Galaxy Wars : Solar System Defender

Galaxy Wars : Solar System Defender
GW 79 Rencana Dot'ghea


__ADS_3

Dot'ghea memandangi layar hologram di depannya. Itu menunjukkan hitung mundur waktu yang mereka butuhkan untuk sampai di planet tempat Mot'dhea berada. Sembilan puluh dua jam lagi mereka akan sampai di tempat Mot'dhea.


Sebenarnya, Dot'ghea tidak akan sampai secepat ini. Namun, dalam perjalanan ke sini, ia dan pasukannya menemukan sebuah asteroid yang di dalamnya terdapat mineral sebagai bahan baku energi kapalnya. Dengan energi baru itu, ia sedikit bisa memperbaiki kapal miliknya sehingga bisa melaju lebih cepat daripada sebelumnya.


"Jat'mhea, apakah sekarang Mot'dhea sudah bisa dihubungi?" tanya Dot'ghea.


"Maaf, Kapten Dot'ghea. Sampai sekarang, mereka belum juga menjawab permintaan komunikasi kita. Aku sudah mencoba menghubungi mereka setiap lima menit. Namun, itu tetap tidak dijawab oleh mereka, Kapten Dot'ghea," jawab Jat'mhea.


Wajah Dot'ghea berubah serius sekarang. Sejak mereka memasku tata surya ini, mereka sudah mencoba menghubungi Mot'dhea. Namun, sampai sekarang tidak ada jawaban sama sekali. Ini membuat Dot'ghea tiba-tiba menjadi khawatir.


Dot'ghea ingat dalam pesan permintaan bantuan, Mot'dhea mengatakan bahwa persediaan makanan mereka menghilang. Lalu, dalam pesan kedua, Mot'dhea mengatakan bahwa benteng mereka di serang. Setelah itu, tidak ada lagi pesan yang dikirim oleh Mot'dhea.


Semua orang menganggap Mot'dhea hanya bercanda. Mereka sudah melakukan banyak pembersihan ras lain di galaksi ini. Kemungkinan munculnya ras lain yang bisa mengalahkan Mot'dhea, cukup kecil. Namun, sekarang Dot'ghea benar-benar berpikir bahwa itu terjadi.


"Hot'phei, berapa banyak energi serta pasukan yang kita miliki. Laporkan semuanya secara mendetail," pinta Dot'ghea kepada asistennya.


"Kapten Dot'ghea, saat ini pasukan elit yang kita miliki tersisa empat ribu pasukan saja, lalu kapal perang yang kita miliki tersisa lima puluh buah. Untuk energi sendiri, sisa energi kita hanya cukup untuk sampai di planet Mot'dhea berada."


"Barier pelindung kita sudah tidak berfungsi, jadi kita tidak bisa sepenuhnya menangani gesekan atmosfer ketika memasuki planet tempat Mot'dhea berada. Kerusakan kapal kita masih tetap sama seperti sebelumnya, perbaikan yang teknisi kita lakukan, hanyalah bisa mempertahankan keadaan yang sekarang agar tidak menjadi parah," jelas Hot'phei.


"Terisa lima puluh pesawat daja rupanya."


Dalam perjalanan kali ini, Dot'ghea membawa lima ratus lima puluh pesawat tempur, serta lima ribu pasukan elit. Namun, karena mereka bertemu dengan monster luar angkasa level ksatria, Dot'ghea perlu mengorbankan seribu pasukan serta lima ratus pesawat tempur, agar bisa selamat.

__ADS_1


Itu adalah kerugian yang cukup besar bagi Dot'ghea. Belum apa-apa saja mereka sudah kehilangan banyak pasukan. Yang paling parah adalah rusaknya kapal mereka. Kerusakan ini sangatlah parah. Barier yang tidak berfungsi, mesin yang banyak mengalami kerusakan, serta energi yang menipis.


Kapal miliki Dot'ghea ini hampir menjadi sebuah rongsokan. Tanpa energi, mereka tidak akan bisa berjalan jauh. Tanpa energi pula, kapal ini tidak bisa menggunakan persenjataan yang ada.


Dot'ghea menjadi khawatir dengan keadaan ini. Jika memang Mot'dhea benar-benar dikalahkan musuh, bisakah mereka mengalahkan mereka dengan kekuatan seperti ini? Ketika sampai nanti, Dot'ghea tidak memiliki pilihan untuk mundur.


"Aku rasa di planet itu ada satelit musuh bukan? Wos'nhio, sekarang retas satelit itu. Aku mau Kamu mengecek keadaan planet itu sekarang. Di jarak kita yang sekarang, Kau pasti bisa melakukan itu, bukan?"


"Tentu, Kapten Dot'ghea. Aku akan segera melakukannya. Meretas satelit orang-orang lemah seperti mereka adalah pekerjaan mudah bagiku," jelas Wos'nhio.


Selama ini, satelit-satelit yang ada di Planet Mars memang sudah di retas. Mot'dhea dan pasukannya mengontrol satelit itu agar tidak mengambil gambar aktifitas mereka. Meski Ras Dodo'phia menganggap manusia sebagai ras lemah, layaknya sebuah serangga, tetapi mereka belum mau melakukan kontak langsung dengan manusia.


Sekarang, karena tidak ada lagi yang mengontrol satelit-satelit tersebut, manusia bisa mengontolnya kembali dengan mudah. Itulah yang membuat beberapa organisai penelitian antariksa, cukup kaget melihat keberadaan kota baru di Planet Mars.


