
Diruang kelas lagi sibuk dengan aduan banyak gosip tentang Adit. Larissa mengabaikan hal ini karena dianggap tidak penting. Yang Larissa pikirkan saat ini hanyalah bekerja dan bekerja.
Teng,,,,Teng,,,,Teng,,,,Teng,,,,Teng,,,,.
Bel Berbunyi lima kali menandakan akan pulang sekolah. Murid-murid riang gembira jika pulang lebih awal . Larissa menggunakan kesempatan ini untuk mencari lapangan kerja. Seperti, yang sudah disarankan oleh sahabatku.
"Aku siang ini akan melamar kerja di sana". Gumam hati Larissa.
Larissa mulai pulang sekolah. Didepan pintu gerbang sekolah kini Larissa menggunakan ojek untuk menuju rumah. Disepanjang perjalan Larisa sangat menikmati suasana. Angan-angan dan harapan seakan sudah didepan mata. Larissa sangat bersemangat dalam keinginan mau bekerja. Tak terasa sesampainya dirumah Larissa disambut oleh kedua orang tuanya.
"Assalamualaikum ibu ayah".
"Wassalamu'alaikum". Sahut ibu
"Tumben sekolah pulang cepat nak?". Tanya Ayah
"Iya yah gak tau juga kenapa?. Tiba-tiba pulang cepat. Munkin guru-guru sedang ada rapat. Sehingga jadi pulang cepat". Jawab Larissa.
"Hemmmmm,,,,.". Ucap Ayah.
Suara itu membuat Ayah berlalu dalam pembicaraan kami.
"Nak ganti baju dulu, setelah itu makan siang dan bantulah Ibu " Ucap Ibu.
"Siap Ibuku sayang".
Larissa berlalu dari pembicaraan ini. Larissa menuju kamarnya. Tampaklah jelas surat lamaran diatas meja belajar yang sudah Larissa siapkan untuk dia bagikan dimana - mana untuk mencari-cari pekerjaan. Larissa mengambil baju rumahan untuk bersiap makan dan membantu Ibunya. Dimeja makan tampaklah makanan yang apa adanya. Walaupun seadanya Larissa sangat bersyukur dengan rejeki dan keutuhan keluarga ini.
Selesai makan Larissa mulai membantu Ibunya. Dirumah Larissa sedang sibuk dengan pekerjaan rumah . Hingga akhirnya Larissa selesai dalam membantu tugas Ibunya. Disudut ruangan tampaklah Ayah menonton televisi. Tak lupa dengan kopi dan juga cemilan kecil.
"Ayah. Ayah sedang apa?" Tanya Larissa.
" Ayah sedang menonton televisi dan meminum kopi ". Sahut Ayah.
"Ayah Larissa mau minta ijin untuk bekerja paruh waktu" Ucap Larissa dengan wajah memelas.
"Apakah pekerjaan itu tidak mengganggumu Larissa?". Tanya Ayah.
"Tentu tidak ayah kan aku bekerjanya paruh waktu". Jawab Larissa.
"Bagaimana dengan sekolahmu Larissa? ". Tanya Ayah.
"Untuk sekolah kan sekarang sabtu Minggu libur. Untuk hari biasa aku pulang jam 15:30 Ayah. Bukankah waktu yang ada bisa aku pergunakan untuk mencari uang Ayah"?. Sahut Larissa.
"Silahkan jika itu tidak mengganggumu. Ayah akan mendukungmu untuk bekerja" .Ucap Ayah
__ADS_1
Ayah Larissa tidak bisa berbuat banyak. Ayah Larissa saat ini dalam keadaan stroke ringan. Sedangkan Ibu Larissa hanyalah seorang buruh panggilan yang kadang-kadang di panggil tetangga untuk mencuci pakaian dan beres-beres rumah . Larissa sangat bersemangat dengan dukungan ayahnya. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 14:00 Larissa siap-siap untuk pergi mengantar lamaran kerja.
Ting,,,,Ting,,,,, Ting,,,,.
Suara bunyi telepon menandakan ada pesan masuk. ternyata pesan WhatsApp grup berbunyi
"Bagaimana Larissa jadi gak lamar kerja jadi guru les ditempat kerja tante ku" .Tanya Dita
" Jadi donk Dita Sebentar lagi aku akan menuju rumah mu". Jawab Larissa.
" Baiklah!". Ucap Dita
"Semangat Larissa". Ucap Rika.
"Kalo gak diterima masuk kerja ditempat dita. Bisa masuk kerja di hotel om ku larissa. sudah aku ceritakan jika kamu mau kerja di sana". Ucap Diva
"Terima kasih semuanya aku sangat berterima kasih atas bantuan dan support kalian". Sahut Larissa.
Diva, Rika, Dita: Mereka bertiga mengucapkan "Sama-sama" .
