Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku

Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku
Bab 65. Peristiwa Hidup


__ADS_3

Dari dalam toilet Larissa mulai bercermin didepan watafel . Hati Larissa memikirkan keadaan Revan. Apa yang membuat Revan menjadi demikian? Apakah Revan diputusin wanita simpananya hingga akhirnya meneteskan Air mata? Atau Revan diselingkuhi oleh pacarnya. Mengingat pacarnya yang berada tidak disisinya?


Pertanyaan dengan penuh pertanyaan mulai merasuki tubuh Larissa. Larissa yang berkaca dari cermin hanya dapat meratapi dirinya.


"Apa kurangnya diriku ? Apakah aku kurang menarik di matanya? Ini kali pertama aku melihatnya meneteskan air mata di hadapanku. Mungkinkah wanita itu telah memutuskan sepihak darinya?", Guman hati Larissa yang merasa sedih.


Larissa mulai meninggalkan toilet dan menuju meja makan kembali untuk bersama Revan. Langkah kaki Larissa terhenti ketika lengan Larisa ditarik oleh Diva. Diva kebetulan berada di restoran yang sama dan melihat Larissa.


Diva mempertanyakan perasaannya kemarin yang masih menggantung dari jawaban Larissa.


" Kaukah itu Larissa?". Tanya Diva terhadap Larissa.


Larissa menatap dan tersenyum dengan Diva. Tatapan yang sudah lama Diva rindukan Matanya sudah lama tidak saling beradu satu sama lain.


" Eh Diva, Kamu di sini juga". Ucap Larissa.


"Kamu sedang apa?" Tanya Diva.


"Aku sedang makan malam". Sahut Larissa.


" Oh begitu. Bagaimana soal kemarin? Apa Di sini aku bisa menemukan jawabannya kembali ?" Tanya Diva yang masih mengharapkan Larissa.

__ADS_1


Larissa mulai terdiam dan jantungnya berdegup dengan kencang. Lagi-lagi Diva masih memgharapkan jawaban terhadap Larissa. Larissa yang ingat akan Siapa dirinya mulai memberanikan diri untuk mengangkat pandangannya.


" Maafkan aku Diva. Aku tak mampu membalas perasaanmu. Aku tahu kamu adalah sahabat lamaku. Mungkin kamu telah mencintaiku Sedari Dulu. Tapi mohon maaf aku enam hari lagi akan dipersunting oleh lelaki pilihan orang tuaku. Aku tidak bisa menerimamu menjadi kekasihku. Sebab aku yang akan menjadi seorang istri di enam hari mendatang". Sahut Larissa menjelaskan diri.


Jantung Diva serasa tertusuk oleh mata pisau yang sangat tajam. Ada rasa sakit yang dirasakan seakan melebihi tersambar petir. Jawaban dari Larissa membuat hati Diva kecewa.


Larissa mulai tersenyum dan berusaha menghindari Diva. Diva hanya menatap jauh kepergian Larissa sang Cinta Pertama di masa duduk dibangku SMA.


Larissa melanjutkan langkah kakinya menuju meja makan untuk bersama Revan. Revan hanya terduduk diam dengan pikiran ngelamun dan tanpa arah. Pikiran Revan melayang-layang akan kabar Amira yang bersama dengan laki-laki sedang mesra di rumah sakit.


Inikah pembalasan Amira terhada Revan yang menjaga hati tapi tidak dengan perasaanya. Ada rasa sakit tapi tidak berdarah dari diri Revan. Walau Revan tidak mencintai sepenuhnya lagi terhadap Amira. Tapi, Revan masih menyayanginya.


"Sayang,,,,". Suara itu membuat Revan tersadar akan lamunanaya.


Revan yang seharusnya menggunakan hati jiwa dan raga sepenuhnya terhadap Larissa tidak usah lagi memikirkan seorang Amira. Amira hanyalah mantan yang tak boleh dikenang apalagi diingat. Karena Larissa adalah masa depan yang nyata sekarang.


Larissa menatap mata Revan dan menggenggam erat tangan Revan. Revan yang merasa dikuatkan terhadap perilaku Larissa mulai tersentuh. Revan sadar akan siapa dirinya. Dia adalah suami Sah dari Larissa.Sungguh tak perlulah Revan memikirkan Amira yang hanya menjadi duri diantara pernikahan mereka.