Sekarang ini, layar hologram besar yang ada di ruang kendali, menampilkan gambar citra satelit Planet Mars. Munculnya gambar citra satelit itu membuat mereka yang ada di sana cukup kaget, terutama Dot'ghea yang memiliki pemahaman besar mengenai Planet Mars.


"Apa? Ini tidak mungkin bukan? Bagaimana bisa planet ini memiliki tumbuhan dan area hijau seperti itu? Bagaimana bisa banyak kota-kota baru bermunculan di sini?" tanya Dot'ghea. Namun, tidak ada satu orang pun di ruang kendali yang bisa menjawab pertanyaan Dot'ghea. Pertanyaan yang hampir sama pun, muncul di otak mereka.


"Planet ini seharusnya tidak memiliki tanaman seperti itu. Bahkan, dari penelitian kita, air yang ada di planet ini pun menghilang karena gravitasinya yang rendah. Jadi, bagaimana bisa ada tanaman hidup di sini?"


Dot'ghea benar-benar sulit mempercayai apa yang ia lihat. Jika saja sebagian besar citra satelit tidak menunjukkan warna tanah yang merah, maka Dot'ghea akan mengira bahwa ini adalah planet berbeda dari planet yang ia tuju. Semua ini membuat Dot'ghea bingung.


"Sepertinya, ada ras lain yang memang berada di planet ini. Mot'dhea dan pasukannya kemungkinan besar memang sudah terbunuh. Lalu, mereka sekarang membuat kota yang lebih banyak lagi, daripada benteng yang kita miliki di sini."

__ADS_1


Dot'ghea ingat bahwa di planet ini rasnya hanya memiliki satu buah benteng. Selain itu, tidak ada bangunan lain di sini. Jadi kemunculan kota baru dari citra satelit menunjukkan bahwa jumlah ras asing ini cukup banyak. Padahal, beberapa bulan yang lalu Mot'dhea melaporkan bahwa keadaan planetnya baik-baik saja.


Jadi, siapa ras-ras ini? Kenapa bisa mereka membangun kota yang cukup banyak dalam waktu singkat? Lalu, bagaimana bisa kemunculan mereka tidak diketahui Mot'dhea. Masuknya kapal asing ke atmosfer planet ini, pasti sangat mudah diketahui oleh Mot'dhea.


"Kapten Dot'ghea, sekarang apa yang akan kita lakukan?" tanya Jat'mhea setelah melihat Dot'ghea terdiam. Mereka menunggu perintah dari Dot'ghea sebelum melakukan sesuatu.


Dot'ghea menarik napas panjang, ia lalu memandangi anak buahnya yang sekarang berada di ruang komando. "Sekarang kita sudah tahu bahwa ada musuh di planet itu. Namun, kita tidak tahu seberapa besar kekuatan yang musuh miliki. Jadi, setelah kapal kita ini sampai di planet itu, kita tidak akan masuk ke atmosfernya," jawab Dot'ghea.


"Tidak masuk ke atmosfer planet tersebut? Lalu, kita hanya akan menunggu di luar saja?" tanya Rot'sheo.


"Tentu saja tidak. Kita hanya akan mengirim pesawat tempur milik kita. Dalam kedaan biasa, satu pesawat tempur hanya bisa dinaiki oleh dua orang. Namun, aku ingin kalian mengisi satu pesawat tempur dengan empat hingga lima orang. Isi pesawat tempur itu dengan pasukan terelit kita. Merekalah yang akan masuk ke planet itu, dan mengirim pasukan kita ke sana."


"Nantinya, pesawat tempur itu akan menurunkan pasukan kita, sebelum kembali ke kapal ini, untuk mengambil pasukan yang lain. Dengan begitu, musuh tidak akan bisa mendeteksi secara sepat kedatangan kita."


"Pasukan yang mendarat lebih dahulu, tidak akan langsung memerangi musuh. Mereka hanya perlu mencari mineral yang menjadi energi kapal kita. Dengan energi itu, kita nantinya bisa mengalahkan musuh dengan mudah," jelas Dot'ghea.


"Meski aku melarang kalian melakukan kontak langsung dengan musuh, bukan berarti kita tidak bisa mencari tahu mengenai musuh. Selama berada di planet itu, mereka perlu mencari tahu mengenai musuh. Siapa mereka, berapa jumlahnya, seberapa besar kekuatan mereka, aku ingin tahu semua itu," imbuh Dot'ghea.


"Baik, Kapten Dot'ghea. Kami akan melaksanakan perintahmu."


Bahan makanan yang mereka bawa cukuplah banyak. Dot'ghea yakin bahan makanan ini bisa membuat pasukannya bertahan hingga delapan bulan. Ketika itu terjadi, Dot'ghea yakin ia sudah memiliki energi yang cukup untuk mengalahkan musuh.


Dot'ghea juga akan menghubungi pangkalan untuk melaporkan temuannya ini. Sudah pasti pangkalan akan mengirimkan bala bantuan yang lebih kuat. Apalagi, sebelum ini Dot'ghea sudah meminta bantuan pangkalan untuk membereskan monster luar angkasa tingkat ksatria. Dot'ghea yakin pasukan itu tidak telalu jauh dari tata surya ini. Mereka bisa datang lebih cepat dan membantu Dot'ghea.

__ADS_1


__ADS_2