GANTI TIKAR (ISTERI PENGGANTI)

GANTI TIKAR (ISTERI PENGGANTI)
Anak Siapa


__ADS_3

Mawar sudah dengar sebagian percakapan Riyan dengan mamanya ikut tegang. Mau apa lagi keluarga dari ujung pulau datang ke pulau Jawa. Cerita apa lagi akan didengungkan keluarganya. Semoga saja bukan hal buruk.


"Kita harus pulang. Ayah dan ibumu sudah datang. Pak Tuo juga datang." kata Riyan buyarkan lamunan Mawar.


"Mau apa lagi mereka? Apa belum puas hancurkan hidup aku?"


Riyan kasihan sekali pada Mawar selalu jadi korban keserakahan keluarganya. Kapan mereka akan biarkan Mawar hidup tenang.


"Kita lihat apa mau mereka? Aku akan dukung kamu. Apapun keputusan kamu akan kuterima. Aku takkan biarkan mereka membuat kamu susah lagi. Cukup aku menyakiti kamu." Riyan tak malu ungkap kesalahan walaupun ada Joko di situ. Riyan cukup panik anggota keluarga Mawar hadir semua.


Joko menyimak tanpa ikut nimbrung. Dia tak tahu pangkal masalah. Ikutan bicara bukannya menyelesaikan masalah malah tambah kisruh. Joko makin tahu Riyan pernah bersalah besar pada Mawar. Pantas Mawar menghindari laki itu terusan.


"Baik pak! Kita jumpai mereka." Mawar bersikap tegar siap layani kebrutalan Ayumi dan Dahlia. Kedua kakak tirinya belum berhenti bila Mawar belum terjungkal ke jurang.


"Aku ikut..." Joko menawarkan diri bantu Mawar selesaikan masalah keluarga. Joko memang belum ngerti namun akan segera ngerti prahara dihadapi Mawar.


"Ini urusan keluarga kami. Anda tak perlu ikut campur." Riyan tak senang Joko terlalu usul masuk terlalu dalam hidup Mawar.


"Mawar adalah mami dari anakku. Aku punya hak tahu apa yang menganggu hidup mami anakku. Oya pak Anton! Aku minta maaf harus tinggalkan anda karena ada sedikit masalah keluarga."


Lelaki bernama Anton itu tidak keberatan memahami situasi. Hubungan Joko dan Mawar tentu bukan sekedar hubungan kerja. Anton menilai Joko punya perasaan lebih pada Mawar begitu juga Riyan.


"Silahkan lanjut! Aku bisa dijemput anggota di kantor."


"Terima kasih...ayok Mawar kuantar kamu!" Joko duluan bangkit dahului Riyan ajak Mawar pergi.


Mawar bukannya tak mau pergi dengan Riyan namun takut keluarga salah paham lagi hubungan dia dengan Riyan. Mereka sudah bercerai tak baik bersama lagi.


"Terima kasih pak Joko!" Mawar pilih pergi dengan Joko untuk hindari mulut tajam Bu Tiara. Wanita itu pasti akan hujat Mawar bila masih dekat dengan Riyan.


Riyan merasa dadanya kembali kena palu gede. Sekali kena hantam terasa sakit. Sakit sekali tak terlukis oleh kata-kata. Di sini Riyan telah telan kekalahan lawan Joko. Mawar terangan pilih Joko sebagai pegangan lalui kesulitan ini.


Riyan pergi sendiri sedangkan Mawar diantar oleh Joko. Kedua mobil mewah berjalan beriringan menuju ke tempat Riyan. Sepanjang jalan dada Riyan bergemuruh penuh amarah dan rasa sesal. Mengapa otaknya penuh limbah sampai tega ceraikan seorang gadis sebaik Mawar.


Di dalam mobil lain Joko dan Mawar duduk berdampingan. Rahang kokoh Joko makin keras ingat nasib wanita di sampingnya. Seorang wanita baik namun tersiakan. Dunia ini memang sangat tidak adil. Yang baik selalu dapat tekanan.


"Ada apa ini?" tiba-tiba Joko bertanya setelah mobil berjalan tinggalkan kantor Indy.


