
"Argh ... mati di dalam game selalu saja membuat tubuhku sakit," keluh Lintang yang baru saja keluar dari pod game miliknya. Namun, Lintang tidak memedulikan rasa sakitnya itu. Lintang langsung menunju ke rumah Seno untuk mencari saran apa yang harus Lintang lakukan setelahnya.
Ketika sampai di rumah Seno, sudah ada beberapa orang yang berkumpul. Kali ini tempat berkumpul yang dipilih bukanlah rumah Seno yang ada di dalam dimensi, melainkan di sebuah pulau kecil yang ada di Indonesia. Pulau ini sudah lama dibeli oleh keluarga Sendira. Selain dimensi milik Seno, ini adalah markas mereka jika melakukan pertemuan.
Keluarga Sendira yang berkumpul di sini semua melihat ke arah layar proyektor di depan mereka. Layar tersebut memperlihatkan siaran langsung dari peperangan yang sebelumnya Lintang ikuti. Rupanya, meski Lintang sudah mati di dalam game, Sistem masih menjalankan siaran langsung ini. Entah apa yang Sistem lakukan sehingga Ras Dodo'phia tidak mengetahui keberadaan kameranya, yang jelas siaran langsung ini sangat membantu Lintang.
Cukup beresiko bagi Lintang yang sekarang untuk kembali ke Planet Mars dengan tubuh aslinya. Semua tetua keluarganya saja kembali ke Planet Bumi karena perang ini. Dalam perang kali ini, mereka semua tida bisa mengontrol keadaan dengan baik.
Lalu, pertahanan serta kekuatan pasukan mereka di Planet Mars belum sepenuhnya kuat. Oleh karena itu Lintang memilih menjalankan perang dari jauh seperti sekarang. Bukankah tujuan awal Lintang membuat Galaxy Wars karena ingin semua manusia Planet Bumi berperang melawan musuh tanpa benar-benar terbunuh?
Dalam video siaran langsung, Dot'ghea dan anak buahnya mulai memasuki Planet Mars. Mereka tidak berpencar seperti yang Lintang takutkan. Dot'ghea dan pasukannya memilih mendarat di dekat Star City. Kemungkinan besar Dot'ghea ingin menghancurkan kota ini karena menganggap ini adalah kota yang dibangun oleh musuhnya.
Di luar tembok kota, jutaan pemain dari berbagai level sudah berkumpul. Beberapa pemain membawa kendaraan modifikasi mereka dan bersiap untuk melakukan peperangan. Lintang bahkan melihat adanya pemain dengan level sepuluh yang ikut dalam peperangan ini. Padahal, dengan levelnya yang segitu, serangannya tidak akan berarti apa-apa untuk musuh.
Keseriusan nampak jelas di wajah para pemain. Semuanya berkumpul berdasarkan serikat masing-masing. Para pemain sudah tahu bahwa musuh yang mereka hadapi ini tidaklah semudah itu dihadapi. Kemungkinan mereka akan diaapu habis sangat besar.
"Semuanya, jangan takut. Aku yakin kita bisa mengatasi musuh. Kalian lihat bukan jumlah pemain yang berkumpul di sini sudah jutaan, sedangkan musuh hanya seribu lima ratusan. Aku yakin jika kita bahu membahu, kita bisa mengalahkan mereka. Demi serikat Harimau Putih," ucap Hiro yang memberi semangat anggota serikatnya.
"Demi serikat Harimau Putih."
"Kita dari serikat Empire Of Darkness tidak akan kalah dengan serikat yang lainnya. Buktikan kepada mereka bahwa kita adalah serikat terkuat dari seluruh serikat yang ada di Galaxy Wars. Demi seikat Empire Of Darkness," teriak Reinder memberi sembangat.
"Demi serikat Empire Of Darkness."
__ADS_1
"Aku tidak berasal dari serikat mana pun. Tetapi, aku akan membuat sebuah serikat penggali harta karun. Kedatangan musuh sudah membuatku tidak bisa menjelajahi reruntuhan dengan nyaman. Mari kita kalahkan musuh dan kembali menggali harta karun," teriak Dolan.
