Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku

Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku
Bab 11. Perasaan Hati.


__ADS_3

Waktu terasa waktu sudah mulai siang . Suara langkah kaki mulai terdengar menuju ruang kelas.Ibu guru mulai melangkahkan kaki memasuki kelas".


"Baiklah anak -anak hari ini kita akan belajar matematika". Ucap bu guru


" Baik Ibu". Suara lesu dan lelah murid menyertai kebosanan disiang hari ketika belajar matematika.


"Silahkan buka pembelajaran buku matematikanya .Karena sebentar lagi akan ada ulangan kenaikan kelas di tujuh minggu mendatang. Ibu harap kalian bisa memahami materi yang ibu sampaikan. Kita akan membahas pelajaran Konsepsi Aljabar Pada Polonia ". Ucap Ibu Guru


Pembelajaran matematika adalah hal membosankan untuk Adit. Adit memilih tertidur dikelas dari pada belajar matematika.


Ibu guru sedang asik menjelaskan pembelajaran. Ibu guru mulai memperhatikan satu persatu siswanya. Tampaklah jelas Adit sedang tertidur dikelasnya. Adit juga tertidur karen kecapean pikiran akibat ulahnya kemarin.


" Adit ". Suara ibu guru memanggil Adit.


Tapi Adit tidak mendengarnya . Ibu guru mulai mendekati Adit. Ibu guru menepuk dengan lembut bahu Adit. Adit menepiskan tepukan tangan bu guru dengan bahunya . Hingga akhirnya Ibu guru bersuara tepat ditelinga Adit.


"Adit bangun ibu mengajar matematika" .Sesekali ibu guru mengusap kepala Adit.


Adit dengan mata memerah terbangun dari tidurnya . Tanpa disadari mulut Adit berucap


"Rania". Ucap Adit


Suara itu lantas membuat teman-temanya tertawa . Muka Dita semakin curiga . Dita berpikir dikala tidur saja, Adit masih sempat memikirkan wanita korbannya itu. Rika melihat jelas wajah cemburu Dita . Larissa Diva dan teman teman kelas lainya ikut tertawa melihat wajah dengan ekspresi menggemaskan menyebut nama Rania.


"Adit kita Sedang belajar matematika . Bukan tentang Rania Adit" . Tegur ibu guru terhadap Adit.


" Maafkan saya bu. Saya sedang memikirkan kucing saya yang baru melahirkan namanya Rania bu". Ucap Adit berbohong kepada ibu guru.


Ibu guru geleng-geleng kepala terhadap tingkah laku Adit.


" Cepat kamu cuci muka agar kamu tidak mengantuk ". Suruh bu guru.


"Baik bu. Sahut Adit.


Adit berlalu dan mulai menuju tempat cuci tangan. Disana Adit mencuci wajahnya .Tampaklah sangat menggoda ketika dia mulai membasuh wajahnya . Wajah basah yang nampak cool dipandang mata. Sesekali Adik kelas yang berlalu lalang melihat Adit tanpa berkedip . Sungguh menggoda perilaku Adit. Pesona Adit tidak bisa dipungkiri. Kelebihan fisik yang diberikan Allah kepada Adit sebagai tanda kebesaran Allah kepada hambanya.


Adit mulai melangkahkan kaki memasuki kelas . Tidak hanya adik kelas adit, yang terpesona . Teman sekelas Adit juga terpesona akan kelebihan Fisik Adit.


"Baik anak -anak silahkan kerjakan tugas dipapan tulis ini. Kerjakan dengan sendiri-sendiri saja ". Suruh bu guru.


Dita tampak terbiasa dengan tugas itu . Baginya sangat mudah untuk mengerjakan tugas matematika. Adit baru saja mau menulis tugasnya .Adit mulai melirik Dita . Adit tahu jika dita pintar matematika .


"Dita ". Suara manja Adit mulai menggoda Dita. Dita melirik sekilas wajah Adit.


"Apa?". Tanya Dita.


