GANTI TIKAR (ISTERI PENGGANTI)

GANTI TIKAR (ISTERI PENGGANTI)
Malam Indah


__ADS_3

Mawar merasa segan harus mengorek kantong Joko lagi. Baru saja jadi isteri laki sudah hamburkan uang Joko. Itu bukan sifat Mawar. Mau menolak niat baik Bivendra tak tega pula.


"Sayang mami...ini sudah ada dari papi." Mawar menolak secara halus perlihatkan cincin kawin dari Joko.


"Aduh mami...yang diisi papi cuma satu. Masih ada sembilan toh!" Bivendra bersikeras memasuk cincin ke jari Mawar.


Jokowi yang melihat kejadian ini segera menghampiri kedua wanita paling berharga di dalam hidupnya.


"Ada apa ini?"


"Ini Pi...Endra mau ngasih cincin pada mami tapi mami tak mau. Endra sedih kan? Masa hanya terima hadiah dari papi." Endra merengut buang muka merasa Mawar tak sayang padanya.


Mawar menjadi tak enak hati. Baru hari pertama jadi mami sudah adu urat dengan anaknya.


"Bukan gitu sayang. Kalau mami pakai banyak cincin orang akan pikir mami banyak suami." Mawar cari alasan paling sederhana untuk hibur Bivendra.


"Mami salah...ada guru kami pakai cincin sampai empat. Apa suaminya empat? Ini satu dari papi dan satunya lagi dari Endra artinya mami ini milik papi dan Endra." kata Bivendra lantang di dengar oleh semua yang ada di toko berlian Joko.


"Oh gitu ya? Ok mami terima." Mawar tak ingin perpanjang masalah terima pemberian Bivendra. Mawar menatap Joko minta ijin biar tak dianggap gila harta.


Joko mengangguk ijinkan Mawar terima hadiah Bivendra. Joko sudah ngerti maksud Mawar menolak pemberian Bivendra. Gadis ini jaga kiri kanan agar diberi stempel sebagai wanita matre.


"Wah cocok..." teriak Bivendra riang gembira.


Bu Hanif dan Dahlia iri pada nasib Mawar punya suami tajir. Ada berapa cewek nasibnya sebagus nasib Mawar.


"Mak Tuo dan kak Dahlia silahkan pilih untuk jadi oleh-oleh. Pak Tuo juga boleh.." Joko persilahkan tamunya ikut pilih hadiah untuk jadi kenangan.


"Benarkah?" mata Bu Hanif kontan berbinar-binar memandangi lemari kaca yang penuh dengan perhiasan. Kalau boleh ingin rasanya membawa pulang semua perhiasan itu. Cuma Bu Hanif masih memiliki rasa malu sebagai mertua dari Joko.


Mawar tak tahu harus bagaimana berterima kasih kepada Joko yang telah memberi muka kepadanya. Mawar yakin Mak Tuo dan Dahlia sangat bahagia hadiah yang tak ternilai.


Kedua wanita itu sibuk memilih perhiasan. Bu Hanif pilih gelang tangan emas putih bertatah batu berlian kecil-kecil. Dahlia pilih cincin yang hampiri mirip dengan punyaan Mawar.


Untuk pak Hanif terpilih cincin emas putih bertatah batu safir warna biru terang. Sangat cocok untuk lelaki tua macam pak Hanif. Pamor pak tua itu naik berapa derajat.


Semua puas dapat jatah hadiah. Selanjutnya mereka kembali ke hotel tempat keluarga Mawar menginap. Joko menurunkan pak Hanif dan isterinya sampai depan pintu hotel lalu pamitan pulang.


Joko sebagai pengantin baru tentu tak sabar ingin berduaan dengan Mawar. Masih banyak hal yang bisa lakukan berdua. Berbincang soal ke depan dan kegiatan Mawar sebagai ibu negara di rumah Joko.


Bivendra paling bahagia sukses bawa Mawar pulang ke rumahnya. Bivendra merasa telah menang melawan anak-anak Riyan. Wajah yang dulu kuyu kini tampak segar telah punya ibu ganti.


