Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku

Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku
Bab 10 Diruang kelas


__ADS_3

Larissa mengambil handphone untuk menunjukan vidio dan foto tersebut.


"Astaga, Inikan korban aku".Adit mulai mengerutkan kedua alisnya.


"Maksudnya Adit?" Rika tambah tidak paham dengan ekspresi wajah bingung.


"Nantilah pas kita sampai kantin aku jelaskan". Sahut Adit


Adit mulai menegur Dita .


"Dita kalau baca buku jangan kebalik". Ucap Adit


Dita menghiraukan ucapan Adit. Tiba-tiba Adit mengambil headset sebelah kiri Dita


dari telinganya. Mulut Adit berbisik .


"Dita kalau baca buku jangan kebalik. Kamu bisa lihat tidak". Ucap Adit dengan lembut.


Seketika pipi Dita memerah karena sepagi ini akan perilaku adit. Diva, Rika,dan Larissa pun mentertawakan mereka berdua.


"Hahahaha" . Suara gelagat ketawa bersama terdengar.


Dita sedang menahan malu. Dita mulai mencabut headset sebelah kanannya dari telinga.


"Aku gak baca buku. Hanya melihat gambaran bukunya saja dilihat-lihat. Gambar buku kebalik bagus juga.


"Hahaha ". Ucap Dita tertawa sendirian.


Diva Dita Larissa dan Rika bingung dengan perilaku Dita sepagi ini.


" Ini anak Kesamben apa ya. Dibilangin malah ngeyel". Ucap Rika.


Rika mulai duduk dengan Larissa. Adit duduk dengan Dita dan Diva duduk dengan cewek anak baru bernama Anita.


Kamipun sedang menunggu guru yang akan memasuki ruang kelas kami.


"Dita kamu kenapa kok pagi-pagi ngambek" . Adit mulai membuka pembicaraan dengan Dita. Dita mulai menatap wajah Adit. Dipandangnya Dita, Adit adalah bak seorang pangeran untuk Dita. Dita telah lama jatuh hati dengan Adit.


"Kamu ada masalah dengan keluarga yah Dita? " Tanya Adit.


Adit tahu jika Dita adalah keluarga broken home. Ibu dan ayah Dita baru berpisah. Adit pikir moodnya Dita lagi turun naik. Karena kewarasan mental yang menghantam musibah ini.


Dita mulai tersenyum tiba- tiba tangan Adit menyentuh dahi Dita. Dita semakin salah tingkah dengan perilaku Adit. Jantung Dita semakin kencang.


" Kamu juga gak panas nih ku pikir kamu lagi sakit Dita". Ucap Adit.


Setelah memeriksa Dita. Dita mulai menepis tangan Adit.Tidak apa-apa aku baik baik saja.


ucap Dita.Tak terasa pak guru mulai memasuki kelas dan pembelajaran pun akan segera dimulai.


" Selamat pagi anak-anak". Ucap pak Guru.


"Selamat pagi pak" . Sahut siswa siswi dikelas.

__ADS_1


"Baiklah sebelum memulai pembelajaran . Mari kita berdoa masing-masing. Berdoa dimulai". Ucap pak Guru


Tak perlu menunggu waktu lama Berdoa telah selesai. Mari kita buka buku pembelajaran dihalaman tujuh belas. Kita akan mempelajari hal ini bersama sama. Tak terasa seratus dua puluh menit telah berlalu dalam pembelajaran bapak Guru. Bel istirahat pun mulai berbunyi.


Teng,,, Teng,,,, Teng.


Siswa-siswi mulai beristirahat Adit mengajak Dita,Diva, Larissa, dan Rika untuk pergi ke kantin. Di kantin Adit akan menceritakan semuanya. merekapun tidak sabar untuk mendengar cerita Adit.


Adit, Diva Rika, Larissa,dan Dita mulai melangkahkan kaki meninggalkan ruangan kelas. Mereka menuju kantin sekolah. Di kantin mereka mulai memesan makanan. Seperti biasa Larissa memesan es jeruk segar kesukaannya. Begitupun dengan Diva dan Adit juga memesan demikian. Rika dan Dita memesan es susu coklat tanpa gula.


Tidak lupa menu bakso adalah menu andalan dari perjalanan mereka menuju kantin.


"Jadi gimana nih ceritanya aku mau dengar dong". Ucap Rika memulai pembicaraan.


" Iya gimana nih " Ucap Diva dan Larissa dengan penuh semangat untuk mendengar cerita Adit.


Dita hanya berdiam diri. Menunggu penjelasan Adit. Dari dalam kelas hingga akhirnya sampai ke kantin Dita hanya diam dan lesu seakan hidup tidak bersemangat.


"Jadi gini kejadiannya. Waktu kita pulang dari traveling. Terakhir aku mengantar Diva. Nah setelah dari sana. Tiba-tiba telepon ku berbunyi. Aku mulai mencari sumber suara itu ku jangkauan handphone itu ke sana kemari hingga akhirnya aku menemukan Handphone. Tanpa aku sadari dari arah depan aku telah menabrak seorang wanita.


