Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku

Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku
Bab 54 Kebingungan Revan


__ADS_3

Larissa nampak tertawa riang gembira melihat tontonan televisi yang sangat ia sukai. Larissa menonton film anak kecil dengan animasi yang menggemaskan. Hal ini sungguh membuat Larissa mampu melupakan beban hidup yang telah ditanggungnya sejenak


Revan secara perlahan mendekati Larissa dan mulai duduk di samping Larissa. Larissa menghiraukan keberadaan Revan dia hanya berfokus terhadap tontonan yang membuatnya tertawa riang gembira .


"Kamu kenapa senang menonton film seperti ini. Ini kan cocok untuk tontonan Yumna". Tanya Revan kepada Larissa. Larissa yang mendengar ucapan Revan mulai melirik dan menatapnya dengan tajam.


" Tontonan ini sangat menyenangkan. Bisa membuat aku tertawa yang gembira tanpa memikirkan beban hidup. Kenapa kamu ke sini?". Tanya Larissa kepada Revan.


"Aku sedang mencari mu dan menemukanmu di sini". Sahut Revan.


"Bukankah kamu sedang asyik dengannya. Hingga akhirnya melupakan keberadaan aku di sampingmu?" Rekan mulai mendaratkan telunjuk tangan tepat di bibir Larissa.


Hal itu dilakukannya sebagai tanda untuk Larissa jangan berbicara hal itu dari dalam rumahnya. Karena Revan takut kedua orang tua Larissa kecewa akan perilaku dirinya.


Revan mulai menjelaskan Siapa yang menghubunginya. Sudah banyak Revan bercerita terhadap Larissa.


Larissa mulai mengangguk dan mengerti akan keadaan Revan. Revan mulai mencurahkan segala isi hati dan segala yang ada pada dirinya.


Revan berjanji akan mencintai Larissa dan menerima segala kekurangan dan kelebihan dengan sepenuh hati. Karena Revan sudah mulai pudar untuk mencintai Amira. Cepat atau lambat dia juga ingin memutuskannya. Entah hanya karena omongan belaka atau sekedar basa-basi di antara Revan dan Larissa.


Tapi hari ini Larissa percaya dan kemakan akan omongan dari Revan. Lagi-lagi Revan berhasil untuk membuat Larissa bahagia dan percaya akan omongan nya. Akankah Revan memutuskan Amira atau justru hanya omongan belaka? Hanya hati Revan yang tahu akan hal ini kedepannya.

__ADS_1


Pergulatan panas diantara dua insan yang telah mengeluarkan lava putih bercampur kemerahan berakhir di atas ranjang. Amira hanya mampu merakan kenikmatan setelah menyerahkan keperawanannya terhadap lelaki yang baru dikenalnya.


Laki-laki itu sungguh menggoda imannya. Lagi-lagi Amira terbuai akan sikap dan perilaku laki-laki yang baru dikenalnya. Nama laki-laki adalah Richard. Richard adalah model tampan berusia muda bahkan lebih mudah 5 tahun dari Amira. Richard begitu pandai dalam hal percintaan.


Rasa romantis yang dia berikan terhadap Amira mampu meluluhkan hati dan jiwanya. Amira berkhianat terhadap Revan begitupun Revan yang juga berkhianat dengan Amira. Ada rasa bersalah diantara mereka tapi tidak mampu saling mengungkapkan kesalahan satu sama lain. Tapi apalah daya iman di dada sungguh bergelora.


Kedua Insan ini sama-sama berkhianat dengan pasangannya. Akankah hubungan mereka berakhir dengan perpisahan atau justru mereka akan berjuang untuk ke pelaminan? Hanya Revan dan Amira yang mengetahui akan kisah ini selanjutnya.


" Are you okay ?". Ucap Richard menyapa Amira karena pergulatan panas yang telah dilakukan di antara kedua Insan.


" I am oke". Sahut Amira dan mulai tersenyum kepada Richard. Richard sungguh tampan. Bahkan lebih mudah dari pada Revan. Wanita mana yang tidak tergoda akan kelebihan yang dimiliki oleh Richard.


Akhir-akhir ini nama Richard pun melambung tinggi. Karena pesona yang diberikan oleh Richard serta kepiawaiannya dalam berkarir. Hal ini membuat namanya menjadi naik daun di berbagai negara tetangga akan ketampanan dan pesonanya serta bentuk fisiknya. Richard sangat padai dalam berkarir sebagai seorang model internasional.


