Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku

Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku
bab 44 menjelang ujian sekolah


__ADS_3

Hari ini adalah hari kesekian dalam hari Larissa menemani hidup Revan.


seperti biasa malam yg d suguhkan semesta alam dengan penuh indah sebagai pesona yang membuat kedua insan terpukau akan pemendangan alam.


"Besok semangat ya, Semoga kamu bisa mendapatkan hasil yang maksimal Aamiin". Suara Revan menyadarkan Larissa yang sudah sedari tadi memojokan diri untuk belajar sendiri.


Sudah hampir dua jam lebih larissa belajar untuk mengulang ngulang pembelajaran. Revan tidak ingin mengganggu Larissa yang sedang mempersiapkan diri untuk menghadapati ujian nasional di hari esok.


"Hem terima kasih doanya". Larissa melanjutkan pembelajaraannya kembali.


Revan muai membalikan tubuhnya agar tidak menggagu Larissa yang sedang belajar. Revan sudah terbiasa tidur memeluk Larissa. sudah beberapa menit Revan memejamkan mata Tapi, tidak bisa Revan terlelap dari tidurnya. Larissa yang sudah bosan dengan buku pembelajaranya mulai mendekati Revan untuk tidur bersama. Suara langkah kaki terdengar secara perlahan. Revan yang mendengar hal itu mulai memejamkan matanya kembali.Larissa menyelimuti tubuh Revan dan memandangi wajahnya.


"Kamu terkadang baik dan terkadang kamu jahat dengan aku. Sikap kasarmu sungguh menakutkan untuk aku . Tapi rasa sisi lemah lembutmu yang terkadang membuat aku sadar diri hanya sebagai istri boneka dalam status pernikahan kita. Selamat malam dan selamat tidur Tuan Revan." Larissa berucap dengan penuh lemah lembut.


Suara itu terdengan samar samar dari telinga Revan.


"Kenapa dia tidak memanggil aku mas / kata sayang? Dan mengapa dia harus memanggil aku tuan? Apa dia tidak menghargai aku suaminya?. Sudah berapa hari aku resmi menjadi suaminya. Tidak pernah aku mendengar dia berucap Sayang kepada aku. Sepertinya aku harus mengubah bahasanya. Aku ingin dia memanggil aku dengan sebutan sayang". Gumam hati Revan dari dalam hatinya.


Keesokan harinya,,,.


Larissa yang lebih dulu bangun dan telah bersiap untuk pergi ke sekolah harus menunggu Revan yang berada dari dalam kamar mandi.


"Ambilkan handuk aku ". Suara itu menyadarkan Larissa dari belajarnya di tepi ranjang.


"Ini mas" Larissa yang memberikan handuk kepada Revan.


"mulai hari ini aku tidak ingin kamu memanggil aku mas. Aku ingin kamu memanggil aku dengan sebutan sayang". Ucap Revan dengan penuh penekanan.


Larissa hanya terdiam dan merasa aneh dengan sebutan demikian.


"Buaya ini minta dipanggil sayang. Apa masih kurang rasa sayang simpanannya? Aku Kan hanya istri boneka. Mengapa juga harus ada kata sayang diantara kita". Gumam hati Larissa dengan penuh pertanyaan.


"Kamu kenapa bengong?" Tanya Revan


"Tidak apa, Aku mau siap-siap untuk berangkat sekolah. Sahut Larissa.


Revan bergegas mengambil pakaiannya dan memakan beberapa helai roti yang telah disiapkan Larissa sedari tadi.a Larissa yang menunggu Revan terlalu lama berinisiatif untuk memasangkan dasi kepada Revan.


Revan memandangi wajah Larissa ingin rasanya Revan berulah. Tapi Revan mengurungkan niatnya untuk tidak menggangu mental Larissa.


"Sudah semua mas ayo kita berangkat". Sahut Larissa.

__ADS_1


Revan dan Larissa mulai menuju mobil. Di sepanjang jalan tidak ada pembicaraan diantara mereka. Larisa sibuk mengulang ngulang pembelajaran. Revan hanya fokus menyetir mobilnya.


"Disini saja mas suara Revan menghentikan mobilnya . Larissa mulai turun dari dalam mobil Revan. Dari pintu gerbang sekolah nampak seorang laki -laki sedang menyambut kedatangan Larissa. Revan pernah melihat laki laki ini revan mengepalkan tangannya dan memukulkan dengan kasar pada setir mobil.


Tit,,,, Tit,,,,, Tit,,,.


Suara klakson terdengar membuat dirinya sendiri terkejut. Revan mulai melajukan mobilnya. Dari dalam hatinya berbicara lirih.


"Apa Larissa munkin jatuh hati dengannya? Sudah beberapa kali aku melihatnya jalan bersama sahabatnya selalu laki -laki ini yang bersama dengan Larissa" .Gumam hati Revan berbicara.


Disisi lain Larissa sedang berfokus untuk menjawab ujian nasional. Larissa dengan mudah menjawab soal-soal ulangan. Semua pembelajaran sudah dipelajarinya sedari dulu. Larissa nampak berkonsentrasi memikirkan jawaban soal ujian nasional. Soal Revan dia berusaha untuk terus menyingkirkan pikiranya.


Larissa hanya fokus akan soal ujian nasional untuk mendapatkan nilai yang baik. Jika nanti hasilnya memuaskan. Larissa meminta dikuliahkan dan berpisah kepada Revan karena baginya pernikahan ini hanya tameng keluarga Revan kepada keluarganya.


