Galaxy Wars : Solar System Defender

Galaxy Wars : Solar System Defender
GW 68 Leluhur Manusia Planet Bumi


__ADS_3

Momoy langsung memeluk Jasmine yang kini tengah menangis. Momoy mengelus punggung Jasmine, mencoba membantu Jasmine menenangkan diri. Rarae pun tidak mau ketinggalan, ia juga ikut memeluk Jasmine bersama dengan Momoy.


"Kamu tidak perlu merasa bersalah seperti itu, Jasmine. Kamu nggak sepenuhnya salah. Maaf, aku juga salah. Seharusnya aku memberitahumu pengetahuan dasar mengenai beberapa reruntuhan peninggalan ras tingkat tinggi. Maafkan aku karena sudah memarahimu Jasmine," ucap Momoy.


Momoy, Jasmine, dan Rarae masih berpelukan sembari meminta maaf satu sama lain. Sementara itu, Lintang terduduk di lantai. Lintang mencoba mengatur napasnya untuk menenangkan diri. Melihat ketiga monster itu sudah cukup lama saling berpelukan, pada akhirnya Lintang menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Momoy, sebenarnya ada apa dengan semua ini? Kenapa pintu tadi mementalkan serangan Jasmine? Sebelumnya Dolan, pemain yang menemukan reruntuhan ini, juga menyerang pintu itu. Namun, serangan Dolan tidak dipantulkan seperti serangan Jasmine. Apa yang membuat kedua serangan itu berbeda? Apakah karena Dolan memakai karakter Ras Elf?" tanya Lintang.


Semua kejadian ini membuat Lintang berpikir bahwa reruntuhan ini ada hubungannya dengan Ras Elf. Mulai dari darah dari Dolan yang bisa membuka pintu ini, hingga serangan solan yang tidak dipantulkan oleh pintu ini. Lintang berpikir, jika mereka ingin menelusuri reruntuhan ini lebih jauh lagi, maka mereka memerlukan seorang Elf sekarang.


"Dari ingatan yang ditinggalkan oleh leluhurku, aku tebak reruntuhan ini adalah reruntuhan yang ditinggalkan oleh ras tingkat tinggi. Hanya keturunan dari ras itu yang bisa memasuki reruntuhan ini dengan mudah. Jika ada ras lain yang memaksa masuk, maka mereka akan bernasib sama seperti Jasmine, serangan mereka dipantulkan."


"Meski serangan itu tidak memberikan dampak sedikit pun pada pintu ini?" tanya Lintang.


"Ya. Jika diibaratkan, tempat ini adalah rumahmu. Jika ada anak keluargamu yang berbuat onar di sini dan menendang-nendang tembok rumahmu, kau tidak akan merasa kesal. Namun, jika ada anak orang lain yang sama sekali tidak Kamu kenal, datang dan menendang-nendang tembok rumahmu, meski itu tidak akan roboh, tetapi Kamu pasti akan marah bukan?"


"Itu adalah hal yang sama dengan yang terjadi sekarang," jelas Momoy.


"Jika begitu, reruntuhan ini ada hubungannya dengan Elf? Atau lebih tepatnya Ras Loexvres Drozxuo memiliki hubungan dengan Ras Elf? Apa aku benar?"


"Kamu salah besar. Ras Loexvres Drozxuo sama sekali tidak ada hubungannya dengan Ras Elf. Mereka justru memiliki hubungan dengan dirimu, manusia dari Planet Bumi. Aku tidak menyangka orang selemah kalian memiliki leluhur dari ras tingkat tinggi seperti Ras Loexvres Drozxuo."


"Manusia? Ras Loexvres Drozxuo memiliki hubungan dengan manusia Planet Bumi? Leluhur kami?"