Revan mulai menggandeng Larissa dan menuju kasir untuk membayar makanan. Revan berjalan perlahan dan menatap indah sang masa depan. Revan membukakan pintu mobil untuk dimasuki sang istri.Perilaku Revan sangat indah Revan dari meja makan sampai dari dalam mobil tak ingin melepas genggaman tangan Larissa yang menguatkan dirinya.


Dilain tempat Amira telah keluar dari rumah sakit. Richard menggandeng Amira untuk memasuki mobil dan pergi menuju apartemen Amira. Ibu Erlin terpesona dengan perilaku Amira .Amira sangat ramah kepada calon ibu mertuanya. Amira mampu meluluhkan perasaan sang calon ibu mertua.

__ADS_1


Hati Amira sangat senang sekaligus sedih. Ada rasa senang karena pertanggung jawaban dari keluarga Richard. Ada juga rasa sedih dan penyesalan akibat benih cinta yang telah tumbuh dari dalam perut Amira. Bagaimana nanti Amira pulang keindonesia dan memberitahukan Ibunya tentang kehamilan ini.


Richard menepikan mobil untuk berbelanja ke mini market. Richard membeli berbagai macam buah dan susu ibu hamil untuk tumbuh kembanga sang anak yang dikandung oleh Amira. Amira dan ibu richard hanya berada dari dalam mobil. Richard takut media mengetahui tentang kehamilan Amira.


Tapi cepat atau lambat bangkai pasti akan tercium juga. Richard membayar semua barang belanjaan dengan menggunakan penampilan masker dan kaca mata hitam. Hal ini dilakukanya agar tidak diketahui para Fans dan wartawan. Begitu tenang Richard melangkah untuk berhati-hati kepada fafaraji.


Richard yang telah sampai diarkiran mobil mulai membawa semua barang bawaan dan menaruhnya daidalam bagasi. Amira yang merasa diperhatikan oleh Richard lagi-lagi jatuh hati akan perilaku lelako yang dikenalnya.


Richard memang salah dalam menggauli Amira terlebih dulu sebelum menikah. Dan Amira terlalu bodoh dalam menyerahkan hal yang berharga untuk lelaki yang belum menjadi mahramnya.


Tapi Richard bukan laki-laki bajingan seperti laki-laki lainya. Ada perasaan manusiawi dari dalam diri Richard. Richard yang baru hampir dua bulan mengenal Amira lebih dulu jatuh hati kepada Amira. Sikap penampilan dan dewasa Amira membuat Richard mencintai yang lebih tua darinya .Selisih usia Richard dengan Amira berbeda lima tahun lebih tua Amira.


Hal ini tidak akan menjadi pengahalang untuk mereka bersatu. Semoga Richard terus tulus menyayangi Amira dengan sepenuh hati dan jiwa. Mengingat hidup Amira yang tidak memiliki seorang Ayah karena kelahiranya adalah gadis tak bernasab dari keluarganya.


Amira sangat senang dengan perlakuan Richard yang meratukanya. Kini Richard melajukan mobilnya untuk menuju apartemen Amira. Sudah hampir lima belas menit perjalanan menghantarkan mereka sampai ke apartemen Amira. Amira di angkat ala Bridel Style oleh Richard.Amira yang tertidur karena kelelahan.


Amira tidak merasa jika dirinya telah diangkat oleh Richard. Sungguh soswiet malam Amira yang ditemani dengan pemandangan kedua insan yang saling menguatkan . Hal ini entah memang garis jodoh yang ditakdirkan. Hingga membuat tidak ada yang menghambat hubungan mereka.


Tuhan memang adil dalam menuliskan garis takdir insan manusia. Amira telah berada diatas ranjangnya. Ranjang yang selalu mencumbu Richard Terhadap Amira. Ibu Richard memandang pemandnagan indah kedua insan yang saling menyayangi, Mengasihi, Dan saling mencintai Satu sama lain.


Richard mulai pergi dari atas ranjang dan pergi menuju dapur untuk membuatkan teh dan menyiapkan beberapa snack untuk ibunya. Ibu Erlin telah menunggu disofa untuk beristirahat diatas sofa. Richard membawakam teh hangat dan beberapa snack.

__ADS_1


Richard banyak berbicara tentang cerita hidup selama mengenal Amira. Hati ibu Erlin tersentuh akan jiwa kelelakian putra semata wayangnya. Ibu dan anak yang saling menguatkan. Malam yang berlalu dengan sempurna.


__ADS_2