GANTI TIKAR (ISTERI PENGGANTI)

GANTI TIKAR (ISTERI PENGGANTI)
Sah


__ADS_3

Di pikiran Mawar bukan soal kemewahan pesta melainkan bagaimana omong pada Arsy dan Rizky kalau Mawar tak bisa tinggal di rumah mereka. Mawar yakin Joko tidak akan keberatan menerima kehadiran anak-anak Riyan kalau mereka sudah menikah kelak. tetap saja ada perbedaan antara Mak Bit dan seorang mama. Kalau bisa Mawar tak ingin mengecewakan siapapun.


"Ya sudah begitu saja kesepakatan kita mengenai rencana nikah Mawar. Mawar sudah siap lahir batin?" tanya pak Hanif melihat ada keraguan di wajah gadis itu. Pak Hanif sebagai orang tua yang telah banyak makan asam garam dunia pasti mengetahui ada sesuatu mengganjal di hati keponakannya. Cuma Pak Hanif tidak tahu apa yang tersirat di dalam hati Mawar.


"Mawar...kalau ada yang kamu sampaikan silahkan bicara! Kita semua harus terbuka demi kebaikan bersama." Pak Hanif bujuk Mawar bicara karena kenal sifat Mawar yang suka mengalah.


Mawar melayangkan pandangan ke arah Joko sebelum mengutarakan isi hatinya. Joko sudah sangat baik kepadanya maka Mawar pun tidak bisa mengabaikan kebaikan lelaki itu. Walaupun orang bilang Joko pembawaannya dingin tetapi lelaki itu hangat kepada Mawar.


"Mawar ingat pada Arsy dan Rizky." lirih Mawar jujur. Lebih baik jujur ketimbang nanti menjadi masalah.


Bu Tiara menemukan peluang lagi menyodorkan Dahlia kepada Joko kalau memang Mawar masih menimbang perasaan kedua anak Riyan. Biarlah Mawar memilih Riyan dan Dahlia diberikan kepada Joko. Itu yang ada di dalam benak pikiran Bu Tiara.


"Kenapa dengan kedua anak Riyan?" tanya Joko belum ngerti arah bicara calon isterinya.


"Arsy dan Rizky pasti akan kecewa bila aku tidak tinggal bersama mereka. Dan aku juga tak bisa meninggalkan Bivendra. Apa yang harus aku lakukan?" Mawar dilanda kebingungan kelas Wahid.


"Mawar... satu kaki tidak bisa menginjak 2 sampan. Kamu harus teguhkan hati memilih satu diantara dua. Pak tuo tahu hatimu sangat mulia tidak ingin mengecewakan siapapun. Terlepas dari masalah anak-anak tanyalah pada hati kecilmu lebih berat kepada Riyan atau kepada Joko?" nasehat pak Hanif agar Mawar melihat dengan jelas siapa yang ingin menjadi pendamping hidup wanita muda ini.


Sejujurnya Mawar lebih nyaman bersama Riyan karena lelaki itu lebih familiar namun Joko juga baik dan lebih gentle berani berbuat berani tanggung jawab.


Wajah Mawar agak memerah menahan perasaan. Pipinya bersemu merah seperti orang kena hipertensi.


Joko menanti Mawar buka mulut dengan hati kebat kebit. Joko tak rela wanita sebaik Mawar terkena musibah lagi. Joko akan menjaga Mawar dengan nyawanya sendiri.


"Begini saja! Mawar pilih saja Riyan dan Joko menikah dengan Dahlia. Bukankah tali silaturahmi tetap terjaga. Anak Joko kan bisa dititip pada Mawar kalau memang rindu pada Mawar." usul Bu Tiara bikin sebel Bu Hanif.


Bu Hanif ingin sekali sumpal mulut adik iparnya dengan taplak meja rumah Joko biar diam. Siapa ijinkan wanita itu buat keputusan sesuka hati. Dahlia apa bisa masuk ke dalam kehidupan Joko yang berpendidikan tinggi. Dahlia hanya tahu gaya andalkan uang keluarga.


