Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku

Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku
Bab 23


__ADS_3

Dari dalaman sudut ruang kamar Revan mulai membuka laptopnya untuk memeriksa email yang masuk dari sekretarisnya. Pekerjaan yang dikirimkan melalui email oleh sekretarisnya tidak banyak sehingga, Revan mulai menutup laptopnya kembali. Revan mulai memijat perlahan kepalanya.


Bayang-bayang Larissa mulai menari-nari di pikiran Revan. Revan nampak tertawa dengan senyum yang Terlukis indah di wajahnya.


Tok,,,, Tok,,,, Tok,,,, Tok. Suara ketukan pintu mulai beradu.


Revan mulai membukakan pintu. Ternyata Yumna yang mulai datang lalu bermanja kepada Papahnya.


"Papa Yumna besok les. Tapi Yumna besok enggak mau belajar. Yumna mau pergi ke mall. Papa kan sudah janji untuk mengajak Ibu Larissa pergi ke mall bersama Yumna. Besok boleh ya Papa untuk Yumna pergi ke mall bersama-sama". Yumna mulai merengek terhadap Papahnya.


Pikiran yang beradu terhadap Larissa pun membuat ayahnya menganggukkan kepala sebagai pertanda mengiyakan akan pergi besok ke mall bersama ibu Larissa. Yumna mulai kegirangan dan berloncatan Seraya berkata


"Hore,,,,,,. Akhirnya besok ke mall bersama ibu Larissa". Yumna mulai seneng sekali. Tawa bahagia di antara mereka berdua nampak jelas terlihat jelas.


Di sudut tangga oleh Bu Najwa Bu Najwa begitu iri dengan kebahagiaan mereka berdua


"Ingat saja Larissa itu sebentar lagi akan lenyap di tanganku. Akan ku akhiri keberadaannya di sini. Aku akan cari ganti guru Yumna yang baru". Ucap Bu Najwa dalam hati.


Bu Najwa telah menyiapkan satu gelas susu dan roti selai coklat kesukaan Yumna Bu Najwa mulai berjalan melangkah menghampiri papah Yumna dan Yumna.


"Yumna ini Ibu Najwa cari-cari kamu ternyata di sini. Ibu Najwa sudah menyiapkan susu dan juga roti coklat kesukaanmu. Ucap Bu Najwa.


Kini Bu Najwa memasuki kamar Revan dan menaruhnya di atas meja. Karena sudah terbiasa saja untuk keluar masuk kamar Revan baik untuk beres-beres atau hal lainya .Sehingga tidak membuat canggung diantara keberadaan mereka.


Revan yang mulai menatap Bu Najwa masuk kamar nampak biasa saja. Tapi tidak dengan Bu Najwa. Bu Najwa Najwa mulai berdetak lebih keras jantungnya. Bu Najwa dengan senyum sumringah dan wajah yang mulai memerah ini kali kesekian dia memasuki ruangan kamar pribadinya Tuan Revan. Karena Pak Revan membolehkan Bu Najwa masuk untuk melayani anaknya Yumna. Bu Najwa yang berharap untuk bisa bersantai-santai dikamar Revan untuk bisa menyuapi roti terhadap yumna dan memandang tuan Revan sepuasnya.


"Bu Najwa bisa keluar .Yumna ingin dengan papah saja dulu". Ucap Yumna.


Suara itu menghancurkan harapan Bu Najwa dengan hati yang mulai marah harap-harap yang tidak bisa kesampaian membuat Bu Najwa pergi dengan penuh kecewa atas jawaban Yumna.


Drink,,,, Drink,,,, Drink,,,,.


Suara telepon mulai berbunyi. Ternyata itu seorang suruhan dari tuan Revan untuk memata-matai Larissa.


" Halo selamat malam Bapak. Saya sudah memenuhi pekerjaan yang telah Bapak berikan" . Ucap seseorang.


" Baiklah. Bagaimana kabarnya? Kenapa kamu lama sekali memberikan informasi penting ini . Saya sudah memberikan pekerjaan ini dua minggu yang lalu". Ucap Revan dengan penuh penekanan.


" Maafkan saya tuan. Saya sedikit ada kendala. Jadi jangan lupa untuk infonya Saya akan mengirimkan beberapa bukti dokumen berupa foto dan vidio. Jangan lupa transferannya". Ucap seseorang.


