Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku

Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku
Bab 36 Perjuangan Larissa


__ADS_3

Larissa yang telah berada di atas ranjang bersama Revan nampak menepuk-nepuk dada bidang dan indah milik Revan Kurniawan Wijaya. Revan yang diperlakukan dengan demikian berusaha mengunci tubuh Larissa dengan pelukan dekapannya. Revan mulai berbisik kepada Larissa


"Diam dan bersantai lah aku akan melakukannya dengan baik". Ucap Revan


Larissa yang mendengar bisikan dari telinganya. Tersentak terbelalak karena terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Revan. Rasa takut mulai menghantui jiwa Larissa. Pikiran akan rasa kewajiban seorang istri terhadap suami mulai menari-nari diatas pikirannya. Revan yang melihat ekspresi wajah Larissa dengan penuh ketakutan mulai tertawa dan menepuk bahu Larissa.


" Tenang saja kamu. Aku tidak akan melakukannya sampai kamu benar-benar siap untuk melakukan hal demikian" Ucap Revan dan beralih dari atas ranjang menuju selimut yang telah dilipat oleh Larissa .


Revan membaringkan tubuhnya di sana. Wajah Revan ditutupi oleh bantal agar tidak terkena sinar lampu kamar. Dari atas ranjang Larissa nampak ketakutan mengingat yang baru terjadi antara Revan dan Larissa.


Larissa hanya mampu melihat pemandangan Revan dengan posisi telentang menggunakan celana Boxer. Tubuh seksi itu benar-benar diperlihatkannya. Dada bidang dengan perut sixpack enam garis kotak - kotak nampak terlihat jelas dari otot perutnya. Pandangan Larissa benar-benar tertuju pada fisik Revan yang indah.


Larissa merasa Terpukau dan kagum atas bentuk fisik Revan. Tapi lagi-lagi kebencian mulai melanda ketika melihat perilaku Revan yang terus-menerus menggodanya dan mempermalukan Larissa dihadapannya.


Rasa benci atau rasa cinta kini melanda rasa jiwa, Hati dan pikiran Larissa. Mereka pun mulai tidur dengan posisi masing-masing.


Keesokan harinya .


Kuku,,,,, Ku,,,,, Yuyuk,,,,.


Suara ayam mulai berkokok pertanda Matahari mulai menyinari bumi. Kini sinar mentari mulai menembus jendela Larissa. Larissa yang terbangun kesiangan mulai membuka kedua matanya. Dilihatnya sudah Revan tidak ada didalam kamar.


"Dimana Dia? Apa jangan-jangan dia mandi atau munkin pulang ke rumahnya? " Pertanyaan Larissa dari dalam Hatinya.


"Lagian siapa juga yang perduli akan hal itu mau dia kemana atau sedang apa gak peduli ". Ucap Larissa berbicara sendiri.


Tok,,, Tok,,,, Tok,,,, Tok.


Ketukan pintu mulai beradu.


"Iya siapa? Silahkan buka saja tidak terkunci". Ucap Larissa.


Ternyata ibu yang mengetuk dengan membawakan secangkir air putih dan beberapa biskuit untuk pengantin baru.


" Larissa" . Ucap ibu membuka obrolan diantara mereka.


" Ya Ibu. Ada apa ? ". Tanya Larissa.


"Besok kan kamu sekolah. Jadi jangan lupa persiapkan dirimu untuk besok Dan jangan pernah bercerita kepada siapapun tentang pernikahan ini. Cukup kamu dan Dita yang mengetahui tentang pernikahan tersebut". Ucap Ibu.


"Iya Ibu". Sahut Larissa

__ADS_1


"Oh iya Larissa kamu sebentar lagi juga akan menghadapi ujian nasional bukan? " Tanya Ibu


"Hem,,,." Sahut Larissa.


"Habis itu pasti kamu akan selesai sekolah dan Lulus. Ibu harap nilai sekolah kamu memuaskan Nak". Ucap Ibu membuka pembicaraan diantara mereka berdua.