Mawar menarik nafas dalam-dalam tak enak buka cerita buruk tentang keluarganya. Tidak cerita takut Joko salah sangka terhadapnya. Mawar serba salah dalam hal ini. Ini menyangkut nama baik keluarga juga nama baik Riyan. Mawar tak tega tampilkan muka munafik keluarganya.


Joko sadar gadis di sampingnya keberatan buka cerita. Tidak semua orang bisa buka aib orang seenak dengkul.


"Kalau tak mau cerita ya sudah! Aku tahu pasti bukan kisah menarik." kata Joko dingin.


Mawar melirik wajah laki ini sekilas lalu menunduk. Mawar menimbang mau cerita atau simpan dalam hati. Gadis ini meremas kedua tangan memainkan jari-jari seperti orang bingung.


Joko kasihan juga pada gadis ini. Joko sudah duga gadis ini dapat tekanan cukup berat dari keluarga.


"Riyan itu mantan suami aku!"

__ADS_1


"Aku tahu...dia mantan suami sinting. Lalu kau akan beri dia kesempatan lagi?"


"Aku tak tahu. Kedua orang tuaku datang pasti masalah kedua kakak tiri aku. Mereka tak bosan ganggu hidup aku. Dari kecil mereka rongrong hidup aku sampai hari ini. Aku sudah ngalah biarkan mereka memang. Tapi masih juga cari masalah." Mawar berkata agak emosi sehingga unek-unek di hati mengalir begitu saja.


"Jadi ibumu sekarang ibu tiri?"


"Iya...ibuku lama tak bisa punya anak maka ayah nikahi ibu sekarang. Siapa sangka setelah menikahi ibu tiri aku beberapa tahun kemudian ibuku hamil. Lahirlah aku namun sayang ibuku meninggal duluan. Aku diabaikan oleh keluarga sampai diadopsi oleh pak Tuo aku yaitu pak Hanif. Pak Hanif itu abangnya ayah. Beliau dan isterinya sayang padaku seperti sayang pada anaknya. Tidak bedakan aku."


Joko manggut-manggut mulai paham sedikit tentang kehidupan Mawar. Gadis secantik ini hidupnya tidak secantik wajahnya.


"Kau tidak kepingin berubah nasib?"


"Pingin maka aku tak mau pulang kampung lagi. Aku dihujat karena dicerai Riyan dua Minggu setelah menikah. Orang tak lihat apa yang terjadi, mereka hanya pandai bergunjing keburukan aku!"


"Itu bukan merubah nasib tapi lari dari kenyataan. Kamu harus lawan cari keadilan untuk diri sendiri. Aku akan dukung kamu law an mulut kejam keluarga kamu. Ikuti semua omongan aku!"


Mawar kaget Joko mau lakukan apa untuk bungkam mulut pak Hari dan isterinya. Mawar takut Joko berbuat ekstrim bikin sensasi baru. Apa belum cukup memalukan dicerai dua Minggu menikah. Bahkan belum sempat lakukan malam pertama.


"Bapak mau apa?" cetus Mawar waspada. Takutnya bukan selesaikan masalah malah tambah keruwetan pada Mawar.


"Ngak apa.. mami Bivendra. Tenang saja!" sahut Joko tersenyum tipis. Mawar pangling baru kali ini lihat laki ini tersenyum. Bisa juga laki ini tersenyum. Pikir dalam dunia Joko tak ada senyum dan tawa. Hanya ada wajah kaku kayak waja.


Riyan duluan tiba karena dia kenal lokasi rumahnya. Joko hanya ngekor dari belakang cari tahu rumah Riyan. Kalau Joko mau lacak tidak susah karena dia punya koneksi sangat luas. Tapi untuk kali ini dia ikut saja karena sudah ada pemandu jalan.


Kedua mobil berhenti di depan rumah yang mewah walaupun tidak sebesar rumah Joko. Rumah Joko sudah terlalu besar dianggap sebagai rumah keluarga. Kalau di kampung bisa dihuni oleh beberapa kepala keluarga.


