GANTI TIKAR (ISTERI PENGGANTI)

GANTI TIKAR (ISTERI PENGGANTI)
Karangan Cerita Baru


__ADS_3

Riyan terpana tak sangka Mawar tak bersedia ikut dengannya ke kota. Riyan bukan tak percaya pada Mawar tapi justru takut isterinya itu mendapat masalah dari keluarga pak Hari yang pasti dendam pada Mawar.


"Lalu kapan kau akan datang? Abang balik sini jemput kamu?"


"Tak usah dijemput. Mawar bisa sendiri ke kota Abang. Mawar mau selesaikan tugas terakhir ini sebelum mengundurkan diri sebagai pendidik."


Riyan tak bisa melarang Mawar laksanakan tugas sebagai pengajar. Itu pekerjaan yang sangat mulia. Seorang guru sering juga disebut pahlawan tanpa tanda jasa. Harusnya Riyan bangga mempunyai istri yang sangat baik dan bertanggung jawab terhadap anak-anak. Tetapi Ryan juga tak ingin meninggalkan Mawar bersama keluarga yang selalu punya trik jahat. Sementara itu kedua anaknya harus segera kembali ke sekolah. Hal ini membuat Rian menjadi dilema.


"Abang kuatir Dahlia dan ibunya akan menyusahkan kamu. Ada abang saja mereka berani perlakukan kamu seenaknya. Gimana kalau Abang pergi?"


Mawar tersenyum pahit tak heran lagi dengan kelakuan Dahlia. Wanita itu selalu ingin jatuhkan Mawar. Apalagi Dahlia sangat inginkan Riyan jadi suami. Segala trik kotor jadi halal buat Dahlia dan ibunya. Belum lagi Ayumi yang masih tiarap menunggu moments tepat untuk bangkit.


"Mawar akan minta perlindungan pak Tuo. Jika perlu Mawar pindah tinggal bersama pak Tuo biar mereka tidak mainkan trik jahat."


Riyan pikir rencana Mawar pindah ke rumah pak Tuo adalah hal tepat sambil tunggu anak murid siap ujian naik kelas. Riyan tak punya pilihan lain selain ikuti permintaan Mawar. Mereka sudah jadi suami isteri, Mawar tak mungkin lari jauh lagi. Status Mawar sah isteri Riyan.


"Malam ini Abang tidur di sini kan?" Riyan mulai lancarkan aksi merayu agar dapat jatah malam pengantin.


Mawar tersipu malu tidak berani menjawab. Riyan anggap itu tanda setuju. Wanita kan selalu diam untuk nyatanya sesuatu yang malu untuk dijawab.


Riyan bergeser merapat pada Mawar untuk mengendus bau tubuh dara Baroe miliknya. Mawar panas dingin tatkala tubuh Riyan merapat ke tubuhnya. Gadis ini malu bukan main walau Riyan sudah sah suaminya. Ini pertama kali Mawar intim dengan seorang lelaki. Sebelumnya Mawar pernah jatuh ke pelukan lelaki ini. Waktu itu mereka belum sah sebagai suami isteri. Sekarang sudah halal tetap saja Mawar ketakutan sampai kaki tangan dingin.


Dari samping Riyan bisa melihat keringat dingin menempel di kening gadis cantik ini. Riyan bukannya kasihan malah menikmati pemandangan langka ini. Di jaman gini masih ada cewek ketakutan dekatan dengan suami. Dulu Yenni yang lembut tidak begitu. Yenni malah lebih agresif dari Riyan lalui malam pengantin mereka.


Yang ini parah habis. Belum diapain sudah seperti hendak dihukum pancung. Gimanalah kalau Riyan buka seluruh pakaian. Mungkin Mawar langsung pingsan.


Riyan mulai dari yang paling sederhana meraih tangan Mawar ke dalam genggaman. Tangan itu dingin seperti baru dimasukkan dalam freezer. Dingin membeku.


"Kenapa takut padaku?" bisik Riyan berusaha romantis. Ini pemanasan sebelum menuju ke ritual lebih intim.


