
Delapan hari kemudian.
Delapan hari telah berlalu dari pernikahan Larissa. Kini saatnya Amira yang menyiapkan diri untuk terbang ke Paris. Revan yang telah mengantarkan Amira dari bandara nampak sendih ditinggalkan oleh sang Pujaan Hati. Amira mulai memeluk dan mencium Revan
Revan menikmati ******* bibir seksi Amira yang saling beradu dengan Revan. Mereka saling berbagi kasih sayang satu sama lain
"Kamu aku tinggal tiga bulan kerja jangan nakal ya Sayang. Aku pasti akan sangat merindukanmu". Aktifitas mereka berhenti ketika Amira berucap demikian.
Revan nampak bersedih dan mengusap kepala Amira di sana. Sesekali Revan mengecup dengan mesra kepala Amira.
"Uang jajan kamu sudah aku transfer. Jangan lupa jaga dirimu baik-baik. Aku akan sangat menyayangi dan merindukanmu". Ucap Revan berkata dengan sepenuh hati dan jiwanya.
"Sayang sebentar lagi pesawat aku mau terbang. Sampai berjumpa lagi ya. Aku pasti akan sangat merindukanmu". Ucap Amira dengan penuh lembut.
Tatapan mata mereka saling beradu pandang
" Bye,,, Bye,,,, " Lambaian tangan Amira kepada Revan sebagai tanda saling berpamitan. Kini mereka pun mulai pergi dan menuju tempat masing-masing.
Ketika Revan berada dari dalam mobil. Revan mulai bingung memikirkan dua wanitanya. Di satu sisi Revan memikirkan Amira yang telah meninggalkannya untuk menuju Paris. Di sisi lain Revan memikirkan kehadiran Larissa yang mampu mengisi hari-harinya selama kurang lebih sepuluh hari pernikahan.
Rasa dilema mulai melanda Jiwa dan Raga Revan.
"Larissa sedang apa ya? Aku jadi merindukannya". Gumam hati Revan berbicara Lirih.
Revan mulai melajukan mobilnya untuk menuju kantor. Sembilan puluh menit perjalanan tibalah Revan dihalaman kantornya. Dari dalam kantor sudah banyak yang menunggu Revan. Revan yang berlari memasuki kantor tibalah dia dari dalam ruanganya.
Pintu ruangan Revan mulai berketuk
"Silahkan masuk". Ucap Revan yang mendengar ketukan pintu. Abrian mulai memasuki ruangan Revan .
"Revan kamu malam ini ada waktu enggak ?". Ucap Abrian bertanya.
"Memang ada apa?". Tanya Revan
"Kalau ada waktu. Kita jalan yuk makan malam diluar sekalian nongkrong. Sudah lama kita enggak jalan-jalan untuk keluar". Ajak Abrian kepada Revan.
" Boleh deh kita makan malam diluar sekali jalan-jalan santai dan mengobrol nongkrong disana". Revan menyetujui ajakan Abrian untuk makan malam bersama.
Tiba-tiba Sekretaris Luna masuk setelah ketukan pintu yang beradu. Seketaris Luna memberikan pekerjaan kepada Revan.
" Pak lima belas menit lagi Tuan Johanes akan datang. Saya mohon Bapak bisa meluangkan waktu untuk bisa menyediakan hasil presentasi dari kinerja yang akan dilihat oleh rekan kerja Bapak. Tuan Johanes yang jauh-jauh datang dari Belanda mengharapkan hasil hasil kinerja Bapak" . Sekretaris Luna menjelaskan kepada Revan akan kesempatan emas ini.
Revan nampak tersenyum sumringah dengan jawaban Luna. Revan sudah lama menyiapkan diri untuk pekerjaan bersama Bapak Johanes.
" Lagi-lagi harga saham dan kekayaan mulai bertambah. Apalagi ketika Tuan Johanes mulai menandatangani berkas yang akan melakukan kerja sama di antara mereka. Pasti akan dapat untung gede nih kalau jadi naik tender".Ucap Abrian
"Hahaha, Doain ya biar aku bisa cepat kaya raya.Ucap Revan.
" Yang ada saja sudah kamu kaya raya Revan. Bagaimana kalau bertambah Aset mu. Tambah kaya raya. Tambah banyak cewek dong hahaha". Ucap Abrian
"Itu kekayaan orang tua ku. Aku mau kaya raya sendiri". Sahut Revan dengan mengerutkan sebelah alisnya.
"Hahahahah,,,." Tawa Revan dan Abrian.
__ADS_1
Lagi-lagi mereka tertawa satu sama lain dan mulai membahas hal lain. Mulai dari urusan cewek, Percintaan dan Seksualitas mereka berdua bahas dari dalam ruangan.
Di Lain tempat Larissa sedang asik belajar bersama teman-temannya. Tidak ada sesuatu yang mencurigakan dari Larissa. Tapi tidak dengan tatapan Adit. Lagi-lagi pikiran Adit terhadap lelaki itu mulai menari-nari dari kepalanya.