Larissa mengambil berkas lamaran kerja dan juga tas yang berisikan dompet dan handphone. Tak lupa jaket sebagai penghangat tubuh dijalan.
"Ayah Larissa berangkat dulu yah. Ayah doakan Larissa untuk diterima kerja yah ayah". Ucap Larissa meminta doa kepada Ayah.
" Semoga kamu dapat pekerjaan yang baik dan hasil yang cukup Aamiin". Doa Ayah untuk Larissa.
" Assalamualaikum ayah". Ucap Larissa
"Wassalamu'alaikum larissa". Jawab Ayah.
Larissa berlalu dan menuju pintu untuk pergi. Diperjalanan hingga akhirnya tibalah Larissa di sebuah halte. Larissa sedang menunggu alat transportasi . Tidak perlu waktu lama, Bus telah datang dan menjemput penumpang yang ada dihalaman halte bus. Larissa memilih tempat duduk yang menghadap kaca. Di sana Larissa menikmati pemandangan berlalu lintas.
"Mbak,, Bayarnya mbak, Mbak" Suara kenek bus membuyarkan lamunan Larissa" .
"Iya kk ini uangnya ". Larissa mengeluarkan uang lembaran berwarna biru berupa pecahan uang lima puluh ribuan.
" Mau kemana tujuannya kk?" Tanya kenek Bus.
"Mau ke taman melati kk". Turunkan saja saya di sana". Jawab Larissa
"Baiklah. Ini uang kembalinya mbak empat pulu ribu rupiah".Ucap kenek Bus.
Perjalanannya berlalu hingga akhirnya Larissa mulai turun dari bus. pada saat ingin menuruni anak tangga di bus. Larissa berusaha meraih ponsel yang ada dalam tas dan menaruhnya di saku celana. Tiba-tiba seorang jambret datang dan mengambil tas Larissa. Larissa berteriak sekencang- kencangnya .
"Tolong jambret-jambret tolong". Teriak Larissa meminta pertolongan.
__ADS_1
Warga berbondong bondong mengejar jambret tersebut dan memasuki sebuah lingkungan kumuh di pinggir kota. Jambret itupun kesenggol oleh seorang pria berbadan besar dan tinggi. Lengkap dengan pakaian style jas yang rafi dan berkarisma" .
"Kalo kerja itu yang halal jangan yang haram". Ucap Lelaki Tuan tampan.
Mengambil tas Larissa, Mengepal tangan dan menatap tajam jambret tersebut. Jambret itupun pergi berlalu dan meninggalkan tempat ini. Jambret ini tidak berani melawan karena secara fisik sudah pasti kalah.
Para warga berhamburan mencari jambret itu. wargapun tidak menemukan dimana jambret itu berada. Para wargapun membubarkan diri. Hingga tiba saatnya Larissa dengan penuh keringat dan ngos-ngosan mencari keberadaan jambret itu. Tampak jelas seorang lelaki tampan yang sedang menggunakan tas Larissa berada pada bahunya berlalu melewati Larissa. Larissa mengumpulkan tenaga dan berjalan seraya meneriaki pria tampan tersebut
" Hei,,,,, Tunggu,,,, Tunggu,,,, Engkau yang menggunakan tas merah tolong berhenti. " Ucap Larissa.
Pria inipun berhenti. Dengan muka datar dan bersikap cuek pria ini menatap Larissa.
"Iya ada apa nona"? Tanya Tuan.
" Itu tas saya tuan. Tas warna merah itu milik saya. Tas saya itu habis dijambret oleh seseorang". Jawab Larissa
" Oh ini tas kamu. Apa kamu bisa buktikan kalo ini milikmu?". Tanya Tuan
Larissa tersenyum,,,
"Bisa saya minjam tasnya tuan. Didalam ada dompet yang berisi identitas saya dan surat lamaran kerja yang berisikan tentang saya". Jawab Larissa
Pria inipun memberikan tasnya kepada Larissa.
" Nah tuan ini sebagai bukti jika tas ini adalah milik saya". Jawab Larissa
Larissa menunjukan kartu identitas dan lain lainya.
"Terima kasih tuan sudah menolong saya". Ucap Larissa
"Sama-sama". Sama-sama ucap Tuan.
"Perkenalkan nama Saya Larissa". Ucap Larissa.
Larissa mengulurkan tangannya dan mengajak berkenalan.
"Nama saya Revan Kurniawan Wijaya. Kamu bisa panggil saya Revan". Jawab Revan
Larissa dan Revan bersalaman.
Menandakan awal perkenalan mereka. Revan berlalu berjalan menjauh dari Larissa. Dari kejauhan Larissa begitu takjub akan bentuk fisik Revan. Larissa hanya tersenyum senyum menatap Revan dari kejauhan.
Dering,,,, Dering,,,,, Dering,,,,.
__ADS_1
Suara telepon Larissa berdering . Tampaklah jelas dilayar handphone Dita yang sedang menelpon Larissa.