
Keesokan harinya,,,
Keadaan sakit Larissa mulai sedikit berkurang. Larissa mulai bersiap untuk berangkat sekolah. Tak lupa Larissa mulai berpamitan kepada kedua orang tuanya. Kini Larissa mulai menaiki sepeda motor maticnya. Secara perlahan pemandangan sepanjang jalan dimanjakan dengan keindah semesta alam .
Tak terasa kini Larissa sudah sampai di pintu gerbang sekolah. Larissa mulai menuju parkiran untuk memarkirkan sepeda motornya di sana. Langkah kaki Larissa perlahan menghantarkan Larissa sampai di depan kelas.
Kini Dita, Adit, Diva dan Rika telah berada dari dalam kelas. Dita melirik ke arah pintu kelas.
"Larissa". Ucap Dita menyambut kedatangan Larissan.
Secara perlahan Larissa menghampiri sahabatnya disana.
"Tumben kamu terlambat Larissa. Biasanya kamu datang lebih cepat dari kami". Ucap Rika membuka pembicaraan.
"Kamu kok sepertinya lemas dan tidak bersemangat muka kamu terlihat pucat Larissa. Kamu kenapa?". Ucap Adit memberikan pertanyaan di pagi hari.
" Iya aku tadi menjalankan sepeda motor dengan pelan karena keadaanku sedang tidak baik-baik saja. Seertinya aku juga kurang sehat". Jawab Larissa
" Oh kamu kurang sehat ya untuk hari ini". Ucap Rika.
" Ya begitulah setelah insiden kecelakaan kemarin". Timpal Larissa menjelaskan.
"Apa kecelakaan". Ucap Adit terkejut.
"Iya aku kemarin kecelakaan. Tapi tidak apa-apa. Fisik aku tidak ada yang berdarah. Hanya saja aku terkejut dan aku pun pingsan disana. Hanya rasa sakit kelelahan sedikit badan aku". Ucap Larissa menjelaskan.
"Oh syukurnya kamu enggak kenapa-napa. Oh iya, Kenapa ya Ibu guru udah jam segini enggak datang-datang. Padahal sudah masuk jam pembelajarannya". Tanya Adit penuh keheranan.
Tiba-tiba ketua kelas masuk kedalam kelas dan membawa selembar kertas untuk ditulis di papan tulis. Ketua kelas memberikan tugas yang telah diberikan oleh ibu guru. Ibu guru tidak bisa berhadir di pagi hari karena sakit. Anak-anak Mulai mengerjakan Tugasnya di buku tugas masing-masing .
Tiga puluh menit telah berlalu dari pembelajaran. Kini para siswa dan siswi mulai mengumpulkan buku tugas yang telah selesai di atas meja guru.
"Larissa". Ucap Rika menegurnya.
Lamunan Larissa mulai terhenti.
"Ceritakan kecelakaan yang menimpamu Kami ingin mendengarnya ". Ucap Rika dengan antusias. Begitupun dengan Diva,Adit ,dan Dita yang melirik ke arah Larissa untuk mendengar kronologi asal mula kecelakaan.
Larissa mulai menceritakan kronologinya mulai awal sampai akhir. Mereka terheran-heran dengan hidup Larissa yang sekuat ini .
__ADS_1
" Oh begitu ya Larissa ceritanya". Ucap Dita.
"Pantas saja aku melihatmu Di rumah sakit dengan seorang lelaki yang tampan. Kebetulan aku berada di sana bersama ibuku. Ketika Ibuku sedang check up kesehatan di Rumah Sakit tersebut". Ucap Diva
"Benarkah. Mengapa kamu tidak menegurku?". Tanya Larisa kepada Diva.
" Aku hanya melihatmu dari jauh. Aku perhatikan lelaki itu nampak dewasa". Sahut Diva dengan rasa cemburu dan menaikan alisnya ketika berbicara".
" Aku tidak begitu mengenalnya. Dia hanya bertanggung jawab atas apa yang menimpa diriku. Sampai situlah perkenalanku padanya". Ucap Larissa menjelaskan.
"Oh begitu ya. Syukurlah dia bertanggung jawab dengan mu .Jika tidak bertanggung jawab. Aku akan menghajarnya habis habisan". Ucap diva dengan emosi dan cemburu.
"Dalam rangka apa kamu berucap demikian ?" Tanya Adit mengecoh pembicaraan.
Hahhahahahahah
Adit dan Diva mulai tertawa bersama.
Diva mulai berlapang dada karena dia tidak ingin wanitanya didekati oleh laki-laki lain. Dia sangat menyimpan perasaan Cinta Pertamanya terhadap Larissa. Perasaan lega di dada sudah dirasakan oleh Diva atas penjelasan dari Larissa.
Ting,,,,Ting,,,,Ting,,,Ting,,,.
" Bisakah kamu mengajar hari ini untuk anak yang bernama Nauren?". Tanya tante Ana.
Larissa yang mulai kesehatannya sedikit membaik mulai memberanikan diri untuk berkata
" Baiklah tante Ana. Larissa sore ini akan mengajar Nauren". Jawab Larissa
"Baiklah kalau begitu. Tante akan mengkonfirmasi kedatanganmu untuk sore ini kepada orang tua Nauren. Ditunggu kehadirannya Larissa". Ucap Tante Ana.
Teng,,,, Teng,,,, Teng,,, Teng.
Lonceng Sekolah telah berbunyi. Kini Larissa, Diva, Adit , Dita, dan Rika mulai beristirahat mereka membahas tentang ujian nasional yang akan dilaksanakan selama dua puluh tiga hari mendatang. Mereka masing-masing mempersiapkan diri untuk belajar dengan berharap mendapatkan nilai terbaik untuk melanjutkan studi kejenjang berikutnya.