"Kalahkan musuh dan gali harta karun."
Teriakan demi teriakan penyemangat terdengar jelas di speaker. Ini karena dalam siaran langsung, wajah dari beberapa pemimpin serikat terpampang jelas ketika memberikan teriakan penyemangat.
Lintang yang menonton siaran langsung ini merasakan darahnya mendidih. Ia sangat bersemangat sekarang. Rasa-rasanya Lintang ingin sekali mengangkat sebuah senjata dan ikut langsung berperang. Padahal, teriakan penyemangat yang diberikan oleh pemimpin serikat itu, terdengar sangat aneh dan tidak enak di dengar.
[Ini adalah efek khusus dari menonton siaran langsung peperangan di game Galaxy Wars. Semangat juang mereka yang menonton akan terbakar dan mereka ingin sekali berpartisipasi dalam peperangan. Ini adalah salah satu cara dari Sistem agar penduduk Planet Bumi lainnya bergabung menjadi pemain.]
"Sungguh, Sistem? Wah, aku tidak menyangka Kamu akan membuat sesuatu yang seperti ini. Ini semua terdengar sangat keren. Aku bisa membayangkan bahwa nantinya, seluruh penduduk Planet Bumi yang berusia cukup, akan menjadi pemain Galaxy Wars. Dengan begitu, pasukanku akan bertambah banyak."
Lintang tidak lagi melanjutkan obrolannya dengan Sistem. Ini karena Lintang melihat Dot'ghea dan anak buahnya sudah melayang atas para pemain. Tanpa basa basi, Dot'ghea langsung menyerang para pemain dengan melakukan serangan-serangan energi.
Para pemain tidak menyangka bahwa Dot'ghea dan pasukannya akan langsung menyerang ketika melihat mereka. Seharusnya, Dot'ghea mendarat dahulu dan mengobrol dengan mereka bukan? Itu adalah alur umum yang ada di dalam game. Namun, Dot'ghea tidak mengikuti alur tersebut. Hal ini membuat para pemain sedikit kaget.
Ada kemungkinan, di antara jutaan ras yang ada di alam semesta, para pemain adalah pasukan bunuh diri yang sesungguhnya. Mereka tidak perlu berlatih, tidak perlu diberikan pencucian otak, tetapi mereka berani mati jika diberikan misi. Ini karena mereka hanya menganggap ini adalah semua game. Asalkan bisa hidup kembali, semua akan baik-baik saja.
Ratusan pemain mati dalam setiap serangan yang dilakukan oleh Dot'ghea dan anak buahnya, para pemain juga berusaha melakukan perlawanan. Letak Dot'ghea yang melayang di udara membuat pemain yang kebanyakan adalah pemain penyerang jarak dekat, sulit mengeluarkan kemampuan mereka.
Beberapa pemain dengan Ras Elf pun menunjukkan keahlian mereka. Anak panah demi anak panah mulai meluncur mengarak ke musuh. Namun, anak panah itu tidak memberikan dampak yang besar kepada musuh. Ini karena musuh memakai baju tempur sekarang.
Meski musuh sulit dijatuhkan, buka berarti para pemain tidak bisa menghabisi musuh. Salah satu pemain berhasil mengenai sumber energi milik anak buah Dot'ghea. Hal itu membuat baju tempur anak buah Dot'ghea meledak seketika.
__ADS_1
Ketika hal itu terjadi, sorak sorai terdengar jelas di medan perang. Para pemain mulai tahu di mana titik lemah dari musuh. Maka dari itu, pemain yang menggunakan Ras Elf segera menyerang ke sumber energi milik musuh.
Lintang bahkan melihat salah dua orang pemain melakukan hal yang gila agar bisa menyerang musuh. Salah seorang pemain dengan Ras Jemuor melemparkan rekannya yang merupakan pemain Ras Beastman ke atas.