Merekapun tumbang berdua diatas ranjang yang membuat kenikmatan surga duniawi seakan menjadi nyata sudah terhenti. Apalah daya Revan yang ternyata lebih dulu merasakan dengan cara yang halal meski paksaan dari ayahnya.


Revan lebih dulu menikahi Larissa dan merasakan surga duniawi itu tanpa sepengetahuan Amira. Karena Revan tidak pernah bercerita pernikahannya kepada Amira. Rahasia itu ditutupnya rapat-rapat karena tidak ingin melukai kekasih hati.


Tapi sayang seribu sayang. Amira justru berkhianat kepada Revan secara sadar atas goyahnya iman yang dirasakan Amira.


Suara tarikan napas tidak teratur dirasakan oleh kedua insan yang memadu kasih dengan gejolak panas diatas ranjang. Amira merasakan pelukan hangat yang diberikan Richard. Sudah lama rasanya dia tidak diperlakukan demikian. Richard lebih dulu tertidur disampingnya karena kelelahan.

__ADS_1


Tapi, Amira justru mulai memainkan ponselnya kembali. Terlihat banyak panggilan masuk yang dilakukan oleh Revan yang memanggilnya kembali tapi tidak diangkat oleh Amira.


Amira hanya dapat menatap panggilan itu. Amira meletakkan ponselnya dari dalam nakas dan memeluk Richard untuk beristirahat dari pergulatan panas yang telah mereka lakukan. Mereka berdua saling memeluk satu sama lain.


Sungguh waktu yang nikmat untuk berpelukan ditemani oleh rintikan hujan yang membuat mereka saling menghangatkan tubuh satu sama lain.


Dilain tempat Revan dan Larissa telah kembali dari dalam kamar mereka. Revan mulai asik memperhatikan Larissa dari dalam kamar. Larissa sungguh menggoda iman Revan. Larissa yang berada didepan meja rias sedang menyisir Rambut basah yang terurai secara perlahan. Polesan make up tipis mulai menghiasi wajah cantik Larissa.


Handbody dengan aroma jeruk yang segar dan parfum vanila sudah disemprotkan nya .Larissa sudah siap dengan penampilan yang menunjangnya. Revan tidak berkutik akan penampilan Larissa. Sungguh indah dipandang istri dari Revan kurniawan Wijaya .


"Mas kamu sedang apa?" Suara itu menghentikan Revan untuk memandang sang istri yang mulai dicintainya.


"Aku sedang lihatin tembok itu. Kenapa tembok yang berdampingan berbeda warna?" Jawab Revan yang berbohong. Padahal Revan sedang asik melihat Larissa dengan terpukau.


"Oh jadi dulu ayah waktu sebelum sakit mencat warna itu ping muda dan yang satu pink pit jadi agak berbeda dua tembok yang berdampingan itu. Sahut Larissa menjelaskan.


"Apa ayahmu tidak bisa membedakan kedua warna yang berbeda?" Tanya Revan yang mengalihkan pandanganya agar tidak dicurigai oleh Larissa.


"Ayah tidak tahu betul tentang mengambil cat .waktu datang ke toko bangunan langsung ambil warna ping dan membayarnya. Ternyata pas dibuka beda warna sedikit tapi tidak apa aku suka kinerja ayah yang ingin selalu membahagiakan putri semata wayangnya". Ucap Larissa menjelaskan.


Lagi-lagi hati Revan tersentuh dengan jawaban Larissa. Revan mulai teringat Anaknya yang bernama Yumna. Anak yang selalu dia jadikan Ratu . Seketika Revan teringat Larissa. Anak yang diratukan oleh ayahnya. Harus hancur perasaanya karena mengetahui suaminya berhubungan dengan wanita lain.

__ADS_1


Tapi apa iya Larissa memiliki perasaan terhadapnya? Atau justru Larissa hanya memanfaatkan kekayaan dan fasilitas yang diberikan oleh keluarga Revan kurniawan wijaya. Revan memikirkan perasaan Larissa akankah Revan berpikir baik atau justru buruk terhadap Larissa.


Disatu sisi Revan merasa bersalah kepada Larissa. Tapi disisi lain Revan masih mencintai Amira. Bagaimanakah perasaan Revan hari ini? Hanya Revan yang mampu menjawabnya.


__ADS_2