GANTI TIKAR (ISTERI PENGGANTI)

GANTI TIKAR (ISTERI PENGGANTI)
Terbongkar


__ADS_3

Bu Alya perlihatkan isi rekaman Ayumi dengan seorang pemuda di halaman belakang. Semua percakapan jelas terdengar di kuping Riyan.


Ayumi berubah ketakutan rencananya ketahuan sama keluarga Riyan. Seluruh tubuh Ayumi bergetar tak sangka ada orang rekam pertemuan dia dengan pemuda yang dia suruh memfitnah Mawar.


Wajah Riyan berubah merah setelah mengetahui kelicikan Ayumi memfitnah Mawar melalui lelaki lain. Riyan ingin sekali membunuh Ayumi yang telah merusak rumah tangganya sampai dia tega menceraikan Mawar tanpa mendengar penjelasan gadis itu. Riyan dapat bayangkan betapa hancur Mawar diceraikan tanpa mengetahui apa salahnya. Ini semua ulah Ayumi yang telah merancang rencana musuh ini dari awal.


Bu Alya tersenyum penuh kemenangan telah berhasil bongkar kebusukan Ayumi. Dari awal Bu Alya memang tidak menyukai Ayumi yang terlalu banyak drama. Kini semua telah terkupas dengan jelas bagaimana sosok Ayumi sesungguhnya.


"Bang...dengarkan aku! Itu bukan yang sesungguhnya. Lelaki itu datang untuk mencari Mawar yang katanya telah datang ke sini. Dia belum menyerah ingin menikahi Mawar karena Mawar adalah Cinta pertamanya. hubungan mereka sudah sangat jauh seperti suami istri. Apakah Abang mau menerima perempuan sampah seperti Mawar?"


Mata Riyan memerah karena Ayumi masih sanggup berdalih salahkan Mawar. Mawar yang tidak tahu apa-apa jadi korban keculasan Ayumi.


"Ayumi...aku benar-benar tidak sangka kamu sama saja dengan Dahlia. Pantas Pak Tuo kalian bilang kalian selalu menekan Mawar. Kalian merebut apapun yang dimiliki oleh Mawar. Kau puas sekarang aku telah bercerai dengan Mawar? Puas??!" teriak Riyan tak bisa kontrol emosi. Riyan terlalu kecewa pada perbuatan Ayumi yang mencelakai Mawar.


Ayumi mundur beberapa ketakutan dibentak oleh lelaki yang selama ini jarang marah. Sekarang apapun yang dikatakan oleh Ayumi takkan didengar oleh Riyan. Perbuatan Ayumi sudah keterlaluan tak dapat dimaafkan oleh Riyan.


"Bang.. aku tidak mengenal lelaki itu. Dia datang bertanya tentang Mawar dan mengatakan akan membawa lari Mawar karena dia sangat mencintai Mawar. Sumpah mati Bang aku tidak kenal lelaki itu." Ayumi masih coba berdalih bela diri. Ayumi pikir dengan angkat sumpah Riyan akan luluh.


"Jangan sembarangan sumpah! Apa kamu tidak takut pada sumpahmu sendiri? Bibi jadi saksi kamu menemui lelaki itu di belakang dan bicara bahwa kamu dan lelaki itu bersekongkol untuk memfitnah Mawar. Dan lelaki itu minta uang kepada kamu apa yang kamu ingin jelaskan lagi. Semua terdengar jelas di rekaman. Apa perlu kita buka CCTV yang terpasang di belakang?" timpal Bu Alya. Bibi dan Bu Alya tidak sabar ingin menendang Ayumi keluar dari rumah mereka.


"Kalian berdua bersekongkol untuk fitnah aku! Bang Riyan.. aku sangat mencintaimu. Jangan dengar ocehan dua wanita gila ini! Mereka tak ingin kita hidup bahagia. Ayok lupakan Mawar! Kita mulai hidup baru. Abang dan Mawar kan sudah bercerai. Kita menikah ya!" bujuk Ayumi berusaha memeluk lengan Riyan lagi cari keselamatan.