" Iya Ibu. Doakan Larissa semoga Larissa lulus ujian nasional dengan nilai yang memuaskan". Sahut Larissa


"Ya Semoga saja kamu bisa nulis ujian nasional dengan nilai yang memuaskan. Dan satu hal lagi nak. Semoga kamu bisa mengangkat derajat kehidupan ini". Doa ibu terhadap Larissa


"Aamiin". Sahut Larissa dan ibu.


"Kira-kira berapa hari lagi kamu akan menghadapi ujian nasional?". Tanya ibu pada Larissa


"Mungkin sekitar tiga minggu lagi Ibu. Setelah itu Larissa". Ucap Larissa menjelaskan


Tiba-tiba pembicaraan terhenti ketika bunyi telepon Larissa mulai banyak berbunyi.


Tampaklah notifikasi via what App dari grup sahabat Larissa.


"Larissa kamu besok sekolah gak? Sudah satu minggu lamanya kamu tidak sekolah . Rasanya kelas sepi tidak ada kamu Larissa ". Tanya Rika dengan penuh rindu terhadap sahabat.


"Tentu Besok aku akan sekolah. Nanti akan banyak hal yang akan aku ceritakan tentang aktivitasku di kampung karena acara keluarga disini". Sahut Larissa.


Disahuti dengan emoticon Adit dan Diva yang mengirimkan emoticon rasa rindu kepada sahabatnya. Dita telah mengetahui tentang pernikahan Larissa. Tapi Dita orang yang amanah dan tidak ingin membuka rahasia di antara Larissa dan Dita.


Hanya Rika, Diva, dan Adit yang belum mengetahui tentang pernikahan ini. Lagi-lagi Larissa harus berbohong ketika berkomunikasi dengan mereka.


" Larissa ,Larissa". suara Ibu Memanggil nama Larissa mulai terdengar di telinga Larissa. Larissa yang melamun kini tersadar akan suara ibu.


"Iya ibu ada apa?". Tanya Larissa.


"Kata Revan tadi dia izin untuk pergi berangkat bekerja. Dia bilang kalau kamu sudah bangun jangan lupa berikan kartu nama ini. Disana ada nomer handphonenya". Kini ibu memberikan kartu nama Revan kepada Larissa.


Larissa mengambil kartu nama dan menyimpan nomor suaminya.


"Revan bilang dia pergi ke kantor lebih pagi dari biasanya karena takut terlambat. Nanti kemungkinan kamu akan diajaknya pindah ke rumahnya". Ucap ibu dengan penuh sedih untuk ditinggalkan oleh anak semata wayangnya.


" Hah secepat ini Bu? Kenapa terburu-buru sekali? Larissa Masih betah di sini Bu. Larissa tidak ingin berpisah dengan ibu dan ayah. Tidak bisakah Revan menunggu persetujuan dari Larissa?" Tanya Larissa kepada ibu.


"Tidak bisa nak. Semua sudah disepakati oleh keluarga Tuan Azka. Ibu tidak bisa berbicara banyak. Semua yang telah diberikan Tuan Azka lebih dari cukup. Mulai dari pengobatan Ayah. Membayarkan semua hutang keluarga kita. Ibu tidak mungkin bisa membalas kebaikannya. Hanya kamu yang mampu berkorban untuk keluarga kita. Jadi ibu mohon berkorban lah sedikit". Ucap Ibu bersedih.

__ADS_1


Larissa yang mulai sedih dan meneteskan air mata untuk perpisahan di antara seorang anak dan ibunya. Lagi-lagi Larissa mengeluarkan butiran bening putih. Tidak disangka pernikahan yang semalam telah dia laksanakan sebagai tanda perpisahan untuk kedua orang tuanya.


"Larissa jarak rumah kita dengan jarak rumah keluarga Tuan Azka hanya berjarak tiga puluh menit. Kamu bisa nanti setiap hari mampir ke rumah ini. Rumah ini akan terus terbuka untuk Larissa Ibu sangat menyayangimu. Hanya doa yang ibu antarkan untuk kebahagiaan dan keselamatan keluargamu". Ucap Ibu mendoakan kebaikan untuk Larissa


Larissa tersenyum Dan berpelukan kembali kepada ibunya. Belaian tangan ibu ketika mengusap kepala Larissa menjadikan hubungan dengan penuh kehangatan diantara ibu dan anak. Ibu mulai beranjak pergi dari kamar Larissa.


