Galaxy Wars : Solar System Defender

Galaxy Wars : Solar System Defender
GW 84 Xiao Yi


__ADS_3

“Namaku Lintang,” ucap Lintang sembari mengulurkan tangannya.


“Aku Xiao Yi.”


Xiao Yi membalas uluran tangan Lintang. Setelah memegang tangan lintang, Xiao Yi langsung menarik tangan Lintang. Xiao Yi kemudian menendang perut Lintang menggunakan lututnya. Tidak hanya itu, Xiao Yi juga memukul punggung Lintang dengan sangat keras. Akibatnya, Lintang sekarang tersungkur ke tanah.


Lintang batuk beberapa kali setelah menerima serangan mendadak yang Xiao Yi lakukan. Lintang tidak menyangka bahwa Xiao Yi yang sebelumnya terlihat sudah berdamai dengannya, sekarang justru menyerang.


“Apa ini Xiao Yi? Bukankah kita sudah berdamai?” tanya Lintang setelah batuknya reda. Lintang menampakkan ekspresi terlukanya, ia merasa dikhianati oleh Xiao Yi.


“Itu adalah hukuman karena Kau sudah berbuat mesum kepadaku. Jangan berharap karena Kau sudah meminta maaf, Kau tidak akan mendapatkan hukuman,” ucap Xiao Yi dengan tatapan tajam.


Ini adalah kali pertama seorang laki-laki menyentuh bagian tubuhnya yang itu. Tentu saja Xiao Yi merasa marah karena yang melakukannya adalah orang asing. Padahal, Xiao Yi sudah menjaga itu untuk suaminya kelak.


“Oke, oke aku minta maaf. Sekarang Kau sudah berhasil memukulku, kalau begitu kita impas.”


“Hem.” Xiao Yi hanya memalingkan mukanya sembari melipat kedua tangan di depan dada.


“Sekarang mari berdiskusi dengan serius. Apakah Kau memiliki informasi mengenai musuh?” tanya Lintang.


“Tidak. Aku tidak tahu apa pun mengenai musuh. Sistem milikku hanya memintaku untuk datang ke tempat ini untuk membunuh seseorang. Jika aku berada di dekat target, maka sebuah pemberitahuan akan aku dengar.”


“Seharian ini aku sudah berkeliling di daerah sini, tetapi aku belum juga menemukan target dari misi ini. Bagaimana denganmu, apakah Kau sudah menemukan dia?”


“Jika aku sudah menemukannya, tentu saja aku tidak akan mendatangimu dan meminta berkerja sama. Aku sudah menyebar anak buahku untuk mengawasi daerah sekitar sini. Jika ada sosok mencurigakan, mereka akan member tahuku,” jawab Lintang.


“Kalau boleh tahu, apa Sistem yang Kau miliki? Apakah itu Sistem kekayaan? Sistem yang membuatmu menjadi sosok yang cerdas? Ataukah Sistem yang lain?” tanya Lintang.


Xiao Yi tidak langsung menjawab pertanyaan Lintang, ia justru sedikit menundukkan kepalanya dan sesekali menggaruk tengkuknya. “Ehm itu … apakah Kau akan mentertawakanku jika aku memberi tahumu apa Sistem yang aku miliki?” tanya Xiao Yi.


“Kenapa? Apakah Kau malu dengan Sistem yang Kamu miliki?” tanya Lintang heran.

__ADS_1


Sependek pengetahuan Lintang, seseorang akan sangat senang memiliki sebuah Sistem. Lalu, jika dia diberi kesempatan untuk mengatakan bahwa dia adalah pemilik Sistem tanpa perlu memikirkan konsekuensi lainnya, maka dia akan menyombongkan diri mengenai Sistem yang ia miliki. Jadi, kenapa Xiao Yi justru terlihat malu mengungkapkan Sistem apa yang ia miliki?


