Galaxy Wars : Solar System Defender

Galaxy Wars : Solar System Defender
GW 28 Pengintaian Dimulai


__ADS_3

“Kapten, bagaimana pertemuanmu dengan Walikota Star?” tanya Martin setelah Kapten Y kembali ke kamar yang mereka sewa.


"Aku mendapatkan sebuah misi, dan ini berkaitan dengan perang yang sebelumnya kita bicarakan. Namun, ada hal yang janggal dengan game ini," jawab Kapten Y.


"Memangnya apa yang janggal dari game ini" tanya Daniel penasaran.


Kapten Y lalu menjelaskan kepada bawahannya mengenai kecurigaan yang ia alami mengenai game ini. Mulai dari perintah Jenderal Hartono, hingga misi yang baru saja ia dapatkan dari Lintang. Semua ia sampaikan kepada anak buahnya tanpa ada yang dipotong.


"Jadi, apa yang akan kita lakukan, Kapten? Apakah kita akan menjalankan misi ini? Dari penjelasanmu itu, game ini memang dipenuhi dengan banyak misteri."


"Kita akan tetap melaksanakan misi yang diberikan oleh Walikota Star. Nantinya, pasti akan ada petunjuk lain yang akan membantu kita menguak misteri dari game ini. Untuk sekarang, kita manfaatkan waktu kita yang tersisa untuk bermain game ini dengan menaikkan level."


"Nanti, setelah beristirahat selama satu jam, kita baru akan melaksanakan misi yang diberikan oleh Walikota Star. Naikkan level kalian setinggi mungkin. Ini karena misi yang diberikan oleh Walikota Star cukuplah berat."


"Baiklah, Kapten. Kami akan menaikkan level kami sebanyak mungkin."


Kesepuluh orang tersebut kembali membentuk dua regu untuk bersama-sama menaikkan level. Dari nada bicara Kapten Y, mereka tahu bahwa bahaya dari misi ini cukul besar. Meski banyak dari mereka yang menganggap ini hanyalah sebuah game, tetapi mereka ingin melaksanakan misi ini dengan sungguh-sungguh.


...


"Aku harus menghubungi atasanku mengenai temuanku. Aku tidak akan tenang jika menjalankan misi ini dengan mengetahui informasi yang minim," gumam Yusuf yang baru saja keluar dari pod game.


Yusuf langsung bergegas menemui Jenderal Hartono. Meski pangkatnya hanyalah seorang kapten, tetapi Yusuf berasal dari pasukan khusus. Yusuf hanya menerima perintah dari Jenderal Hartono dan melaporkan segala sesuatu terkait dengan misinya langsung kepada Jenderal Hartono.


"Yusuf, Kamu sudah selesai memainkan game itu?" tanya Adnan, ajudan dari Jenderal Hartono.


"Ya, aku baru selesai memainkan game itu selama enam belas jam penuh. Sekarang, anak buahku sedang beristirahat. Aku ingin menemui Jenderal Hartono. Apakah beliau ada di dalam?"


"Wah kebetulan sekali, Jenderal Hartono baru saja menyelesaikan panggilan konferensi dengan beberapa jenderal lain. Beliau pasti memiliki waktu sekarang. Sebentar, aku akan melaporkan mengenai kedatanganmu kepada Jenderal Hartono."


Setelah berucap demikian, Adnan langsung masuk ke dalam ruangan Jenderal Hartono. Andan lalu mengetuk pintu menuju ruang kerja daru Jenderal Hartono dan melaporkan mengenai kedatangan Yusuf.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, Adnan kembali. "Kamu bisa langsung masuk. Beliau bisa menemuimu sekarang," ucap Adnan.


"Terima kasih Adnan."


Setelah mengetuk pintu dan mendapat persetujuan, Yusuf langsung memasuki ruang kerja Jenderal Hartono. Di dalam ruangan itu, nampak seorang laki-laki berusia dua puluh tahunan duduk di sebuah sofa. Di depannya sudah ada secangkir teh yang tinggal setengah.


Yusuf langsung memberi hormat setelah menemui Jenderal Hartono.


"Ada perlu apa Kamu menemuiku, Yusuf. Apakah Kamu memiliki kesulitan dalam memainkan game itu? Aku rasa game itu sangat mudah untuk kalian bukan?" tanya Jenderal Hartono.


"Game itu memang tidaj menyulitkan kami Jenderal. Namun, banyak keanehan yang aku rasakan di game itu."


Yusuf lalu menceritakan kembali apa yang ia curigai di dakam game. Ia meminta kejelasan dari Jenderal Hartono mengenai apa yang akan mereka hadapi di dalam game. Meski sebenarnya ia tidak boleh mempertanyakan perintah atasan, tetapi Yusuf hanya ingin mendapatkan informasi lebih rinci mengenai misinya.


Setelah mendengar penjelasan Yusuf, Jenderal Hartono terdiam. Ia tengah memikirkan kembali apa yang Yusuf laporkan. Pasalnya, mengirim tim Yusuf dan beberapa tim tentara lainnya, bukan perintah asli darinya.


Ini adalah perintah langsung dari seseorang yang memiliki kedudukan lebih tinggi daripada seorang jenderal besar. Jenderal Hartono juga yakin bahwa presiden negara ini juga takut akan orang itu.


Selama bertahun-tahun mereka berusaha untuk mengurangi pengaruh dari orang itu. Namun, apa pun yang mereka lakukan, sama sekali tidak membuahkan hasil. Semakin hari, kekuasaannya justru semakin besar.


