Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku

Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku
Bab 12Menjadi guru.


__ADS_3

"Yumna belajar dengan giat Ya. Bu Najwa mau kebelakang dulu". Ucap najwa kepada yumna.


Yumna sering memanggil Bu Najwa kepada Najwa.


"Baik Bu Najwa jangan jauh-jauh ya Bye..Bye... Bye ". Sahut yumna dengan Bu Najwa. Lambaian tangan diantara mereka berdua berlalu.


Yumna mulai melirik Larissa . Larissa tersenyum dengan indah kepadanya . Walaupun tanpa make up Larissa kelihatan cantik natural.


"Bu guru kita belajar apa?". Suara lembut itu menyapa Larissa.


Larissa tidak punya pengalaman mengajar untuk membimbing anak usia Lima tahun. Larissa hanya melihat dari vidio you tube yang ditonton dan dipelajarinya sendiri.


"Baiklah kita akan belajar mengenal huruf". Sahut Larissa.


"Tapi yumna sudah hapal semua huruf bu". Jawab Yumna dengan Lembut.


"Kalau belajar angka gimana?". Ucap Larissa


"Yumna juga sudah tahu angka". Sahut Yumna


"Ya sudah kita belajar mengenal hewan dan tumbuhan". Sahut Larissa.


Asik Yumna senang dengan Hewan dan juga tumbuhan . Minggu lalu Yumna pergi menuju kebun binatang bersama papah dan juga Bun Najwa . Ada juga Nene sihir loh Ibu Guru . Suara celoteh Yumna sangat menggemaskan dan lucu sekali.


Larissa tertawa ketika Yumna mengucapkan Nene sihir. Dari kejauhan tampaklah Najwa sedang memperhatikan pembicaraan Larissa dan Yumna


"Awas saja kau mengambil hati tuan putriku". Gumam Najwa dalam hati.


Larissa begitu menikmati pembelajaran dihari pertamanya . Semua bahan ajar dan media telah disiapkan dari rumah . Dihari pertama Larissa mengajarkan tentang hewan dan tumbuhan. Larissa mendongeng dengan Yumna. Yumna begitu semangat mendengarkan cerita Hewan si Kancil dan juga tumbuhan Timun. Tampaklah sesekali Yumna tertawa mendengar cerita Kancil.


Yumna begitu terhibur . Seketika di dalam gambar dalam buku cerita terdapat tanaman bunga mawar putih. Yumna jadi teringat tentang bunga.


"Bunga mawar putih". Ucap Yumna dengan sedih dan memanyunkan mulutnya.


Larissa nampak bingung dengan ekspresi Yumna. Larissa mulai memberanikan diri untuk bertanya.


"Kenapa dengan bunga mawar putih yumna?". Tanya Larissa.

__ADS_1


"Sudah lama sekali Yumna tidak bersama papah pergi ke pemakaman Mamah. Mama pasti sedih. Nenek selalu Membawakan bunga mawar putih kesukaan Mamah. Mama berada di surga pasti tersenyum melihat kedatangan Yumna dan nenek setiap hari jumat sore". Ucap yumna dengan raut wajah sedih menceritakan cerita hidupnya.


Seketika hati Larissa merasa iba mendengar celoteh Yumna yang masih berumur lima tahun, sudah harus ditinggalkan oleh Ibunya.


"Yumna kita lanjutkan ya pembelajarannya". Sahut bu Larissa. Senyum tipis Yumna mulai terukir.


Yumna mulai bersemangat kembali mendengar cerita yang lain. Tiba-tiba suara langkah kaki mulai terdengar. Ternyata bu Najwa sedang membawakan hidangan roti bakar dan juga teh hangat manis . Tak terasa sudah enam puluh menit Larissa mengajar tentang cerita hewan dan tumbuhan. Kini Larissa mulai menikmati hidangan yang telah disediakan.


"Silahkan bu di makan". Ucap bu Najwa


"Iya terima kasih". Sahut Larissa.


"Bun Najwa yumna mau susu coklat". Sahut Yumna


"Baik Bun Najwa bikinkan tunggu sebentar". Jawab Bu Najwa.


Bun Najwa mulai berlalu dari pandangan kami. Larissa mulai menikmati makanan roti bakarnya. Roti ini sangat enak, Larissa tidak pernah menemukan roti seenak ini. Larissa hanya membeli roti di warung yang harganya terbilang murah.


Beda dengan harga roti yang sedang di nikmati Larissa. Larissa mulai memakan satu potong lagi . Tampaklah jelas disudut bibir Larissa terdapat sisa coklat. Yumna dengan inisiatif mengambilkan tisu untuk Larissa.


