
Mereka berdua mulai berkomunikasi melalui telepon.
" Hello Larissa kamu dimana?" . Tanya Dita
" Aku ada di pemukiman pinggir kota sebentar lagi aku akan ke taman melati". Jawab Larissa.
" Aku sudah sampai taman. Aku tunggu kamu disini ya". Ucap Dita.
" Baiklah". Jawab Larissa.
Larissa menutup telepon dan pergi dengan tergesa-gesa menuju taman melati. Dijalan tampaklah Revan sedang melintas dengan mobil sedan hitamnya. Revan melihat kembali gadis muda ini. Tapi Revan hanya mengabaikannya saja dan melaju dengan kencang.
Flashback On
"Permisi Tuan".
Suara lelaki berumur nampaknya sedang menjelaskan proyek yang akan di bangun. Jemarinya nampak sekali menunjuk nunjuk lokasi yang akan segera dibangun bangunan gedung gedung megah
"Bagaimana tuan, apa tuan mengerti?". Tanya Lelaki berumur itu
Revan menganggukkan kepala
"Iya saya mengerti". Jawab Revan
"Baiklah jika tuan mengerti saya akan melanjutkan perjalanan ke kota Cemara Putih untuk observasi lokasi selanjutnya". Sahut lelaki berumur.
Dering,,,, Dering,,,, Dering,,,,.
Suara telepon Revan berbunyi
"Hello. Iya baiklah terima kasih atas informasi yang membahagiakan ini " Ucap Revan.
Ternyata Revan sedang observasi lokasi yang akan membangun anak perusahan. Jika anak perusahan dari cabangnya saja akan dibangun semegah ini. Bagaimana dengan perusahan pusatnya. Tentu lebih besar berkali lipat lagi dari ini.
Suara telepon pun ditutup oleh Revan. Revan berjalan-jalan menyusuri jalan hingga akhirnya bertemu dengan tukang jambret.
Lanjutannya,,,,,,
Suara langkah kaki mulai terdengar. Lambaian tangan Dita menandakan bahwa dia berada ditepi taman melati. Larissa berlari kecil dan menghampiri Dita. Dengan nada Terengah-engah Larissa duduk di bangku taman
"Kenapa Larissa?". Tanya Dita
" Aku habis dijambret Adit. Semua berkas dan dompet aku ada dalam tas itu". Jawab Larissa.
" Terus tasnya diman Larissa"?. Tanya Dita.
"Ini ada dibelakang aku". Jawab Larissa
Larissa duduk dihalaman taman dan dibelakang tubuh Larissa ada tas milik Larissa
" Oh, Syukurlah kalo begitu!!". Jawab Dita.
" Kita istirahat sebentar yah Dita disini. Aku capek banget habis kejar-kejaran".Ucap Larissa dengan lirih
" Baiklah kita sebentar beristirahat disini". Sahut Dita
Dita dan Larissa beristirahat sejenak .Tak terasa waktu mulai sore . Larissa dan Dita mulai bergegas untuk menemui tante Ana. Tante anak adalah pemilik usaha les pribadi di yang berada di kota melati. Usaha lesnya secara pribadi cukup terkenal dikota melati.
Larissa dan Dita mulai melajukan motornya menuju Ruko tante Ana tinggal. Disepanjang jalan Larissa terus berdoa agar bisa bergabung dan diterima oleh tante Ana. Larissa sangat mengharapkan pekerjaan ini. Dita berharap Larissa bisa betah dan menyukai dunia anak-anak untuk pekerjaan ini. Tidak terasa sampailah sudah Larissa dan Dita ditempat Ruko tante Ana
__ADS_1
Ana mariana Tante Dita yang memiliki usaha Les pribadi. Foto diatas hanyalah sebagai ilustrasi.
" Assalamualaikum" Ucap Larissa dan Dita.
"Walaikumsalam. Eh.... Dita dan temannya. Masuk.... masuk....". Ucap tante Ana.
