Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku

Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku
Bab 14 Insiden


__ADS_3

"Hey Adit sedang apa kamu?". Sapa Larissa kepada sahabatnya


Tampaklah keluar wanita cantik dari dalam mobilnya . Dia adalah Rania anggraini atau korban tabrak Adit .Adit sedang mengajaknya jalan-jalan berkeliling daerah ini. Senyum tipisnya terukir untuk menyapa Larissa walau, tanpa bicara sepatah katapun. Penampilan Rania sungguh anggun dan mempesona lengkap dengan riasan make up tipis diwajahnya.


"Ini aku mau keluar hanya untuk jalan-jalan. Aku mampir ke mini market karena mulai merasa haus dan ingin membeli minuman". Sahut Adit


"Oh begitu". Senyum Larissa menjadi tanda sapa berpamitan untuk pergi.


"Ibu guru ayo masuk mobil". Ucap Yumna menuntun bu guru masuk ke dalam mobil .


Kini Larissa, Revan, dan Yumna berada dibelakang. Pak Robi mulai melajukan mobilnya .Disepanjang jalan banyak celoteh Yumna yang menggemaskan . Ada banyak cerita yang dikisahkan. Hati Larissa tersentuh dengan cerita Yumna .Larissa orang yang mudah sayang dengan anak kecil. Larissa mulai jatuh hati akan tingkah laku Yumna.


"Ibu guru . Berati anak kecil itu murid Larissa dan kedua orang dewasa itu siapa? Apakah ayahnya dan supirnya. Nampak mereka bertiga berada dibelakang. Sedangkan supir berada didepan. Lalu dimana ibu anak kecil itu?". Gumam hati Adit penuh pertanyaan.


"Yumna ini susu coklatnya". Ucap Revan.


Revan mulai memberikan sekotak susu cair siap saji untuk anaknya. Tak lupa Revan memberikan kue bolu gulung untuk Larissa.


"Ini untuk mu bu guru". Ucap Revan.


Revan mulai memainkan tablet dan ponselnya untuk melanjutkan pekerjaan melalui email.


"Terima kasih pak". Ucap Larissa


"Hem...." Sahut pak Revan.


"Papah tolong bukakan susunya . Yumna memberikan sedotan dan susunya".


Revan mulai menusukan sedotan dan susu tersebut. Tak sengaja susu kotak itu tertekan dengan hebat karena, ulah Revan. Tumpahan susu itu mulai membasahi handphone dan tablet Revan. Dengan sigap Larissa mulai mengambil kedua benda tersebut dan membersihkan dengan tisu.


"Papah pelan-pelan dong kan susunya jadi berkurang karena tumpah". Ucap Yumna.


Yumna mulai merajuk dan memanyunkan mulutnya. Tampaklah gemas perilaku Yumna saat ini.


"Iya nanti papah ganti deh. Dengan yang lebih besar dan lebih mahal". Yumna mulai kembali dengan suasana hatinya semula dan meminum sisa susunya.


Larissa mulai mengembalikan dua benda milik pak Revan. Tidak sengaja Revan melihat bagian baju putih kotor Larissa di bagian dada. Tampaklah warna ungu terlihat meski tidak menonjol. Tapi sangat terlihat samar samar. Revan mengambilkan tisu untuk Larissa .


" Ini bajumu kotor". Ucap Revan.


Larissa mulai membersihkan noda kotor bagian dadanya dengan tisu. Tapi noda itu tidak bisa hilang. Tanpa berpikir panjang Larissa mengambil segelas air putih untuk membersihkan secara perlahan terhadap bajunya dengan menggunakan tisu dan sedikit air putih.


Bukanya noda itu akan hilang justru nodanya malah berkembang dan baju Larissa nampak kelihatan isi dalamnya . Spontan Larissa kelabakan dengan hal ini. Tapi hatinya berusaha agar tidak panik.

__ADS_1


Bruk,,, Rem dadakan dari mobil yang di supir oleh Pak Robi membuat Yumna menumpahkan susunya tepat di baju putih Bu Gurunya. Begitupun dengan sisa air ditangan tumpah ruah di baju putih Larissa. Kini nampak jelas sekali bagian BH Larissa warna ungu muda yang menonjol akibat insiden ini.


Larissa yang tersadar akan hal ini mulai kelabakan dengan menutup bagian dadanya .


Revan melihat ini dengan jelas .Hal ini mengingatkannya dengan.


Flashback on,,,,


Malam pertama nan panjang membuat pergulatan dua insan manusia . Dia adalah Haliza wijaya istri Revan, ibu dari Yumna .Teringat betul Revan dengan pakaian serba ungu muda yang dikenakan Almarhum istrinya untuk malam pertamanya.


Reaksi ingatan itu mengingatkan kembali kepada masa lalu. sudah lama sekali junior Revan tidak merasakan sarangnya.


Kini junior itu mulai menegang kembali karena pemandangan yang diluar dugaan. Junior ini seakan meminta sarangnya untuk kembali .


Lanjutannya,,,


Revan melongo melihat kejadian ini. Yumna dengan suara takut dan terbata bata


"Minta maaf Bu Guru". Ucap Yumna dengan perasaan bersalah.