Sementara itu Mawar masih malu pada Joko walau sah jadi isteri laki itu. Mawar tak tahu kalau Joko makin gemes dengan gaya malu-malu kucing Mawar. Kalau tidak ada anaknya ingin rasanya Joko menggigit hidung mungil Mawar. Joko sudah lupa berapa lama dia tidak pernah berhubungan dengan wanita. Rasanya sejak mengetahui istrinya berselingkuh seluruh gairah Joko padam. Joko menjadi alergi kepada wanita. Untunglah muncul Mawar memberi kehidupan baru kepada Joko dan Bivendra. Semoga kedepannya semua dilancarkan.


Ketiganya tiba di rumah mewah Joko. Mawar agak kaku masuk mengingat apa yang akan terjadi selanjutnya. Tanpa Mawar sadari badannya berubah kaku sulit digerakkan.


"Mami...malam ini mami harus tidur sama Endra. Kan Endra yang melamar mami. Jadi mami milik Endra."


Mawar merasa sedikit tertolong oleh permintaan Bivendra. Tidur dengan Bivendra berarti dia tidak usah berduaan dengan Joko. Mawar anggap Bivendra malaikat penyelamat di masa kritis.


Joko hanya bisa mengusap wajah kesal pada anaknya yang tak paham situasi. Ini malam pengantin yang dinanti oleh setiap pasangan pengantin baru. Masa malam pertama dikuasai oleh anaknya.


Joko mau protes malu pada anaknya. Nampak sekali Joko ngebet ingin habiskan malam bersama Mawar.


Mawar seratus persen dikuasai oleh Bivendra. Anak itu kurung Mawar dalam kamarnya di lantai dua. Mawar tak diijinkan turun ke bawah tanpa Bivendra.


Kesabaran Joko sedang diuji oleh anaknya sendiri. Joko tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu anaknya tidur dulu. Joko tak ingin melewati malam penuh makna ini sendirian. Sudah punya istri tentu saja harus tidur dengan istri walaupun hanya beberapa jam saja.


Joko jalan hilir mudik dalam kamar lagi memikirkan cara memancing Mawar turun ke lantai bawah. Caranya harus elegan serta masuk akal. Tak mungkin toh Joko langsung bilang ingin bermalam pengantin dengan Mawar.


Lama berpikir akhirnya Joko kirim chatting pada Mawar.


\=Sudah tidur?\=


Ting. Chatting masuk ke ponsel Mawar.

__ADS_1


\=Belum. Biven sudah tidur. Ada perlu?\=


\=Bisakah kamu turun sebentar? Aku mau bicara soal keberangkatan keluarga kamu.\= Joko bikin alasan klasik sederhana untuk pancing ikan masuk kail.


\=Bukankah sudah ditetapkan berangkat besok? Ada perubahan?\=


\=Maka itu aku mau ajak diskusi. Sekalian ingin tahu pendapat kamu tentang resepsi di kampung. Turun dulu! Endra kan sudah tidur.\=


\=Iya pak\=


Joko gemas pada Mawar yang masih panggil dia dengan sebutan pak. Apa anak ini tak bisa lebih mesra pada suami. Dia sudah cukup kaku jumpa bini juga kaku. Bisa jadi keluarga tiang bendera.


Joko bersiap menanti Mawar. Lelaki ini duduk dengan gaya bos di sofa dalam kamar. Bau badan sudah pasti wangi dan wajah bebas dari bulu kasar. Sikat gigi dengan pasta gigi mints biar nafasnya segar. Pokoknya dia harus persembahkan yang terbaik untuk Mawar sebagai majikan resmikan pabrik pencetak anak.


Joko mendengar ketukan pintu pelan dari luar. Ketukan itu halus tanda pelakunya orang tak punya tenaga.


"Masuk..!"


Mawar membuka pintu sembulkan kepala mungilnya, "Boleh masuk?"


"Masuklah!" sahut Joko datar. Padahal dalam hati bersorak riang gembira. Masih minta ijin masuk padahal ditunggu dari tadi.


Mawar masuk dengan langkah berat. Sekali masuk kamar ini copot lah gelar perawan ting-ting. Mawar bukan tak tahu dirinya terancam jadi sparing partner Joko di ranjang nanti.


