Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku

Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku
Bab 40 Perjalanan Larissa


__ADS_3

Larissa Pergi berpamitan kepada kedua orang tuanya dan pergi meninggalkan rumah. Larissa menggunakan ojek online untuk menuju Taman Melati. Di sana sudah ada Dita Rika dan Diva yang menunggu kedatangan Larissa dan Adit.


Adit yang baru datang langsung menjemput kedatangan mereka. Adit melajukan mobilnya dari jalan raya untuk menuju sebuah mall di sore hari. Mereka berjalan-jalan bersama -sama untuk menyenangkan diri mereka masing-masing.


Mereka mulai menikmati pemandangan dari dalam. Sesekali mereka pergi untuk berbelanja ke Toko buku, Toko baju, Toko sepatu, dan berbagai macam toko lainnya. Hingga pada akhirnya perjalanan mereka terhenti di salah satu food court untuk memilih makanan dan mengisi tenaga disana.


Rasa lelah karena banyak melakukan aktifitas sangat menguras tenaga mereka. Tampaklah menu makanan dari berbagai macam rasa mulai berada di atas meja makan mereka. mereka mulai makan bersama dan bercengkrama satu sama lain.


Sesekali mereka saling bersenda gurau Larissa nampak tertawa lepas ketika bercengkrama dengan sahabatnya. Hidup seakan tidak ada beban hidup yang Larissa rasakan ketika bersama sahabatnya. Larissa sangat bahagia untuk berada bersama mereka. Beban pikiran yang selama beberapa hari ini dipikul Larissa mulai sirna ketika Larissa diajak jalan-jalan bersama sahabatnya.


Waktu berjalan dengan sangat cepat. Kini mereka memilih permainan Timezone untuk aktivitas selanjutnya. Adit dan Diva mulai bermain di sana. Diikuti oleh Larissa, Dita dan Rika. Tampaklah kebahagiaan itu dirasakan oleh Diva. Diva selalu bersebelahan dengan Larissa.


Tapi pikiran Larissa mereka hanyalah sahabat dan tidak mungkin bersama Diva untuk jatuh cinta dan bersama satu sama lain. Diva sangat Memendam perasaan rasa cintanya kepada Larissa. Adit sesekali melirik Diva yang nampak bahagia ketika bersama dengan Larissa. Pemandang demikian mengingatkan Adit akan Larissa yang telah dimiliki orang dewasa. Sesekali Adit memandang kedua sahabatnya itu dengan penuh iba


Seorang Diva yang jatuh cinta terhadap wanita murahan dan seorang Larissa yang mau dijadikan wanita simpanan. Lagi-lagi terbesit pikiran buruk terhadap Larissa yang dipikirkan oleh Adit.


Waktu sudah hampir dua jam mereka melakukan aktivitas berjalan-jalan bersama dari dalam mall. Tampaklah dari sudut berseberangan seseorang sedang memperhatikan Larissa bersama sahabatnya.


" Hei kamu lihatin apa?" Ucap Revan memberikan es krim dan membuyarkan Lamunan Abrian.


Ternyata Abrian telah lama memperhatikan Larissa sedari tadi dari seberang toko. Abrian mengingat wanita yang pernah ditabraknya. Wanita itu nampak terlihat dewasa dengan pakaian yang begitu indah dan mempesona dipandang mata. Lirikan mata Abrian sangat tertuju pada Larissa.


"Ini untukmu ".Revan Memberikan satu es krim. Kemudian Abrian mulai menikmati rasa dingin, Segar dan yang manis. Semanis Larissa yang dipandang .


"Pelan-pelan makannya. Kayak orang kelaparan saja". Ucap Revan yang membuyarkan pandangan Abrian.


Revan mulai memandang pemandangan yang dipandang oleh Abrian .


" Larissa ". Gumam dari dalam hati Abrian .


Abrian mulai berjalan secara perlahan mendekati Larissa dan para sahabatnya di


ikuti oleh Revan. Langkah kaki Abrian mulai diikuti oleh Revan. Dita yang melihat dua orang berjalan mulai mendekati mereka nampak terkejut.


