Galaxy Wars : Solar System Defender

Galaxy Wars : Solar System Defender
GW 32 Kosongkan Semuanya


__ADS_3

Martin berhenti di depan sebuah ruangan yang terbuka pintunya. Tidak ada satu pun yang berjaga di sini. Perintah Kapten Y untuk mengecek seluruh ruangan dan mengambil sumber daya penting yang ada membuat Martin beberapa kali berhenti.


Sejauh ini, Martin tidak menemukan hal yang berarti di sini. Ruangan yang ia masuki kebanyakan adalah barak tempat tidur musuh. Ia belum menemukan gudang senjata atau pun gudang makanan yang dimiliki musuh.


Namun, ruangan kali ini berbeda dengan ruangan sebelum-sebelumnya. Di sini ruangannya terlihat lebih terang daripada ruangan lain. Beberapa rak juga terlihat berada di dalam ruangan. Tidak hanya itu, suhu di ruangan ini juga lebih rendah daripada luar ruangan. Ini terlihat seperti ruang penyimpanan makanan.


Untuk mengetahuinya, Martin perlu mengecek ruangan apa ini. Namun, sebelum masuk, Martin melihat ke kiri dan kanan, ia perlu memastikan kembali bahwa tidak ada musuh di sekitar sini.


Setelah merasa semuanya aman, Martin langsung masuk ke dalam ruangan. Martin langsung melihat barang-barang yang berada di rak. Beberapa kaleng atau pun kardus tersimpan rapi di sana. Banyak tulisan aneh yang berada di label barang. Martin sendiri tidak tahu apa arti dari tulisan itu.


"Lebih baik aku mengecek salah satu kemasan ini," gumam Martin.


Tanpa menunggu lama, Martin langsung membuka salah satu kaleng yang ada di sana. Bau harum pun langsung tercium setelah kaleng itu terbuka. Martin lalu mencelupkan jarinya dan mengecap cairan yang ada di sana. Cukup enak.


"Untung saja aku masih bisa menggunakan kelima inderaku dalam game ini. Jadi, aku bisa merasakan apa yang ada di sini. Ternyata, makanan kaleng milik musuh enak juga."


Setelah memastikan bahwa ini adalah makanan, Martin langsung mengambil makanan di depannya dan memasukkannya ke dalam kotak penyimpanan. Tidak hanya itu, Martin juga melaporkan temuannya melalui ruang obrolan regunya. Ia menghubungi rekannya yang berada cukup dekat.


Di ruangan ini, jumlah makanannya cukup banyak. Menurut perkiraan kasar Martin, makanan sebanyak ini mampu menghidupi dua hingga tiga ratus orang selama satu tahun, dengan catatan bahwa porsi makan dari musuh, sama dengan porsi makan manusia.


Dengan cepat Martin mengosongkan rak demi rak yang berisikan makanan. Ketika salah satu rekannya datang, keduanya langsung memindahkan candangan makanan musuh hingga tersisa setengah. Martin harap ada rekannya yang datang ke sini dan membantu memindahkan semua makanan ini.


Di tempat lain, Daniel hendak memasuki sebuah ruangan. Jika yang lain memeriksa ruangan yang ada sendirian, tetapi itu tidak berlaku bagi Daniel. Hal ini karena kecurigaan Daniel mengenai ruangan di depannya.


Setelah ia amati, Daniel yakin tempat ini merupakan tempat menyimpan senjata. Ini karena Daniel melihat penjagaan di ruangan ini, lebih ketat dari yang lain. Maka dari itu, sekarang ini Daniel dan Genta bersama-sama mencari waktu yang tempat untuk bisa masuk.

__ADS_1


"Menurutmu, ruangan apa itu? Kenapa ruangan itu memiliki penjagaan cukup ketat? Ini sungguh berbeda dengan ruangan lain yang kita datangi?" tanya Genta dengan setengah berbisik kepada Daniel.


"Aku sendiri tidak tahu. Yang jelas, ini adalah ruangan penting untuk musuh. Jika kita bisa mengambil apa yang ada di dalam sana, itu akan memberikan pukulan yang besar untuk musuh. Kalaupun kita tidak bisa mengambil apa yang ada di sana, maka kita perlu menghancurkannya."


"Menghancurkannya? Dengan cara apa, Niel? Kita tidak memiliki peledak di sini. Jadi, bagaimana caranya kita menghancurkan apa yang ada di sana?" tanya Genta penasaran.


Jika ini dunia nyata, menghancurkan markas musuh sangat mudah untuk mereka. Dalam menjalankan misi, mereka selalu membawa peledak, meskipun itu dalam jumlah kecil. Sedangkan sekarang mereka tengah berada di dalam game. Bagaimana caranya mereka menghancurkan ruangan di depan mereka?


"Lihatlah apa yang aku temukan. Aku mengambil ini dari salah satu penjaga yang tertidur."


Daniel kemudian mengeluarkan sebuah senjata dari kotak penyimpanannya. Kemunculan senjata di tangan Daniel menarik perhatian Genta. Senjata itu terlihat sangat keren. Sebagai seorang tentara, Genta pernah bercita-cita memiliki senjata semacam ini.


