
Yumna yang tidak bisa melepaskan dari pegangan tangan Larissa sangat senang ketika Revan melihat perlakuan Yumna terhadap Larissa. Di rumah yang besar nampak dibalik sudut ruangan Bu Najwa sedang memutar-mutar sapu dengan wajah merah dan dalam keadaan marah melihat pemandangan seperti ini.
"Awas Kamu Larissa kamu akan dilenyapkan oleh cara aku. Dari sini akan aku ganti guru lesnya Yumna. Aku tidak ingin bersaingan dengan wanita sepertimu. kamu bukan sainganku. Ingat itu Larissa". Ucap Bu Najwa dengan penuh amarah terhadap terhadap Larissa dari dalam hati Bu Najwa yang paling dalam.
"Pak Robi yang sudah menunggu sedari tadi dari dalam mobil, Mulai turun dari mobil dan membukakan pintu kepada tuannya dengan menggunakan mobil sedan hitam kebanggaan Tuan Revan sejenis mobil merek BMW Pak Robi membukakan pintu kepada Tuan Revan.
Revan yang lebih dulu menaiki mobil diikuti oleh Yumna dan ibu Larissa. Kini Pak Robi mulai menginjakkan pedal gas untuk melajukan perjalanan menuju Mall. Yumna yang sepanjang jalan begitu senang dengan keadaan. Diikuti dengan irama nyanyian yang selalu dinyanyikan oleh Yumna. Karena Yumna sangat hobi sekali menyanyi.
Larissa sangat menikmati pemandangan dan alunan suara dari Yumna bernyanyi dengan sangat menggemaskan. Sungguh bahagia akan hari ini hidup Yumna. Kini perjalanan mereka telah sampai di salah satu Mall. pak Robi membutuhkan pintu terhadap tuannya dan mereka bertiga pun mulai pergi menuju dari dalam mall.
Pemandangan ini mengingatkan pak Robi terhadap almarhumah Ibu Haliza.
"Andai Ibu Haliza masih hidup munkin pemandangan seperti ini yang akan ada di hadapanku. Ibu Haliza sungguh sangat baik hingga akhirnya dipanggil sang Maha Kuasa lebih dulu. Wajah Yumna sangat mirip dengan ibu Haliza. Suaranya yang bagus dan kecantikannya semua diturunkannya kepada Yumna". Gumam Hati pak Robi berbicara dengan penuh lirih
Yumna mulai melihat ke kiri dan ke kanannya. Yumna lebih tertarik menuju permainan Timezone. Yumna sangat senang dengan permainan yang disediakan oleh Wahana Timezone. Sudah hampir empat puluh lima menit mereka berada di dalam Timezone. Banyak permainan yang dilakukan oleh Yumna yang diikuti oleh Larissa yang mengekor di belakang Yumna.
Tuan Revan juga bermain dengan permainan yang berbeda dari Yumna. Mereka berdua nampak kelelahan setelah bermain.
" Papah Yumna haus mau es krim". Ucap Yumna dengan penuh rengek.
Kini Yumna diajak Papahnya untuk menuju menuju pembelanjaan membeli es krim yang ada didalam Mall. Yumna mulai memilih es krim kesukaannya dengan varian rasa strawberry coklat. Sedangkan Larissa hanya mengikuti apa kata Yumna. Es krim vanila adalah kesukaan dari tuan Revan dan juga almarhum istrinya.
Kini mereka duduk menepi di mall untuk menikmati Dinginnya es krim. Dengan Lahap Yumna makan es krim hingga belepotan terlukis pada wajahnya. Larissa mulai mengambilkan tisu untuk mengelap wajahnya Yumna yang penuh dengan es krim.
Larissa mulai memakan es krimnya yang mulai meleleh. Nampak jelas Larissa makan es krimnya dengan Penuh belepotan disudut bibir kirinya. Tawa Yumna memecahkan kecanggungan diantara mereka. Tuan Revan melihat Larissa makan es krim dengan belepotan di sebelah bibir kiri Revan mulai me lap dengan tangannya akan bekas es krim Larissa. Larissa mulai malu dan memerah pipinya akan tragedi ini.