Mawar coba atur nafas biar tidak tampak bodoh di hadapan Riyan. Padahal jantung berlari secepat kereta api cepat dengan speed kecepatan habis gas.


"Siapa takut? Mawar hanya agak panas."


"Panas...ayok kita mandi!" ajak Riyan ikuti kekonyolan Mawar. Gadis muda itu sudah hilang akal gimana hindari keintiman dengan Riyan. Sumpah mampus Mawar merasa mual pingin muntah diperlakukan mesra oleh Riyan.


"Mawar masuk ke dalam dulu ya!" Mawar angkat kaki dari hadapan Riyan sebelum terjadi sesuatu di siang bolong.


Riyan sudah lama menduda. Hasrat untuk akhiri puasa panjang menggebu dalam dada. Dia tunggu apalagi sudah memiliki isteri halal. Sayang kalau dilewatkan. Tapi Riyan tak tahu Mawar serasa mau pingsan berdekatan dengan lelaki yang sudah sandang gelar suaminya. Mawar belum terbiasa munculnya seorang lelaki dalam hidupnya secara mendadak. Dia tahu Riyan tapi belum mengenal Riyan seutuhnya. Dia hanya dengar cerita dari kakaknya tentang kebaikan Riyan. Riyan cocok dengan Yenni belum tentu cocok dengan dirinya.


Riyan menyusul Mawar ke belakang cari tahu isterinya sedang apa. Nyatanya Mawar hanya duduk di dapur tanpa lakukan apapun. Gadis itu termenung seperti sedang menenangkan diri dari sesuatu menakutkan. Riyan anggap itu reaksi wajar dari gadis muda.


"Suka bertapa cari wangsit?" tegur Riyan membuat Mawar nyaris terloncat.

__ADS_1


"Bang Riyan...bikin kaget saja! Ngapain main ke dapur?"


"Cari isteri abang yang kabur! Ayo sini! Ini suami kamu!" Riyan merentangkan tangan minta Mawar berlabuh ke pelukan.


Mawar tersipu malu membuat semburat pink di pipi. Riyan makin gemas ingin gigit hidung kecil itu untuk lampiaskan rasa gregetan di dada.


Mawar tak bergeming menunduk ke bawah sembunyikan rona merah di wajah. Riyan bergerak maju hampiri Mawar. Menunggu gadis itu duluan bergerak sama saja menunggu bintang jatuh.


Riyan meraih tubuh isterinya ke pelukan seraya mengecup ubun kepala gadis ini. Riyan merasa reaksi gemetaran tubuh Mawar dalam rengkuhan.


"Cepat atau lambat kau akan hadapi hari ini. Jangan takut! Abang ini bukan harimau pemangsa manusia. Sayang kalau dimangsa kan lebih baik dibelai." bisik Riyan kembali merayu Mawar.


Riyan mengangkat dagu Mawar menghadap ke wajahnya. Kini Riyan. melihat lebih jelas gadis yang baru dia nikahi. Muda dan cantik. Dalam bola mata Mawar tersimpan telaga bening buat orang ingin berenang dalam danau bening itu.


Perlahan Riyan menurunkan bibir ber adu dengan bibir yang sudah tak berdaya. Sebagai pemain kawakan tidak susah taklukkan gadis muda tanpa pengalaman bercinta ini.


Pertama Mawar pasif tak tahu harus bagaimana membalas ciuman Riyan. Gadis ini hanya bisa membeku terima semua sentuhan Riyan.


Riyan memaksa Mawar membuka mulut untuk bertukar air liur. Lidah Riyan bergerilya dalam rongga mulut Mawar buat gadis ini mengerang merasakan sensasi baru dalam hidupnya.


Cukup lama Riyan salurkan gairah yang memuncak. Ingin sekali Riyan bopong Mawar ke dalam kamar untuk belah duren. Tapi tak mungkin bercinta di siang bolong tanpa keromantisan. Bercinta di malam pertama hendaknya syahdu penuh kenangan. Riyan harus bersabar sampai malam tiba.