“Tidak. Aku sama sekali tidak malu dengan Sistem yang aku miliki. Hanya saja, Kau pasti akan tertawa setelah mendengar Sistem seperti apa yang aku miliki,” jawab Xiao Yi.


“Kalau begitu, katakan padaku apa Sistem milikmu itu?”


“Baiklah-baiklah. Aku akan mengatakannya.”


Xiao Yi kemudian menarik napas panjang. “Aku sangat suka dengan drama Xianxia sejak aku kecil jadi aku ingin menjadi seorang kultivator. Sistem milikku adalah sistem yang membantuku menjadi seorang kultivator di era modern ini,” jelas Xiao Yi dengan sangat cepat.


Wajah Xiao Yi terlihat memerah setelah mengungkapkan mengenai sistem miliknya. Memang sistem ini tidak terlalu memalukan. Namun, imajinasi serta khayalan Xiao Yi yang ingin menjadi kultivator membuatnya malu mengatakan hal ini.


Xiao Yi menunggu tawa ataupun respon lainnya dari Lintang. Namun, setelah menunggu lama, Lintang tidak juga memberikan respon apa pun. Xiao Yi pun memberanikan diri untuk melihat ekspresi Lintang sekarang. Xiao Yi langsung merasa marah dengan ekspresi yang Lintang berikan kepadanya.


Lintang mengerutkan keningnya sembari membuka mulutnya cukup lebar. Ini karena Lintang sama sekali tidak mendengar dengan jelas apa yang Xiao Yi katakan. Meski Lintang tahu bahasa mandarin, tetapi pengucapan Xiao Yi yang sangat cepat membuat Lintang cukup sulit memahami ucapan Xiao Yi. Apalagi, bahasa mandarin sangat mendandalkan intonasi dalam pelafalan. Intonasi yang berbeda bisa membuat arti dari apa yang dilafalkan berbeda pula.


“Jangan memasang ekspresi bodoh seperti itu. Jika Kau ingin tertawa, tertawa saja. Namun, jangan memberiku ekspresi seperti itu,” ucap Xiao Yi kesal.


Xiao Yi sedikit bernapas lega mendengar ucapan Lintang. Ternyata, Lintang tidak sedang menghinanya dengan memberikan ekspresi seperti itu. Ternyata Lintang hanya sulit memahami apa yang Xiao Yi katakan. Xiao Yi pun kembali mengatakan sistem seperti apa yang ia miliki. Xiao Yi juga mengatakan kembali alasan kenapa dirinya memiliki Sistem seperti ini.


“Sekarang tertawalah jika Kau ingin tertawa,” ucap Xiao Yi.


“Tidak ada yang perlu ditertawakan dalam hal ini. Namun, jika Sistem milikmu membantumu menjadi seorang kultivator, kenapa Kau masih bisa aku kalahkan?” ucap Lintang sembari menyeringai.


Mendengar penjelasan Xiao Yi, Lintang menjadi tidak heran lagi melihat Xiao Yi yang cukup handal dalam bertarung dengannya. Meski begitu, dalam pertarungan mereka sebelumnya, Xiao Yi masih kalah dari Lintang. Buktinya Lintang berhasil memukulnya, dan mengambil sebuah kesempatan dalam kesempitan tentunya.


“Itu karena aku tidak terlalu serius dalam bertarung denganmu tadi. Jika aku lebih serius, maka aku akan mengalahkanmu dengan mudah,” kilah Xiao Yi. Padahal Xiao Yi sendiri belum benar-benar menguasai ilmu bela diri. Ini karena baru dua minggu ini Xiao Yi memperoleh Sistem miliknya.


“Kau sendiri bagaimana? Sistem seperti apa yang Kau miliki?” tanya Xiao Yi.