"Tolong aku Dita". Ucap Adit dengan penuh harapan. Tak lupa Adit tersenyum kepada Dita. Senyuman Adit sungguh menggoda Dita. Adit memang tak pandai dalam pembelajaran hitungan. Tapi Adit dalam pembelajaran bahasa inggris . Adit begitu fasih.


Larissa sudah lebih dulu selesai dalam mengerjakan tugas. Soal pembelajaran Larissa jangan ditanyakan lagi. Larissa siswa yang cerdas. Larissa tidak mau memberikan jawaban kepada sahabatnya. Tapi jika belajar dan membantu mengajarkan Larissa tidak pelit akan ilmu.


Kini tugas siswa telah selesai .Adit tak lupa berterima kasih kepada Dita.

__ADS_1


"Terima kasih sahabatku". Ucap Adit dengan mengedipkan mata sebelah kirinya.


"Sama- sama". Wajah Dita mulai memerah.


Teng,,,, Teng,,,,Teng.


Lonceng sekolah mulai berbunyi. Itu pertanda pembelajaran telah usai. Kini, saatnya larissa dan teman-temanya untuk pulang sekolah.


Ketika larissa mulai melangkahkan kaki . Larissa mendengar suara ada seseorang yang memanggil namanya .


"Larissa,,,,Larissa." .Ucap Diva.


"Iya ada apa Diva? Kamu mau pulang sekolah kemana?". Tanya Diva


" Pulang menuju rumah saja sih kenapa Adit? Tanya Larissa.


"Oh iya. Gimana soal kerjaan udah diterima kerja gak Larissa?" Tanya Diva".


" Udah donk . Kan udah diterima tanteku". Jawab Dita . Sahabatnya yang berjalan mendekat menuju pembicaraan antara Diva dan Larissa.


" Oh syukurlah kalo begitu". Aku pikir kamu belum diterima kerja . Jadi aku mau menawarkan kerjaan . Ditempat hotel om ku". Jawab Diva.


"Aku sudah diterima Diva .Terima kasih atas tawarannya. Ucap Larissa.


Larissa tersenyum kepada Diva sebagai tanda penolakan halus akan pekerjaan yang ditawarkan oleh Diva.


"Aku permisi duluan untuk pergi dulu Diva ". Ucap Larissa.


Dua hari kemudian telah berlalu. Tidak terasa saatnya Larissa akan memulai pekerjaan dihari pertamanya .Tante Ana telah memberikan alamat kerjanya dari kemarin. Nampaknya alamat ini tidak jauh dari rumah Larissa. Larissa mengendarai sepeda untuk menuju tempat mengajar les pribadinya.


Untuk mengayuh sepeda tidak perlu menunggu waktu lama. Hanya dua puluh menit sudah sampai menuju alamat rumah yang diberikan tante Ana lewat via WhatsApp.


Ting,,,, Ting,,,, Ting.


Tampaklah notifikasi dari handphonenya Larissa .


Dalam Via WhatsApp Grup


Rika memberikan chat semangat terhadap Larissa dihari pertama kerja .Tidak lupa Dita memberikan emoticon semangat .dengan gambarnya yang sangat lucu. Diva dengan sepenuh hati mengungkapkan semangat kepada Larissa. Begitupun dengan Adit, gambar jempol dan tulisan semangat hidup untuk bekerja . Mereka sahabat Larissa yang telah mensuport Larissa.


Jiwa dan raga Larissa mulai bersemangat dengan support mereka.


Alamat yang ditujukan tante Ana sudah benar. Rumah sebesar ini nampak megah dengan desain eropa klasik dan dibalut dengan warna putih yang lebih mendominasi dari pada warna abu-abu.


Larissa mulai melangkahkan kaki menuju pintu gerbang rumah. Pintu gerbangnya sangat mewah dan halamannya sangat luas


"Permisi,,,,". Ucap Larissa kepada satpam yang sedang berjaga keamanan dirumah tersebut.


"Apa benar ini rumah tuan Revan kurniawan wijaya ?". Larissa menunjukan alamat rumah yang telah diberikan tante ana melalui handphonenya. Satpam melihat alamat rumah ini di handphone Larissa lengkap dengan nama anak Revan Kurniawan Wijaya tertera nama dan foto anak yang bersangkutan.