"Seperti itu rupanya. Untuk sekarang, laksanakan saja perintahku sebelumya. Mainkan game itu, dan laksanakan semua misi di sana. Bersamaan dengan itu, cari tahu lebuh lanjut mengenai game itu. Catat semu hal baru yang kamu temui."


"Nanti, ketika kamh dan yang lain kembali me game, aku aman meminta seseorang untuk mengawasi tubuh kalian. Aku ingin tahu apa benar ada yang berbeda dengan tubuh kalian ketika memainkan game ini dibandingkan dengan memainkan game lain."


"Siap, laksanakan."


...


Kapten Y dan anggota timnya yang lain kembali berkumpul di kamar hotel yang mereka sewa. Rata-rata level mereka saat ini adalah level 13. Kapten Y rasa dengan level sekian, mereka bisa menjalankan misi dari Walikota Star dengan baik.


"Apa kalian semua sudah siap?" tanya Kapten Y ingin memastikan bahwa anak buahnya sudah melakukan persiapan dengan matang.

__ADS_1


"Kami sudah siap, Kapten. Ramuan penambah darah, ramuan penambah mana, serta makanan untuk memulihkan stamina, semua sudah disiapkan." jawab Martin.


"Semua senjata kami juga sudah di upgrade ke senjata tingkat C, Kapten. Jadi, semua persiapan sudah kami lakukan. Kami sudah siap untuk menjalankan misi," imbuh Genta.


"Bagus. Sekarang kita berangkat. Jarak dari sini ke markas musuh cukup jauh, sekitar lima puluh kilometer. Lalu, dalam perjalanan kita perlu menghadapi para monster yang levelnya lebih tinggi dari kita. Aku rasa, kita baru bisa sampai di sekitaran markas musuh ketika waktu bermain game ini usai," jelas Kapten Y.


Rata-rata ketika menjalankan misi dan mereka harus berjalan, kecepatan berjalan Kapten Y dan timnya bisa mencapai lima hingga enam kilometer per jam. Namun, karena kemungkinan besar mereka akan menghadapi monster selama perjalanan.


Kapten Y memperkirakan mereka membutuhkan enam belas jam untuk menempuh jarak lima puluh kilometer. Semua itu hanya perkiraannya saja. Bisa jadi, mereka akanebih lama sampai jika keadaan tidak kondusif. Atau, mereka bisa sampai lebih cepat dari perkiraan.


Regu berisikan sepuluh orang itu langsung memulai perjalanan mereka. Mereka menuju ke arah barat daya dari kota tempat tinggal para pemain. Seperti perkiraan Kapten Y, dalam perjalanan, mereka mengahadapi cukup banyak monster. Namun, karena jumlah memonstreka cukup banyak, monster-monster itu bisa diatasi dengan cepat.


Semakin lama berjalan, musuh yang mereka hadapi memiliki kekuatan yang lebih besar. Hal itu membuat kecepatan berjalan dari Kapten Y, menjadi berkurang. Meski begitu, mereka belum nampak kewalahan menghadapi musuh.


Pengalaman bertarung dari Kapten Y dan yang lain di dunia nyata, berperan penting membuat mereka bisa mengatasi monster-monster ini. Hanya saja, Kapten Y dan regunya perlu membiasakan diri dengan serangan unik dari para monster.


Semburan api dari salah satu monster misalnya, di dunia nyata tidak ada serangan seperti itu. Jadi, mereka perlu membiasakan diri dengan serangan area yang dilakukan oleh musuh.


Yang tidam Kapten Y dan regunya sadari adalah, semenjak mereka berangkat, ada beberapa orang yang mengikuti mereka. Dia terus mengawasi gerak gerik dari Kapten Y dalam menghadapi para monster.


"Lintang, kenapa Kamu malah mengikuti mereka? Bukankah Kamu sudah memberikan misi untuk mereka mencari informasi. Jadi, untuk apa kita mengikuti mereka? Jika kamu ingin datang ke tempat musuh, kita bisa sampai lebih cepat. Mengikuti tempo berjalan orang-orang itu hanya akan membuang-buang waktu saja," protes Momoy yang sekarang berada bersama Lintang.


Ya, orang yang mengikuti Kapten Y dan regunya adalah Lintang, Momoy, Jasmine, dan Rarae. Mereka berempat, ingin mengawasi kinerja Kapten Y dan regunya, serta mencari tahu informasi mengenai musuh.


"Aku hanya ingin tahu kinerja mereka, Momoy. Jika kinerja mereka bagus, maka misi menyusup ke markas musuh, nantinya mereka yang akan menjalankannya. Aku juga ingin mendapatkan informasi yang lebih akurat. Jadi aku harus melakukan hal ini. Bukankah aku sudah menjelaskan semua ini?" tanya Lintang.


"Ya. Kamu sudah menjelaskan mengenai hal ini belasan kali. Aku heran dengan kalian para manusia. Ada cara lebih cepat untuk menyelesaikan permasalahan ini. Namun, kalian justru memilih melakukan sesuatu dengan cara yang lebih merepotkan."


"Sudahlah, Momoy. Sekeras apa pun Kamu mencoba memahami, kamu tetap tidak akan bisa tahu jalan pikiran manusia. Padahal, kita sudah hidup berdampingan dengan manusia cukup lama. Jalankan saja misi dari mereka. Untuk kali ini, anggap saja kita tengah melihat hiburan dari para tentara. Aku sudah sangat lama tidak melihat seorang tentara tersiksa," sahut Jasmine.


"Baiklah-baiklah. Aku akan menganggap ini semua adalah hiburan. Jadi, aku tidak akan protes lagi."

__ADS_1


"Baguslah, Momoy."


__ADS_2