
Semua terkesima mendengar cerita Riyan. Waktu itu wajah Riyan merah padam menahan amarah dipermalukan oleh Dahlia dan ibunya. Riyan baru saja melangsungkan pernikahan dengan seorang gadis muda dan sekarang bikin skandal memalukan. Bagaimana orang akan menilai sosok Riyan. Nama baik Riyan sebagai lelaki sejati hancur berkeping-keping dibuat oleh Dahlia.
"Bohong...bang Riyan sengaja masuk ke kamar kak Yenni dan lihat aku di kamar. Dia anggap aku ini pengganti kak Yenni. Bang Riyan menikahi Mawar dengan terpaksa karena amanah kak Yenni. Dia cinta padaku!" seru Dahlia keras biar semua dengar suaranya yang lantang.
Kini semua mata berpindah pada Riyan menanti pembelaan laki itu. Sanak keluarga yang tak tahu pangkal masalah pasti anggap Dahlia itu benar. Riyan maunya Dahlia tapi tak bisa ngelak dari amanah Yenni.
"Dahlia...kau tahu jelas orang yang ingin kunikahi adalah Mawar. Ayahmu sudah izinkan aku memilih satu di antara kalian bertiga dan aku pilih Mawar. Mawar mirip sifat Yenni lemah lembut. Penuh keibuan tanpa trik kotor. Apa aku sudah gila permainkan lembaga pernikahan?"
Pak Hari dan pak Hanif benar-benar telah kehilangan muka akibat ulah Tiara dan Dahlia. Yang jadi korban adalah Mawar yang baru saja sah jadi isteri Riyan. Acara yang seharusnya bahagia menjadi berantakan gara kemelut Dahlia.
"Sekarang sudah begini apa maumu Dahlia?" tanya pak Hari tak berdaya.
Senyum segera merekah di bibir Dahlia. Bayangan jadi pengantin cantik sudah tergenggam dalam tangan. Riyan tak bisa lari dari tanggung jawab menikahi Dahlia.
"Minta dikawini bang Riyan dong! Tak masalah berbagi suami dengan Mawar. Aku lebih tua jadi lebih berhak jadi isteri tua. Mawar cukup jadi isteri kedua." ujar Dahlia pongah merasa telah berada di atas angin.
"Tak bisa begitu! Mawar duluan dinikahi Riyan maka dia adalah isteri tua. Itupun kalau Mawar setuju kalian menikah, kalau dia tolak nak Riyan cukup bayar denda untuk sesuatu yang tak dia lakukan. Tak sabar ingin melepas masa janda?" sindir Marwah jengkel pada kelicikan Dahlia dan ibunya. Pak Hanif bukannya tidak tahu kalau ini semua ulah ibu anak jahat itu. Tapi ini banyak tamu lain mana mungkin marah di saat begini. Sekarang tergantung kebijakan Mawar sikapi peristiwa ini.
"Tak masalah jadi isteri kedua. Yang jadi madu aku adalah adikku sendiri. Kami pasti akan bagi suami dengan adil." kata Dahlia sambil tertawa anggap ini adalah lelucon menggembirakan. Wanita ini tak sadar orang mulai sadar trik Dahlia paksa Riyan nikahi dia.
Riyan kesal bukan main jumpa orang tak tahu malu. Seberapa tebal muka Dahlia sanggup bangun skandal demikian menjijikkan. Dahlia pikir Riyan sama saja dengan laki lain tak bisa tahan diri lihat wanita telanjang. Dahlia lupa kalau Riyan itu pengusaha telah cukup banyak kenal aneka model wanita. Dari yang pesek hingga hidung bangir silih ganti hilir mudik di depan mata laki ini. Sejauh ini belum ada yang mampu ketok pintu hatinya. Sampai muncul sosok Mawar mencintai anaknya.
Mawar dihadirkan untuk cari solusi hubungan pelik ini. Mawar sudah ganti pakaian dengan pakaian gamis biasa. Tidak ada sisa Mawar ini dara baroe. Semua atribut seorang pengantin telah dicopot dari tubuh gadis ini.