"Yumna Humaira Wijaya" .Ucap satpam itu.

__ADS_1


Satpam mulai memperhatikan penampilan Larissa. Dari atas sampai bawah Larissa berpenampilan sangat sederhana dengan sepeda .


Satpam ini pun menghubungi pembantu rumah melalui HT untuk mengkoordinasi keadaan.


" Apakah benar nona Yumna ada jadwal les pripad dengan nona Larissa dari CV Les pripad miss Ana?".Tanya Satpam


"Iya benar sekali apakah sudah datang Ibu guru yumna pak"?. Jawab bibi


"Iya Ibu guru Yumna sudah ada didepan pintu gerbang" . Sahut Satpam.


"Silahkan bukakan pintu gerbangnya pak. Tolong antara Ibu guru menuju rumah ". Jawab bibi


"Baiklah bu kalau begitu". Ucap Satpam.


Larissa memasuki rumah Revan Kurniawan Wijaya. Tampaklah Larissa menepikan sepedanya di samping pos satpam.Larissa mulai menaiki mobil golf



Gambar diatas hanyalah ilustrasi.


Halaman rumah ini sangat luas ketika, ingin memasuki rumah . Larissa harus menaiki alat transportasi ini . Larissa di antar oleh salah seorang satpam yang menunggu di pos sedari tadi. Satpam di dalam pos tadi berjumlah lima orang. Salah satu diantaranya mengantarkan Larissa .Dihalaman rumah tampaklah taman bunga yang indah dan memanjakan mata .Sebelah kiri taman berjejer parkiran mobil yang sangat banyak dan tak terhitung . Tak terasa Larissa mulai sampai.


Pelayan dan pembantunya mulai menyambut kedatangan Larissa. Ketika, melihat Larissa pelayan menundukkan badan sebagai tanda penghormatannya kepada Larissa.


Larissa terheran-heran dengan fasilitas di rumah ini. Sungguh mewah dan memukau rumah ini. Larisa tidak pernah sebelumnya menaiki rumah seperti ini. Baru akan memasuki pintu rumah . Larissa disuguhkan dengan pemandangan ornamen klasik yang mewah. Dilihatnya mulai atas sampai bawah rumah ini seakan tidak ada kekurangan .Rumah yang sangat besar seperti gambaran kerajaan difilm kartu yang Larissa tonton di televisi.


Pelayan mulai menunjukan ruangan belajar nona Yumna.


"Disebelah sana nona" Ucap pelayan.


Ketika berada dirumah tuan Revan Larissa merasakan kenyamanan, kedamaian, dan ketenangan . Rumah ini sangat indah dan membuat Larissa betah. Silahkan nona ini ruang nona Yumna untuk belajar.


Terima kasih nona Marisa. Ucap Larissa .Nama name tag di sebelah kirinya bernama Marisa Larissa melihatnya.


Tok ,,,, Tok,,,, Tok .


Suara langkah kaki mulai terdengar. Ternyata tuan putri Yumna mulai menuruni anak tangga. Tampaklah cantik dan anggun sekali tubuh mungil gemuk berisi dengan kulit putih tersenyum dengan gigi atas ompong yang sedang memakan coklat. Yumna suka sekali coklat. Di samping Yumna ada baby susternya. Namanya baby sister Yumna adalah Najwa . Najwa nampak seumuran dengan Larissa . Najwa telah tiga bulan bekerja disini . Najwa putus sekolah dan ikut Ibunya bekerja dirumah tuan revan.


"Yumna ini adalah guru les pribadimu". Ucap Najwa kepada yumna . Yumna mulai tersenyum dan malu-malu kucing kepada Larissa. Larisa tampak gemas melihat tingkah laku Yumna.


"Yumna ayo salim dulu sama Ibu Guru". Ucap Najwa.


Yumna mulai menyalami Larissa


" Ibu guru ". Ucap yumna dengan lembut. Suara yumna sangat lembut dan menggemaskan akan tingkah lakunya.



Yumna humaira wijaya


Gambar diatas hanyalah sebagai ilustrasi

__ADS_1


__ADS_2