
Xiao Yi tidak langsung melanjutkan ucapannya, ia justru kembali menarik pedang dari sarungnya. Tidak hanya itu, Xiao Yi juga memasang kuda-kuda pertarungan. Wajahnya juga menampakkan ekspresi serius.
Tidak hanya Xiao Yi, Lintang juga melakukan hal yang sama. Lihat sekarang mengangkat kedua tangannya dan berada dibdalam posisi siap menyerang. Di tangan Lintang sudah ada sebuah pedang besar, yang ia minta dari Sistem.
Keduanya bersikap seperti ini dikarenakan adanya pemberitahuan dari Sistem bahwa musuh berada di dekat mereka. Tentu saja Lintang dan Xiao Yi perlu memasang posisi siap menyerang.
Ketika mereka sedang berkonsentrasi penuh, terdengar suara tepuk tangan tidak jauh dari mereka. Lintang dan Xiao Yi pun mengangkat kepala mereka agar bisa melihat siapa yang sekarang tengah bertepuk tangan.
Di atap salah satu rumah, sekarang sudah ada seorang laki-laki memakai pakaian serba abu-abu. Rambut pirang panjangnya dikuncir kuda. Matanya menatap Lintang dan Xiao Yi dengan tatapan kebencian.
Aura yang terpancar dari tubuhnya pun sangat berbeda dengan aura yang dimiliki oleh orang pada umumnya. Auranya terasa sangat gelap, sangat negatif. Meski Lintang pernah melihat seseorang dengan ahra negatif, tetapi aura itu tidak sepekat ini.
Laki-laki itu tidak datang dengan tangan kosong. Di tangannya sekarang sudah ada dua buah pedang pendek. Di bagian dadanya sudah adah plat pelindung yang melindungi dada kirinya. Selain itu, tidak ada lagi bagian tubuh yang terlindung dari laki-laki itu.
"Aku tidak menyangka di sini akan ada dua mangsa sekaligus. Satu laki-laki dan satu perempuan. Kalian terlihat sangat romantis tadi. Jika aku bisa membunuh kalian, maka kekuatanku akan bertambah besar lagi. Hahaha ...."
Tawa dari laki-laki itu terdengar mengerikan menurut Lintang. Meski ini adalah kali pertama Lintang mendengarnya, tetapi Lintang sudah terlebih dahulu muak mendengarnya.
"Kau, penghianat manusia. Apa Kau tidak tahu bahwa Kau ini telah memihak pada orang yang salah? Kau masih punya waktu, sebelum aku menghuiummu, segera saja lepaskan Sitem jahat milikmu itu, dan bertobatlah," ucap Lintang.
Lintang berusaha membujuk laki-laki itu untuk mengurungkan semua rencananya. Jika Lintang berhasil, maka tidak akan ada pertarungan di antara mereka. Lintang masih berharap ia tidak akan membunuh laki-laki ini. Bagaimanapun juga, dia adalah manusia Bumi.
Mendengar ucapan Lintang, laki-laki itu langsung terlihat lebih serius lagi. Tatapan kebenciannya semakin terlihat jelas. Tidak hanya itu, aura negatifnya juga terasa semakin pekat. Jarak antara Lintang dan laki-laki itu adalah sepuluh meter. Pada jarak sejauh ini pun Lintang sedikit merasa sesak karena aura ini.
"Tahu apa Kau tentang diriku. Kau tidak akan bisa menyuruhku melakukan sesuatu. Dunia ini sudah sangat kejam padaku. Jadi, aku, Jack Andrew Smith, bersumpah untuk mengakhiri hidup seluruh orang yang ada di sini. Tidak boleh ada yang hidup bahagia di dunia ini," ucap Jack Smith.
