
Entah sudah berapa kecurangan yang Lintang lakukan dengan memanfaatkan Sistem. Kali ini kecurangan yang Lintang lakukan adalah sampai di kaki gunung tempat reruntuhan berada, lebih cepat daripada pemain yang lain. Lintang meminta Sistem menteleportasikannya, beserta kendaraan miliknya ke sini.
Sesampainya di sana, Lintang tidak langsung menaiki gunung untuk melihat reruntuhan Ras Loexvres Drozxuo. Ia lebih memilih membereskan seluruh monster yang ada di sekitar sini agar bisa segera mendirikan tugu kelahiran kembali di sini.
Kali ini Lintang tidak sendirian, ia meminta Sistem untuk mengirimnya kemari bersama dengan Jasmine, Momoy, dan Rarae. Lintang sengaja mengajak mereka kemari untuk membantunya menghabisi semua monster yang ada di sini.
Awalnya Lintang tidak berniat mengajak mereka, tetapi Momoy yang tahu bahwa Lintang akan pergi membereskan para monster, langsung mengajukan diri untuk ikut dengan Lintang. Ini karena Momoy merasa bosan karena selama ini sudah terlalu lama menunggu untuk bisa melakukan pertarungan.
Dibandingkan dengan level para pemain, level dari Momoy, Jasmine, dan Rarae masih terpaut jauh dengan para pemain. Mungkin jika para pemain sudah mencapai level seratus ke atas, Lintang bisa memenuhi janjinya kepada ketiga bawahan Seno itu untuk menjadikan mereka sebagai salah satu bos yang ada di dalam game.
“Lintang, apakah sekarang kami bebas membasmi semua monster yang ada di sini?” tanya Momoy yang terlihat tidak sabaran. Sekarang saja Momoy sudah membalut tubuhnya dengan api. Momoy ingin segera menyerang seseorang untuk meluapkan rasa bosannya karena tidak bisa melakukan pertarungan.
“Ya. Kalian bebas melakukan apa pun di sini. Namun, sebisa mungkin jangan sampai merusak area di sekitar sini. Aku ingin menjadikan tempat ini sebagai kota baru untuk para pemain. Aku tidak ingin tempat ini terlihat buruk nantinya,” ucap Lintang.
“Kamu sudah mengatakan hal itu ratusan kali, Lintang. Aku sudah tahu apa yang harus aku lakukan setelah ini,” jawab Momoy.
Momoy kemudian meloncat tinggi. Ketika berada di udara, tubuh Momoy berubah kembali ke tubuh aslinya yang merupakan burung besar berwarna merah. Tanpa menunggu arahan dari Lintang lagi, Momoy terbang mencari keberadaan monster di sekitar sana. Setiap kali Momoy menemukan monster baru, maka Momoy akan langsung menyemburnya dengan api. Sebelum monster itu bisa melakukan sesuatu, tubuhnya langsung terbakar habis tidak bersisa.
“Momoy, sisakan beberapa untuk dimakan. Jangan bakar mereka sampai habis,” ucap Jasmine mengingatkan.
Jasmine sendiri juga tidak mau ketinggalan ia mengubah dirinya menjadi kelinci, berukuran besar. Tingginya lima meter dan panjangnya delapan meter. Jasmine langsung memakai kemampuannya untuk terbang. Ia tidak mau kalah dengan Momoy dalam hal memburu monster yang ada di sana.
Jika Momoy hanya fokus memakai serangan apinya, maka Jasmine memakai beragam serangan. Ia tidak hanya berfokus dengan satu serangan saja. Serangan api, es, angin, bahkan tanah, semua Jasmine lakukan.
__ADS_1
Sesekali Momoy akan mengambil monster yang ada dengan cakarnya. Momoy lalu akan melemparkannya ke atas sebelum membuat monster itu meledak di udara. Apa yang Momoy lakukan ini seperti membuat pertunjukan kembang api.
Jasmine juga terlihat ingin melakukan teknik yang sama. Namun, Jasmine tidak memiliki cakar yang bisa dipakai untuk mengambil monster-monster itu. Oleh karena itu, Jasmine memilih menggunakan tubuh besarnya untuk bisa melakukan sesuatu yang mirip dengan yang Momoy lakukan.
Jasmine akan melompat ke arah kawanan mosnter. Tubuh besar Jasmine membuat tanah di sekitarnya bergetar. Tidak hanya itu, dengan kekuatan pengendalian tanah yang ia miliki, Jasmine mendorong monster-monster itu dari bawah. Hal itu membuat mereka juga terbang di udara. Langsung saja Jasmine menyerang mereka sehingga meledak di udara.
Beragamnya jenis serangan yang Jasmine lakukan membuat ledakan yang ada di udara menghasilkan warna yang berbeda. Apa yang Jasmine lakukan terlihat jauh lebih indah daripada yang Momoy lakukan.
“Momoy, kembang api buatanmu tidak seindah milikku. Sepertinya kemampuanmu itu semakin menurun. Aku yakin Kamu terlalu banyak bermalas-malasan sehingga Kamu bisa kalah dariku,” ejek Jasmine di tengah-tengah membasmi para monster.
Ejekan Jasmine itu rupanya memancing kemarahan Momoy. Hal itu membuat serangan Momoy di monster sekitarnya jauh lebih brutal daripada sebelumnya. “Lihat saja, aku akan membasmi lebih banyak monster daripada dirimu. Aku tidak akan kalah darimu, Jasmine.”