"Hah wanita. Terus terus....". Ucap Rika.


" Tunggu dulu donk jangan dipotong pembicaraan aku" . Ucap Adit.


"Oh maaf Adit aku kaget aja. Soalnya aku pikir kamu sudah bisa banget nyetir". Ucap Rika.


"Mau bisa banget nyetir. Kalo namanya musibah kan siapa yang tahu". Sahut Adit.


"Oke deh lanjut lanjut lagi cerita". Ucap Rika.


"Terus nenek kamu tahu gak?". Tanya Diva


"Awalnya sih ku pikir tidak tahu. Tapi, nenek mencari informasi keberadaan aku dengan orang suruhannya. Jadi nenek sudah tahu hal ini semuanya. Sahut Adit.


"Nenek kamu marah gak Adit?". Tanya Larissa.


"Enggak juga sih cuman aku lagi memikirkan ini cewek harus gimana". Jawab Adit.


"Kamu gak tahu dia siapa Adit?. Tanya Larissa.


"Tau sih namanya cuman dia dari desa jadi agak agak kampungan sedikit. Jawab Larissa.


"Oh begitu. Wah bisa dong kami menjenguk dia di rumah nenek" .Ajak Rika.


"Wah ide yang bagus tuh sekalian kami mau kenalan dan siapa tahu kami bisa bantu" Ucap Diva dengan setuju .


"Jadi yang kamu ajak di rumah sakit itu korban kamu Adit?. Bukan adik kamu? Dita mulai mau berbicara. Dalam hatinya khawatir.


"Iya itu korban aku". Sahut Adit.


" Cantik gak Adit? Tanya Diva jiwa lelakinya mulai bergemuruh.


"Banget cantik sekali". Jawab Adit

__ADS_1


Muka Dita mulai cemberut lagi mendengar Adit berbicara. Karena Dita takut kalah saing.


Dering,,,, Dering,,,, Dering.


Suara telepon Adit berbunyi. Adit mulai melihat layar telepon mau mengangkatnya.


"Hello selamat siang " Ucap Adit


"Selamat siang tuan" Jawab Logam


"Bagaimana tugas yang telah saya berikan ada kabar terbaru?" Jawab Adit


" Ada tuan. Saya telah menemukan informasi mengenai korban tuan. untuk orang yang dimaksud dalam alamat sudah saya temukan juga dengan kinerja pasukan saya tuan. Keluarganya masih ada cuman". Sahut Logam Terputuskan.


"Cuman apa ???". Tanya Adit.


"Cuman jangan lupa transferan lebih lanjut". Jawab Logam.


"Hah kamu ini itu gampang". Ucap Adit.


"Nanti saya kirimkan bukti bukti yang ada tuan. Tuan bisa memberi tahu lagi tentang informasi ini kepada korban". sahut Logam.


"Baiklah terima kasih " Ucap Adit.


"Sama-sama Tuan". Sahut Logam .


"Kenapa Adit?". Tanya Diva


"Aku lagi membantu korban mencari keluarganya. Aku menyuruh bawahan ayah ku untuk membantu ku". Sahut Adit.


"Oh begitu". Jawab Diva


"Ayahmu tahu tentang hal ini adit?". Tanya Diva


Tidak tahu. Hanya nenek yang tahu hal ini. Jika ayahku tahu bisa Mampus*s aku . Dan besar kemungkinan tidak pakai mobil lagi bisa kedepannya aku. Jawab Adit


"Oh begitu Adit ceritanya ". Ucap Larissa.


Teng,,,, Teng,,,, Teng.


Bunyi lonceng itu menandakan masuk kedalam kelas. Tak terasa waktu bercerita telah usai. Adit, diva, Dita, Rika, dan Larissa, mulai menuju kelas. Dikelas hati Dita masih bergemuruh .Dita cemburu terhadap wanita korban Adit tersebut. Dita kelas mulai melipat kedua tangannya diatas meja .


Dita menyibukkan diri dengan membaca buku . Sesekali Dita melirik Adit. Adit biasa saja melihat tingkah laku sahabatnya. Rika mulai curiga dengan tingkah laku Dita dalam minggu-minggu ini. Rika berfirasat jika Dita jatuh hati kepada Adit.


"Larissa". Panggil Rika pada Larissa


"Iya ada apa Rika?". Coba lihat deh tingkah laku Dita . Menurut kamu ada yang aneh gak dalam minggu-minggu ini?. Tanya Rika.


" Tidak ada Rika .Terlihat biasa saja" . Jawab Larissa


Larissa orang yang cuek dan tidak memperhatikan tingkah laku seseorang. Larissa tak pandai dalam membedakan ketika orang jatuh hati dan orang yang bersikap biasa-biasa saja.


Tapi, Rika orang yang pandai bergaul dan bisa menebak pikiran dan hati seseorang.

__ADS_1


"Akan ku buktikan tentang hal ini". Ucap Rika.


__ADS_2