Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku

Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku
Bab 19 Kisah Rania


__ADS_3

'Dua Minggu Kemudian'


Tak terasa kini dua minggu telah berlalu


Dering,,,, Dering,,, Dering . Nampak notifikasi dari Handphone Adit berbunyi.


"Selamat pagi tuan saya telah menemukan apa yang telah Tuan kehendaki. Bisakah Tuan memberikan uang untuk info lebih lanjut . Karena, saya menemukan alamat dan foto yang telah Tuan berikan sebelumnya kepada saya. Jika Tuan ingin melanjutkan informasi tolong kirimkan uang untuk saya. Karena saya sedang memerlukan uang tersebut untuk membayar anak buah saya". Pesan singkat yang diberikan oleh logam terhadap Adit.


Terlukis senyum mengembang di wajah Adit. Adit tampak percaya dengan isi pesan oleh logam tersebut. Sebab Logam sudah lama bekerja terhadap ayahnya. Adit pun membalas pesan singkat dari Pak logam tersebut


"Silakan kirim nomor rekeningnya. Akan aku kirim sejumlah uang untuk membayar hasil kerjamu hari ini".Jawab Adit.


Tak perlu menunggu waktu lama. Nampak nomor rekening bank dari logam pun telah terkirim. Dan Adit mulai mengirimkan sejumlah uang melalui BNI Mobile ke nomor rekening pak logam.


"Terima kasih Tuan atas kepercayaannya. Baiklah saya akan mengirimkan berupa bukti video dan rumah serta orang dalam rumahnya saya kirim ke Tuan tunggu sebentar.


Teng....


Teng......


Teng ....


Tiga tanda notifikasi itu pun muncul di handphonenya Adit. Adit membuka satu persatu kiriman file dari logam. Mulai dari foto rumah yang ada di alamat kertas tersebut. Ada foto orang tua yang telah dikirimkan logam dan video yang mendiami di rumah tersebut. Dalam video yang dikirim .Ternyata rumah ini masih berpenghuni meski terlihat tua dan nampak kusam . Rumah ini tidak jauh dari rumah Adit.


" Apakah rumah ini rumah orang tua Rania". Gumam hati Adit.


Adit pun segera terbangun dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak terasa kini Adit telah selesai mandi. Adit mulai menuju tempat lemari untuk berpakaian rapi hari ini. Hari ini hari Minggu Adit mulai menuju kamar sebelah yang ada Rania. Adit mulai mengetuk pintu kamar Rania.


"Tok,,,, Tok,,,,Tok. "Adit mulai mengetuk pintu dan memanggil.


"Rania ...Rania...". Ucap Adit mengetuk pintu seraya memanggil Rania. Tapi, tidak ada suara sahutan ataupun terdengar suara ada orang dari dalam kamar Rania. Adit mulai membuka ganggang pintu. Ternyata pintu pun tidak terkunci dari dalam kamar.Ternyata Rania tidak ada dalam kamar. Ada terbesit dipikiran adit


"Munkin sedang mandi di dalam ruangan kamar mandi yang ada dalam kamar tersebut". Gumam Adit dalam hati.


Adit mulai menunggu didepan pintu kamar Rania . Tapi tidak ada suara orang mandi juga. Adit mulai memutuskan menuruni anak tangga untuk menuju dapur. Ternyata Adit menemukan Rania sedang memasak di dapur bersama neneknya dan juga seorang pelayan.


Masakan Rania begitu harum. Adit jadi teringat akan masakan Larissa yang begitu enak ketika, Sedang traveling dulu. Adit jadi ingin sekali membawa Rania untuk travelling bersama para sahabatnya. Tapi sayang Larissa tak mampu untuk travelling kembali karena, Sedang bekerja paruh waktu.

__ADS_1


" Rania,,,Rania." Ucap Adit. Adit memanggil dan mulai mendekati Rania.


" Rania aku punya kabar baik untukmu. Apa kamu ingin mendengarnya?". Tanya Adit.


"Boleh tapi kita berbicaranya di ruang makan saja. Aku ingin memasak. Sedikit lagi masakan ini selesai.". Ucap Rania dan mulai mengecilkan api kompor untuk memasak masakan yang sudah hampir matang.


Nenek sibuk memotong sayuran yang akan ditumis. Begitupun dengan pelayan. Pelayan sibuk menyiapkan piring dan cangkir untuk makan di meja makan. Tak terasa aktivitas mereka pun selesai. Rania begitu cekatan dalam hal memasak. Masakannya begitu harum. Nenek begitu terkesima dengan Rania yang begitu piawai dalam memasak.


"Aroma masakan kamu harum banget. Ini pasti enak masakannya. Dipandang saja sudah membuat perut ini lapar". Ucap Adit memuji Rania. Kini pipi Rania mulai memerah


" Ayo kita makan". Ucap Adit yang sudah tidak tahan dengan harum aroma yang menggugah selera.


"Ayo kita makan Adit dan nenek". Ajak Rania


Kini Rania, nenek, dan Adit. Telah berada di meja makan. Rania sibuk menata meja makan untuk menyiapkan makanan Adit dan nenek.Garpu dan sendok kini telah beradu di meja makan mereka.


" Makanan yang dimasak oleh Rania sungguh enak". Ucap Adit begitu semangat dalam makan pagi hari ini.


"Iya enak sekali masakan Rania. Kamu hobi masak ya nak? Masakan kamu sungguh enak". Tanya dan pujian nenek. Rania tersenyum dan berucap


" Ah.,,,. Nenek bisa saja. Masakan Rania itu cuman masakan kampung nek. Jauh dari kelas nenek. kalau menu nenek pasti makanan berkelas". Sahut Rania.