Akhirnya Riyan melepaskan Mawar sambil mengusap bibir yang agak merah itu. Bibir lembut seperti permen jelly manis.


"Kau cantik dan manis! Semua ini milik Abang kan?"


Mawar mengangguk. Riyan kembali mengusap kepala Mawar penuh rasa sayang. Riyan belum berani katakan cinta karena hatinya masih teringat pada Yenni. Yenni adalah cinta pertama Riyan. Tak mudah dilupakan begitu saja.


Riyan sudah sayang pada Mawar mungkin itu sudah cukup untuk bangun mahligai rumah tangga sakinah.


"Abang ke tempat pak Tuo dulu untuk bersiap bereskan pakaian. Besok Abang berangkat dengan pesawat sampai ke Medan. Dari Medan abang langsung terbang ke Jakarta. Abang ingin menunda tapi anak-anak harus sekolah. Kau kan tahu pesawat sini bukan ada setiap hari. Seminggu baru ada sekali. Abang sangat berharap kau mau ikut."


"Mawar ingin ikut tapi izinkan Mawar selesaikan tugas terakhir. Ini sudah jadi tanggung jawab Mawar. Tidak lama kok. Dua Minggu Mawar sudah berada di sisi Abang." Mawar berjanji dengan suara pelan seperti biasa.


"Abang akan tunggu kamu." Riyan menyerah mengingat Mawar hanya ingin tinggalkan nama baik sebelum pergi dari sekolah.


"Terima kasih bang! Mawar akan jaga amanah Abang sebagai isteri."


"Abang percaya. Sekarang Abang tinggal sebentar dulu. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Mata Mawar mengiringi bayangan suaminya meninggalkan dapur menuju ke rumah pak Hanif. Seluruh bekal Riyan masih di rumah pak Hanif. Dia harus bereskan semua koper untuk pulang ke rutinitas sebagai pemimpin perusahaan. Anak-anak harus masuk sekolah karena liburan telah berakhir.

__ADS_1


Malamnya Riyan tak sabar menunggu kedua anaknya tidur. Waktunya Riyan dan Mawar saling memberi dan menerima telah tiba. Arsy dan Rizky ngotot mau tidur dengan Mawar mama baru mereka. Mawar tentu saja tidak tolak anak-anak sambungnya ingin dekat dengannya. Mawar lebih mementingkan anak-anak ketimbang Riyan. Mawar ingin menikah dengan Riyan karena amanah Yenni. Ada satu rahasia masih disimpan oleh Mawar. Mawar masih simpan rahasia ini demi menjaga keutuhan keluarga. Mawar belum ingin bongkar rahasia ini karena belum urgen. Biarlah semua ini tetap jadi rahasia.


Riyan nelangsa sendiri dapat halangan dari anak sendiri. Rencana belah duren jadi berantakan. Riyan malah terpaksa tidur di lantai dingin beralas kasur tipis sementara kedua anaknya dan Mawar tidur di atas kasur.


Riyan melihat Arsy memeluk Mawar erat-erat seolah Mawar itu adalah mamanya yang hilang. Kini mama dia telah kembali ke pelukan. Riyan tak tega merusak impian Arsy tidur dengan mama barunya. Riyan mesti bersabar sampai Mawar benar-benar menyelesaikan tugas sebagai pengabdi pada murid.


Malam berlalu tanpa malam pengantin. Pagi sekali Mawar bangun sediakan sarapan untuk suami dan anak-anak. Ini debut pertama Mawar melayani keluarga seutuhnya. Mawar lakukan yang terbaik memberi kesan baik pada Riyan dan anak-anak.


Sayang sekali Mawar tak bisa antar Riyan ke bandara karena terhalang oleh tugas. Akhirnya Riyan hanya diantar oleh Pak Hari dan Pak Hanif. Untuk saat ini Ayumi dan Dahlia tidak berulah membuat skandal baru. Ntah sudah menyerah atau sedang susun rencana baru. Hanya Tuhan yang tahu apa yang diinginkan oleh dia wanita mengerikan itu.


