
“Sistem, tunjukkan padaku panel milikku,” pinta Lintang.
Ada alasan lain kenapa Lintang meminta Sistem menunjukkan panel miliknya. Selain untuk melihat jumlah pemain dan poin game miliknya, Lintang ingin melihat perubahan yang terjadi pada dirinya. Lintang ingin tahu berapa nilai yang Sistem berikan pada dirinya setelah mengalami perubahan.
[Nama Host : Lintang Cahya Sendira]
[Umur : 23 Tahun]
[Kekuatan : 285 (+45)]
[Stamina : 293 (+49)]
[Kelincahan : 255 (+52)]
[Pertahanan : 262 (+48)]
[Poin Game : 71.892.103]
[Jumlah pemain : 35.953.462]
[Level tertinggi pemain : 135]
[Ras pemain : 5]
“Lebih dari dua ratus poin sekaligus? Ini hanya seminggu berada di dalam tabung, dan kekuatanku bertambah sebanyak ini. Jika aku berada di dalam tabung lebih dari sebulan atau bahkan satu tahun, maka kekuatanku akan meningkat sangat pesat,” gumam Lintang.
Lintang ingat bahwa tabung ini tidak memiliki batasan dalam memperkuat tubuh manusia. Asalkan cairan yang dipakai untuk memperkuat manusia tersedia, maka manusia bisa memperkuat tubuh mereka berkali-kali.
Bahan-bahan dasar untuk membuat cairan itu pun, cukup mudah didapatkan. Beberapa bisa ia temukan di Planet Mars, beberapa berada di Planet Bumi. Hanya ada beberapa bahan langka saja yang perlu Sistem sediakan.
Untuk mempersiapkan cairan yang Lintang pakai selama seminggu ini, Lintang hanya perlu mengeluarkan uang seratus juta rupiah. Itu semua termasuk biaya pembelian bahan yang langka serta membayar jasa Sistem mempersiapkan semua itu.
__ADS_1
Satu hal yang Lintang dan keluarga besarnya tidak pernah kekurangan, uang. Jika Sistem mematok sebuah harga, apalagi hanya seratus juta untuk satu minggu, maka itu sangat ringan bagi Lintang dan keluarganya.
Tidak perlu melihat kekayaan keluarga besar Lintang, kekayaan Lintang sendiri saja sudah melebihi itu. Dari komisi yang Sistem berikan atas penjualan berbagai barang di dalam game, Lintang memiliki pendapatan lima ratus juta hingga dua miliar rupiah per harinya. Ini bukan lagi pendapatan bulanan, tetapi pendapatan harian. Jadi, seratus juta untuk seminggu bukanlah sesuatu yang memberatkan untuk Lintang.
Lintang lalu melakukan gerakan meninju. Gerakannya terbilang cukup cepat, karena cepatnya Lintang bahkan mendengar suara desisan akibat gesekan tangannya dengan udara di sekitar. Tanpa memberikan efek suara apapun, jika Lintang melakukan sebuah pertarungan maka itu akan terlihat sangat indah.
“Dengan kekuatan seperti ini, aku menjadi lebih percaya diri dalam perang antar galaksi. Manusia tidak lagi menjadi ras lemah yang bisa semudah itu ditindas oleh ras lain. Dengan bantuan Sistem, aku juga bisa mengumpulkan banyak teknologi baru, yang tentu saja semakin menambah kekuatan manusia.”
[Host, masih ada yang perlu Sistem sampaikan. Selama seminggu ini, ada hal lain yang dilakukan oleh para pemain. Beberapa pemain menemukan reruntuhan dari Ras Loexvres Drozxuo di belahan Planet Mars yang lain. Ada empat reruntuhan lain yang ditemukan oleh para pemain.]
“Eh … sungguh? Aku tidak menyangka para pemain akan menemukan reruntuhan lain. Empat reruntuhan sekaligus. Aku yakin di sana akan ada teknologi lain yang bisa aku manfaatkan. Sistem, bisakah aku meminta padamu untuk memberiku misi pembersihan lagi? Aku ingin membuat kota kecil lagi di sekitaran reruntuhan.”