"Bukankah itu". Ucap Dita secara perlahan. Rika, Diva, dan Adit, Nampak saling bersenda gurau tanpa memikir Larissa dan Dita Larissa yang mengenali Abrian tampak tersenyum?


"Hei kamu apa kabar?" Tanya Abrian memberanikan diri berbicara kepada Larissa


" Alhamdulillah saya baik. Bagaimana dengan kakak?" Jawab Larissa.


" Alhamdulillah baik. Kamu kesini dengan siapa?" Tanya Abrian.


"Aku kesini dengan sahabat aku". Ucap Rika


" Oh, Kamu kesini dengan sahabatmu". Timpal Abrian.

__ADS_1


" Iya saya sama sahabat yang lain". Larissa mulai menunjuk tiga orang yang tidak jauh dari pandangan Larissa.


"Oh kamu ke sini bersama teman-teman kamu". Tanya Abrian


"Tidak hanya sekedar teman. Mereka adalah sahabatku". Jawab Larissa.


"Oh begitu, Kakak sendiri sedang apa di sini?" Tanya Larissa.


"Aku sedang berjalan-jalan bersama sahabatku juga". Ucap Abrian


" Oh ya sahabat yang mana ?".Tanya Larissa dengan wajah bingung.


" ini di belakangku sahabatku Larissa". Sahut Abrian


Larissa mulai bingung dengan perilaku Abrian di belakang Abrian tidak ada sahabatnya. ketika Abrian berbalik badan Abrian tidak menemukan Revan.Revan memang sedari tadi tidak ada diantara mereka. Tapi Dita telah mengetahui jika Revan berada di balik tembok itu. Dan sesekali melirik pembicaraan mereka.


"Nah itu dia sahabatmu". Ucap Dita menunjuk dibalik tembok


" Oh iya itu sahabat saya". Abrian mulai menarik lengan Revan. Revan dan Larissa terkejut dengan hal itu.


" Astaga kenapa ada dia ". Gumam hati Larissa berbicara.


"Ini kenalin ini sahabat aku juga. Namanya Revan Kurniawan Wijaya". Ucap Abrian memperkenalkan sahabatnya.


" Aku Dita". Ucap Dita yang mengulurkan tangannya dan tersenyum diantara mereka.


Diva, Adit, dan Rika mulai mendatangi mereka.


"Ada apa nih? Kok rame banget sih? " Ucap Diva bertanya.


"Ini ada kedatangan teman Larissa" Sahut Dita menjelaskan.


Adit nampak terkejut dengan kehadiran Revan didepan matanya.


"Bukankah Laki-laki ini aku lihat di supermarket dan mengantarkan Larissa dirumah yang sama dulu. Kenapa dia harus ke sini. Aduh kasihan sekali kamu Diva. Cintamu harus bertepuk sebelah tangan". Gumam Adit dalam hatinya.


Kedatangan Revan dan Abrian membuat hati Diva nampak cemburu ketika melihat lelaki dewasa sedang mendekati Larissa.


"Kenalin ini Revan dan ini Abrian".Ucap Dita memperkenalkan laki-aki dewasa dihadapannya.


Adit, Rika, dan Dika mulai bersalaman dengan Abrian dan Revan. Mereka saling melempar senyum satu sama lain. Larissa tidak enak dengan pemandangan seperti ini. Jantungnya berdenyut kencang ketika Revan menatapnya dengan penuh sinis. Tatapan itu seakan ingin memakannya.


Revan berpikir macam-macam ketika melihat Larissa sedang jalan bersama sahabatnya. Walaupun Adit dan Diva sahabatan dengan Larissa. Revan tetap saja rasanya ingin memakan Larissa.


"Kamu punya banyak sahabat ya". Ucap Abrian.

__ADS_1


"Begitulah, Kami selalu berlima jika kemana-mana" Ucap Larissa menjelaskan


" Ya sudah kita makan yuk aku yang traktir. Tolong jangan menolak anggap saja ini permintaan maafku yang terakhir diwaktu dulu padamu Larissa" Ucap Abrian sangat antusias dengan para remaja yang berusia delapan belas tahun.


Selisih usia di antara mereka hampir sepuluh tahun.