Ini kali pertama pipinya disentuh oleh seseorang yang bukan siapa-siapa diantaranya. Yumna mulai mentertawakan kelakuan papanya yang mencari kesempatan
" Hahaha Papah". Ucap Yumna menegur perilaku Revan.
Semakin malu Larissa dengan ucapan Yumna tersebut. Lagi-lagi Revan terpesona dengan penampilan Larissa yang sederhana dan lengkap dengan make up tipis yang melukis di wajahnya.
Suara perut Yumna mulai terdengar samar-samar. Waktu telah menunjukan pukul jam 16:45. Yumna mulai mengelus perutnya menandakan jika perutnya lapar.
" Papa Yumna ingin makan saja". Ucap Yumna dengan penuh manja kepada Papahnya.
" Baiklah Yumna kita makan dulu". Sahut Revan.
Yumna mulai digendong oleh Papanya untuk menuju food court. Dari dalam food court Larissa hanya memilih menu makanan ringan Sebab dari pulang sekolah Larissa sudah lebih dulu makan di rumah bersama Ayahnya. Larissa hanya memilih roti bakar dan jus alpukat. Sedangkan Revan dan Yumna memilih menu berat sebagai makan pengganti siangnya.
Kini mereka makan makanan yang tersedia di atas meja makan. Mereka sangat menikmati suasana seperti saat ini
__ADS_1
Dering,,, Dering ,,,,Dering,,,,Dering.
Suara telepon dari kantong Tuan Revan mulai berbunyi. Nampak jelas tertulis nama Amira Sayang yang ada dilayar handphone Revan. Larissa Yang Sekilas melihat layar handphone Revan hanya menatap Revan dengan biasa saja. Sedangkan Revan tidak enak hati ketika membuka panggilan dari telephon Amira.
Dari layar handphonenya Revan membuka panggilan.
" Halo Sayang Sedang apa?" Tanya Amira yang menelpon dengan Revan.
" Aku sedang di mall mengajak anak ku dan ibu gurunya di mall. Jawab Revan.
"Wah kebetulan sekali. Aku juga sedang berada di mall. Apa aku bisa menemui mu?" Tanya Amira.
"Oh Tentu". Jawab Revan dengan terkekeh.
"Kamu sedang di mana" Tanya Amira.
" Aku sedang berada di food cord . Jika kamu ingin menemui aku silahkan datang kesini.
Amira dengan senang hati untuk menemui Revan yang sedang berada di food cord.
Kini sepuluh menit telah berlalu makanan di atas meja telah Habis. Tak terasa Amira mulai datang menghampiri Tuan Revan.
Amira yang datang dan menghampiri Revan dengan penuh kemesraan dan mulai memegang pipi Revan bahkan meninggalkan rasa kemesraan ciuman diantara mereka berdua.
Larissa yang biasa saja dengan perilaku Amira. Tapi tidak dengan Revan. Revan terkejut dengan semua ini. Tidak biasanya Amira melayangkan ciuman mesra dihadapan orang-orang. Harapan Revan akan pemandangan hari ini berharap Larissa memiliki sedikit perasaan cemburu terhadap Revan.
Tapi tidak faktanya. Larissa hanya biasa saja melihat Revan dan Amira sedang berperilaku mesra dihadapan mereka.
"Kamu bukanya yang kemarin itu ya?". Ucap Amira melirik Larissa dengan mengingat-ingat pertemuan mereka diwaktu dulu.
Larissa mulai tersenyum dan berucap
"Iya saya ibu guru Les Yumna Humaira Wijaya. Saya di ajak Yumna untuk menemaninya jalan-jalan ke mall ini". Jawab Larissa dengan penuh lembut terhadap Amira.
"Perkenalkan nama saya Rossa Amira. Kamu bisa memanggil saya Amira. Saya calon istri Revan Kurniawan Wijaya. Calon ibu bagi Yumna Humaira Wijaya". Ucap Amira dengan tegas memperkenalkan siapa dirinya kepada Larissa".
