
Lintang memandangi level miliknya. Sekarang, ia sudah mencapai level empat puluh. Ini berarti, Lintang bisa mencoba arena bertarung yang ada di Planet Mars. Lintang ingin melatih teknik bertarung jarak dekatnya dengan pemain lain.
Selama ini, Lintang kebanyakan menggunakan senjata api miliknya dalam melawan para monster. Pengalamannya dalam pertarungan jarak dekat masih sangat kurang. Arena bertarung ini akan membantu Lintang menutupi kekurangannya itu.
Lintang lalu memilih menantang permain lain secara acak. Ia baru bisa manantang pemain lain jika dirinya memiliki 10 poin kemenangan. Setiap Lintang menang dalam pertarungan, maka ia akan mendapatkan sepuluh poin kemenangan, dan jika kalah poin Lintang akan dikurangi lima poin. Ini berarti, Lintang perlu memenangkan sepuluh pertarungan untuk mnantang pemain lain.
Di dalam arena bertarung, ada lima puluh panggung yang bisa dipakai untuk melakukan pertarungan tunggal. Untuk pertarungan regu sendiri, ada dua puluh arena untuk melakukannya.
Panggung untuk pertarungan tunggal memiliki ukuran dua ribu lima ratus meter persegi. Lalu, terdapat tabir pelindung yang mengelilingi panggung pertarungan untuk menahan serangan dari mereka yang bertarung. Dengan begini, mereka yang melihat tidak akan terkena dampak serangan.
Untuk arena pertarungan regu, areanya lebih luas lagi. Lima kali lipat dari ukuran panggung pertarungan tunggal. Lalu, di sini medan pertarungannya dibuat berbeda-beda. Ada pertarungan gurun, pertarungan di hutan, hingga pertarungan di tengah kota. Semua medan pertempuran berbeda untuk ke dua puluh arena.
Di sini, pemain yang tidak ikut melakukan tantangan, bisa melihat dengan bebas pertarungan pemain lain. Dengan begini, mereka bisa mempelajari satu dua hal dari pertarungan yang mereka lihat.
"Hem ... lawanku kali ini adalah seorang dari Ras Elf dengan IGN, Makan Bang. Dia memiliki level yang sama denganku. Jika begini yang menentukan kemenangan dalam pertarungan kali ini adalah teknik bertarung serta senjata yang kami pakai."
Lintang buru-buru mengganti senjata tingkat SS yang ia miliki dengan senjata tingkat B. Tujuan Lintang adalah berlatih, bukan mencari nama dengan memenangkan setiap pertarungan. Jika Lintang bisa menang dengan mudah karena senjata tingkat SS yang ia miliki, maka apa yang ia inginkan tidak akan pernah tercapai.
"Namaku Makan Bang. Aku tidak akan memberimu kesempatan untuk menang dalam duel kali ini," ucap Makan Bang setelah Lintang berada di atas panggung.
"Bintang. Seperti namaku, aku akan bersinar dalam duel kali ini. Aku akan membuatmu kalah supaya Kamu bisa segera mengisi perut," ucap Lintang sarkas.
__ADS_1
Di dalam game, tidak semua pemain menggunakan IGN yang normal. Beberapa menggunakan IGN yang mirip sebuah nama seperti Hito, Noval, Doni dan lain sebagainya. Lalu ada juga yang memakai IGN aneh seperti pemain di depan Lintang. Makan Bang, Pecinta Milf, Aku Suka Kamu, Pengelana Malam, nama-nama seperti itu juga banyak dipakai oleh para pemain.
"Jangan sombong dulu. Kita belum bertarung dan Kamu sangat percaya diri sekali bisa memenangkan duel kali ini. Sekarang, tidak usah basa basi. Kita mulai saja duel kali ini."
[Apakah Anda akan memulai pertarungan dengan Makan Bang?]
[Ya] [Tidak]
"Baiklah kita mulai duel kali ini."
Makan Bang langsung menembakkan anak panahnya setelah Lintang menyetujui duel mereka. Tentu saja Lintang tidak tinggal diam, ia bergerak menghindari anak panah yang ditembakkan oleh Makan Bang. Meski tubuh dari Ras Natra tidak terlalu lincah, tetapi Lintang sudah memakai perlengkapan yang meningkatkan kelincahannya. Jadi, dia masih bisa menghindari serangan dari Makan Bang.
Menghadapi pemain yang melakukan serangan jarak jauh, satu-satunya yang harus Lintang lakukan adalah mendekat. Lintang yakin akan cukup sulit untuk Makan Bang membidiknya jika jarak mereka terlalu dekat.
Makan Bang cukup kesal serangannya tidak ada yang mengenai Lintang. Ketika memakai skill area pun, darah Lintang tidak turun begitu banyak. Jika ia membiarkan Lintang terus bergerak maju, maka keselamatannya akan terancam.