__ADS_1
"Aku tahu bahwa cukup sulit bagiku menghancurkan dunia ini sendirian. Oleh karena itu, aku bergabung menjadi pendukung Ras Mogoley. Mereka akan menghancurkan dunia ini. Mereka juga sudah berjanji padaku bahwa setelah mereka memenangkan perang ini, maka semua dendamku akan terbayarkan," lanjut Jack Smith.
Lintang mengerutkan keningnya mendengar penjelasan dari Jack Smith. Rupanya Jack Smith memiliki alasan sendiri kenapa dirinya bergabung dengan Ras Mogoley. Mungkin, ini memang takdir yang digariskan untuk Jack Smith. Akan cukup sulit bagi Lintang membujuknya untuk berubah.
Lintang ingat bahwa mereka yang memiliki hati cukup baik, memiliki kesempatan besar menjadi pemilik Sistem buatan Ras Hujole. Lalu, mereka yang berhati jahat, Ras Mogoley akan merekrut mereka dan membantu menghancurkan galaksi dari dalam.
"Sudahlah Lintang, orang seperti dia tidak akan bisa diajak berdiskusi. Daripada membuang-buang waktu dengan mengobrol, lebih baik kita hajar langsung dia," ucap Xiao Yi.
"Tunggu dulu, Xiao Yi," ucap Lintang mencoba mencegah Xiao Yi, tetapi Xiao Yi tidak memedulikan ucapan Lintang itu.
Xiao Yi sekarang melompat mendekat ke arah Jack Smith. Pedang yang ia bawa lun di tebaskan ke arah Jack Smith. Aura dalam diri Xiao Yi pun terlihat sangat berbeda dibandingkan dengan pertarungannya melawan Lintang. Sekarang dia jauh lebih serius, tatapannya juga jauh lebih fokus.
Mungkin ini yang dimaksud oleh Xiao Yi bahwa dalam keadaan serius, Xiao Yi akan sulit dikalahkan. Lintang sendiri harus mengakui hal itu. Xiao Yi terlihat sangat keren dalam kondisinya yang sekarang.
Serangan Xiao Yi berhasil di tepis oleh Jack Smith menggunakan kedua pedangnya. Jika sudah seperti ini, Lintang tidak bisa berdiam diri saja. Ia perlu melakukan sesuatu untuk mengatasi hal ini. Lintang pun ikut melompat ke atap untuk membantu Xiao Yi.
Suara besi beradu terdengar jelas di sana. Menebas, menepis, memenggal, menusuk, semua gerakan itu dilakukan oleh ketiganya. Meski Lintang sudah berkerja sama dengan Xiao Yi, ternyata mereka kesulitan dalam mengalahkan Jack Smith.
Ini karena Lintang dan Xiao Yi menahan serangan mereka. Keduanya tidak benar-benar menggunakan kekuatan penuh dalam pertarungan kali ini. Pertarungan kali ini terjadi di area padat penduduk. Jika Lintang dan Xiao Yi menggunakan kekuatan penuh, maka akan banyak bangunan yang rusak. Itu bisa saja menimbulkan korban orang-orang tidak berdosa.
Lintang dan Xiao Yi memang menahan kekuatan mereka, tetapi itu bukan berarti Jack Smith akan melakukan hal yang sama. Sekarang, Jack Smith mulai mengubah gaya serangannya. Ia tidak lagi menggunakan serangan fisik biasa. Serangan yang dilakukan oleh Jack Smith menimbulkan kerusakan yang cukup besar.
Pedang milik Jack Smith sekarang sudah dibalut dengan api. Setiap tebasan yang dilakukan oleh Jack Smith, akan membuat efek seperti tebasan api. Baik Lintang maupun Xiao Yi berusaha menghindari serangan tersebut. Memang keduanya bisa menghindari serangan tersebut, tetapi bangunan di sekitar mereka tidak.
Satu persatu rumah rusak dan terbakar karena serangan yang dilakukan oleh Jack Smith. Lintang dan Xiao Yi pun saling berpandangan secara sekilas, yang kemudian mengangguk bersamaan. Mereka seakan berkomunikasi dengan satu tatapan itu.