Larissa yang mulai tertantang akan sikap Amira mulai bersalaman dengan mengulurkan tangan Larissa lebih dulu.
"Nama saya Larissa. Saya ibu guru Les Yumna Humaira Wijaya. Kk bisa panggil saya Larissa". Ucap Larissa dengan tegas yang tak mau kalah dari Amira.
__ADS_1
Revan mulai memijat pelan dahinya. Revan yang tidak enak hati akan perilaku Amira yang memperkenalkan diri kepada Larissa mulai mengalihkan pandanganya dari mereka berdua.
Yumna yang mulai bosan kini ingin mengajak Papanya untuk pergi.
" Papa ayo kita pergi aku mau pulang saja". Ucap Yumna dengan ketus karena tidak suka akan kehadiran Amira.
" Kok kamu pergi sih Kan Tante baru datang". Ucap Amira dengan penuh kelembutan ketika ada Revan dihadapannya.
" Ayo Papah kita pergi saja ayo bu guru aku mau pulang sudah ngantuk". Ucap Yumna dengan menggoyangkan lengan Revan dan Larissa.
" Amira sayang, Anakku mau pulang. Nanti lain hari saja kita jalan-jalan lagi dan bertemu kembali". Ucap Revan dengan lembut dan mencium kening Amira sebagai tanda akhir pertemuan mereka berdua hari ini.
"Baiklah kalau begitu. Aku baru datang juga. Aku ingin menemui teman arisanku di sebelah sana". Ucap Amira dengan lembut dan bermanja kepada Revan.
Kini Yumna mulai menarik tangan Larissa untuk menjauh dari pandangan Amira. Amira nampak tidak suka dengan perilaku Yumna dan Larissa yang tidak sopan. Revan hanya biasa saja melihat pemandangan antara Yumna dan Larissa. Larissa dan Yumna lebih dulu berpisah dari Revan dan Amira.
Larissa dan Yumna yang lebih dulu keluar dari food court dan mulai di hampiri oleh Revan. Kini mereka berjalan pergi
"Papa Yumna mau beli baju. Boleh ya papah Please". Ucap Yumna dengan manja kepada Papahnya seraya memohon
" Lah Kata kamu kan tadi pengen pulang. Kok kamu pengen ke toko baju lagi".Tanya Revan yang mulai heran dengan perilaku Yumna.
"Enggak jadi deh. Yumna berubah pikiran, Maunya beli baju yah Papah". Ucap Yumna dengan lembut.
Kini Yumna, Revan, dan Larissa mulai menuju toko baju untuk membeli baju Yumna. Banyak pilihan di antara baju anak-anak yang mereka pilih-pilih. Yumna mulai pergi berlari untuk memilih-milih baju di salah satu toko baju ternama dari dalam Mall.
Larissa hanya mengekor di belakang Yumna. Tiba-tiba Yumna mengambil satu potong baju bayi dan memeluknya dengan sangat erat.
"Andai Yumna punya adik. Yumna akan sangat menyayanginya". Ucap Yumna dengan penuh lembut.
Suara itu membuat hati Larissa tersentuh Revan yang terkaget akan ucapan anaknya mulai bingung untuk menjawabnya. Larissa mulai berkata
"Nanti suatu hari Yumna pasti akan punya adik. Emang adiknya ingin cewek atau cowok? "Tanya Larissa.
"Aku pengen punya adik cewek biar bisa nemenin Yumna bu guru". Sahut Yumna dengan menggemaskan.
"Baiklah nanti semoga Yumna punya adik cewek sesuai dengan yang Yumna harapkan Aamiin" Ucap Larissa.
" Aamiin". Ucap Revan bersama dengan Yumna.
Larissa nampak kebingungan dengan sahutan antara papah dan seorang anaknya. Tak terasa kini mereka telah selesai berbelanja di toko baju tersebut. Mereka pun mulai beranjak pergi menuju parkiran mobil karena sudah hampir dua jam berada dari dalam mall. Larissa mulai kelelahan.
__ADS_1