Tante Ana mengarahkan Dita dan Larissa untuk menuju ruang tunggu disebuah ruko tante Ana. Tante Ana adalah adik dari ibu Dita. Tante Ana seorang janda yang telah lama ditinggal suaminya pergi karena berselingkuh . Perselingkuhan itu terjadi karena tante Ana tidak bisa mengandung. Tante Ana sangat senang dengan dunia anak-anak.
" Begini tante. Ini sahabat Dita yang kemarin Dita omongin Tante. Dia sedang mencari pekerjaan untuk biaya tambahan tante" Ucap Dita
"Wah cantik sekali yah kamu". Ucap Tante Ana.
Larissa tersenyum dan mengeluarkan berkas map pink yang akan diserahkan kepada tante Ana.
"Perkenalkan tante nama saya Larissa. Saya yang akan melamar pekerjaan paruh waktu disini dan ini berkas yang akan menunjang karir saya disini". Ucap Larissa.
Larissa memberikan Map pink kepada tante Ana. Tante ana membaca -baca berkas yang telah diserahkan Larissa.
"Sebelumnya kamu sudah ada pengalaman mengajar?". Tanya Tante Ana
"Belum tante. Tapi, saya sangat senang dengan dunia anak kecil" Jawab Larissa dengan wajah Larissa yang penuh keyakinan menunjukan kecintaanya kepada dunia anak kecil.
"Baiklah kalo kamu menyukai dunia Anak-anak". Aku akan memberikan pekerjaan untukmu. Tapi, kita lihat dulu sampai tiga bulan pertama . Kamu sampai dimana kemampuan untuk mengajar anak kecil". Jawab Tante Ana.
Larissa tersenyum
Larissa tersenyum dengan penuh kemenangan. Akhirnya apa yang diharapkan Larissa tercapai sudah agar bisa bekerja mengajar paruh waktu.
" Baik tante. Terima kasih sudah memberikan kesempatan kepada larissa untuk bergabung les pribadi ini". Ucap Larissa.
"Saya harap kamu bisa bekerja dengan baik dan tidak membuat saya kecewa". Sahut Tante Ana
" Tentu saja tante". Ucap Larissa.
"Paham tante". Ucap Larissa
Dengan uang segitu aku sangat senang itu adalah uang yang cukup banyak bagiku". Gumam Larissa".
"Setiap minggu kamu dua kali mengajar dan setiap tanggal sepuluh kamu akan menerima gajih bulanan". Ucap Tante Ana.
"Baik tante". Ucap Larissa
"Tiga hari lagi siswa umur lima tahun akan masuk les pribadi ditempat tante. Kamu akan mengajar membaca, menulis, dan berhitung ( Calistung) . Jadi,persiapkan bahan ajaran dan materi untuk pembelajarannya . Nanti tante akan urus pertemuan kamu dengannya. tante akan kontak WhatsApp kamu secepatnya Sampai disini ada pertanyaan?". Tanya Tante Ana.
Larissa menggelengkan kepala
" Tidak ada tante sudah mampu dipahami". Jawab Larissa
" Baiklah terima kasih kalo begitu .Telah bergabung untuk Larissa ditempat les Tante Ana.
Sekarang saatnya saya akan memasuki ruangan karena ini sudah hampir mulai jam kerja saya untuk mengajar dua orang anak yang ingin les pribadi ditempat saya" Ucap Tante Ana.
"Baik Tante" Jawab Larissa.
"Tante permisi dulu. Kalian santai-santai saja dulu disini. Assalamualaikum" Ucap tante ana
"Walaikumsalam" Sahut Larissa dan Dita.
"Nih makan dan minum dulu Larissa. Sepertinya kamu sangat gugup dengan pertanyaan-pertanyaan dari tante aku " Ucap Dita.
Ruangan tante Ana sudah tersedia cemilan dan minuman yang bisa menghilangkan dahaga sejenak. Larissa hanya mengambil satu gelas air putih dan beberapa keping biskuit untuk mengganjal perutnya.