Tak terasa jam istirahat di antara telah selesai. Mereka pun kembali ke dalam kelas mereka. Bapak guru mulai memasuki kelas dan pembelajaran dimulai. Dari sana perasaan Larissa masih tidak bersemangat dalam belajar. Karena mengingat perkataan ayahnya yang berputus asa dalam kehidupan lah.
Larissa larut dalam lamunan panjang hingga akhirnya pembelajaran pun telah selesai. Kini waktu sudah menunjukkan pukul 12:18. Azan Zuhur mulai berkumandang.
Teng ,,,,Teng,,,,Teng,,,,.
__ADS_1
Bunyi Lonceng istirahat ke dua dimulai Larissa dan teman-temannya menuju mushola untuk beribadah di sana kepada Tuhannya.
Disudut lain, Ibu membawa Ayah untuk berobat Stroke ringanya dengan menggunakan uang Abrian yang telah diberikan. Ibu membawa Ayah ke salah satu rumah sakit swasta di sana. Ibu mendaftarkan nama ayah untuk pengobatan terapi. Ayah yang menunggu di ruang tunggu melihat di sekelilingnya terhadap pasien yang juga sedang melakukan terapi Struk di sana.
Tak,,,, Tik,,,,, Tuk,,,,,.
Langkah-langkah kaki yang melintas di sana. Nampaklah seseorang yang berkata Mujahidin dengan suara lantangnya. Seseorang mulai menegur Ayah. Ayah mulai menengok sebelah kiri dan mendengar suara itu. Nampaklah wajah yang sangat familiar dilihatnya. Terlihat wajah seorang yang berumur. Namun terlihat masih muda dan gagah dengan perawatan dan fasilitan yang dimilikinya . Seorang itu mulai melangkahkan kaki dan mendekati Mujahidin.
Mujahidin mulai tercengang dan terkejut akan sahabat masa kecilnya yang kini telah lama tidak terlihat. Tiba-tiba sahabatnya menampakan wujudnya berada tepat di depan mata Mujahidin. Mereka pun saling berpelukan dan bercengkrama satu sama lain.
Kini ibu yang baru keluar dari toilet rumah sakit melihat pemandangan tersebut. Ibu yang datang menghampiri kedua lelaki ini pun mulai bingung dan bertanya kepada ayah.
"Siapakah laki-laki ini". Tanya Ibu berbisik ditelinga Ayah.
"Perkenalkan ini sahabat masa kecil ayah. Dia sudah lama merantau setelah pergi pindah keluar Negri. Rumahnya sewaktu dulu berdekatan dengan rumah orang tua aku dikampung. Dia pergi bersama kedua orang tuanya untuk merantau di Paris. Dia bernama Azka.Ucap ayah menjelaskan sahabat masa kecilnya".
Siang Bu. Saya Azka sahabatnya suami ibu.Apa kabarnya?". Tanya Tuan Azka.
" Alhamdulillah baik". Jawab ibu.
Mereka pun bercengkrama di sana dan bertukar nomor telepon. Sudah hampir empat puluh tahun berlalu mereka tidak bertemu .Dengan kemurahan hati Tuhan yang Maha Esa mempertemukan kedua sahabat ini kembali.Pak Azka juga memberikan kartu nama untuk mereka saling menyambung tali silaturahmi di antara mereka.
Pak Azka mulai berpamitan untuk pergi dan beraktifitas seperti biasanya . Tak lupa Pak Azka memberikan sedikit rejeki dengan sejumlah uang yang cukup untuk pengobatan tuan Mujahidin. Ayah di sana lagi-lagi mendapat rezeki yang tidak disangka menghampiri Pak Mujahidin. Ibu menerima pemberian tuan Azka dengan rasa hormat dan terima kasihnya.
Dua jam sudah Ayah berada di rumah sakit untuk melakukan melakukan check up , konsultasi dengan dokter dan juga terapi pengoban stroke dirumah sakit tersebut. Ayah melakukan terapi di sana untuk berikhtiar agar bisa sembuh dari strokenya. Minimal bisa berjalan dengan baik tanpa harus tertatih-tatih lagi.Kini Ayah pun mulai pulang bersama istrinya untuk menuju rumah.
Ayah yang telah memesan taksi online sedari tadi kini menaiki taksi tersebut. Nampaklah dari notifikasi handphone ayah sedang ada pesan via WhatsApp.
"Hallo pak Mujahidin ini saya pak Azka". Pesan tersebut disampaikan kepada pak Mujahidin.
"Iya baiklah. Pak Azka apa ada waktu malam ini?. Jika ada waktu bisakah kita makan malam bersama?". Tanya Mujahidin menawarkan diri kepada Azka.
Mujahiddin menawarkan diri untuk makan malam bersama sebagai penyambung tali silaturahmi diantara mereka. Pak Aska pun mengiyakan tawaran Pak Mujahidin.
"Baikah .Aku akan datang untuk makan malam bersama keluargamu. Silahkan kirim lokasi alamat rumahmu". Jawab Pak Azka menyetujui.
"Baikah". Ucap Mujahidin.
Kini Pak Mujahidin mengarahkan taksi online untuk bersinggah ke minimarket membeli beberapa sayuran lauk pauk, ikan dan beberapa cemilan di sana untuk Ibu masak didapur nanti. Tak terasa aktivitas mereka pun telah selesai berbelanja dimini market. kini ayah dan ibu mulai melajukan mobil taksi online menuju rumah.
__ADS_1