindungan absolut seperti yang aku lakukan di dalam game. Lalu, aku yakin apa yang Kau lakukan dalam melawan laki-laki tadi adalah gerakan rutinmu dalam melawan musuh di dalam game. Apakah aku benar?"
"Oh Man, itu hanya sebuah permainan. Kenapa Kau malah menghubungkan semua ini dengan game? Itu hal gila baru yang aku dengar darimu. Come on, Bruce. Kita memang boleh menyukai sebuah game. Namun, jangan juga membuat hidupmu dan karakter dalam game Kau gabungkan seperti ini."
Cukup sulit bagi Darwin mempercayai semua ini. Meski beberapa fakta mengarah ke sana, tetapi Darwin masih tidak bisa percaya. Sangat tidak mungkin kemampuan di dalam game untuk dimiliki di dunia nyata.
__ADS_1
Darwin cukup realistis. Mereka hidup di dunia nyata, dunia yang semuanya dibuktikan dengan logika. Lalu, sepanjang hidupnya, Darwin tidak menemukan logika yang membenarkan perkataan Bruce. Ini bukanlah dunia fantasi ataupun dunia di dalam novel yang semua bisa terjadi.