Riyan menepis tangan Ayumi dengan kuat dan menatap wanita itu dengan penuh kebencian. Sungguh seorang wanita yang tidak tahu malu dan sangat licik. Sudah ketahuan berbohong dan memfitnah Mawar masih ingin mencari kebenaran bahwa Mawar yang bersalah.


"Ayumi...kalau bukan ingat kedua anakku masih kecil ingin rasanya aku membunuh kamu. Kedua orang yang kamu katakan gila itu adalah mama aku dan pengasuh aku dari kecil. Apakah kedua orang gila ini akan menjerumus aku di dalam jurang kematian? Justru kamulah orang gila yang tidak tahu malu dan tidak tahu diri. Sekarang kamu segera keluar dari rumah ini dan terserah kamu mau ke mana. Di rumah ini tidak menerima orang sejahat kamu." Riyan turun tangan kejam untuk balas sakit hati Mawar.


Bu Alya dan Bibi lega akhirnya Riyan tahu akal busuk Ayumi. Kebenaran tetap akan muncul suatu saat walau tertutup rapat. Bau bangkai tak dapat dibungkus rapat, lama-lama akan tercium juga bau busuknya.


Ayumi langsung bersimpuh di bawah kaki Riyan memohon ampun. Ayumi tidak mempunyai pilihan lain selain memohon ampun pada Riyan. Di saat begini Ayumi tidak tahu harus melangkah ke mana. Di sini dia tidak memiliki keluarga seperti Mawar. Mawar beruntung ditampung oleh Bagas dan Indy. Sedang Ayumi tak tahu harus numpang pada siapa?


"Bang... percaya pada aku bahwa ceritanya tidak seperti itu. Lelaki itu memang pacar Mawar. Mereka sudah berhubungan cukup lama dan hubungan mereka cukup jauh. Aku masih perawan bisa memberi Abang kepuasan di malam pengantenan nanti."


Bu Alya dan Bibi sangat jijik cara Ayumi merayu Riyan. Kalaupun dia seorang gadis perawan tidak perlu menjual nilai perawannya kepada seorang lelaki. Betul-betul wanita tidak tahu malu.

__ADS_1


"Aku tak butuh semua omong kosong kamu. Aku lebih kenal Mawar dari kamu. Apa kupingmu tak berfungsi baik? Di rekaman jelas terdengar kamu dan laki itu fitnah Mawar. Kau pikir aku orang kampung mudah di bodohi? Sudah cukup sekali aku terjebak ocehan kamu. Sekarang kamu angkat kaki dari sini. Kamu lebih cocok dengan lelaki itu. Pulanglah ke kampung bersama laki itu sebelum aku lapor polisi!" Riyan punya pilihan lain selain mengancam Ayumi akan melapor polisi atas perbuatannya memfitnah Mawar. Ayumi ini benar-benar manusia bebal bermuka tembok. Sudah ketahuan bersekongkol dengan lelaki lain masih ingin membenarkan diri sendiri.


"Aku tak mau pulang sebelum Abang nikahi. Aku sudah beri kabar di kampung kita akan menikah. Aku tak mau pulang kecuali Abang antar aku pulang dan kita nikah di sana." Ayumi masih bertahan memegangi kaki Riyan. Kedua tangan Ayumi memegang erat tungkai kaki Riyan.


"Kau perempuan gila. Aku tak mau anakku menikah dengan perempuan gila. Pergi dari sini atau kami akan memanggil polisi untuk menangkap kamu dan lelaki yang telah berbuat semena-mena pada menantu aku."


Ayumi tertawa dengar Bu Alya memanggil Mawar dengan sebutan menantu. Jelas-jelas Riyan telah menceraikan Mawar bagaimana mungkin Mawar tetap menjadi menantu keluarga ini.


"Ma... menantu kamu adalah aku Ayumi bukan Mawar si bodoh itu. Kalau kalian memanggil polisi maka aku akan katakan bahwa Riyan yang membawa aku ke sini dan telah memperkosa aku. Kita lihat siapa yang menang?" Ayumi tertawa mengejek kepada bu Alya.


"Apa polisi akan percaya Riyan perkosa gadis perawan? Bukankah kamu bilang kamu perawan? Dasar perempuan gila!" sungut Bu Alya tak hilang akal.