"Kenapa Larissa pulang tidak ke rumah orang tuanya? Mengapa harus dengan laki-laki itu ?dan Mengapa Larissa harus satu atap pula? Apa jangan-jangan Larissa menjadi simpanan laki-laki itu? Sungguh Mengerikan. Apa dia semurahan itu? Lagi-lagi Adit berpikir secara buruk kepada sahabatnya.
Ohok,,,,, Ohok,,,,. Suara batuk Diva menyadarkan Lamunan pikiran Adit.
"Kalian sore ini ada waktu enggak? Kalau ada mari kita jalan yuk?" Ajak Diva membuka pembicaraan diantara sahabatnya.
" Emang mau ke mana kita?" Tanya Dita.
"Kita ke mall saja jalan-jalan. Karena kan Sebentar lagi kita akan menghadapi ujian nasional. Jadi kita pasti tidak akan ada waktu untuk hal itu. Makanya kita jalan-jalan sebelum ujian nasional biar otak kita rileks". Ajak Diva kepada para sahabatnya.
"Setuju". Ucap Rika dengan antusias.
"Kalian gimana setuju atau tidak?". Ucap Diva
"Setuju". Sahut Larissa, Rika dan Dita dan Adit.
Adit tiba-tiba menatap Diva dengan penuh rasa Iba.
"Kasihan kamu Div. cinta kamu harus tertolak karena seorang wanita murahan yang telah diraih oleh lelaki lain. Lelaki itu nampak dewasa dan mapan. Tapi tidak dengan kamu Diva. Kamu hanya anak seorang Tuan kaya raya. Tapi kamu belum punya apa-apa semua milik orang tuamu" Gumam Hati Adit berbicara dengan Iba.
Tak terasa waktu pulang sekolah kini telah tiba. Hari ini hari Jumat pulang sekolah lebih dulu dari biasanya. Jam 11.15 siang mereka Beranjak Pergi dari sekolah untuk menuju rumah masing-masing.
Dari dalam pesan via WhatsApp Adit mengingatkan kembali untuk berkumpul jam 16:00 sore seperti biasa perkumpulan mereka berada di Taman Melati. Adit akan menjemput mereka di sana. Hari ini Larissa tidak pulang ke rumah. Tetapi Larissa pulang menuju rumah ibunya .
Sepanjang jalan Larissa hanya menatap pemandangan sawah yang indah dan memanjakan matanya. Tak terasa Larissa telah sampai di depan rumah ibuny.
" Terima kasih ya neng uangnya sangat berlebihan".
Larissa berada di depan rumah mulai memasuki rumahnya. Sudah lebih satu minggu Larissa tidak pulang kerumah ibunya.
Kedatangan Larissa sangat merindukan Ayah dan Ibunya .
" Assalamualaikum".Ucap Larissa yang secara perlahan mulai memasuki rumahnya. Ayah yang terkejut akan kehadiran Larissa nampak senang melihat putrinya Datang.
"Walaikumsalam Nak, Allhamdulillah kamu datang .Apa kamu sudah meminta izin untuk datang kesini?". Tanya Ayah.
"Tadi Larissa sudah minta izin kepada Mas Revan untuk pulang ke sini. Karena Mas Revan bilang sedang ada meeting dadakan dan Larissa memutuskan untuk pulang kesini". Jawab Larissa menjelaskan.
Larissa mulai bersaliman dengan ayah dan Beranjak Pergi dari pandangan Ayah. Larissa pergi untuk menuju kamar dan merebahkan tubuhnya dari atas ranjang. Larissa sangat senang dengan hari ini. Karena bisa pulang ke rumah orang tuanya dan menikmati kamar yang telah lama tidak huninya.
Sudah hampir dua jam Larissa berada dari dalam kamar. Ayah mulai mendekati kamar Larissa dan mengetuk pintu.
Tok,,,, Tok,,,,, Tok,,,,, Tok,,,, Tok.
Ketukan pintu mulai beradu. Ayah memanggil Larissa.
"Larissa,,,, Larissa,,,". Panggil Ayah
Larissa yang mendengar suara ayah memanggilnya mulai terbangun dan membuka kedua kelopak matanya.
__ADS_1
" Iya Ayah ". Ucap Larissa.
"Hari Sudah siang Ayo makan di dapur ada ibumu telah menunggu sedari tadi". Ucap Ayah memanggil Larissa .
Larissa yang mendengar ibu menunggu Larissa untuk makan. Larissa mulai bangun dari atas ranjang dan menuju dapur. Di sana nampaklah ibu yang telah memakan masakan enak dari menu kesukaan Larissa.
Ketika Larissa melihat kulkas dan membukanya. Larissa nampak terkejut melihat isi kulkas yang penuh dengan isi makanan.
"Tidak biasanya kulkas ini terisi begitu banyak" Gumam hati Larissa.