"Ibu guru itu ada coklat". Ucap Yumna


Larissa malu ketika Yumna menyodorkan tisu dan mengucapkan demikian. Makanan yang belepotan membuat Larissa menghentikan makan. Larissa padahal sangat menikmati roti ini. Terhentinya Larissa memakan roti hanya karena rasa malu terhadap cara makanya .


Larissa tersenyum dan membuat belepotan menjadi membesar . Yumna tertawa melihat wajah Ibuu Guru penuh dengan coklat. Tampaklah Larissa mengambil cermin dari dalam tasnya untuk melihat bagian dimana saja yang terkena coklat.


Bun Najwa datang dan membawakan segelas susu coklat hangat untuk Yumna. Tak lupa Bu Najwa juga membawakan kue bolu coklat keju kesukaan Yumna.


"Terima kasih Bun Najwa". Ucap Yumna.


Yumna mulai meminum susu coklat dan memakan kue bolu coklat keju. Kini susu dan bolu coklat keju beradu di mulut Yumna. Larissa tertawa dengan makanan penuh yang masuk di mulut Yumna. Yumna sangat menggemaskan. Yumna mulai tersedak akibat banyak makanan pada mulutnya.


Syukurlah yumna tidak memuntahkan nya .Sebab Larissa dengan sigap telah memberikan air putih yang sedari tadi telah ada dimeja belajar Yumna .


" Terima kasih bu guru". Ucap Yumna


"Sama-sama Yumna. Yumna makanya pelan-pelan nak". Sahut Larissa.

__ADS_1


Larissa mulai tertawa kecil. Yumna coba lihat wajah cantikmu juga mulai tergores coklat. Yumna tersenyum dan mulai mengeluarkan gigi ompong. Ekspresi itu membuat Larissa tertawa lepas. Yumna mulai malu dengan perilaku ibu guru menertawakannya . Tapi, Yumna juga ikut tertawa dengan mengingat ibu guru dengan coklat yang belepotan mukanya sedari tadi . Merekapun saling mentertawakan satu sama lain.


"Ahok,,,,, Ahok,,,,".


Suara batuk nenek yumna mulai terdengar . Yumna menoleh dan melihat neneknya yang sedang menuju kamarnya. Dengan rasa sesak di dada dan terengah-engah. Nenek yang mulai membuka ganggang pintu dengan tenaga yang seadanya.


Dengan jarak beberapa langkah Yumna berlari menuju kamar nenek untuk membukakan pintu kamar.


"Nenek kenapa kok Nenek basah sih Nenek ?. Habis dari mana?". Tanya Yumna.


Suara itu membuat nenek Yumna tersenyum .


"Diluar hujan, Nenek tadi habis kehujanan Nenek istirahat dulu ". Jawab Nenek


" Yumna belajar yang rajin yah biar Yumna pintar, kuat, dan hebat". Ucap Nenek.


"Baik Nenek, Yumna belajar lagi biar Yumna pintar, kuat, dan hebat. Tapi besok nanti kita ke makam mama yah nek. Tadi yumna lihat gambar bunga mawar putih .Yumna jadi ingat mamah..yumna kangen nek". Pinta Yumna dengan merengek.


"Iya baiklah, Nanti kita ke sana". Sahut Nenek


Yumna mulai meninggalkan kamar Nenek dan berlari menuju Larissa untuk belajar kembali.


Yumna sekarang kita belajar tentang apa lagi yah" . Tanya Ibu Guru


"Yumna mau belajar menyanyi Ibu Guru. Yumna bisa bernyanyi ". Yumna mulai antusias dengan menunjukan bakatnya .


"Memang yumna mau bernyanyi apa?". Tanya Larissa


"Bernyanyi lagu nama hari ,nama bulan ". Sahut Yumna


"Baiklah yumna silahkan bernyanyi". Ucap Larissa.


Yumna mulai menyanyikan dengan riang gembira.


"Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu , Minggu. Itu nama-nama hari Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus dan September Oktober November dan Desember". Yumna bernyanyi.


"Yumna mulai bernyanyi lagi.

__ADS_1


Dunia sementara akhirat selamanya dari lagu Aisha Nayla artis cilik. Tak terasa kini Yumna telah selesai dalam menyanyikan lagu cover yang telah asik di nyanyikan Yumna.


Tak lupa tepuk tangan dan bernyanyi mulai mengiringi keakraban mereka berdua . Ternyata Yumna sudah hapal lagu ini .Suara Larissa dan Yumna beradu dan menghasilkan suara yang indah. Dari luar rumah tampaklah suara mobil sport mulai terdengar. Suara itu sangat bising dan nyaring . Dan tak terasa kini mulai terdengar suara langkah kaki dan para pelayan mulai menyambut kedatangan tuanya tampaklah suara sepatu yang beradu kini berhenti .


__ADS_2