Riyan semakin muak pada kelakuan Ayumi yang makin menjadi-jadi. Riyan harus mencari akal untuk menyingkirkan Ayumi dari rumahnya pada hari ini sebelum wanita ini melakukan tindakan yang lebih mengerikan.


"Mana ponsel kamu?" tanya Riyan sedikit membentak.


"Untuk apa bang? Aku tak pernah selingkuh seperti Mawar. Tak ada chatting yang mencurigakan di ponsel aku. Abang harus percaya kalau aku sangat mencintai Abang. Tidak ada lelaki lain di hatiku selain Abang." Ayumi menyembunyikan ponselnya di belakang punggung takut Riyan baca chatting dia dengan pemuda yang fitnah Mawar.


Pria itu berusaha membuka ponsel Ayumi tetapi terkunci oleh fingerprint ataupun password. Tanpa minta izin Riyan menarik jari tangan Ayumi untuk dicocokkan ke dalam ponsel. Kini Ayumi tidak mempunyai dalih untuk membela diri lagi. Semua chatting dengan pemuda itu masih ada dalam kolom chatting di wa. Tamat sudah riwayat Ayumi.


Riyan mengetik sesuatu di ponsel Ayumi lalu menyimpan ponsel wanita ini dalam saku celana. Riyan sengaja menyita ponsel Ayumi untuk dijadikan barang bukti bahwa wanita ini bersekongkol dengan laki-laki lain untuk memfitnah Mawar yang tidak bersalah.


Ayumi terhempas di lantai tak berdaya karena telah kalah dalam peperangan. Taktik Ayumi yang terlalu kotor tidak diridhoi oleh Allah maka cepat terungkap.


"Bang...lebih baik aku mati dari pada pulang kampung! Aku tak bisa menanggung malu seperti Kak Dahlia. Aku ini perempuan baik-baik dan harus menelan pil pahit. Semua ini karena Mawar. Kalau saja di dunia ini tidak ada Mawar maka akulah istrimu sekarang." lirih Ayumi lesu. Jalan terakhir adalah ancam Riyan mau mati. Mungkin dengan ini Riyan akan tersentuh dan bersedia menutup malunya.


"Kau hanya tahu rasa malu kamu. Apakah kamu tahu bagaimana keadaan Mawar di cerai suami tanpa mengetahui salahnya apa? Dan sekarang kamu merasa dizalimi?" tanya Riyan sinis tetap tak bisa maafkan Ayumi sengaja sebar fitnah untuk hancurkan rumah tangga mereka. Riyan juga bersalah terlalu keburu nafsu memberi talak pada Mawar.


"Mawar lagi...apa sih hebatnya anak setan itu? Mengapa semua orang menyayangi dia? Dia itu tak lebih dari anak sampah. Anak yang tidak diinginkan oleh ayah."


Riyan malas bicara dengan orang kurang waras. Tak ada guna berdebat dengan orang tak punya akal sehat. Yang ada Riyan makin tersulut emosi. Laki ini memilih tinggalkan ruang tamu masuk ke dalam kamar untuk hubungi pak Tuo Mawar.


Riyan harus jelaskan duduk persoalan mengapa dia ceraikan Mawar. Riyan ikut bersalah beri vonis tanpa kaji kebenaran.

__ADS_1


Ayumi masih terduduk di lantai belum mau bangkit sebelum Riyan memaafkan dia. Ayumi sudah ambil keputusan tidak akan pergi sebelum mendapatkan apa yang dia inginkan. Semua sudah kepalang basah maka biarlah tenggelam bersama-sama.


Di dalam kamar Riyan hubungi pak Tuo sekalian mau minta maaf atas kebodohannya memberi talak kepada Mawar. Riyan sadar tak ada jalan baginya mendapatkan maaf dari Mawar. Apapun terjadi seorang lelaki tetap harus hadapi kesalahan yang telah dia berbuat.


"Assalamualaikum pak Tuo..."


"Waalaikumsalam..ada apa lagi? Belum puaskah kamu menyakiti anak kami?"