[Itu semua sudah Sistem atur, Host. Sistem sudah memberikan misi pembersihan kepada seluruh pemain. Sekarang, empat kota baru di dekat reruntuhan sudah terbentuk. Namun, Sistem hanya menyediakan satu tugu kelahiran kembali, kedai, toko senjata, toko ramuan, serta rune teleportasi di setiap kota kecil itu. Host bisa menambahkan sendiri bangunan yang lain jika Host ingin memperluas kota tersebut.]
Lintang sangat terharu mendengar perkataan Sistem. Ternyata Sistem miliknya ini tidak sekejam itu. Selama ini Sistem menolak memberi tahu Lintang mengenai beberapa informasi yang Lintang butuhkan. Namun, di saat Lintang tidak bisa mengambil keputusan, Sistem membantunya seperti ini.
“Terima kasih, Sistem. Jika Kamu tidak membantuku, aku tidak tahu bagaimana nasib para pemain selama aku tinggal seminggu ini,” ucap Lintang.
Lintang sekarang sudah menganggap para pemain seperti anak-anaknya sendiri, meski Lintang belum pernah memiliki anak sekalipun. Bagi Lintang, sudah merupakan kewajibannya untuk membantu para pemain untuk memperkuat diri. Membangun tugu kelahiran kembali agar mereka lebih mudah dalam melakukan petualangan misalnya. Lintang ingin membangun sebanyak mungkin tugu kelahiran kembali agar para pemain tidak perlu berjalan jauh setelah mati.
“Sekarang, aku ingin mengecek empat reruntuhan lainnya.”
[Host, Sistem sarankan untuk tidak melakukan hal itu. Sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk Host mengunjungi reruntuhan itu.]
“Kenapa?” tanya Lintang yang bingung dengan larangan Sistem. Tidak biasanya Sistem melarangnya melakukan sesuatu. Biasanya, Sistem memberikan beberapa saran kecil ketika Lintang akan melakukan sesuatu.
[Ini karena bala bantuan dari Ras Dodo’phia sudah melewati sabuk asteroid yang ada di tata surya ini. Beberapa hari lagi, mereka akan sampai di Planet Mars. Jadi, Sistem sarankan agar Host melakukan persiapan dengan para pemain.]
“Apa? Mereka sudah melewati sabuk asteroid? Mereka sebentar lagi sampai di sini? Kenapa bisa secepat itu?” tanya Lintang.
Jika perhitungan Lintang benar, setidaknya bala bantuan Ras Dodo’phia akan tiba di Planet Mars sepuluh hingga dua minggu lagi. Namun, dari perkataan Sistem, mereka akan datang beberapa hari lagi. Kemungkinan itu kurang dari seminggu lagi. Kenapa bisa mereka sampai secepat ini?
__ADS_1
[Mereka menemukan batuan energi yang ada di angkasa, Host. Jadi, mereka bisa lebih cepat sampai dari perkiraan yang sudah Sistem lakukan. Host, jangan memikirkan hal yang lain untuk sekarang ini. Host perlu fokus dalam perang kali ini.]
[Perang kali ini tidak akan sama seperti perang-perang sebelumnya. Ras Dodo’phia yang datang adalah pasukan elite. Tidak hanya teknologi yang mereka gunakan lebih canggih dari Ras Dodo’phia yang sebelumnya Host lawan, tetapi kekuatan mereka juga lebih besar lagi.]
[Meski saat ini Host sudah memiliki satu juta dua ratus pemain berlevel 100, itu tidak menjadi jaminan Host bisa memenangkan perang ini.]
“Pemain berlevel tinggi milikku tidak bisa sepenuhnya mengalahkan mereka? Sebenarnya, sekuat apa mereka sehingga Kamu bisa menyimpulkan hal ini, Sistem?” gumam Lintang.
[Mereka membawa kapal perang, Host. Sekali tembakan dari kapal perang, pemain-pemain Host akan mati seketika. Karena para pemain tidak memiliki alat tempur udara, ataupun melakukan manuver terbang di udara, tentu saja Host akan sangat sulit mengalahkan mereka.]
