Galaxy Wars : Solar System Defender

Galaxy Wars : Solar System Defender
GW 22 Promosi Pembawa Pemain


__ADS_3

Lintang menutup layar hologram di depannya. Ia baru saja melihat video mengenai salah satu regu yang mencoba menaklukkan dungeon miliknya. Jika saja Sistem tidak memberi tahunya mengenai hal ini, maka Lintang tidak akan tahu mengenai mereka.


Sebelumnya Sistem memberi tahu Lintang mengenai regu dengan potensi tinggi. Oleh karena itu, Lintang menonton dari awal hingga akhir pertarungan mereka di dalam dungeon. Harus Lintang akui, mereka memang regu berpotensi tinggi. Semua anggota regu pandai dalam memahami peran serta kemampuan masing-masing.


Ambil contoh penyembuh yang mereka miliki misalnya, dia bisa memperhitungkan dengan tepat waktu untuk menyembuhkan rekannya. Sejauh ini, rekannya tidak ada yang sampai jatuh ke titik kritis. Lintang melihat sekilas ke regu lain yang juga tengah menantang dungeon. Tidak ada penyembuh yang sebagus pemain dengan nama Tecol ini.


Tank dari regu ini juga termasuk pemain papan atas. Ia bisa mempertahankan agro dari monster agar tidak melompat ke rekannya yang lain. Memang ada beberapa waktu agro dari monster terlepas darinya. Namun, itu dikarenakan karakter dari monster, yang memang akan mengubah fokus serangannya.


“Regu ini memang sangat berpotensi. Aku yakin mereka bisa mendapatkan senjata yang aku siapkan bagi mereka yang bisa menaklukkan dungeon di tingkat sangat sulit dan tingkat neraka. Sistem, beerithu aku jika ada pemain atau pun regu dengan potensi bagus seperti mereka,” ucap Lintang.


[Tentu saja, Host. Sudah menjadi kewajiban Sistem untuk memberitahu Host mengenai hal semacam ini. Jadi, jika ada pemain atau pun regu lain yang memiliki potensi seperti regu ini, maka Sistem akan memberi tahu Host.]


“Baguslah. Sekarang, tunjukkan padaku panel sistem milikku. Aku ingin melihat berapa banyak pemain yang aku miliki sekarang.”


Andi sudah menginformasikan kepada Lintang bahwa saat ini game miliknya tengah dipromosikan oleh perusahaan di bawah naungan Naranga Group. Beberapa pusat perbelanjaan, hotel, bahkan pusat rekreasi yang dimiliki oleh Naranga Group memasang spanduk yang berisikan promosi dari game milik Lintang.


Tidak hanya Andi saja yang membantu Lintang mempromosikan game milik Lintang, Seno juga membantu Lintang melakukan promosi. Dalam laman web yang menjual produk sayuran miliknya, Seno mengadakan semacam give away. Siapa pun yang memainkan game milik Lintang, berkesempatan mendapatkan diskon sepuluh persen untuk pembelian produk.


Jangan meremehkan sepuluh persen yang Seno berikan. Jika ditotal bisa-bisa diskon yang Seno berikan cukuplah besar. Jutaan rupiah hingga belasan rupiah untuk setiap transaksinya. Ini karena setiap transaksi pembelian sayuran milik Seno bisa bernilai belasan hingga puluhan juta rupiah.


Lintang sendiri ingin melihat bagaimana efek dari promosi tersebut. Apakah pemainnya bertambah banyak, atau justru ia belum mendapatkan apa-apa dari promosi besar-besaran yang dilakukan oleh keluarganya.


[Nama Host : Lintang Cahya Sendira]


[Umur : 23 Tahun]


[Kekuatan : 12]


[Stamina : 13]


[Kelincahan : 15]

__ADS_1


[Pertahanan : 12]


[Poin Game : 1.668.256]


[Jumlah pemain : 856.923]


[Level tertinggi pemain : 18]


[Ras pemain : 5]


[Jumlah peta : 1]


Lintang tertegun melihat angka yang tertera di panel miliknya. Mulutnya sedikit terbuka, Lintang terlihat akan mengatakan sesuatu. Namun, tidak ada satu pun yang Lintang katakan. Lintang lalu mengusap matanya, ia takut dirinya salah lihat sekarang.


“Sistem, apakah jumlah dari poin game ini benar? Kamu tidak salah hitung bukan?” tanya Lintang ingin memastikan.


[Tentu saja tidak, Host. Jumlah yang tertera di panel sistem milik Host memang benar adanya. Tidak ada penambahan atau pun modifikasi dari informasi yang tertera di sana.]


[Host perlu ingat bahwa setiap pemain yang masuk, akan memberikan satu poin untuk Host. Lalu, setiap mereka naik lima level, mereka juga akan memberikan satu poin untuk Host. Dengan bertambah banyaknya jumlah pemain milik Host, tentu saja jumlah poin milik Host akan bertambah banyak.]


[Meski Host memiliki cukup banyak poin sekarang, itu tidak akan cukup untuk memperkuat para pemain. Semakin banyak jumlah pemain, semakin banyak pula sumber daya yang perlu Host keluarkan untuk memperkuat mereka.]


Lintang lalu melihat ulang jumlah pemain miliknya. Delapan ratus lima puluh ribu lebih pemain. Semua ini Lintang dapatkan dari promosi yang dilakukan keluarganya. Memang benar kata orang, promosi besar-besaran yang dilakukan oleh perusahaan besar bisa membuat produk mereka dikenal oleh pasar.