Larissa hanya berpikir istri boneka oleh Revan. Larissa juga menganggap Revan yang buaya dan memiliki wanita simpanan. Larissa hanya bisa diam dalam hubungan rumah tangga tanpa cinta yang mereka saling jalani satu sama lain.


Pembelajaran ulangan Ujian Nasional telah selesai dilalui Larissa. Larissa dengan mudah menjawab soal-soal yang telah dipelajarinya. Waktu yang berputar dengan sempurna kini menunjukkan Larissa harus pulang.


"Larissa kamu pulang dengan siapa?. Tanya Rika yang menghampiri Larissa.


" Aku pulang sendirian saja". Jawab Larissa


"Oh begitu. Kenapa tidak denganku? Bukankah jalan kita searah?" Tanya Rika


" Rika Ayo kita ke parkiran Yuk. Anak-anak sudah pulang sekolah juga". Dita mengajak Rika untuk menuju ke parkiran motor bersama.


" Aku duluan ya Larissa". Ucap Dita yang memahami keadaan Larissa.


Larissa mulai menghubungi Revan. Seperti biasa dari layar handphone Larissa terdapat nama bapak new yang artinya Revan.


Larissa yang memangiil telepon Revan. Revan yang sedang meeting dan meninggalkan handphonenya di atas meja ruangannya. Membuat Revan tidak mengetahui panggilan Larissa.


Baterai handphone dari Larissa yang sudah mulai lowbat membuat Larissa memutuskan untuk menghubungi ojek online. Sayang seribu sayang. Nasib baik tidak berpihak padanya. Kuota Larissa tiba-tiba habis. Tidak ada yang bisa Larissa lakukan.


Anak-anak sudah hampir pulang semua. Larissa,,, Larissa.


Suara seseorang yang memanggil Larissa


"Eh Adit". Tanya Larissa


"Kamu sedang apa?" Tanya Adit.

__ADS_1


Larissa yang kebingungan harus bagaimana Hanya mampu berucap meminta tolong


" Aku ingin pulang. Tapi tidak ada yang menjemput aku". Ucap Larissa yang bersedih karena batrai handphonenya lowbat dan Kuota yang habis.


Adit mulai menawarkan diri untuk mengantarkam pulang Larissa


" Ya sudah pulang denganku saja". Tawaran Adit kepada Larissa.


Larissa menganggukkan kepala sebagai tanda mengiyakan untuk pulang bersama Adit.


Adit mulai mengantarkan Larissa untuk pergi menuju rumahnya.


"Kamu pulang ke rumah ibumu tidak?" Tanya Adit.


" Tidak adit aku tidak pulang ke rumah ayah ibu ku . Aku hanya ingin minta antarkan untuk pulang ke rumah om ku. Dia adalah keluarga Ayah aku" Jawab Larissa menjelaskan kepulanganya.


Larissa mengarahkan mobil Adit tepat di depan komplek rumah Larissa dan Revan.


"Turunkan Aku di sini saja. Aku ingin ke rumah om ku" Ucap Larissa berbohong . Adit yang sudah mulai curiga dengan tingkah laku Larissa hanya mampu mengentikan mobilnya. Adit hanya mampu berpura-pura sebagai orang bodoh yang tidak mengetahui tentang hubungan Larissa. Cepat atau lambat rahasia Larissa pasti akan terbongkar dan diketahui oleh banyak pihak.


"Di sini cukup di sini saja hentikan mobil mu Adit". Terima kasih Adit sudah mengantarkan ku sampai didepan komplek rumah om aku". Sahut Larissa


" Baiklah". Sahut Adit dan melajukan mobilnya.


Entah dari sudut mana kedatangan Revan yang tiba-tiba mengikuti langkah Larissa mulai tersulut emosi.


"Bukankah mobil ini yang pernah aku lihat waktu di supermarket dulu. Laki-laki itu pasti memiliki perasaan kepada Larissa". Gumam hati Larissa berbicara.


Klakson mobil Revan mulai Berbunyi dari arah belakang tubuh Larissa. Larissa yang mengenal mobil Revan mulai menepikan diri. Revan membuka pintu mobil.


"Cepat masuk". Ucap Revan dengan wajah marahnya.


Larissa yang bingung dengan perilaku Revan hanya mampu menundukan kepalanya


" Kamu pulang dengan siapa?" Ucap Revan bertanya dengan wajah marahnya.


"Dengan temanku tadi Mas". Suara itu mulai terhenti ketika Revan melajukan mobilnya untuk cepat sampai menuju rumah.


Larissa yang terbiasa akan perilaku Revan hanya dapat terdiam. Larissa dan Revan menuju kamarnya. Tidak ada pembicaraan diantara mereka. Revan hanya pulang untuk mengambil berkas dan meninggalkan Larissa di rumah sendirian. Ini hari pertama di mana Larissa ditinggal sendiri. Rasa takut mulai menggerogoti tubuh Larissa.


"Nanti siang akan ada seseorang yang mencuci pakaian kita. Namanya Bi inah dia pembantu ibu ku. Nanti sekitar jam 13.00 dia akan datang dan menginap beberapa hari di sini untuk bersih-bersih rumah. Jangan lupa bukakan pintu untuknya. Karena dia sudah sering ke rumah ini untuk bersih - bersih". Ucap Revan.

__ADS_1


Larissa hanya menganggukan kepala dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang karena kelelahan sepulang sekolah.


Revan mulai pergi meninggalkan Larissa dikamar dan melajukan mobilnya untuk menuju kantornya.


__ADS_2