"Tidak papa sayang Ibu Guru tidak apa apa". Ucap Larissa.


Larissa menutupi bagian baju basahnya dengan meletakan lengan menyilang untuk menutupi dadanya. Revan yang melihat itu mulai mengambilkan jaketnya untuk Larissa.


Tak lupa Larissa berterima kasih kepada papah Yumna . Ucap Larissa kepada Revan.


Suara itu penuh dengan kelembutan seperti ucapan almarhum istri Revan yang selalu berkata dengan lembut dengan Revan.


Tak terasa kini Larissa telah sampai menuju rumahnya. Pak Robi mulai segera membukakan pintunya


"Terima kasih ". Ucap Larissa kepada pak Robi.


"Sama-sama nona". Ucap pak Robi


Tak lupa lambaian tangan dan senyum yang terukir diwajahnya Yumna mengantarkan kepulangan Ibu Gurunya. Yumna mulai terlihat akrab dengan Larissa.


Larissa mulai menuju rumahnya. Didepan rumah telah terparkir sepedanya. Larissa dengan heran.


"Tahu dari mana mereka alamat rumah ku". Gumam hati Larissa.


Ternyata mereka mengetahui alamat rumah Larissa dari Chat Via WhatsApp dengan Ibu Ana. Atasan Larissa.


Tok,,,Tok,,,,Tok.

__ADS_1


Ketukan pintu Larissa mulai terdengar oleh ayahnya. Ayahnya mulai membukakan pintu


"Assalamualaikum" .Ucap Larissa.


"Walaikumsalam". Sahut Ayah Larissa.


"Syukurlah kamu sudah sampai. Diluar hujan sangat deras dan angin sangat berhembus kencang. Ibumu dikamar sedang menghawatirkan kepulangan". Ucap Ayah.


Larissa mulai menuju kamar ibu nya.Dikamar ibu Larissa sedang beribadah. Ketika mengucapkan salam terakhir. Assalamualaikum warahmatullahi ke kanan Assalamualaikum warahmatullahi arah kiri .


Larissa langsung memeluk dan mencium tangan ibunya.


"Ibu.... ". Ucap Larissa


"Syukurlah engkau sudah datang ibu sangat menghawatirkan kamu". Ucap ibu Larissa dengan lirih.


Tak terasa waktu sudah mulai larut malam. Larissa mulai menuju kamarnya. Dikamar Larissa mulai mengganti pakaiannya .Larissa merebahkan tubuhnya diatas ranjang dan menghadap plafon rumah.


Larissa memikirkan Yumna. Dihatinya terbesit dengan iba .Anak sekecil itu telah ditinggal pergi oleh ibunya. Beda dengan Larissa keluarga Larissa utuh meski ayah dalam keadaan Stroke. Hati Larissa juga terpikir akan kejadian didalam mobil tadi .Itu sungguh memalukan sesekali.


Larissa mulai tertawa ketika insiden tumpahan air yang dipegang Larissa membuat bajunya basah sampai kedalam BH Larissa. Sungguh geli mengingat momen tersebut. Belum lagi mengingat Yumna meminta maaf dengan suara gemasnya. Menjadikan Larissa tertawa-tawa sendirian dari dalam kamarnya.Larissa juga kepikiran akan insiden dua minggu lalu.


"Dua minggu lalu kita ketemu saat engkau menyelamatkan tas aku dari seorang jambret . Lantas mengapa tingkah laku engkau berpura-pura tidak mengenaliku .Saat bertemu dirumah engkau tidak terkejut saat kehadiranku bertemu dengan mu . Engkau terlihat biasa biasa saja pikirku . Apa munkin kamu lupa Pak Revan pada kejadian saat itu?". Gumam Hati Larissa.


Tak terasa kini pikiran Larissa mulai memejamkan matanya Hingga akhirnya Larissa mulai tertidur pulas karena kelelahan setelah seharian beraktifitas.


Sudah hampir satu jam Larissa tertidur ibu mulai mengetuk pintu kamar Larissa.


Tok,,,,, Tok,,,, Tok,,,.


Ketukan pintu yang mulai beradu


Ibu mulai membuka ganggang pintu kamar Larissa. Ibu melihat Larissa sedang di tertidur pulas diatas ranjangnya. Ibu mulai membangunkan tubuh Larissa


"Larissa,Larissa". Ucap ibu dengan menggoyangkan tubuh Larissa.


Larissa mulai terbangun dari tidurnya. Larissa mengucek matanya dan terlihatlah ibu didepan pandanganya. Ibu mulai mengelus kepala putri semata wayangnya .


"Larissa ayuk beribadah kepada Tuhan kita"


ucap Ibu yang mengajak Larissa untuk bersiap- siap karena waktu akan menjelang magrib.


Beribadah kini telah usai. Waktu telah menunjukan puku 20:15 . Keluarga Larissa mulai makan malam disana. Menu sederhana sebagai menu andalan keluarga Larissa. Larissa sangat bersyukur akan hari ini . Tak lupa Ayah ,ibu dan Larissa saling bercengkrama satu sama lain. Malam yang panjang dari keluarga Larissa mulai berlalu .

__ADS_1


__ADS_2