"Baiklah saya akan memberi uang muka kepadamu". Sahut Revan.


Kini seseorang itu mulai mengirimkan foto video dan memberitahukan latar belakang dari keluarga Larissa. Larissa anak semata wayang dari keluarga Mujahidin. Ayah yang bernama Mujahidin dan seorang ibu yang bernama Ernawati.

__ADS_1


Dia hidup di lingkungan kumuh dipinggiran kota ini dari sisi sebelah barat menghadap sungai . Dengan keadaan Ayah yang sedang stroke ringan. Ibunya bekerja paruh waktu dari rumah ke rumah tetangga atau bahkan sampai di sebelah Kampung. Hidupnya sangat sederhana dan dia anak semata wayang dari pasangan Mujahidin dan ibu Ernawati .


"Jangan lupa tuan dengan uang transferan yang telah anda janjikan. Karena saya akan membayar anak buah saya atas pekerjaan ini". Ucap seseorang melalui pesan via


WhatsApp.


Revan mulai mengirimkan sejumlah uang transferan terhadap seseorang. Kini Revan mulai membuka satu persatu foto-foto dan beberapa video Dari latar belakang keluarga Larissa. Hidup dari lingkungan kumuh sungguh tak mudah dari hidup di lingkungan sempit, tidak tertata dan jorok. Tapi disitulah keluarga Larissa tumbuh sebagai seorang guru bimbel Yumna.


Revan mulai melihat video dan menghempaskan tubuhnya di atas ranjang. Bayang-bayang Larissa begitu jelas Menari di atas pikiran Revan.


"Papa,,, Papa,,,, Papa. Papa sedang apa?" Tanya Yumna yang yang sedang memperhatikan Revan. Revan pun melirik Yumna.


"Papa sedang mengerjakan pekerjaan. Sebentar Nak kamu makan saja dulu roti dan susunya". Ucap Revan


Yumna Mulai mengambil roti dan susunya untuk menghabiskan sendiri di sofa. Setelah selesai menghabiskan. Yumna mulai pergi dan menutup pintu kamar ayahnya untuk berlari menuju kamarnya dan beristirahat di sana.


Revan yang mulai lelah dengan aktivitasnya pun kini mulai larut dalam tidur malam yang panjang.


Keesokan harinya,,,,,


Seperti biasa Larissa beraktivitas untuk pagi-pagi pergi menuju sekolah. Begitupun dengan Tuan Revan yang pagi-pagi berangkat ke kantor. Di sudut ruangan kantor Revan memandang pemandangan Kota Bandung dari Balik jendela. Pandangannya tertuju pada satu taman yang tidak jauh dari kantornya.


" Taman itu sungguh indah dan rindang".Gumam Revan dari dalam hati.


Dering,,, Dering,,, Dringgg.Suara telepon mulai berbunyi.


" Iya ada apa?" Tanya Revan


" Aku dua minggu lagi. Akan pergi ke Paris untuk pekerjaan pemotretan".Ucap Amira.


"Oh begitu. Ya sudah nanti aku akan kirimkan uang nanti. Aku akan transfer uang untuk belanja kamu di sana". Timpal Revan


" Makasih Sayang". Ucap Amira dengan penuh kemesraan .


Revan mulai menutup teleponnya dan Kembali menuju laptop untuk mengerjakan pekerjaannya. Revan sudah mengatakan kepada sekretarisnya untuk menunda pekerjaan yang tidak terlalu penting di jam waktu siang. Karena harapan ingin pulang lebih awal dari biasanya tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 15:00 siang. Revan siap-siap untuk pulang karena memenuhi janji terhadap Yumna.


Yumna yang sedari tadi menunggu kepulangan Revan untuk datang lebih awal sangat bersemangat terhadap janji Revan untuk mengajak Yumna pergi ke mall. Tak terasa kini Yumna telah siap dengan ikat rambut yang menggemaskan sekali. Yumna berkaca-kaca di cermin kamar . Dari dalam kamarnya nenek yang berjalan melalui kamar Yumna melihat tingkah laku Yumna yang begitu menggemaskan dari pintu yang terbuka.


" Masya Allah cantik sekali cucuku". Ucap nenek.


Yumna mulai tertawa kecil karena pujian neneknya.