__ADS_1


Lintang langsung memberondong Momoy dengan berbagai pertanyaan. Bagi Lintang, sangat tidak mungkin manusia Planet Bumi memiliki hubungan dengan Ras Loexvres Drozxuo yang menjadi pemilik reruntuhan ini. Meskipun mereka memiliki kemiripan dengan manusia Planet Bumi, tetapi itu sangat sulit Lintang terima.


"Ini sangat tidak mungkin, Momoy. Jangan bercanda denganku. Dolan yang membuka pintu ini dengan darahnya yang merupakan seorang Elf. Bagaimana bisa Kamu mengatakan bahwa reruntuhan ini ada hubungannya dengan manusia Planet Bumi?" sangkal Lintang.


"Faktanya memang demikian, Lintang. Meski yang Kamu lihat pemain bernama Dolan itu memakai darah Elf untuk membuka pintu ini, tetapi Kamu sudah melupakan sesuatu. Tubuh Elf yang dia pakai hanyalah kulit luar, sampul, pembungkus. Di dalamnya, jiwanya tetaplah jiwa seorang manusia bukan Elf asli. Identitas aslinya adalah apa yang ada di dalam, bukan kulit luarnya."


"Jadi, Dolan membuka pintu ini bukan menggunakan identitasnya sebagai seorang Elf, melainkan identitasnya sebagai manusia. Aku tidak tahu bagaimana bisa kalian para manusia memiliki hubungan dengan Ras Loexvres Drozxuo. Yang jelas, faktnya sudah memperlihatkan semuanya."


Meski Momoy menjelaskan semuanya lebih pelan dari sebelumnya, Lintang masih sulit mempercayai semua ini. Untuk membuktikan perkataan Momoy, Lintang bergerak mendekati pintu. Lintang lalu meneteskan darahnya di pintu itu.


Tidak lama kemudian, suara gemuruh terdengar dari pintu. Perlahan pintu itu pun terbuka. Mata Lintang langsung melebar setelah melihat semua itu. Sekarang, Lintang mulai percaya dengan perkataan Momoy. Manusia Planet Bumi memang memiliki hubungan dengan Ras Loexvres Drozxuo.


"Lihat bukan? Kamu sudah membuka pintu ini dengan mudah. Bukan darah Elf yang dibutuhkan oleh puntu ini, melainkan darah dari kalian para manusia."


Ada kemungkinan reruntuhan ini hanya bisa dimasuki oleh para manusia saja. Ras lain tidak akan bisa masuk. Jika seperti itu, maka Lintang akan sangat kebingungan ketika di dalam reruntuhan. Pasti akan banyak pertanyaan yang akan Lintang ajukan. Lintang yakin Momoy bisa membantu menjawab sebagian besar pertanyaannya.


Sistem? Itu sangat tidak bisa diandalkan. Jika Lintang menanyakan sesuatu, selalu saja Sistem meminta Lintang mencari tahu sendiri. Daripada mengandalkan Sistem yang kadang membuatnya jengkel, lebih baik Lintang mengajak Momoy masuk.


"Aku tidak tahu apakah reruntuhan ini menolak ras lain apa tidak. Kita tidak akan tahu jika belum mencobanya bukan?"


"Baiklah. Kalian masuk masuk terlebih dahulu. Jika nanti aku masuk duluan, aku takut pintu ini tidak bisa dibuka dari dalam."


Momoy mengangguk. Ia lalu menggandeng tangan Jasmine, yang sekarang sudah mulai tenang, untuk masuk ke dalam reruntuhan. Di belakang mereka, Rarae juga mengikuti dengan langkah pelannya.

__ADS_1


Sementara itu, Lintang melihat mereka bertiga dengan perasaan cemas. Namun, apa yang Lintang takutkan tidak terjadi. Ketiganya tidak mengalami halangan apa pun ketika melewati pintu itu. Lintang langsung menghembuskan napas panjang. Ia kemudian menyusul rekannya yang lain.