Lintang tidak memedulikan ejekan dari Makan Bang. Ejekan atau pun kata-kata kotor sudah biasa diucapkan para pemain di dalam game. Jika kita gampang tersulut emosi karena ejekan seperti ini, maka lawan akan memanfaatkannya untuk menyerang kita di saat kita terbawa emosi. Bisa dibilang, ini adalah serangan mental yang dimiliki oleh para pemain.
Jarak antara Lintang dan Makan Bang sekarang tinggal lima belas meter lagi. Lintang mulai mengayunkan pedang besar miliknya. Dari pedangnya, energi berbentuk sabetan pedang terbang menuju ke arah Makan Bang. Ini adalah serangan jarak jauh yang bisa dilakukan oleh Ras Natra. Meski ini disebut sebagai serangan jarak jauh, tetapi jaraknya sangat dekat jika dibandingkan seorang pemanah.
Seorang Elf yang memiliki kemampuan memanah tinggi, bisa menembak musuh dari jarak lima ratus neter jika mereka memiliki busur yang tepat. Meski begitu, daya serang dari Ras Natra tidak kalah besarnya dari Ras Elf.
__ADS_1
Serangan Lintang bergerak cepat me arah Makan Bang. Jika Makan Bang adalah pemain level rendah, pasti dia tidak bisa melindungi diri dari serangan ini. Namun, Makan Bang sudah mencapai level 40, ia sudah mempelajari skill barier pelindung dari Tiarsus. Jadi, serangan Lintang berhasil ditahan dengan mudahnya oleh Makan Bang.
"Kamu tidak akan bisa melukaiku semudah itu. Barier pelindung ini akan membantuku menghalau semua seranganmu itu."
"Jangan senang dulu. Aku yakin barier pelindung itu tidak akan bertahan lama. Skill itu akan menguras MP milikmu. Ketika saat itu tiba, akan sangat mudah untuk membereskanmu."
Memang skill barier milik para Elf tidak memiliki batas waktu. Mereka bisa mengunakannya sesuka mereka. Banyak pemain yang protes karena hal ini. Elf memiliki kekuatan serangan yang cukup besar. Dengan ditambah skill barier pelindung ini, maka mereka terlihat seperti pemian yang tidak terkalahkan.
Namun, Lintang tahu bahwa konsumsi MP untuk skill ini cukuplah banyak. Jadi, meskipun mereka tidak memiliki jeda waktu penggunaan, akan cukup sulit bagi Elf mempertahankan skill ini selama pertarungan satu lawan satu. Mereka perlu membagi MP mereka untuk menyerang dan bertahan.
Hal ini jugalah yang membuat para pemain tidak melanjutkan protes mereka. Ras Elf tidak seluar biasa itu. Mereka masih memiliki kekurangan yang bisa dimanfaatkan oleh pemain lain.
"Aku tahu aku membutuhkan banyak MP untuk mempertahankan barier pelindung ini. Maka dari itu, aku sudah menyiapkan cukup banyak ramuan pemulih MP. Dengan ramuan ini, maka MP milikku akan kembali jauh lebih cepat daripada sebelumnya."
Setelah berucap demikian, Makan Bang mengeluarkan sebuah vial kecil berisikan cairan berwarna biru. Ia lalu meminum cairan tersebut. Isi dari vial tersebut adalah ramuan pemulih MP. Dengan ramuan itu, maka MP milik Makan Bang akan bertambah dua ratus MP.
"Sebanyak apa pun ramuan pemulih MP yang Kamu punya, itu belum tentu membuatmu menjadi pemenang dalam duel kali ini. Aku hanya perlu menyerangmu lebih kuat dari pada sebelumnya dengan begitu, luka yang Kamu terima akan jauh lebih besar."
Lintang tidak lagi mengobrol dengan Makan Bang. Banyak bicara tanpa aksi tidak akan membuktikan apa pun. Jadi, Lintang kembali bergerak aktif menyerang Makan Bang. Sabetan demi sabetan pedang Lintang lakukan. Ia juga bergerak aktif menghindari anak panah dari Makan Bang.
Sesekali Lintang juga akan meminum vial berisi ramuan berwarna merah, ramuan penambah darah. Meski Lintang berhasil menghindari cukup banyak serangan dari Makan Bang, tetapi masih ada serangan yang berhasil mengenainya.
__ADS_1
Dari pertarungan ini Lintang bisa melihat kekurangan yang ia miliki. Selama bermain game ini, Lintang terlalu bergantung pada senjata tingkat tinggi yang ia miliki. Alhasil Lintang mengira bahwa serangannya cukup besar. Namun, semua serangan besar itu karena pengaruh dari senjata miliknya.
Setidaknya dengan pertarungan ini Lintang bisa mengetahui apa kekurangannua. Ia bisa mrmperbaiki kekurangannya dengan meningkatkan teknik berpedangnya serta menambah skill untuk bisa membuat variasi serangan.