" Ibu kulkas yang berisi begitu banyak Siapa yang memberi?" Tanya Larissa mengingat keluarganya tidak mampu membeli makanan sebanyak itu.
" Oh itu dari Tuan Azka yang memberikan makanan kepada keluarga kita". Jawab ibu dengan ramah.
Larissa nampak berpikir sejenak.
" Mungkin inilah sebabnya Mengapa ibu menyuruhku berkorbanlah sedikit sehingga terpenuhinya ekonomi keluarga ku. Tapi batin Larissa tersiksa ketika berada di rumah Revan. Andai Ibu tahu perbuatan Revan seperti apa? mungkin ibu tidak akan mau menikahkan Putri semata wayangnya". Gumam hati Larissa dengan Lirih
Lagi-lagi Larissa harus menanggung beban derita hidup. Karena mengingat Revan yang telah memiliki kekasih hati. Larissa nampak teringat dengan handphone yang bertulisan kata sayang dengan emoticon love dari pacar atau wanita simpanan dari Revan Kurniawan Wijaya.
Sesekali butiran bening putih mulai menetes dari kedua kelopak matanya. Larissa mulai menghapus air mata itu secara perlahan.
"Kamu kenapa menangis?" Tanya ibu
"Larissa jadi terharu dan bahagia banget akan kebaikan keluarga Tuan Azka kepada kita. Ayah memang tidak salah dalam memilih jodoh untuk Larissa ibu". Ucap Larissa berbohong demi keluarganya.
"Hem, Kamu benar Larissa. Ayah memang tepat dalam memilihkan jodohmu .Ayo, Nak kita makan bersama. Nanti dingin makananya dan enggak enak lagi". Ucap ibu yang menyadarkan isak tangis dari Larissa.
Ayah mulai tersenyum kepada dua orang wanitanya. Larissa, Ibu, dan Ayah mulai menikmati makan siang bersama. Banyak cerita lain yang diceritakan ibu kepada Larissa. Hari demi hari perubahan keluarga ini nampak terlihat secara ekonomi. Ibu dan ayah sangat senang akan pengorbanan Larissa.
Tapi tidak dengan hati Larissa. Larissa nampak sedih ketika mengingat wanita simpanan Revan. Makan siang bersama keluarga mulai berlalu. Larissa pergi meninggalkan dapur untuk beribadah kepada Tuhannya. Ketika Larissa melaksanakan shalat zuhur di sujud akhir. Larissa banyak meminta doa terutama untuk dirinya sendiri.
Ya Allah ya Tuhanku yang memiliki segala kekuasaan dilangit dan dibumi buatlah hati ku untuk ikhlas menerima takdir kehidupan ini dan buatlah kelapangan dan rasa sabar yang tidak berkesudahan untuk jiwa ragaku Wahai Allah Tuhan semesta alam Aamiin". Doa Larissa disujud terakhir sholat zuhurnya.
Waktu terus berlalu dengan sempurna. Kini nampaklah notifikasi dari handphone Larissa berbunyi.
" Larissa hari ini Kamu pulangnya naik ojek Online saja. Sebab sepertinya aku pulang terlambat karena banyak pekerjaan yang harus aku urus lagi". Via chat What App Revan meminta izin kembali terbacalangsung oleh Larissa yang kebetulan sedang Online .
"Oke baiklah. Tapi setelah pulang dari rumah Ibu. Aku ingin minta ijin jalan-jalan dulu sama sahabat-sahabatku". Balas Larissa melalui pesan singkat dari via WhatsApp.
Tuan Revan di sudut ruangan sedang sibuk dengan pekerjaan bersama Tuan Johanes yang datang dari Belanda untuk membahas pekerjaan di antara mereka.Kini waktu telah menunjukkan pukul 16:00 sore. Larissa bersiap-siap untuk berangkat ke mall bersama teman-temannya.
" Ayah, Ibu Larissa pulang dulu". Ucap Larissa berpamitan.
"Iya hati-hati dijalan". Sahut ibu.
Ibu dan ayah mengantarkan kepergian anak semata wayang mereka. Para tetangga yang lewat nampak bingung melihat Larissa yang sudah lama tidak berada dirumah.
"Mau kemana bu Larissa? Saya lihat dia sudah lama tidak keluar rumah." Tanya tetangga.
"Iya Larissa sebentar lagi akan mengadakan ujian nasional. Jadi banyak pembelajaran tambahan yang harus dipelajarinya .Larissa ikut neneknya yang kebetulan dekat dari sekolahnya". Ucap ibu berbohong kepada Tetangga.
Sudah dulu ya bu kami mau masuk duluan ucap ibu yang menggandeng lengan pak mujahidin suaminya.
__ADS_1
Para tetangga pergi dan berlalu menuju rumahnya.
Emang ya kalau punya tetangga julid itu adalah yang menegangkan 🤣🤣