Dengan kekuatannya yang besar, pemain tersebut berhasil melemparkan rekannya mendekat ke musuh. Hal itu langsung dimanfaatkan oleh pemain dengan Ras Beastman. Dia langsung mencakar sumber energi di baju tempur musuh. Hal ini membuat musuh meledak. Tida hanya musuh, pemain dengan Ras Beastman pun ikut meledak dalam pertarungan singkat itu.
Apa yang dilakukan oleh dua pemain ini rupanya menginspirasi pemain lainnya. Satu persatu pemain dengan Ras Jemuor melemparkan rekan mereka ke udara. Sekarang, langit di dekat Star City tidak hanya dipenuhi dengan anak panah, tetapi juga para pemain yang berterbangan.
Lintang yang melihat hal itu sedikit menggelangkan kepalanya. Lintang tidak tahu apakah hal ini boleh ia tertawakan. Kreativitas para pemain memang tidak bisa dibatasi. Mereka akan melakukan segala cara untuk bisa mendapatkan EXP.
Rupanya taktik baru yang dilakukan oleh para pemain ini membuat Dot'ghea dan anak buahnya mulai kewalahan. Semakin banyak anak buah Dot'ghea yang meledak bersama dengan para pemain.
Dot'ghea mulai heran dengan sikap para pemain. Bukannya mereka adalah pengungsi, jadi kenapa mereka melakukan serangan bunuh diri seperti ini? Bukankah itu akan mempercepat kepunahan ras mereka?
Seharusnya, lima ras yang ada di sini tidak bertindak gegabang dengan bunuh diri seperti itu. Mereka seharusnya mempertahankan jumlah mereka agar tidak punah. Namun, pemikiran mereka rupanya tidak seperti yang Dot'ghea bayangkan.
"Apakah orang-orang ini tidak pernah berpikir bahwa bala bantuan dari rasku akan datang? Kenapa mereka bisa dengan entengnya bunuh diri seperti itu," gumam Dot'ghea.
Ketika Dot'ghea sibuk memikirkan hal ini, Tiba-tiba saja cahaya putih meluncur dari dalam Star City, lebih tepatnya dari arah kastil. Cahaya putih itu bergerak cukup cepat. Tidak ada satu orang pun yang bisa mengikuti pergerakannya dengan jelas.
Bahkan, kamera siaran langsung milik Sistem juga tidak menangkap gerakan apa pun. Yang terlihat hanyalah sebuah bayangan seseorang yang tertinggal di jalur yang dilewati oleh cahaya putih tersebut. Namun, Lintang tidak bisa melihat jelas siapa yang berada di cahaya putih tersebut. Apakah dia laki-laki atau perempuan? Apakah dia lawan atau kawan?
Pertanyaan Lintang ini langsung terjawab. Cahaya putih itu melewati anak buah Dot'ghea. Tidak lama kemudian, anak buah Dot'ghea itu akan meledak. Namun, cahaya putih itu masih terus bergerak. Mungkin karena cepatnya dia bergerak, orang yang berada di cahaya putih itu tidak mengalami luka sedikitpun.
__ADS_1
Dalam waktu singkat, semua anak buah Dot'ghea diledakkan oleh seseorang yang berada di dalam cahaya putih itu. Yang tersisa hanyalah Dot'ghea, yang sekarang diam tidak berkutik di tempatnya semula. Mungkin karena Dot'ghea terlalu terkejut dengan serangan ini sehingga dia tidak bisa memberikan respon apa pun.
Tidak lama kemudian, cahaya putih itu berhenti tepat di depan Dot'ghea. Cahaya itu pun memudar dan memperlihatkan seorang sosok di baliknya. Lintang yang melihat hal itu langsung berdiri. Karena cepatnya Lintang berdiri, kursi yang dia duduki pun terdorong mundur hingga menabrak tembok. Hal itu membuat kursi itu hancur dan tembok yang ditabrak mengalami keretakan yang cukup serius.