__ADS_1
" Iya terima kasih Dita". Sahut Larissa.
"Gimana Larissa tertarik gak dengan gajih dan pekerjaan yang ditawarkan oleh tante ku?". Tanya Dita.
Larissa mengangguk dan menandakan bahwa dia mengiyakan pekerjaan yang akan dia terima.
" Iya aku tertarik Dita, Doakan aku semoga betah ya. Jangan pernah lelah untuk terus mensuport aku Dita ".Jawab Larissa
Pelukan Dita menghangatkan satu sama lain. Mereka berdua saling menguatkan. Tak terasa butiran putih mulai keluar secara perlahan dari mata Larissa.
"Makasih Dita sudah banyak ngebantu aku dan mensuport sampai sejauh ini ". Ucap Larissa
"Sama-sama Larissa ". Jawab Dita.
"Udah donk pelukannya aku gak bisa napas nih kalo lama-lama" . Ucap Dita.
Larissa buru-buru mengusap air mata. Tapi dari raut wajahnya tidak bisa berbohong akan kesedihan dan kebahagian hidup yang lagi menimpa hidup larissa. Larissa mulai melepas pelukannya terhadap Dita.
"Yuks kita pulang nanti larut ke sore yan banget Loh". Ajak Dita.
" Ayo kita pulang". Sahut Larissa
Larissa menyusuri perjalanan. Hatinya sangat riang gembira.
" Stop kan aku disini saja Dita. aku akan menunggu bus disini". Ucap Larissa
"Baiklah akan aku turunkan kamu disini Larissa". Sahut Dita
Tak perlu waktu lama Larissa mulai memasuki bus yang akan mengantarkannya pulang. Lambaian tangan Dita mulai mengantarkan kepergian Larissa.
"Bye,,,, Bye,,,Bye,,,,. Sampai berjumpa lagi Larissa". Ucap Dita
Larissa juga melambaikan tangan untuk Dita. Larissa memilih duduk paling belakang dia memojokkan diri sendiri diantara penumpang. sesekali Larissa melihat pemandangan yang mulai menampakan kelamnya malam dari balik kaca . Tak terasa waktu mulai menunjukkan 19:10 malam. Larissa telah sampai menuju perjalan menuju rumah.
" Assalamualaikum ibu ayah" Ucap Larissa.
"Wassalamu'alaikum" Sahut Ibu dan Ayah.
" Gimana nak keterima gak kamu dalam mencari pekerjaan? ". Tanya ayah.
Deg,,,
Pertanyaan ayah membuat jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya. Aku sangat bahagia atas hari ini. Jantungku terlalu bersemangat berdetak karena terlalu bahagia akan hari ini .
"Alhamdulillah ayah keterima. Doakan Larissa betah yah ayah dalam bekerja". Ucap Larissa dengan meminta doa restu.
" Alhamdulillah aamiin semoga kamu betah Larissa. Larisa memang keterima bekerja apa?". Tanya ayah.
" Jadi guru les ayah". Jawab Larissa.
" Oh guru les, Emang kamu suka dengan dunia anak anak Larissa?". Tanya Ayah.
"Suka ayah walaupun Larissa tidak punya saudara. Tapi Larissa sangat suka dengan anak-anak". Jawab Larissa.
Ayah tersenyum dan menepuk bahu Larissa.
"Semangat anak ku semoga engkau selalu dalam lindungan Allah dan mengajar dengan baik dan benar". Ayah berbisik ditelinga Larissa lalu berlalu menuju dapur.
Ibunya memeluk Larissa dengan penuh haru dan juga mendoakan kebaikan untuk putri semata wayang mereka.
"Larissa jangan lupa makan nak apa kamu sudah makan?" Tanya Ibu
__ADS_1
" Belum ibu Larissa juga mulai lapar ". Jawab Larissa
Larissa berlalu dan menuju dapur untuk makan bersama-sama. Tak lupa keluarga Larissa bersyukur akan kebahagian hari ini.