Mawar menatap rumah mewah itu dengan hati gundah karena dari situ berawal pengalaman buruknya. Ini untuk ketiga kali dia datang ke rumah Riyan. Pertama sewaktu datang dari kampung dan kedua waktu menjenguk Arsy.


Joko dapat merasakan betapa Mawar enggan masuk ke rumah itu karena gadis ini tidak bergeming dari mobil.


"Kita turun? Riyan sudah masuk rumah." Joko menunjuk Riyan yang duluan masuk ke dalam rumah.


Mawar mengarahkan mata ke rumah itu dengan hati deg-degan. Pengalaman buruk apa lagi sedang menantinya.


Joko merasa Mawar perlu dukungan untuk hadapi realita. Tak ada guna terusan menghindar tanpa ada penyelesaian.


"Aku bersamamu! Kita hadapi bersama."


Mawar tak ingin percaya janji Joko. Takutnya nanti dia terjebak kondisi makin rumit. Dia manusia biasa punya amarah dan emosi. Pasti ada batas tertentu.


"Iya pak!" Mawar buka safe belt bersiap buka pintu menyongsong masalah.


Joko juga lakukan hal sama keluar dari mobil. Mawar dari sebelah kiri sedang Joko dari sebelah kanan. Keduanya bersatu berjalan iringan masuk ke rumah Riyan. Jika Mawar tidak keberatan Joko mau gandeng tangan kecil Mawar. Cuma nyali Joko belum sampai di situ.


Bisa masuk barengan sudah merupakan tanggapan positif Mawar. Keduanya masuk ke pintu yang sudah terbuka lebar untuk mereka.


"Assalamualaikum..." sapa Mawar walau belum jumpa orang di dalam. Mawar mengantar suara agar tahu dia telah datang.


"Waalaikumsalam..." terdengar sahutan berbagai nada beda.

__ADS_1


Mawar dan Joko masuk ke ruang tamu barengan. Semua mata mengarah pada pasangan ini dengan tatapan mata berbeda. Tatapan itu lebih banyak mengarah pada Joko yang kharismanya memukau semua orang. Sudah ganteng mewakili pria impian semua orang.


Mawar bergerak menyalami Pak Hanif dan isterinya baru ke pak Hari dan Bu Tiara. Pada kedua kakaknya Mawar hanya lewati tanpa ingin ramah tamah. Kedua orang itu sudah hancurkan hidupnya untuk apa didekati.


"Yo... sudah ada pengganti!" ejek Ayumi anggap Mawar murahan. Baru saja dicerai sudah ada laki lain berada di samping.


"Betul...betapa murahnya harga kamu. Pantas dicerai tanpa pembagian harta gono gini." sambung Dahlia melirik Joko. Dahlia. tentu saja berharap Joko pandang rendah pada Mawar. Dahlia tertarik pada Joko yang segalanya melebihi Riyan.


Kalau Joko lepaskan Mawar artinya dia punya kesempatan merayu Joko. Untuk kembali pada Riyan sudah tak mungkin karena Riyan jatuhkan talak tiga.


"Jaga mulutmu Dahlia! Ini rumahku dan Mawar adalah tamuku jadi bersikap sopan sedikit." ujar Riyan gerah kedua kakak beradik itu langsung serang Mawar begitu jumpa. Riyan sudah tahu akal kedua wanita itu jadi tak percaya lagi apapun kata mereka. Mawar sudah tunjukkan kualitas gadis mulia.


"Aduh bang Riyan...apa tidak lihat gimana genitnya Mawar rayu lelaki lain." kata Ayumi manja seolah dia adalah wanita paling suci.


"Diam... setiap kalimat yang keluar dari mulutmu penuh kebohongan." Potong Riyan tajam bungkam Ayumi agar tidak permalukan Mawar lagi.


"Nak Riyan...apa maksudmu hina Ayumi?" Bu Tiara berdiri bela anaknya. Bu Tiara adalah seorang ibu yang melindungi anak sendiri. Kata-kata Riyan mengucilkan Ayumi.


"Kenapa tidak tanya anak ibu apa yang sudah dia lakukan padaku dan Mawar?" bentak Riyan tak jaga image Ayumi lagi.