Permulaan yang sangat buruk. Belum apa-apa Riyan telah mendapat sambutan yang sangat dingin dari Pak tuo. Wajar pak Tuo marah pada Riyan yang seolah permainkan lembaga pernikahan. Baru menikahi Mawar sudah memberinya talak begitu juga pada Dahlia. Sekarang Pak tuo sudah hilang rasa respect kepada Riyan.


"Pertama-tama Aku ingin minta maaf kepada Pak tua sekeluarga. Sekarang aku ingin menjelaskan mengapa aku memberi talak kepada Mawar. Ini semua ulah Ayumi yang sekarang telah ketahuan merencanakan sesuatu yang sangat jahat. Dia bersekongkol dengan seorang lelaki memfitnah Mawar bahwa Mawar telah hidup bersama dengan lelaki itu selama tinggal di Jogja. Lelaki itu menjumpai aku di bandara menceritakan bahwa dia datang dari jauh untuk menjumpai pacarnya yang telah menikah dengan aku. Ternyata ini semua ulah Ayumi dan lelaki itu memfitnah Mawar. Ayumi telah mencapai rencanakan semua ini dari awal sebelum aku menikahi Mawar."


"Astaghfirullah..lalu mengapa kamu percaya tanpa selidiki kebenaran? Apakah kamu tidak percaya pada Mawar yang sangat baik itu?"


"Itulah kebodohan aku! aku menelan mentah-mentah semua fitnahan dari Ayumi dan lelaki itu. Dan sekarang aku sangat menyesal telah berbuat bodoh menceraikan seorang perempuan baik-baik. Aku tahu tak ada kata maaf untukku. Tapi aku tetap ingin minta maaf pada pak Tuo dan ayah Hari. Hari ini juga aku akan pulangkan Ayumi ke kampung sebelum dia berbuat lebih memalukan. Soal Mawar dia baik-baik saja di rumah saudara sepupu aku. Sekarang dia telah kerja di perusahaan saudara aku. Aku minta maaf sekali lagi telah gelap mata. Padahal aku dan anak-anak sangat sayang pada Mawar. Berkat kebodohan aku sendiri aku kehilangan seorang isteri baik."


"Aku akan ceritakan hal ini pada ayah Mawar. Adikku itu sangat sedih kamu menceraikan anaknya tanpa tahu apa salahnya. Sudah kubilang padamu hidup Mawar itu tidak gampang. Selalu dibully oleh saudara tirinya dan kau juga ikutan bully dia. Kalau dia mau pulang biarkan dia pulang. Kami masih sanggup urus Mawar."


"Itu aku tak berani beri pendapat karena sekarang Mawar di bawah perlindungan saudara aku. Mereka yang jaga Mawar." Riyan buang jauh angan untuk bersatu lagi dengan wanita Soleha itu. Riyan bodoh telah lewatkan kesempatan mendapat sebutir mutiara. Sebongkah batu telah halangi jalannya mencapai kemilau cahaya mutiara.


"Apa perlu kami ke sana jemput Mawar?"


"Tidak perlu. Jika dia mau pulang aku yang akan antar dia pulang tapi aku minta maaf takkan antar Ayumi. Perbuatan pada Mawar sudah sangat keterlaluan. Gara Ayumi hidupku kacau."


"Baiklah...aku akan sampaikan semuanya pada ayah mertuamu biar dia tahu sifat jahat anaknya. Anak ibu sama saja. Sama-sama bejat."


"Aku tak berhak hakimi orang pak Tuo! Aku sendiri tak luput dari rasa bersalah telah abaikan Mawar. Aku akan jumpai Mawar minta maaf. Mau maafkan atau tidak itu hak Mawar. Aku cuma ingin mohon maaf darinya. Begitu juga keluarga di sana."


"Terserah Mawar saja! Kalau ada apa-apa tolong segera kabari kami!"


"Iya pak Tuo! Hari ini Ayumi harus pulang ke Aceh agar tidak timbul kekacauan lebih besar. Dia asyik tantang ibu aku. Bahkan memaki ibuku."


"Astaghfirullahaladzim..Ayumi...Ayumi...apa yang dia cari?" keluh Pak Tuo.

__ADS_1


__ADS_2