Semua mata memandang kasihan pada Mawar yang jadi korban keegoisan Dahlia. Baru kali ini ada sejarah lelaki baru menikah dipaksa menikah lagi. Dalam kampung baru hari ini lihat ada keajaiban ini.
Mawar tampak pucat kurang bersemangat hadapi situasi sangat pelik ini. Pak Hari bukan tak tahu putrinya ini sedang dilema. Baru saja dinikahi secara sah sudah harus pil pahit punya madu. Parahnya madunya kakak sendiri.
Semua berkumpul tunggu keputusan dari Mawar. Riyan sudah tak bisa berkata-kata karena adat sini pantang berzinah. Kejadian ini termasuk perzinahan walaupun tidak terjadi sesuatu.
Riyan dan Dahlia duduk berdua walau agak jauhan sebagai terdakwa. Mawar jadi hakim penentu apa yang harus dilakukan Riyan.
"Nak Mawar! Kau sudah lihat kejadian hari ini! Kini keputusan di tangan kamu. Kamu terima Dahlia sebagai madu kamu atau biarkan mereka terima hukum adat."
Mawar mengangkat wajah menatap sekeliling susah beri jawaban. Mawar sangat berat menerima Dahlia sebagai madu dan juga tak tega lihat ayahnya jadi bahan olokan punya anak murahan. Orang tidak buta tak tahu kelicikan Dahlia. Sudah begini Mawar sendiri bingung.
"Ayo Mawar! Iyakan saja! Kakak tak apa hidup seatap denganmu." Dahlia berkata dengan tak sabar karena Mawar tak kunjung jawab.
Mawar alihkan mata pada Riyan. Dua pasang mata itu beradu pandang. Sinar mata Riyan lesu tak tahu harus gimana berada di posisi sulit.
__ADS_1
"Bismillahirrahmanirrahim..Mawar terserah pada bang Riyan mau pilih siapa? Dalam satu kerajaan tak mungkin ada dua ratu. Mawar siap mundur kalau memang bang Riyan mau nikahi Kak Dahlia! Tak ada yang perlu bersedih atau sakit hati. Jalani saja jalan yang telah digariskan Allah. Mawar siap terima apapun akhirnya." kata Mawar tanpa emosi. Mawar sudah lelah asyik dijadikan pecundang.
"Bagus...artinya kau tahu diri siapa yang pantas jadi pendamping bang Riyan. Kau ini anak apa? Anak perempuan murahan kan? Rebut suami orang." tukas Dahlia makin senang lihat Mawar pasrah kalau Riyan pilih Dahlia.
"Hei Dahlia....jaga mulutmu! Kau harus tahu kalau ibunya Mawar adalah isteri sah paman Hari dan ibumu yang murahan masuk ke keluarga paman. Beli kaca pantau satu badan dulu. Dan kau apa beda sama ibumu? Orang sudah nikah bikin sensasi paksa orang kawini janda gatel." Marwah anak Pak Hanif bela Mawar yang terlalu lembut hati. Selalu mengalah walau dianiayai sedemikian rupa.
Dahlia terdiam kena skakmat Marwah. Satu kampung tahu kisah cinta ibu Dahlia rebut Pak Hari dari tangan ibu Mawar. Kisah lama terulang lagi. Kini Dahlia pula rebut suami Mawar.
"Hei Marwah! Jangan urus urusan rumah tangga orang! Kau jaga saja suamimu yang gatel. Tiap hari asyik ganggu putri aku yang cantik."
Riyan makin pusing lihat kondisi tak kondusif. Bukannya persoalan mereka cepat kelar malah makin kacau.
"Aku akan nikahi Dahlia sebagai tanggung jawab walau aku tidak menyentuhnya. Aku bukan bajingan yang permainkan wanita. Ibu aku wanita, mendiang isteri aku wanita dan anakku juga wanita. Aku seorang lelaki wajib beri muka pada wanita. Mumpung pak Ustad masih ada kita laksanakan ijab kabul untuk kedua kali buat aku!" kata Riyan gagah ambil keputusan terakhir.