"Apa Pak Joko akan ijinkan Arsy dan Rizky nginap di sini?" tanya Mawar telah tetapkan keputusan karena mengeluarkan pertanyaan demikian pada Joko.


Joko tersenyum yang konon katanya sangat mahal. Seulas senyum Joko bisa dihargai ratusan milyar.


"Ya ampun Mawar sayang! Siapa larang anak-anak datang main ke rumah. Mereka bisa datang setiap saat bahkan tinggal di sini juga tak jadi masalah. Mereka adalah anak-anak kakakmu yang juga anak-anak kamu." Joko beri jawaban menenangkan Mawar.


Joko telah berjanji di depan para orang tua pasti tidak akan diingkari. Kini Mawar semakin mantap melangkah menuju ke jalan yang telah diatur oleh Yang Maha Kuasa.


"Terima kasih pak! Aku siap dipinang." sahut Mawar mantap melegakan semua yang pro Mawar.


Bu Tiara mengutuk dalam hati Mawar merusak harapannya lagi. Ambyar sudah harapan punya menantu kaya. Untuk coba usik Riyan sudah sangat jauh karena laki itu sudah jatuhkan talak tiga pada Dahlia.


"Alhamdulillah...nak Joko silahkan lanjut atur rencana akad nikah. Setelah itu kami segera pulang ke kampung atur pesta untuk kalian." Pak Hanif tertawa lebar jadi juga jadi mertua lelaki kaya raya.


"Terima kasih...nanti kalian pulang diantar oleh pesawat pribadi saya saja." kata Joko kalem tak bermaksud sombong punya jet pribadi.


"Pesawat pribadi? Pulang dengan pesawat milik nak Joko? Ya Allah betapa kayanya kamu nak! Mengapa tidak mau ambil Dahlia sebagai isteri? Ibu bisa bangga punya mantu kaya raya." seru Bu Tiara seperti kerasukan setan duit.


"Bu.. bukankah sekarang aku ini calon mantu Ibu juga? Mawar kan anak ibu." ucap Joko disambut anggukan kepala pak Hanif dan pak Hari. Joko sangat bijak tak menjatuhkan mental Bu Tiara.


"Beda...Mawar hanya anak tiri sedangkan Dahlia yang cantik anak kandung aku. Pokoknya ibu tak mau tahu. Dahlia harus kau pinang juga." Bu Tiara mulai main kasar memaksa kehendak.

__ADS_1


Pak Hari sangat malu pada kelakuan norak isterinya. Memaksa orang menikahi putrinya. Padahal sudah berapa kali Joko menolak menikahi Dahlia.


"Bu...cukup! Dahlia tak mau menikah dengan Joko. Tak usah bikin malu keluarga." Dahlia buka suara karena teringat kata Anwar tentang sifat Joko yang dingin dan aneh. Biarlah Mawar menahan sifat dingin Joko. Mawar pasti akan menyesal menolak Riyan pilih Joko. Di mata Dahlia Riyan sepuluh kali lebih baik dari Joko.


Joko hanya menang kaya saja. Lainnya setara dengan Riyan. Dari segi postur tubuh keduanya tak jauh beda.


"Nak...Joko bisa jamin hidupmu tak bakalan kekurangan."


"Tidak ..pasti ada jodohku yang lain! Kini aku sadar tak ada guna memaksa kehendak kita. Lihat Mawar! Dia selalu sabar maka dia dapat segala kemudahan." ujar Dahlia bikin pak Hari terharu. Siapa yang cuci otak Dahlia sampai bersih begini. Ke mana Dahlia yang angkuh.


"Terima kasih Dahlia. Ayah bangga padamu! Ayah lega kamu telah dewasa. Ayah percaya kamu pasti akan dapat jodoh lebih baik."


"Amin..."


Semua lega. Hanya Bu Tiara belum terima kenyataan Joko tak mau terima Dahlia. Saat ini hanya Dahlia bisa diandalkan. Ayumi sudah basah surat tak bisa dikirim ke tempat lain lagi. Mentok pada Husien.