Lagi-lagi Adit mulai memuji Rania secara terus-menerus. Perasaan Rania mulai terbang melayang akan pujian antara nenek dan seorang cucunya. Tak lupa sesudah mereka makan. Mereka mengucapkan


"Alhamdulillah". Mereka berucap secara bersama-sama


Nenek mulai beranjak pergi dari meja makan dan menuju ruang keluarga untuk menonton Televisi . Rania mulai membereskan meja makan agar, Tidak berantakan. Ketika Rania yang mulai membersihkan piring dan sendok tangan Rania dihentikan oleh Adit.


" Kamu tak perlu membereskannya biarlah pelayan yang membereskannya. Aku ingin berbicara empat mata denganmu". Ucap Adit dengan serius.


"Pelayan tolong bersihkan yang ada di atas meja makan ini". Ucap Adit dengan menunjuk apa yang ada di atas meja makan. Pelayan pun mulai membersihkan piring, cangkir, sendok , dan garpu yang berada di atas meja makan.


Setelah selesai semuanya. Adit dan Rania berbicara Empat Mata menuju halaman belakang rumah . Pemandangan taman dan pohon yang rindang sangat mendukung kabar bahagia dihari ini.


" Rania aku punya kabar baik untuk kamu. Apa kamu ingin mendengarnya?". Tanya Adit


Dengan senyum yang mengembang di wajahnya. Rania pun dengan antusias mendengarkan penjelasan Adit yang sudah sedari tadi ingin didengarnya .

__ADS_1


" Iya boleh. Ada kabar baik apa Adit?". Tanya Rania.


"Begini aku telah menemukan alamat rumah yang telah ada di kertas itu. Alamat itu aku foto sewaktu di rumah sakit. Dan aku menemukan foto itu juga. Foto ibu mu maksudku . Aku menemukan semuanya. Aku menyuruh bawahan Ayahku untuk menyelidiki semuanya dan Apa kamu tahu atas semua itu. Sungguh kabar yang menggembirakan bukan ?". Ucap Adit


"Masya Allah Adit. Terima kasih banyak aku sungguh-sungguh berhutang budi kepadamu. Sekarang Di manakah mereka berada Adit . Sungguh aku ingin sekali bertemu". Jawab Rania dengan penasaran .


"Tunggu dulu aku sedang Menanti kabar selanjutnya dari bawahan ayahku. Nanti besok siapkan dirimu untuk kita bisa menuju rumah yang ada dalam alamat itu". Sahut Adit


"Kenapa tidak hari ini saja Adit?". Tanya Rania.


" Untuk hari ini. Aku tidak bisa. Aku sangat lelah. Nanti besok pulang sekolah aku janji akan mempertemukan kamu dengan keluargamu". Ucap Adit


" Kamu janji ya Adit. Aku sangat berharap kepadamu ". Jawab Rania dengan penuh harapan.


" Iya aku janji". Kamu tenang saja Rania". Sahut Adit.


Rania begitu gembira mendengar kebahagiaan hari ini. Dua sekaligus kebahagian yang Rania telah rasakan . Satu mendapatkan Pujian dari cucu dan seorang nenek. Yang kedua kebahagiaan telah menemukan keluarganya kembali.


"Oh iya Rania. Kalau dari alamat itu aku lihat rumahnya tidak jauh dari rumahku". Ucap Adit.


"Terus Mengapa tidak hari ini saja Adit?". Tanya Rania.


"Aku tidak bisa Rania. Hari ini aku capek sekali. Dan aku juga sibuk untuk mengerjakan tugas sekolah. Jadi kumohon Besok saja kita untuk melihat semuanya. Untuk lebih jelas nanti aku menunggu informasi lebih lanjut dari bawaan Ayah ku". Ucap Adit dengan penuh penekanan.


"Baiklah ". Sahut Rania.


"Apa kamu mengerti maksud aku Rania.?". Tanya Adit dengan melirik tajam wajah Rania .


"Baiklah adit terima kasih sebelumnya". Ucap Rania dengan wajah yang terlukis senyum mengembang.


"Sama-sama ". Jawab Adit.


Kini Rania mulai beranjak pergi dan menuju kamarnya. Di kamarnya Rania sangat bahagia akan kabar yang telah diberikan oleh Adit. Jantung Rania tampak deg-degan yang tidak beraturan ketika ingin dipertemukan oleh keluarganya kembali. Tapi Rania juga memikirkan keadaan pamannya kembali.


" Bagaimana keadaan pamannya?. Walaupun Paman Rania jahat ingin menjualnya . Tapi Rania masih sedang memikirkan pamannya yang telah terpisah dari Rania di kota yang besar ini". Gumam hati Rania penuh lirih.


Lagi-lagi hatinya bergemuruh memikirkan hal itu. Padahal Pamannya sudah jahat terhadap Rania. Tapi Rania masih memiliki hal itu. Hati nurani Rania untuk memikirkan keselamatan pamannya masih tersirat dibenak yang paling dalam.

__ADS_1


"Paman semoga engkau baik-baik saja di sana. Rania terus mendoakan Paman agar segera pulang kampung dan menyesali perbuatan Paman terhadap Rania". Doa Rania dalam hati. Rania mulai Membersihkan Kamar tidurnya tak terasa hari kini mulai siang.


Rania mulai membuka pintu kamarnya tidak ada seorangpun di dalam lorong ini Rania mulai menuruni anak tangga di sana terdapat nenek yang sedang berada di ruang keluarga nenek sangat senang dengan menonton televisi.


__ADS_2