Pesawat dari Kota Medan mendarat sekitar pukul sepuluh pagi. Sambil menunggu tiket dan menimbang koper Riyan ajak kedua anaknya duduk melihat pemandangan sekitar bandara yang asri.


Pepohonan hiasi sekeliling bandara bikin suasana jadi adem. Kalau bandara di kota besar hanya ada bangunan dan hanggar pesawat. Tak ada tanaman penyejuk mata.


Pak Hari dan pak Hanif pamitan setelah yakin Riyan dan kedua anaknya telah siap berangkat menemui rutinitas kota lagi.


Riyan dan beberapa penumpang lain duduk di ruang tunggu menanti petugas menyelesaikan administrasi dengan pilot yang. Bandara kecil segala sesuatu menjadi tanggung jawab pilot yang bawa pesawat.


"Mau ke kota Medan pak?" seorang pemuda menyapa Riyan dengan ramahnya. Pemuda ini tampaknya juga penumpang yang ingin tinggalkan kota kecil ini.


"Eh iya...mau balik ke Jakarta. Adik ini mau ke mana?"


Pemuda itu tersenyum. Senyum yang sangat pahit. Riyan turut rasakan kalau pemuda ini ada masalah pelik tapi tak berani tanya karena itu bukan urusannya.


"Aku datang jumpa pacar aku tapi dia sudah menikah dengan laki lain."


Riyan kasihan juga pada pemuda ini. Datang jauh-jauh jumpa pacar tapi keburu dipinang laki lain. Ini merupakan kisah sedih melukai perasaan seorang lelaki.


"Apa dia tidak bilang mau menikah?"


"Tidak...kami sempat jumpa tapi dia tak omong apapun. Hubungan kami sudah sangat jauh. Kami tinggal serumah waktu kuliah di Jogja. Ya aku sih mau tanggung jawab telah berhubungan intim tapi dia pilih orang kaya. Aku ini kan hanya pegawai miskin. Aku cuma bisa doakan semoga dia bahagia."


Hati Riyan tercelos begitu dengar laki ini juga alumni dari universitas Jogja. Apa di dunia ini ada hal sangat kebetulan? Pikiran Riyan melayang pada Mawar. Mungkinkah Mawar gadis yang dimaksud anak muda ini.


"Mungkin dia bukan jodohmu. Tapi seingat aku gadis Aceh tidak mudah menyerah pada lelaki. Ini kok bisa tinggal serumah?"


"Tapi begitulah adanya! Nama pacar aku itu Mawar. Orangnya lembut dan baik. Sekarang dia jadi guru." kata laki itu mulus seakan Mawar itu memang belahan jiwanya.


Riyan ingin sekali memukul mulut laki itu telah katakan yang bukan-bukan tentang Mawar. Tapi apa salah laki ini? Dia hanya bercerita tentang pacarnya yang membelot darinya demi menikah dengan lelaki kaya. Dan lagi anak muda ini juga tak kenal Riyan. Dia juga tak tahu Mawar menikah dengan Riyan.


Riyan sangat marah pada Mawar yang sok lugu padahal seorang perempuan murahan. Bergaya belum pengalaman dalam bercinta padahal telah hidup kumpul kebo dengan laki lain. Riyan memaki Mawar dalam hati. Laki ini berjanji takkan maafkan Mawar bila datang ke rumahnya kelak.


Perempuan tak kenal malu tidak berhak mengurus anak-anaknya. Riyan mendadak jijik pada Mawar. Dahlia mungkin lebih baik walau juga murahan. Namun Dahlia tidak munafik sok alim. Yang satu ini casing alim isi dalam bejat.

__ADS_1


Riyan tak menjawab perkataan anak muda itu lagi. Riyan sibuk dalam amarah sendiri tak henti memaki Mawar. Mawar tunggu saja tanggal main. Riyan bersumpah akan bikin hidup Mawar seperti dalam neraka karena berani bohongi dia. Rasa sayang yang baru tumbuh kontan sirna diganti rasa benci mendalam.


__ADS_2