Sorenya Mawar meneleponi Indy beri kabar kalau dia dan Joko akan menikah. Indy mesti tahu hal ini karena selama ini Indy yang menampung Mawar. John pasti tidak senang bila Mawar menikah tanpa dapat restu darinya.


Mawar meneleponi Indy melalui aplikasi telepon gratis. Kalau harus bayar paket telpon bisa bocor kantong Mawar. Roaming keluar negeri pasti kena pulsa segunung.


"Assalamualaikum mbak! Ini Mawar..." kata Mawar begitu tersambung.


"Waalaikumsalam Mawar. Ya ampun kamu ini! Ada apa sampai terluka?"


"Ada salah paham mbak. Gimana keadaan daddy John?"


"Agak membaik tapi kayaknya kami akan menetap di sini. Dia butuh aku."


Mawar menangkap suara tawa renyah Indy. Tawa itu demikian lepas tanda bahagia. Apa gerangan yang membuat Indy merasa sangat bahagia. Karena jumpa orang dicintai?


"Daddy John tak pernah cinta pada isterinya sekarang. Mereka tak cocok dan pilih pisah. Mbak kasihan padanya maka akan rawat dia seperti dulu. Tapi mbak akan pulang kok urus bagaimana perusahaan mbak. Mungkin mbak akan jual pada Riyan."


"Oh...John gimana?"


"John? Dia kurang kerasan di sini. Dia selalu ingin pulang. Tunggu seminggu lagi kami akan balik untuk urus perpindahan ke Jerman. Dan kau sudah sehat?"


"Alhamdulillah sehat mbak! Ada yang ingin kusampaikan pada mbak!"


"Apa itu? Kok ragu ngomong?"


"Aku akan segera menikah dengan Pak Joko."


"What??? Joko? Kok terdengar asing bagi mbak? Kenapa bukan Riyan atau Bagas? Keduanya mengagumi kamu. Mbak lebih suka kamu pilih salah satu adik mbak. Bukan Joko si sombong itu."


Mawar merasa tak enak hati telah mengecewakan Indy. Mawar sendiri tidak tahu mengapa dia bisa terlibat sangat jauh dengan Joko. Joko orang asing yang baru dia kenal tidak lama tetapi menjanjikan kehangatan.


Joko tidak ragu padanya walaupun tahu status Mawar janda Riyan. Joko optimis pada Mawar tanpa tanya masa lalu gadis ini. Sedang Riyan lain. Tak hargai Mawar sedikitpun. Tanpa tanya langsung jatuhkan talak. Ini yang buat Mawar kecewa.


"Mbak...pak Riyan telah lewatkan kesempatan yang diberi oleh Allah. Seorang isteri itu titipan Allah pada seorang lelaki. Lelaki itu wajib nafkahi lahir batin serta lindungi titipan itu. Tapi pak Riyan tega jatuhkan talak tanpa bertanya apapun padaku. Aku sangat syok waktu diusir dari rumah pak Riyan. Aku tak tahu di mana salah aku. Mungkin kami memang tak berjodoh." urai Mawar panjang lebar mengapa tak mau beri kesempatan sekali lagi pada Riyan.

__ADS_1


"Mbak ngerti perasaan kamu. Mbak minta maaf untuk kesalahan Riyan. Mbak doakan semoga kamu bahagia saja ya! Apapun terjadi kamu tetap keluarga bagi mbak."


"Terima kasih...Oya... untuk sementara pak Riyan yang awasi kantor mbak."


"Mbak tahu...Riyan ada kabari mbak. Riyan juga


cerita kamu terluka oleh wanita pencemburu."


"Semua sudah berlalu. Kirim salam untuk John ya! Katakan Mawar rindu padanya."


"Akan kusampaikan. Kamu mesti jaga diri sampai hari baikmu. Sekali lagi mbak minta maaf untuk Riyan."


"Itu bukan salah mbak! Katakan saja kami memang tak berjodoh."