"Kami sudah makan tadi. Baru saja kami makan untuk mengisi perut di sana". Sahut Larissa


" Oh kalau begitu kita makannya makan ringan saja". Sahut Abrian yang tetap mau mengajak makan bersama.


"Oh baiklah, Tentu kita bisa makan bersama. Sahut Dita dengan Antusias".


"Ya baiklah". Ucap Larissa dan memberikan senyuman yang indah kepada Abrian.


Mereka bertujuh mulai menuju sebuah makanan Jepang untuk memakan menu makanan ringan di sana.


" Kalian pilih saja menu makanannya nanti biar aku yang traktir. Abrian sangat antusias untuk membawa mereka makan bersama. karena Abrian tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Mereka pun duduk dengan satu meja dan saling berhadap-hadapan.


Larissa berseberangan dengan Revan. Dita berseberangan dengan Abrian, Rika berseberangan dengan Adit dan Diva. Dari meja makan yang besar. Mereka nampak memilih menu makanan ringan dari makanan khas Jepang.


Sudah cukup banyak menu makanan khas Jepang yang dipilih oleh mereka tertata rapi di atas meja. Mereka mulai makan bersama dan bercengkrama di sana. Abrian sangat antusias dengan cerita para anak remaja ini.


Abrian jatuh hati kepada Larissa dan meliriknya. Sikap Abrian yang melirik Larissa sangat dibenci oleh Diva. Diva tahu pikiran orang dewasa itu pasti menyukai Larissa Cinta Pertamanya. Tak terasa waktu sudah mulai larut malam. Mereka pun mengakhiri pertemuan dengan berjabat tangan dan pulang menuju rumah masing-masing.


Waktu telah menunjukkan pukul 19:30. Adit mulai mengantar pulang sahabatnya. Tapi tidak dengan Larissa. Larissa hanya pulang menggunakan ojek online. Di tempat lain Abrian mulai berpamitan dengan Revan.


" Aku duluan ya Bro" Ucap Abrian yang berlalu dari pandangan dan melajukan gasnya.


Revan mulai menghubungi Larissa


" Kamu di mana?". Tanya Revan yang menelpon Larissa


"Iya Mas Aku ada di depan mall sedang menunggu ojek online". Jawab Larissa


" Tidak usah kamu menggunakan ojek online. Ikut dengan aku. Aku akan menjemputmu tunggu saja di sana". Revan mulai menghampiri Larissa disana. Larissa yang menunggu kedatangan Revan tidak beberapa lama kemudian Revan datang menjemput Larissa begitupun dengan ojek online yang telah dipesan oleh Larissa.


Revan yang turun dari mobil mulai memberikan uang kepada ojek online untuk tidak menjemput Larisa. Lengan Larissa ditarik dengan paksa oleh Revan untukmasuk ke dalam mobil. Revan menutup keras pintu mobil. Lengan Larisan nampak kesakitan ketika ditarik oleh Revan.


Larissa mengelus lengan yang diperlakukan dengan kasar oleh Revan.


"Sakit Mas Kenapa kamu seperti ini". Ucap Larissa.


Revan hanya terdiam ketika Larissa bertanya . Revan melajukan dengan cepat mobilnya.


" Mas hati-hati aku takut. Kamu bisa tidak jalannya dengan pelan-pelan saja". Ucap Larissa yang mulai takut dari dalam mobil. Revan nampak emosi dengan perilaku Larissa hari ini. Sungguh perasaan tercabik-cabik akan perilaku Larissa yang tidak meminta izin untuk pergi ke mall bersama sahabatnya.

__ADS_1


Larissa tidak tahu betapa sakitnya hati Revan ketika melihat Abrian dan sahabat lelakinya menatap dengan penuh cinta terhadap Larissa. Secemburu itu rasa Revan yang tidak ingin Larissa di Lirik oleh Lelaki Lain.


Sungguh Revan memiliki perasaan yang tidak habis pikir terhadap Larissa. Wanita muda yang berusia delapan belas tahun mulai dilirik banyak lelaki. Revan sungguh cemburu akan hal demikian. Tapi bagaimana dengan perasaan Amira kekasih Revan?


__ADS_2