"Duduklah! Kenapa tegang? Emang suamimu harimau?" Joko menepuk tempat kosong di sampingnya.


Mawar jalan kayak siput hampiri Lakinya. Pelan biar lama sampai di sisi Joko.


Untunglah Joko lelaki sabar tak memaksa Mawar harus lempar baju layani dia. Joko tetap ingin beri kenangan manis pada Mawar di malam pertama mereka.


Siput tiba juga di sisi buaya lapar. Siput masih malu-malu sembunyikan diri dalam cangkang biar tidak dilumat buaya darat.


"Kenapa? Takut diterkam?" olok Joko lihat Mawar masih panas dingin.


"Ach ngak...!" sahut Mawar sok kuat. Kedua tangan Mawar saling bertautan tanda gelisah.


"Aku takkan makan kamu! Kamu kurus tak enak dimasak!"


"Isshhh bapak.."


"Sekali lagi kamu panggil bapak aku akan cium kamu! Panggil hubby!" ancam Joko gunakan kesempatan tekan Mawar.


"Iya pak ..eee maksudku hubby!"


"Terlambat...kau sudah langgar perintah aku!" Joko mengangkat dagu Mawar hadap ke wajahnya.


Kedua pasang bola saling bertautan menyiratkan hasrat berbeda. Joko dipenuhi gairah sedang Mawar dipenuhi rasa takut.


Joko tak siakan kesempatan langsung terkam bibir Mawar yang nganggur. Joko mengajar Mawar cara berciuman baik.


Joko tenggelamkan gadis lugu seperti Mawar dalam amukan badai asmara. Satu persatu pelajaran bercinta Joko terapkan ke pikiran Mawar sampai akhirnya Joko angkat Mawar ke ranjang.


Joko telah beli durian lokal yang asli. Lama dibiarkan terduduk takutnya durian bakal busuk maka lebih baik dikupas untuk disantap.


Mawar si gadis lugu pasrah diajak Joko harungi samudera asmara. Kewajiban seorang isteri adalah layani suami. Itulah isteri calon penghuni surga.


Dengan segala tipu daya akhirnya Joko berhasil bawa Mawar ke pelukannya. Joko menjadi lelaki paling bahagia di dunia ini. Seorang duda berhasil gaet janda masih bersegel. Karunia Tuhan bayar kesedihan Joko memendam kesedihan akibat isteri berselingkuh.


"Sakit sayang?" bisik Joko setelah perang mereka berakhir seri. Sama-sama menang mendapat jatah masing-masing.


"Sedikit...aku bersihkan diri dulu ya! Takut Biven bangun nanti!" sahut Mawar tak berani menatap Joko.


"Dia jarang bangun tengah malam. Tidur saja! Besok baru mandi wajib." Joko memeluk tubuh telanjang Mawar erat tak ingin berpisah.


Joko masih sisakan rasa nikmat jadi orang pertama bagi Mawar. Joko tak tahu apa yang ada di otak Riyan ceraikan seorang wanita sebaik Mawar. Mungkin ini rezeki Joko dapat isteri Baim lahir batin.

__ADS_1


"Tapi pak.."


"Hhhmmm...mau dicium lagi?"


"Maaf...belum terbiasa sih! Aku ke kamar mandi ya! Bersihkan diri saja."


"Perlu ku gendong?"


"Ngak usah...maluin saja!"


"Pergilah! Jalan pelan saja kalau sakit!"


Mawar turun dari ranjang dengan ragu. Kalau dia turun berarti Joko dapat tontonan gratis. Mawar masih segan pertontonkan tubuhnya walaupun Joko suaminya.


Mawar mengambil bantalnya tutupi muka Joko biar tak lihat pemandangan indah dari setiap lekuk tubuh Mawar.


Joko tertawa renyah anggap sifat Mawar kekanakan. Cepat atau lambat Mawar harus terbiasa oleh kehadiran Joko. Mereka akan bersama seumur hidup. Sampai kapan Mawar akan malu.


Mawar bergegas lari ke kamar mandi sambil bawa baju tidurnya. Wanita ini hendak bersihkan daerah kewanitaan dari rasa tak nyaman setelah bercinta. Ada rasa perih namun tak jadi halangan bagi Mawar untuk bersihkan tempat intimnya.