"Kamu persis seperti ibumu. Kecantikannya diturunkannya kepadamu. Ucap nenek.

__ADS_1


"Nenek mama Yumna cantiknya seperti Yumna juga. Itu artinya Yumna adalah wanita pengganti Mama untuk menjaga Papah". Ucap Yumna dengan lembut.


neneknya yang tersentuh akan ucapan itu mulai mengingat masa-masa Indah mereka antara seorang mertua dan menantu yang hidup akur dengan penuh kebahagiaan diantaranya. Butiran Putih mulai menetes mengingat almarhum Haliza Ibu dari Yumna yang telah berjuang melahirkan Yumna hingga akhirnya meninggal karena takdir.


"Nenek kenapa menangis? Tanya Yumna dengan lembut .


"Tidak ada apa-apa. Nenek hanya mengantuk sekali. Sehingga nenek mulai menguap dan meneteskan air mata karena menahan mengantuk". Ucap nenek berbohong.


Padahal Nenek sedang mengenang almarhum Haliza, Menantu kesayangannya. Nenek mulai mengelus kepala Yumna dan mencium pipi kanan kirinya. Nenek Beranjak Pergi dan menuju kamarnya. Yumna yang melihat kepergian nenek terdiam dan kembali menatap kaca karena melihat dirinya yang sangat cantik dihari ini.


Tak terasa kini Revan telah sampai di depan rumah. Kehadiran Revan disambut hangat oleh anak semata wayangnya. Yumna dengan senyum sumringah menghampiri Papahnya



Gambar di atas hanyalah sebagai ilustrasi.


"Kok kamu pakainya kayak gini sih nak.Papa enggak suka ini terlalu banyak motifnya.coba ganti bajunya". Ucap Revan


"Papa ini pakaiannya cantik. Yumna suka sekali seperti ini, Ayo kita ke mall". Ucap Yumna.


"Kamu ganti pakaiannya. Biar Kamu terlihat cantik ya. Papa enggak suka kamu pakaian seperti ini". Sahut Revan kelihatan dengan penuh manja terhadap anak semata wayangnya.


Yumna mulai tertunduk malu atas komentar Papahnya sendiri.Yumna mulai Beranjak Pergi menuju kamar untuk berganti baju. Begitupun dengan Revan yang ingin bersiap untuk menunggu kedatangan Larissa agar bisa pergi bersama menuju Mall.


Revan mulai menuju kamar untuk membersihkan diri sudah hampir setengah jam Revan bersiap-siap di kamar begitupun dengan Yumna tak ada batang hidung muncul dari dalam rumah atas kehadiran Larissa.


Seorang anak kecil dan papah yang sedang beradu dalam menunggu guru bimbel Yumna.


Tok,,,, Tok,,,, Tok,,,


Suara ketukan pintu yang mulai beradu.


" Assalamualaikum". Ucap Larisa ketika mengetuk pintu.


Pelayan mulai membukakan pintunya.Revan dan Yumna yang sudah siap menunggu di ruang tamu pun langsung mengajak Larissa.


"Ibu guru kita tidak usah belajar hari ini. Kita hari ini pergi jalan-jalan saja ke Mall". Ucap Yumna sambil meraih tangan Larissa.


Larissa kebingungan dengan keadaan ajakan dari Yumna. Larissa hanya mampu menganggukkan sebagai pertanda Iya.


" Yumna Ibu mengajar di sini sembilan puluh menit. Jadi kalau ingin jalan-jalan Ibu mempunyai waktu sembilan puluh menit untuk kita jalan-jalan". Ucap Larissa.


"Waktu yang sangat sebentar atau lama itu ibu guru? Yumna ingin lebih lama jalan jalan bersamanya". Sahut Yumna dengan penuh rengek terhadap ibu gurunya.

__ADS_1


" Baiklah kalau kamu mempunyai waktu sembilan puluh menit. Aku akan meminta waktu lebih terhadap atasanmu.


Tiba-tiba Revan menelpon Miss Ana untuk meminta izin kepada atasan Larissa. Agar memberi waktu yang lebih kepada Larissa dalam pekerjaan hari ini dengan syarat sejumlah uang diberi bayaran tiga kali lipat dari biasanya. Semua itu dilakukannya untuk kebahagiaan Putri semata wayangnya.


__ADS_2