Dalam waktu singkat, lebih dari setengah juta pemain bertambah dari promosi yang keluarganya lakukan. Lintang yakin jumlah ini akan bertambah berlaki-kali lipat dalam waktu dekat. Pemain-pemain ini akan merasakan sendiri betapa luar biasanya game milik Lintang. Mereka pasti mengajak teman atau pun keluarga mereka untuk memainkan game ini. Ketika saat itu tiba, jumlah pemain dari game milik Lintang akan berjumlah jutaan hingga belasan juta pemain.


“Kamu benar Sistem. Untuk sekarang, aku hanya membeli beberapa senjata saja untuk para pemain di dungeon level sepuluh. Nantinya, ketika pemainku sudah mencapai level tinggi, aku perlu menyiapkan cukup banyak senjata, baju zirah, dan perlengkapan lainnya.”


“Aku perlu mempersiapkan perlengkapan seperti itu dalam jumlah besar. Tidak mungkin aku hanya menyiapkan beberapa biji saja, jelas aku harus menyiapkan puluhan hingga ratusan senjata tingkat tinggi agar pemainku bisa memperkuat diri dengan cepat,” gumam Lintang.


“Sekarang, aku ingin melihat kondisi para pemainku secara langsung. Aku juga perlu mempersiapkan tempat tinggal untuk keluargaku di dalam game nanti.”

__ADS_1


Rencananya, Lintang akan memasukkan keluarganya ke dalam game ketika ada pemain yang mencapai level dua puluh. Tidak hanya itu, Lintang juga akan membuka sistem serikat untuk para pemainnya. Ia yakin dengan adanya sistem serikat, para pemain akan bersaing satu sama lain. Tanpa adanya persaingan, para pemain tidak akan meningkatkan kemampuan diri dengan cepat.


Padat. Itulah kata pertama yang Lintang pikirkan ketika dirinya sampai di dalam game. Jumlah pemainnya cukup banyak. Hal ini membuat jumlah orang yang berkumpul di titik awal sangat banyak. Tidak hanya itu, Lintang juga melihat beberapa antrean di sana sini.


Banyak pemain yang mengantre untuk melakukan transaksi di toko senjata, toko ramuan, arena latihan, bahkan untuk ke kedai saja antreannya cukup panjang. Ini karena Lintang hanya membeli satu buah bangunan untuk setiap jenisnya.


Jika sebelumnya, itu tidak menjadi masalah. Namun, dengan bertambahnya jumlah pemain, jelas ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Pemainnya sudah mencapai ratusan ribu, bahkan sebentar lagi mendekati angka satu juta. Tempat awal berkumpulnya pemain sekarang layaknya sebuah desa yang memiliki penduduk sebanyak penduduk kota metropolitan.


“Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Sistem, bisakah aku membeli beberapa toko senjata, toko ramuan, serta kedai? Aku juga ingin memisahkan pusat pelatihan. Nantinya satu bangunan hanya diperuntukkan untuk satu ras saja. Bisakah aku melakukannya?” tanya Lintang.


Satu-satunya cara untuk mengurai antrean yang mengular adalah membuka toko baru. Dengan adanya beberapa toko baru, maka pemain akan memilih membeli barang ke toko lain untuk menghindari antrean.


Selama beberapa saat berdiri di tempatnya, Lintang sudah mendengar banyak sekali racauan dan protes dari para pemain. Ia perlu segera mengatasi permasalahan ini sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


[Tentu saja bisa, Host.]


“Kalau begitu, apakah Kamu juga menyediakan bangunan seperti rumah tinggal, Sistem? Aku juga menginginkan bangunan penginapan di sini.”


[Untuk apa Host melakukan hal itu?]


“Aku ingin membangun peradaban baru di sini. Entah nanti manusia bisa tinggal di sini atau tidak, bukankah lebih baik membangun tempat tinggal juga di sini? Dengan begitu, tempat ini akan lebih terlihat seperti kota baru. Bukankah itu lebih baik daripada hanya bangunan toko dan pusat pelatihan?”


“Selain itu, aku ingin menambahkan fitur tempat tinggal bagi para pemain. Mereka yang menyewa kamar di penginapan, atau pun mereka yang memiliki tempat tinggal sendiri, nantinya bisa muncul di tempat tinggal itu ketika memasuki game.”


“Dengan begitu, para pemain akan memiliki rasa kepemilikan akan tempat ini. Jika ada serangan nanti, aku yakin mereka akan sangat berjuang keras dalam mempertahankan tempat ini, karena ini adalah tempat tinggal kedua mereka,” jelas Lintang.


[Seperti itu rupanya. Baiklah, Host. Sistem akan menyiapkan beberapa model rumah untuk dijual kepada Host. Nantinya, harga dari rumah akan beragam tergantung dari ukuran dan desain dari rumah.]


“Tentu saja, Sistem. Berikan aku bangunan terbaik yang bisa kamu desain. Jika bisa, berikan desain futuristik untuk rumah-rumah yang ada. Lalu, jangan buat gedung yang terlalu tinggi. Sepuluh lantai sudah cukup. Untuk menambah ruang, lebih baik kita menggunakan bangunan basement,” saran Lintang.


Dengan persetujuan Sistem, Lintang bisa membangun sebuah kota baru di Planet Mars. Bangunan ini benar-benar ada di Planet Mars. Jika demikian, ada kemungkinan suatu hari nanti manusia Planet Bumi akan direlokasi ke Planet Mars.

__ADS_1


Dengan begitu, Planet Bumi yang sudah sangat padat penduduk ini bisa sedikit lega dengan berkurangnya penghuninya. Mungkin nanti banyak pemain game milik Lintang akan sangat berterima kasih kepadanya. Ini karena mereka bisa memiliki properti di Planet Mars, bahkan sebelum mereka pindah ke sana.


__ADS_2