"Kau benar! Biarlah Riyan tahu akibat dari kebodohan mudah terpengaruh ocehan orang lain. Sekarang dia pasti akan nyesal. Ok deh! Mbak tutup dulu ya. Nanti kita ngobrol lagi. Tuh dipanggil daddy-nya John."


"Iya mbak... assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam.."


Sambungan telepon jarak jauh terhenti seketika. Tinggallah Mawar memikirkan semua omongan. Mawar tidak memikirkan kekayaan Joko melainkan kepercayaan yang diberikan oleh lelaki itu.


Andai kata Riyan seperti Joko maka semua akan berjalan mulus dan memeluk kebahagiaan. Kini Mawar tidak bisa mundur lagi dari pernikahan yang telah dijanjikan oleh Joko. Baik buruknya Joko tetap harus diterima oleh Mawar.


Dua hari kemudian akad nikah Mawar dan Joko dilaksanakan di mesjid dekat rumah Joko. Mahar yang dijanjikan oleh Joko tetap ditepati oleh lelaki itu. Acara akad nikah hanya dihadiri oleh keluarga Mawar dan beberapa tetangga.


Mawar tidak menginginkan keramaian di acara akad nikah mereka. Cukup mereka sah di mata hukum dan agama.


Mawar sangat cantik dalam balutan kebaya warna emas serta kerudung senada. Joko makin gagah dalam balutan busana jas warna hitam pekat. Joko tampak gagah perkasa ucapkan ijab Kabul dengan lantang.


Ayah Mawar langsung nikahkan Mawar sebagai wali gadis itu. Suara sah berkumandang menyambut ucapan ijab Joko.


Joko lega bukan main akhirnya berhasil persunting mami idaman Bivendra. Acara selanjutnya Joko menyematkan cincin ke jari tangan Mawar sebagai ikatan suami isteri. Mawar juga lakukan hal sama pada Joko. Mereka saling tukar cincin tanda saling mengikat cinta yang belum tumbuh. Paling akhir Joko hadiahkan kecupan di kening Mawar.


Berakhir sudah acara akad nikah Joko dan Mawar. Selanjutnya mereka langsung kembali ke rumah Joko. Rumah itu sepi tanpa ada acara apapun. Mawar memang tak mau merepotkan Joko selenggarakan pesta. Rencana pesta di kampung sudah cukup. Tak perlu menghambur-hambur biaya untuk pesta di sini.


Keluarga Mawar dijamu makanan cukup istimewa dari restoran ternama. Di rumah Joko tak ada tukang masak khusus maka tak bisa suguhkan menu lezat. Paling pesan dari restoran seperti sekarang ini.


Mawar tidak segera bergabung makan karena ingin lepaskan semua atribut pengantin yang cukup ribet. Mawar sudah biasa tampil sederhana menjadi tak nyaman kenakan busana agak ketat. Mawar merasa seperti telanjang kenakan pakaian ngepas di badan. Maka itu Mawar segera tukar pakaian.


Dahlia dan Ayumi penasaran bagaimana kamar pengantin Mawar maka ikutan masuk ke kamar baru Mawar. Ayumi sedang cari bahan untuk ejek Mawar sedangkan Dahlia sedikit tobat mulai berpikir waras.


Kamar pengantin Mawar didominasi warna putih. Tak banyak hiasan namun tunjukkan kelas barang mahal.


Tempat tidur king size berada di tengah kamar. Di samping kasur terdapat dua buah meja kecil berhias bunga mawar merah segar. Lemari delapan pintu warna putih berdiri anggun di dinding sebelah kiri sedangkan sebelah kanan dihiasi foto Mawar dan Joko.


Televisi ukuran jumbo bersandar di depan tempat tidur untuk memudahkan Mawar nonton bila bosan berada di dalam kamar.


Tidak terlalu istimewa namun Dahlia dan Ayumi tahu perabotan semua baru dan pasti mahal.

__ADS_1


Mawar biarkan kedua kakaknya pantau isi kamarnya. Mawar sendiri belum pernah masuk kamar ini. Baru hari ini dia masuk karena hari ini dia baru menjadi wanita sah bagi Joko.


__ADS_2