Melihat dua monster itu yang membantai monster lain dengan membabi buta, membuat Lintang menggelengkan kepalanya. Lintang tidak menyangka kedua monster itu memiliki semangat yang tinggi untuk membunuh monster lain. Lintang rasa, tidak ada satu pun pemain yang bisa menyamai semangat keduanya dalam memburu monster.
“Kamu tidak ikut mereka untuk membunuh para monster?” tanya Lintang melihat Rarae yang tetap duduk di kursinya tanpa ada niatan untuk turun. Lintang bahkan melihat Rarae terus memandangi berlian yang dipegangnya. Sesekali Rarae akan mengelusnya, seolah memperlakukan berlian tersebut seperti binatang peliharaannya.
“Itu sama sekali tidak menyenangkan. Membunuh para monster itu tidak akan membuatku memiliki benda berkilau. Jadi, untuk apa aku menghabiskan tenagaku untuk melakukan kegiatan yang tidak berguna.”
Lintang mengangkat sebelah alisnya mendengar hal itu. “Lalu, jika Kamu tidak berniat membunuh para monster, kenapa Kamu ikut kemari?”
“Karena aku dengar Kamu akan menelusuri sebuah reruntuhan ras lain bukan? Aku pernah melihat dalam film yang kalian para manusia buat. Di dalam film tersebut, reruntuhan seperti ini banyak menyimpan harta karun. Emas, berlian, banyak benda berkilau. Aku menginginkan semua itu,” jelas Rarae.
Lintang berani bersumpah ia bisa melihat kilauan di mata Rarae ketika membicarakan mengenai harta karun. Ternyata rasa suka Rarae dengan benda berkilau belum juga berubah. Ia masih ingin mengkoleksi benda berkilau meskipun benda itu hanya dinikmati selama beberapa hari sebelum dilemparkan ke tumpukan benda berkilau lainnya.
__ADS_1
“Aku tidak akan memberikan itu padamu. Itu adalah hak para pemainku. Kita ke reruntuhan ini hanya untuk mencari keberadaan teknologi yang mungkin ditinggalkan oleh Ras Loexvres Drozxuo. Lalu, kita juga perlu mencari tahu asal usul dari Ras Loexvres Drozxuo dan kenapa mereka bisa ada di sini.”
“Ayolah, Lintang. Kamu bisa memberikan sedikit benda-benda berkilau itu. Sembilan puluh persen saja tidak banyak. Itu tidak masalah bukan? Lagi pula, pemainmu yang lain belum sampai di sini. Aku bisa mengambil sebanyak yang aku mau. Mereka juga tidak akan tahu berapa jumlah harta karun yang ada di sini, bukan?”
“Sembilan puluh persen Kamu bilang tidak banyak? Itu hampir seluruh harta yang ada di sana Rarae. Aku tidak akan mengizinkanmu melakukan hal itu.”
“Itu tidak banyak. Bukankah kalian para manusia sering mengatakan hal itu? Aku sering melihat sebuah video pendek. Kalian mengatakan memberi seseuatu yang tidak banyak, tetapi apa yang kalian beri itu sangatlah banyak.”
“Contohnya memberi cabai pada makanan. Normalnya manusia memakai tiga hingga lima buah cabai sekali makan. Namun, orang ini memberikan puluhan cabai pada makanannya dan mengatakan itu hanya sedikit, tidak terlalu banyak. Jadi, menurutku sembilan puluh persen tidaklah sedikit,” jelas Rarae santai, seolah apa yang ia ucapkan adalah hal yang benar.
Lintang menggelengkan kepalanya mendengar hal itu. Rupanya video pendek yang dibuat para influencer itu benar-benar sudah meng-influence Rarae ke arah yang salah. Selama ini Lintang tidak pernah memiliki keinginan menghajar seseorang, tetapi sekarang ia ingin sekali menghajar para influencer itu.
“Aku tetap tidak akan memberikan satu pun benda berkilau yang ada di dalam reruntuhan kepadamu. Lagi pula, Kamu sudah memiliki cukup banyak koleksi benda berkilau bukan? Kau hanya membiarkan benda berkilau itu menumpuk dan tertutup dengan debu. Itu akan jauh lebih berguna jika kita berikan kepada para pemain,” jelas Lintang.
Mendengar penolakan Lintang, Rarae hanya mengerucutkan bibirnya. Ia tidak bisa lagi meminta Lintang memberikannya benda berkilau. Ini karena Rare tidak ingin Lintang melaporkannya kepada Seno.
Jika Seno sampai tahu Rarae memaksa Lintang untuk memberikannya sesuatu, maka benda berkilau miliknya sudah pasti akan disita oleh Seno. Kejadian ini sudah pernah terjadi, Rarae tidak mau lagi berpisah dengan benda berkilau kesayangannya. Cukup sekali saja.
[Ding]
[Selamat Host telah menyelesaikan misi membasmi monster dalam radius lima kilometer. Selamat Host mendapatkan satu buah tugu kelahiran kembali.]
“Eh cepat sekali? Aku tidak menyangka dua orang itu sudah membasmi seluruh monster yang ada di sini dalam waktu cepat,” gumam Lintang. Rupanya, ketika Lintang mengobrol dengan Rarae, Momoy dan Jasmine sudah membasmi seluruh monster yang ada di sini. Lintang kira dirinya akan ikut serta dalam membasmi monster-monster itu, tetapi semua sudah selesai sebelum dirinya melakukan apa pun.
__ADS_1