Joko menarik tangan Mawar cari tempat duduk untuk lihat sinetron live yang sedang shooting detik ini. Joko tertarik pada ocehan Riyan. Laki itu tak segan lawan mertua demi Mawar. Artinya Riyan memang sayang pada Mawar. Cuma lagi apes kena hasutan orang sirik.


"Ayumi...ada apa ini?" tanya Bu Tiara


"Tak ada apa Bu! Cuma salah paham. Bukankah kita datang untuk sambung tali silaturahmi." sahut Ayumi mulus lupa apa yang sudah dia lakukan pada Riyan dan Mawar.


"Salah paham? Kau bayar orang fitnah Mawar membuat aku gelap mata ceraikan Mawar. Ini semua kelicikan Ayumi. Aku termakan fitnah Ayumi. Ini adalah kesalahanku yang terbesar. Jadi maafkan aku bila keras karena aku muak pada kelicikan Ayumi." kata Riyan keras.


Kedua orang tua Ayumi kaget karena tak tahu ada kejadian ini. Mereka hanya tahu ntah kenapa Riyan ceraikan Mawar secara mendadak.


Pak Hanif yang sudah tahu cerita ini hanya bisa menghela nafas. Nyali Ayumi patut diberi piala Oscar sebagai artis terbaik berakting. Sudah timbulkan masalah segitu besar masih santai datang ke tempat orang bikin masalah baru.


"Ayumi...benarkah cerita Riyan?" tanya Pak Hari agak gemetar. Pak tua ini malu bukan main atas kelakuan anaknya.


"Begini...aku hanya bercanda minta tolong pada Husin bilang dia dan Mawar hidup bersama di Jogja. Bang Riyan percaya. Apa aku salah? Ini salah bang Riyan. Ini karena bang Riyan memang tak suka pada Mawar maka tak percaya. Aku lebih cocok buat bang Riyan." kata Ayumi pongah anggap dia datang bawa backing untuk jadikan dia sebagai ratu dari rumah ini.


"Canda? Kau anggap ini permainan? Gara kamu aku kehilangan orang sebaik Mawar. Aku harap kau jangan muncul lagi di hadapan aku. Kau sudah hancurkan impian keluarga aku. Impian anak-anak aku. Mereka ingin Mawar sebagai mama mereka bukan kalian yang tak punya hati." Riyan umbar kekesalan yang sudah lama tersimpan dalam dada. Sekarang waktu tepat tumpahkan rasa kesal itu. Riyan mau semua orang tahu dia benci pada Dahlia dan Ayumi.


Semua terdiam dengar amarah Riyan. Kalau yang dikatakan Riyan benar artinya Ayumi sudah lakukan kesalahan sangat fatal. Herannya wanita itu tidak merasa bersalah sedikitpun. Masih punya semangat hujat Mawar dengan Joko.


"Kau bilang apapun tak ada guna! Sekarang kau harus tanggung jawab terhadap kehamilan Ayumi. Kamu datang tuntut kamu nikahi Ayumi. Dia sudah hamil." bentak Bu Tiara garang.


Riyan dan Bu Alya tersentak kaget dengar Ayumi hamil. Wanita itu hamil anak siapa? Mengapa minta tanggung jawab Riyan.


Mawar tak kalah kaget tahu Ayumi hamil. Minta tanggung jawab Riyan artinya itu anak Riyan. Betapa munafik Riyan. Mengejarnya tapi hamili wanita lain. Mawar ingin sekali tampar wajah ganteng itu.


"Hamil? Apa urusan dengan aku? Aku sentuh bajunya saja tak pernah. Dari mana dapat bibit aku? Jangan buat lelucon lagi di sini! Cari orang yang bertanggung jawab atas kehamilan Ayumi." Riyan tidak gentar karena merasa tidak pernah sentuh Ayumi.


"Tapi Ayumi hamil setelah pulang dari sini. Kau mau mengelak?"

__ADS_1


"Mengelak apa? Aku tak pernah sentuh Ayumi. Kenapa tidak tanya siapa ayah bayi itu? Ayumi punya mulut bisa buka fakta!"


Keadaan jadi tegang berhubung Riyan menolak nikahi Ayumi.


__ADS_2