“Aku, aku miliki Sistem yang membantuku menjadi developer sebuah game. Gameku ini membantu manusia Bumi untuk jauh lebih kuat. Kau tahu, tidak lama lagi kita akan menghadapi sebuah perang antar galaksi. Jadi, aku perlu mempersiapkan manusia Bumi untuk menghadapi perang antar galaksi tersebut,” jelas Lintang.

__ADS_1


“Perang antar galaksi? Apa itu? Apakah sebentar lagi kita akan perang? Kenapa aku tidak tahu semua ini?” tanya Xiao Yi.


“Kau tidak tahu? Apakah Sistem milikmu tidak memberi tahu mengenai hal ini?”


“Tidak sama sekali.”


“Eh … Sistem, apakah aku sudah mengatakan sesuatu yang salah?” tanya Lintang kepada Sistem.


[Sama sekali tidak, Host. Kemungkinan besar Sistem milik Xiao Yi belum menjelaskan semua ini. Cepat atau lambat Sistem milik Xiao Yi juga akan menjelaskannya. Jadi, tidak ada salahnya jika Host memberitahukan hal ini kepada Xiao Yi.]


Lintang bernapas lega setelah mendengar penjelasan Sistem. Ini berarti tidak ada yang salah dengan apa yang Lintang lakukan. Lintang takut salah berucap dan menjelaskan kepada Xiao Yi mengenai apa yang tidak seharusnya Xiao Yi ketahui.


Lintang lalu menjelaskan mengenai perang antar galaksi kepada Xiao Yi. Mengenai Ras Hujole yang merupakan ras pencinta damai. Ras ini merupakan ras yang merepresentasikan kehidupan. Lalu, ada pula Ras Mogoley, ras yang suka berperang. Ras ini merupakan ras yang merepresentasikan kematian.


Ras Hujole ingin semuanya dalam keadaan seimbang. Jika memang ada yang harus mati, maka Ras Hujole ingin mereka mati dengan cara wajar, seperti yang sudah ditakdirkan oleh mereka. Namun, Ras Mogoley tidak menginginkan hal itu. Ras Mogoley menginginkan banyak kematian terjadi di alam semesta. Entah itu kematian wajar, maupun kematian yang dibuat sebelum takdirnya.


Untuk mencapai semua itu, Ras Mogoley beserta ras lain yang menjadi pengikutnya, memulai perang. Mereka awalnya mengeksploitasi sumber daya yang ada di galaksi lain. Lalu setelah semua sumber daya habis, mereka akan mulai membunuh dan menghancurkan galaksi tersebut.


“Hal inilah yang membuat Ras Hujole, yang mencintai kedamaian, ikut dalam peperangan. Ini karena kedua ras tersebut adalah ras tertua di alam semesta. Lalu, untuk mempersiapkan penduduk asli galaksi lain dari serangan Ras Mogoley, Ras Hujole memilih beberapa orang untuk menjadi kandidat persiapan perang itu. Kita, pemilik Sistem adalah orang itu,” jelas Lintang.


“Sungguh? Aku tidak menyangka ternyata ada alasan sebesar itu mengapa kita bisa memiliki sebuah Sistem. Ini berarti, aku nanti akan menjadi salah satu pejuang dari Bumi yang akan melindungi planet kita dari perang antar galaksi?”


“Ya itu benar. Dalam game milikku, para pemainnya telah menghadapi berbagai ras asing yang menjadi pendukung Ras Mogoley.”


“Kalau boleh tahu, apa nama game milikmu itu?”


“GaLaxy Wars.”


“Eh rupanya game itu? Gara-gara gamemu itu, pemerintah negaraku menerapkan kebijakan wajib bermain game selama enam jam selama sehari. Melihat game milikmu adalah game yang didukung sebuah Sistem, pantas saja itu menjadi populer dan membuat negaraku sampai melakukan hal itu.”


“Jika Kau adalah game developer dari Galaxy Wars, maka Kau bisa memberiku beberapa item game bukan? Aku sangat miskin di dalam game sehingga aku ….”

__ADS_1


__ADS_2