Kartu nama yang tadi diberikan oleh ibu kini dipergunakan Larissa untuk menyimpan nomor suami dengan sebutan Bapak new dari handphone. Larissa sengaja menulis nomer telepon itu dengan sebutan bapak new yang artinya suami Larissa.


Larissa mulai menghubungi Revan "Assalamualaikum by Larissa" Pesan Larissa terkirim melalui pesan via WhatsApp Larissa kepada suaminya.


Dari sudut ruangan Revan telah selesai dengan meeting nya. Abrian dan Revan mulai bercengkrama bersama dari dalam ruangan Revan. Sesekali mereka membahas tentang Pekerjaan, Wanita, Percintaan, Seksualitas dan lainnya.


"Abrian apa minggu depan kamu banyak pekerjaan yang akan dilakukan?" Tanya Revan.


"Tidak tahu, Nanti bisa aku tanyakan pada sekretarisku". Jawab Abrian.


"Oh begitu, Kalau misalkan kamu tidak punya pekerjaan Apa kamu bisa menghandle pekerjaanku. Soalnya aku ingin libur selama satu minggu mendatang untuk mengurus menenangkan pikiran". Ucap Revan.


"Terburu-buru sekali. Ada apa gerangan?". Tanya Abrian.


"Tidak apa-apa aku hanya ingin merasakan tidak bekerja selama satu minggu mendatang. Tepatnya dari tanggal 17 sampai tanggal 24 di akhir bulan. Bagaimana Apa kamu bisa menghandle pekerjaanku?.


"Oh tentu jika seperti itu silakan liburan lah kamu. Apa perlu jalan-jalan aku temani? Atau kamu hanya mau bersama kekasihmu yang bernama Amira?


Hahaha suara Abrian mengingatkan Revan terhadap kekasihnya kembali. Lagi-lagi Revan berpikir tentang penghianat nya terhadap Amira. Pikiran itu seakan menari-nari dari kepala Revan.


Tok,,,, Tok,,,, Tok,,,, Tok.


Ketukan pintu mulai terbuka. Ternyata Amira yang telah datang untuk menghampiri Revan. Revan yang tersentak terkejut melihat kedatangan Amira dengan tiba-tiba menatap dengan perasaan bersalah akan penghianatan yang dilakukan Revan.


"Amira baru saja kami ngomongin kamu Ternyata kamu sudah datang". Memangnya kalau jodoh itu sangat dimudahkan untuk bertemu kepada kekasih hati". Ucap Abrian kepada Amira.


Amira pun mulai menatap mata Revan dan berlalu dari pandangan kepada Abrian.


"Aku pergi dulu ya . Ada banyak pekerjaan di ruangan yang harus aku selesaikan" Ucap Abrian kepada Amira dan Revan.


Abrian mulai beranjak pergi dari ruangan Revan. Revan yang memutar-mutar pulpen dari tangannya. Tampaklah sesekali Revan menatap dengan penuh sedih karena telah berkhianat kepada kekasihnya.


Pikiran Revan sungguh terbagi . Di Satu sisi Revan memikirkan perasaan terhadap Amira .Disisi lain Revan Juga harus memikirkan perasaan Larissa istri Sahnya .Meski hanya Sah secara Agama. Tapi Revan tetaplah suami Larissa.


Pikiran Revan sungguh rumit untuk memikirkan kedua wanita ini. Akankan Revan memutuskan hubungan dengan Amira untuk memilih Larissa. Larissa adalah wanita yang dipilihkan oleh ayahnya Atau justru Revan akan memilih Amira . Kekasih yang selama satu tahun ini mengisi kekosongan hatinya.

__ADS_1


"Mari temukan Jawabannya di setiap Bab selanjutnya.


Bersambung,,,


__ADS_2