Joko menyibak selimut cari sesuatu yang di anggap tanda kesucian seorang gadis. Ada sedikit cairan warna merah hiasi seprei tempat tidur. Seprei putih itu telah terbiasa noda yang dikatakan darah gadis perawan.


Joko tersenyum puas menutup kembali daerah sprei kena noda. Joko takut Mawar tersinggung bila tahu dia periksa seprei. Mawar akan merasa dicurigai telah berbuat nakal dengan lelaki lain.


Kalaupun Mawar tidak perawan itu sangat wajar karena Mawar berstatus janda. Di mana ada janda bersegel? Mungkin ada satu dalam seribu. Dasar nasib Joko lagi mujur dapat barang second original.


Mawar keluar dari kamar mandi dengan wajah lebih segar. Joko menepuk kasur meminta Mawar kembali ke pelukannya.


Joko membuka selimut agar Mawar masuk ke dalam. Malam indah ini harus berakhir sempurna hingga fajar menyingsing. Malam pertama malam penuh makna.


"Biven cari aku tidak?" tanya Mawar setelah berada dalam rengkuhan Joko.


"Pasti tidak. Dia selalu bangun jam enam. Kau tidurlah! Besok kita mesti antar orang tuamu ke bandara. Apa kau sudah pesan pada Mak Tuo pestanya gaya apa?"


"Di kampung tak banyak pilihan hubby! Kita ikuti saja bagaimana Mak Tuo atur. Cuma apa tidak terlalu banyak biaya untuk pesta kita?"


"Untuk isteri cantik aku itu tak seberapa. Aku mau minta kamu tetap berhijab ya! Aku tak rela laki lain pelototi tubuh indah kamu. Rambut indah kamu. Cukup semua ini milik aku?" Joko membelai rambut Mawar tanpa tertutup hijab. Hitam bergelombang serta wangi.


"Ya tetap berhijab. Mana boleh buka kerudung karena itu melanggar agama. Tak ada yang berubah hubby! Aku tetap Mawar seperti dulu."


"Terima kasih...aku beruntung dapat kamu. Sekarang tidurlah! Takut nanti torpedo nya minta meluncur lagi." gurau Joko mendapat hadiah jepitan hari mungil Mawar.


"Cabul...masih terasa sakit gimana mau dijadikan sasaran torpedo hubby?"


"Tidurlah! Untuk malam ini cukup sekian. Besok malam kita lanjutkan. Selamat tidur sayang." Joko memberikan kecupan sayang di kening Mawar. Ini sebagai penghargaan pada pengabdian Mawar sebagai isteri.


"Malam.."


Joko melingkari tubuh Mawar dengan sepasang tangan kokoh beri perlindungan yang diidamkan setiap wanita.


Pagi subuh Mawar bangun untuk mandi wajib agar bisa laksanakan sholat subuh pertama bersama Joko. Sholat ini tak boleh dilewatkan karena ini sholat pertama sejak mereka jadi suami isteri. Mawar sangat dambakan Joko jadi imam yang baik buatnya.


Mawar membangunkan Joko yang masih lelap dalam mimpi. Mawar sudah basah rambut kini tinggal Joko mandi wajib.


"Bangun hubby sayang!" Mawar bangunkan Joko dengan lembut. Suara Mawar lembut mendayu menjadi alarm alami buat Joko.


Lelaki ini menggeliat melemaskan tulang setelah lelah aktifitas semalam.


Pagi yang lain dari hari biasa. Pagi ini terasa lebih indah ada suara lembut menyapa dan pemandangan sejuk.


"Pagi sayang..."


"Ayo bangun! Sudah mau subuh."


"Tidur sebentar lagi kenapa?"

__ADS_1


"Nanti lewat waktu subuh! Ini sholat subuh kita yang pertama lho! Hubby harus jadi imam yang baik lho!"


Sebenarnya Joko masih ingin bermanja di ranjang namun kini sudah ada satpam kawal dia untuk jadi lebih baik. Joko terpaksa bangun penuhi tuntutan Mawar jadi suami baik.


__ADS_2