__ADS_1
Lintang lalu menggunakan kemampuan pengendalian air miliknya. Untung saja sebelum menjalankan misi ini, Lintang sudah memakan berbagai macam sayuran khusus yang dimiliki oleh Seno. Dengan sayuran itu, maka Lintang bisa memiliki cukup banyak kekuatan baru. Apalagi, tubuhnya sekarang jauh lebih kuat daripada sebelumnya.
Sementara Lintang berusaha keras memadamkan api, Xiao Yi dengan gencarnya menyerang Jack Smith. Ia berusaha menggiring Jack Smith menuju ruang terbuka, ruang di mana tidak banyak pemukiman penduduk.
Jack Smith seakan tahu tujuan dari Xiao Yi. Namun, Jack Smith tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Dia dengan gencarnya menyerang balik Xiao Yi. Beberapa serangan dari Jack Smith juga sengaja diarahkan ke rumah penduduk.
Hal itu membuat Lintang dan Xiao Yi menjadi geram. Meski Jack Smith hanya seorang diri melawan Lintang dan Xiao Yi, ia bisa mengontrol keadaan. Lintang dan Xiao Yi yang menahan diri dimanfaatkan dengan baik oleh Jack Smith.
Hal ini memaksa Lintang untuk mempercepat kerjanya dalam memadamkan api. Masih ada banyak rumah yang perlu Lintang selamatkan. Lalu, ada masalah baru lagi yang perlu Lintang dan Xiao Yi pikirkan. Penduduk di daerah ini.
Pertarungan antara Lintang, Xiao Yi, dan Jack Smith rupanya sudah membuat kegaduhan yang besar. Banyak penduduk yang keluar dari rumah untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Ini justru membuat Jack Smith senang. Targetnya bukan hanya bangunan saja, tetapi juga orang-orang yang sekarang menonton pertarungan ini.
Serangan dari Jack Smith ini mulai menyulitkan Lintang. Jack Smith menyerang orang-orang di sekitarnya tanpa memedulikan apa pun. Terkadang ia akan menyerang mereka yang berada di utara. Lalu kemudian berubah menyerang ke arah selatan, timur laut, barat daya.
Arah serangan Jack Smith yang berubah-ubah membuat Lintang harus berlarian kesana kemari menyelamatkan orang-orang di sekitar sini. Meski stamina Lintang tinggi, ia juga akan kelelahan juga jika semua ini terjadi terus menerus.
"Hahaha ... kalian bodoh sekali. Mereka itu bukanlah orang yang kalian kenal. Kenapa pula kalian menyelamatkan mereka. Tidak semuanya juga akan berterima kasih dengan bantuan kalian," ucap Jack Smith di tengah pertarungan.
"Biarkan saja orang-orang bodoh itu mati. Mereka tidak pantas hidup di dunia ini," lanjut Jack Smith. "Lihatlah. Setelah ini, aku yakin kalian akan kebingungan menyelamatkan mereka."
Setelah berucap demikian, Jack Smith mempercepat serangannya. Jack Smith melakukan tebasan api ke berbagai arah dengan sangat cepat. Kemungkinan besar akan banyak korban berjatuhan karena masalah ini.
Lintang pun bergerak cepat berusaha mengimbangi kecepatan serangan Jack Smith. Namun, sekeras apa pun Lintang berusaha, cukup sulit baginya menyelamatkan semua orang yang ada di sini.
"Tidak," teriak Lintang sangat kencang. Sebuah tebasan api akan mengenai seorang perempuan yang membawa anaknya. Ada tiga balita dan seorang bayi yang kini bersama perempuan itu. Lintang sudah tahu bahwa dirinya tidak akan bisa menyelamatkan mereka telat waktu.
__ADS_1
"Seseorang tolong selamatkan orang-orang ini," gumam Lintang dalam hati.