Seperti yang terjadi pada Dolan dan Noval, pintu di belakang Lintang langsung menutup secara otomatis. Lalu, penerangan dari sebuah benda yang menempel di dinding mulai menyala. Ketika ruangan itu sudah mulai terang, Lintang langsung memandangi relief yang ada di dinding.


Mungkin Dolan dan Noval ataupun penonton siaran langsung mereka, hanya menganggap relief yang ada di sini sebagai sesuatu yang menarik dan bisa mereka jadikan bahan untuk penelitian. Tentu saja penelitian itu hanya untuk mengetahui latar belakang dari dunia yang membentuk game. Mereka hanya menganggap ini sebagai teka teki baru yang perlu dipecahkan.


Namun, Lintang yang tahu bahwa semua ini adalah nyata, dan reruntuhan seperti ini benar-benar ada di Planet Mars, ingin meneliti relief yang ada di dinding lebih mendalam lagi. Setidaknya gambar lebih cepat diartikan daripada sebuah tulisan. Mungkin Lintang bisa mengetahui siapa Ras Loexvres Drozxuo sebenarnya dan mengapa mereka menjadi leluhur manusia.


Seumur hidupnya, Lintang mempercayai bahwa manusia yang sekarang adalah bentuk evolusi dari manusia purba zaman dahulu. Namun, gambar yang ada di ruangan sebelumnya menunjukkan bahwa mereka sama sekali tidak memiliki kemiripan dengan manusia purba.


Gambar paling ujung yang terdekat dengan pintu menunjukkan gugusan palanet dengan satu bintang besar yang ada di tengah. Setelah melihat lebih detail lagi, Lintang tahu bahwa itu adalah gambar dari tata surya tempatnya tinggal. Jumlah planet serta sabuk asteroid yang ada, sama persis dengan tata surya ini.


Setelah gambar tata surya, Lintang menemukan gambar sebuah kapal ruang angkasa yang cukup unik. Bentuknya tidak kalah dengan bentuk kapal ruang angkasa yang selama ini ada di dalam film.


Jika dibandingkan dengan planet-planet di sekitarnya, kapal tersebut memiliki ukuran yang sangat besar. Panjangnya menjapai beberapa kilometer dan lebarnya ratusan meter. Jumlahnya tidak hanya satu, tetapi cukup banyak.


Dari dua gambar tersebut Lintang bisa menyimpulkan bahwa ini adalah gambaran pertama dari Ras Loexvres Drozxuo ketika memasuki tata surya. Mereka datang dengan menggunakan cukup banyak kapal ruang angkasa.


Gambar-gambar selanjutnya menujukan bagaimana kehidupan baru yang dijalani oleh Ras Loexvres Drozxuo di Planet Mars. Mereka mulai mencari tanah yang lapang sebelum kemudia menggalinya. Lalu, mereka mulai membuat beberapa ruang bawah tanah. Mungkin bagian awal ini menceritakan pembangunan reruntuhan ini.


Namun, Lintang belum juga menemukan hubungan antara Ras Loexvres Drozxuo dengan manusia Planet Bumi. Sekarang mereka sudah sampai di ruang pertama yang ada di reruntuhan ini. Pintu ruangan itu terbuka lebar ketika Lintang sampai. Sepertinya setelah dibuka oleh Dolan, pintu ruangan itu tidak langsung menutup kembali seperti pintu sebelumnya.


"Sebaiknya kita lihat ruangan ini terlebih dahulu. Aku ingin melihat apa yang tersimpan di dalamnya sebelum kemudian melanjutkan penelusuran kita. Mungkin aku bisa menemukan teknologi baru yang bisa aku pakai di ruangan ini."

__ADS_1


"Atau mungkin ruangan ini dipenuhi dengan benda berkilau," sahut Rarae yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Lintang. "Apa? Aku hanya berharap bukan? Aku tidak akan menyentuh benda berkilau di sini. Aku berani bersumpah."


__ADS_2