Senjata di tangan Daniel tersebut memiliki bentuk layaknya senjata api yang selama ini Genta kenal. Namun, ukuran dari senjata itu lebih besar dari senjata api pada umumnya. Senjata tersebut pun juga memiliki warna yang cukup cerah dan mencolok.


Genta lalu melihat deskripsi dari senjata itu. Apa yang dia lihat membuat mata Genta berbinar. Ia tidak menyangka senjata yang dimiliki musuh memiliki daya serang yang luar biasa. Hal ini membuat Genta ingin sekali mendatangi gudang senjata musuh dan mengambil seluruh senjata yang ada di sana. Pasti ada senjata yang lebih baik daripada senjata yang sekarang dipegang Daniel.


[Kekuatan serang : 600]


[Skill : - tembakan meriam : membuat tembakan dengan saya ledak tinggi layaknya sebuah meriam. Membutuhkan 100 MP. Jeda 10 menit


- tembakan beruntun : menembakkan energi secara beruntun selama 30 detik. Membutuhkan 70 MP. Jeda 5 menit]


[Syarat penggunaan : Level 20]


[Batasan ras : tidak ada]

__ADS_1


"Batasan dari senjata ini hanyalah level 20. Kita yang sekarang ini yang berada di level 20 jelas bisa memakai senjata ini. Apakah Kamu memiliki senjata lain? Aku sudah bosan menggunakan pedang milikku. Aku ingin menggunakan kembali senjata yang sangat aku kenal."


"Sayangnya aku hanya memiliki satu senjata ini. Penjaga yang lain menempatkan senjata mereka terlalu dekat dengan tubuh mereka. Jadi, aku tidak bisa mengambil senjata milik mereka. Senjata ini akan menjadi kartu as kita dalam misi kali ini. Kamu lihat sendiri bukan, senjata ini memiliki skill tembakan meriam di dalamnya. Jadi, jika kita tidak bisa mengambil apa pun yang ada di dalam sana, kita bisa menghancurkannya."


"Namun, bukankah dengan kita melakukan tembakan, kita akan menarik perhatian musuh? Kita akan berakhir di tangan musuh nantinya."


"Jika terpaksa, kita akan mati bersama musuh. Lagi pula, mati di sini hanya membuat kita tidak bisa bermain selama dua belas jam. Kita bisa memanfaatkan waktu itu untuk beristirahat bukan?"


Sebuah seringai muncul di bibir Daniel setelah selesai berbicara. Sebagai rekan Daniel, tentu saja Genta paham maksud dari tindakan Daniel itu. Ia juga menunjukkan seringai yang sama dengan Daniel.


"Kamu benar. Kita bisa melakukan itu. Jika terpaksa pun, kita bisa mundur dengan menggunakan token kembali bukan? Namun, sebelum kita melakukan serangan, ada baiknya kita menginformasikan kepada yang lain."


"Tentu saja. Eh ... lihatlah, penjaga yang ada di sana sudah pergi. Ini kesempatan kita untuk masuk dan melihat apa yang ada di sana."


Sekarang ini, dua orang penjaga yang sebelumnya berada di depan sebuah ruangan, kini telah pergi meninggalkan ruangan itu. Hal ini membuat Daniel dan Genta memanfaatkan kesempatan tersebut.


Setelah memastikan tidak ada lagi penjaga, keduanya langsung memasuki ruangan tersebut. Untung saja pintu dari ruangan ini tidak memiliki kunci atau sandi khusus. Jika ada, maka Daniel dan Genta tidak akan bisa masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Sial. Keberuntungan kita bagus sekali. Kita langsung berada di gudang senjata. Daniel, kita harus segera mengambil seluruh senjata yang ada di sini. Setelah ini, kita tidak perlu lagi menggunakan senjata tajam. Senjata api macam ini terlihat jauh lebih kerrn daripada senjata tajam."


"Tanpa Kamu perintahkan pun aku akan mengambil semua senjata yang ada. Aku sudah menginformasikan kepada yang lain mengenai temuan kita. Aku juga sudah memberi tahu jalur yang kita ambil agar relan kita yang ada di dekat sini, bisa membantu kita mengambil semua senjata ini," ucap Daniel.


...


Dua setengah jam kemudian, di ruangan yang sama, Mot'dhea, menatap rak-rak kosong yang ada di gudang senjata. Ruangan yang sebelumnya dipenuhi dengan senjata, kini terlihat bersih. Tidak ada satupun senjata yang tersisa.

__ADS_1


Tidak hanya gudang senjata, sebelum ini Mot'dhea juga mengecek gudang makanan. Yang tersisa di sana hanyalah rak kosong tanpa ada makanan. Amarah terlihat jelas di wajah Mot'dhea.


Anak buah Mot'dhea mengambil jarak sepuluh meterdari tempat Mot'dhea berdiri. Mereka takut Mot'dhea akan menuangkan kemarahannya kepada mereka. Semua orang tahu, Mot'dhea yang terlihat baik dan sering menunjukan seringai lebar, adalah sosok yang sangat mengerikan ketika marah.


__ADS_2