Keputusan Riyan disambut gumaman tak puas daripada ibu-ibu yang tak rela Mawar dimadu perempuan licik macam Dahlia.
Tiara dan Dahlia kontan sumringah mendapat apa yang mereka inginkan. Akhirnya Dahlia akan ikut Riyan pindah ke kota jadi nyonya besar di istana Riyan.
Mawar tidak berkata apa-apa karena Riyan telah ambil keputusan. Dia sebagai isteri hanya bisa pasrah menanti Riyan jatuhkan talak padanya. Mawar mantap tak mau di madu oleh siapapun. Pengalaman buruk ibunya masih membekas di kepala Mawar. Berstatus isteri sah namun diperlakukan seperti sampah di rumah sendiri.
Mawar bangkit tinggalkan ruang rapat keluarga biarkan Riyan laksanakan kewajiban sebagai lelaki bertanggung jawab.
"Dek Mawar...kau mau kemana?" seru Riyan bingung tiba-tiba Mawar minta pisah.
Mawar tidak jawab malah percepat langkah tinggalkan rumah pak Hari. Marwah segera menyusul adik sepupunya ke rumah di sebelah.
Dahlia tertawa besar bak jenderal raih kemenangan di Medan perang. Ternyata tidak susah rebut Riyan dari tangan Mawar. Bermodal muka tembok semua jadi beres. Peduli amat gunjingan orang. Yang penting dia jadi nyonya Riyan.
Dahlia segera berlari ke dalam kamarnya ganti pakaian yang sudah dipersiapkan dari tadi. Bahkan kamar Dahlia sudah disulap jadi kamar pengantin indah. Dekorasi indah warna pink dominasi seluruh kamar. Beberapa perempuan makin ngerti kalau Riyan dijebak Dahlia. Terbukti Dahlia sudah atur semuanya sebelum kejadian. Dari alat make hingga busana pengantin sudah tersedia. Bahkan kamar sudah siap terima pengantin baru.
Tiara dan seorang perias pengantin bantu Dahlia berbenah untuk menjadi pengantin cantik. Tak butuh waktu lama Dahlia sudah dibawa duduk bersanding dengan Riyan ambil ijab kabul untuk sahkan mereka jadi suami isteri.
Tengku Kadi (Penghulu nikah Aceh) menanyakan mahar Riyan untuk Dahlia yang belum disebutkan dalam obrolan janji nikah. Riyan hanya bilang nikahi Dahlia tanpa sebut mahar untuk janda itu. Untuk lengkapi persyaratan nikah harus ada mahar.
"Maaf nak Riyan.. bagaimana soal mahar?" tanya Tengku Kadi sebelum akad nikah dilaksanakan.
Riyan tidak jawab biar Dahlia dan keluarga yang tentukan mahar untuk Dahlia. Riyan sebagai pihak lelaki hanya wajib penuhi permintaan pihak wanita. Semua serba mendadak tak ada persiapan buat Riyan beri mahar layak untuk Dahlia.
"Uang lima ratus juta dan emas seratus mayam!" (Satu mayam seberat 3,3 gram) Tiara langsung minta mahar sesuai untuk anaknya yang dia anggap sangat hebat.
__ADS_1
Pak Hari kaget dengar permintaan isterinya. Mawar sebagai isteri sah hukum agama cuma minta serangkai alat sholat sedang Dahlia isteri siri berani minta mahar luar biasa.
Penghuni ruang kasak kusuk gosip Tiara yang gila harta. Sudah nikah paksa masih berani ajukan mahar di luar akal sehat. Sudah syukur Riyan mau nikahi dia. Dasar perempuan belagu. Tampang nilai 4 minta mahar tingkat tinggi.
"Bu...sudah cukup! Nak Riyan! Cukup alat sholat seperti Mawar. Silahkan saja!" pak Hari potong hasrat gila Tiara yang bikin malu keluarga. Gila harta juga tak perlu jual anak.
"Terima kasih ayah! Kita mulai saja!" Riyan berkata dengan gagah siap laksanakan ijab kabul kedua kali pada hari ini.