“Seperti itu rupanya.”
Wajah Lintang semakin serius membicarakan hal ini. Seperti perkataan Sistem, cukup sulit baginya memenangkan peperangan ini berapapun jumlah pemain kuat yang Lintang miliki. Selagi musuh berada di udara dan menghindari serangan, kekuatan pasukan Lintang akan menurun dengan derastis.
“Kalau begitu, bisakah aku memakai pasukan dari Kakekku? Aku hanya akan meminta mereka mengatasi kapal perang itu. Tanpa kapal perang, maka peperangan hanya bisa dilakukan di darat. Aku yakin pasukanku bisa mengatasi mereka.”
Sebelumnya, Lintang sama sekali tidak mengandalkan anak buah Seno dalam peperangan. Ini karena Lintang ingin para pemain menggunakan kekuatan mereka dalam peperangan. Lintang juga ingin para pemain terbiasa dengan kekuatan musuh. Jadi, anak buah Seno hanya Lintang jadikan sebagai pertahanan terakhir saja. Buktinya, mereka baik-baik saja dan berhasil mengalahkan musuh dalam peperangan sebelumnya.
Namun, saat ini Lintang tidak bisa menggunakan cara yang sama. Perbedaan kekuatan antara para pemainnya dengan musuh sangat jauh berbeda. Bahkan, satu juta dua ratus pemain berlevel 100, dianggap Sistem tidak bisa menandingi mereka.
Pada perang sebelumnya, Lintang menggunakan siasat melemahkan musuh sebelum perang. Sekarang, hal itu tidak bisa dilakukan. Musuh tidak memiliki benteng seperti sebelumnya. Lalu, musuh akan datang secara tiba-tiba dari luar angkasa tanpa bisa Lintang prediksi di mana mereka akan mendarat.
Semua itu membuat Lintang perlu bergantung kepada ras lain agar bisa memenangkan peperangan ini. Jika saja para pemain memiliki teknologi yang bisa mengimbangi teknologi musuh, maka ia tidak akan bergantung kepada ras lain seperti ini.
[Tentu saja bisa, Host. Host bisa meminta bantuan mereka dalam peperangan ini. Bahkan, sebenarnya Host juga bisa menyerahkan perang ini sepenuhnya kepada mereka. Bagaimana pun juga, mereka adalah bagian dari pasukan dalam perang antar galaksi ini. Meski mereka bukan bawahan Host sekalipun. Jadi, tidak masalah menggunakan mereka, Host.]
“Ya aku tahu itu. Namun, jika ada yang mati dalam peperangan ini, mereka akan benar-benar mati, Sistem. Aku tidak ingin ada korban dalam perang ini. Apalagi mengorbankan ras lain untuk keamanan rasku. Aku ingin rasku melindungi diri sendiri dan tidak terlalu bergantung kepada ras lain,” jelas Lintang.
[Miliaran hingga triliunan orang sudah mati akibat perang antar galaksi ini. Jadi, Host tidak perlu terbebani jika sampai ada yang mati dalam perang ini. Kematian tidak bisa dihindari, Host. Apalagi dalam peperangan seperti ini.]
Lintang hanya terdiam mendengar ucapan Sistem. Perang tidak akan menghasilkan apapun. Semua pihak pada akhirnya akan dirugikan dalam perang. Lintang tahu hal itu. Kematian adalah salah satu kerugian dalam perang.
__ADS_1
Hal ini membuat Lintang semakin bersemangat untuk bisa menghentikan perang antar galaksi. Mungkin Lintang tidak memiliki kekuatan besar sehingga bisa menghentikan semua perang. Namun, Lintang hanya ingin memberikan rasa aman dan kedamaian di Galaksi Bimasakti, terutama tata surya yang ia tinggali.
Meski itu berat dan butuh banyak pengorbanan, Lintang yakin dirinya bisa melakukan hal itu. Ini adalah cita-cita barunya. Terlepas itu adalah misi yang diberikan oleh Sistem atau tidak. Ketika langit runtuh, akan banyak orang yang muncul untuk menopangnya. Lintang ingin menjadi salah satu orang yang menopang langit itu.