Riyan kembali ucapkan ijab untuk Dahlia. Suara Riyan lantang bikin hati Dahlia berbunga-bunga. Malam ini dia akan tidur di pelukan lelaki yang sudah dia incar bertahun lalu. Sayang disambar oleh Yenni. Nasib mujur berpihak pada Dahlia. Yenni meninggal akibat sakit. Kesempatan Dahlia terbuka lebar lagi. Sayang Yenni rekom Mawar jadi ibu sambung anak Riyan. Sudah kalah maka Dahlia terpaksa main kotor paksa Riyan nikahi dia.
Gumaman sah terdengar begitu Riyan selesai ucapkan ijab. Dahlia sok imut cium tangan Riyan. Dahlia tak tahu Riyan sedang meradang dalam hati. Lelaki ini masih kasih muka pada pak Hari tidak abaikan kelicikan Dahlia.
"Bang...Mawar kan minta talak maka sekarang saatnya talak dia!" pinta Dahlia manja bergelayut di lengan Riyan.
"Baik...aku juga tak bisa bagi hati untuk dua wanita. Jujur di hatiku masih penuh oleh Yenni. Dan aku juga janji akan sayangi ibu sambung anak-anak aku. Aku tak bisa poligami seperti lelaki lain. Maka dengan berat hati aku harus pilih satu."
Dahlia cengar-cengir bangga telah sukses duduk di samping Riyan. Ibu-ibu kampung makin jijik lihat tingkah Dahlia. Perempuan tak tahu malu. Halalkan segala cara rebut suami adik sendiri. Dahlia itu sebelas dua belas dengan ibunya.
"Panggil Mawar untuk terima talak bang Riyan." seru Dahlia bergema seisi ruang. Dahlia tak sabar ingin jadi wanita satunya di hidup Riyan.
"Tidak perlu..Aku Riyan Saputro hari menyatakan talak tiga kepada isteri aku yang baru kunikahi dengan mahar seperangkat alat sholat yakni Dahlia binti Hari. Aku nyatakan ini dengan pikiran waras tanpa paksaan siapapun." ujar Riyan dengan lantang.
Tiara dan Dahlia kontan pucat karena Riyan bukan talak Mawar melainkan Dahlia. Tidak tanggung-tanggung langsung talak tiga. Artinya tak ada jalan mereka bersatu lagi kecuali Dahlia menikah dulu dengan laki lain.
Pak Hanif dan isterinya salut pada keteguhan Riyan nikahi Mawar. Dia sudah laksanakan kewajiban sebagai lelaki akibat kekonyolan Dahlia. Riyan tidak salah sudah nikahi Dahlia walau diakhiri talak tiga.
"Apa maksudmu bang? Kenapa bukan Mawar yang kau talak?" geram Dahlia bermaksud pukul Riyan.
"Maaf Dahlia! Dari awal sudah kubilang orang yang kunikahi adalah Mawar tapi kau nekat bikin malu keluarga. Aku sudah tutup malu kamu menikahimu dan aku tak bisa hidup dengan orang yang tak kusayangi."
"Kau kurang ajar permainkan aku! Aku tak terima talak ini. Aku ini isterimu!" teriak Dahlia memukul Riyan bertubi-tubi.
"Tadi iya sekarang bukan lagi. Semua di sini jadi saksi aku telah tunaikan kewajiban dan aku merasa tak cocok dengan kamu maka kutalak kamu. Aku minta maaf tak bisa khianati Mawar yang sangat baik." Riyan menghindari pukulan Dahlia karena mereka bukan muhrim tak boleh bersentuhan.
Pak Hari merasa kecewa Riyan talak Dahlia. Pak Hari sangat berharap Mawar dan Dahlia hidup rukun dengan Riyan. Banyak lelaki poligami dan hidup aman. Seperti dirinya poligami dan aman tenteram karena ibu Mawar tak pernah ribut.
"Tengku...gimana ini?" tanya Tiara bingung.
"Secara agama nak Dahlia bukan isteri nak Riyan lagi. Talaknya sah."
__ADS_1