
Larissa dan Revan telah berada di salah satu restoran yang ada dari dalam mall. Revan mulai memesan menu makanan. Begitupun oleh Larissa yang juga memesan menu makanan. Tidak ada pembicaraan hal penting diantara mereka berdua di meja makan.
Revan hanya mengarahkan untuk Larissa menyimpan benda ini. Revan mengeluarkan salah satu benda berbentuk kalung dan memakaikan di leher Larissa. Larissa nampak tersenyum akan prilaku Revan. Nampak semua pengunjuk restoran terpesona akan prilaku soswiet Revan Terhadap Larissaa . Pipi Larissa nampak memerah ketika Revan berprilaku demikian.
Terkadang Revan sangat baik kepadanya. Tapi terkadang Revan bersikap dingin dan jahil kepadanya. Rasa berbagai macam perasaan bercampur aduk dari dalam diri Larissa . Hari ini Larissa nampak diratukan oleh Revan Kurniawan Wijaya.
Tapi,besok Lihatlah Bagaimana Revan akan memperlakukannya. Mengingat hubungan dari Revan terhadap Larissa yang diangga Larissa hanya sebagai wanita istri yang sah di mata agama.
Revan ketika telah berkomunikasi dengan Amira tidak mengingat lagi akan hubungan statusnya Yang seorang suami terhadap Larissa. Hari ini Larissa sangat senang karena sudah menyelesaikan ujian nasional dan telah diajak jalan-jalan ke malloleh Revan lalu diberikan hadiah.
Sungguh Hari ini adalah hari kemenangan yang indah untuk Larisa. Waiter yang menyiapkan menu makanan dari atas meja mulai membuyarkan Lamunan Larissa yang merasa diratukan diantara hubungan Revan dan Larissa.
"Bagaimana hari ini ulangan ujian nasionalnya ?Apa kamu bisa menjawabnya dengan baik ? Tanya Revan yang membuka pembicaraan diantara mereka berdua.
" Ya begitulah.Apa yang ada dalam pertanyaan sudah aku jawab dengan maksimal. Semoga hasilnya memuaskan". Jawab Larissa
"Baguslah kalau begitu. Ketika kamu sudah selesai ujian nasional . Ayah mengarahkan kita untuk menikah secara sah di mata hukum negara. Kira-kira Kapan kamu bisa untuk kita memasuk hal jenjang demikian? Tanya Revan terhadap Larissa.
Larissa hanya dapat tersenyum dan bingung ingin menjawab apa?
" Ayah tidak ingin aku menikahimu hanya secara agama. Itu jadinya Mengapa aku mengajakmu untuk mempertanyakan hal ini. Bukankah ini diwaktu yang pas setelah kamu selesai melaksanakan ujian nasional".
"Hem,,,". Sahut Larissa
"Oh iya soal barang itu ayah memintaku untuk membelanjakanmu perhiasan dan mengenakanya" Ucap Revan dengan lembut.
Ternyata Hadiah itu dari tuan Azka Dan bukan dari Revan. Baru saja Larissa serasa diratukan kini malah menjadi bumerang untuk Larissa. Sikap manis sedari tadi yang diperlihatkan oleh Revan untuk memberikan hadiah kepada Larissa. Ternyata itu adalah pemberian dari tuan Azka dan menanyakan tentang akan keberlangsungan pernikahan secara negara terhadap Larissa dan Revan.
Larissa pikir Hadiah itu diperuntungkan untuk dirinya karena ketulus dari hati Revan kepada Larissa. Tapi faktanya Revan memberikan itu atas dasar dari Ayahnya.Apakah kini Larissa mulai muak akan perilaku Revan?
__ADS_1
Makanan yang ada di depan matanya pun tidak dimakan habis oleh Larissa
"Kenapa Makanannya tidak habis? Tanya Revan kepada Larissa
"Aku sudah kenyang". Sahut Larissa dengan Lesu.
Perut yang mulanya dari rumah mulai lapar dan ketika berada di resto dengan mengingat omongan Revan menjadikan Larissa tidak nafsu makan. Larissa tidak berselera lagi karena perilaku Revan. Revan yang melihat perilaku Larissa mulai bingung atau memang dia laki-laki yang tidak peka akan wanitanya.
Makan malam di antara mereka telah selesai. Revan yang sudah banyak berbelanja dari dalam mall mulai membawa Larissa untuk menuju parkiran. Entah dari arah mana tiba-tiba Dita melihat Larissa yang memasuki mobil Revan. Antara sebuah kebetulan atau tidak. Lagi-lagi Larissa terselamatkan akan hal itu.
Hanya Dita yang melihat Larissa sedang berduaan dengan Revan dari dalam mobil. Revan mulai melajukan mobilnya untuk menuju rumah. Tidak ada pembicaraan diantara mereka berdua.Larissa hanya membalikkan pandangannya untuk memandang dari balik jendela kaca mobil.
Tak terasa kini Revan telah sampai menuju halaman rumah. Revan dan Larissa menuju kamar yang berbeda.
" Kamu mau ke mana? Bukankah kamu sudah selesai ujian nasional? Ikut dan Tidurlah bersamaku" Ucap Revan dengan ketus.
Tapi untuk ajak Revan malam ini tidak ada alasan lagi untuk Larissa menghindari Revan. Larissa mulai melangkahkan kaki untuk menuju kamar Revan. Di sana Larissa mulai menghempaskan tubuhnya di atas ranjang. Revan yang melihat Larissa mulai berbaring diatas ranjang mulai menghampiri Larisan dari tepi ranjang.
Revan mulai membuka pembicara diantara mereka berdua.
" Kenapa kamu dari restoran tadi nampak diam?. Apa kamu tiba-tiba sakit?". Ucap Revan.
Suara Revan nampak dihiraukan oleh Larissa. Larissa hanya terdiam tanpa membalas omongan dari Revan.
Larissa,,,,Larissa,,,,
Suara Revan yang lantang mulai Memanggil nama Larissa. Larissa yang mendengar suara Revan mulai menyahut.
" Iya ada apa? Tanya Larissa.
__ADS_1
"Kamu kenapa sedari tadi lesu dan tidak bersemangat Larissa? Tanya Revan yang memelrmasalahkan kepada Larissa.
"Aku sakit gigi". JawabLarissa dengan ketus dan berbohong kepada Revan.
Revan mulai menggenggam tangan Larissa sesekali Revan mencium serta mengelus lembut tangan Larissa. Larissa yang diperlakukan dengan demikian hanya mampu merasakan apa yang telah lama tidak dilakukan Revan terhadap dirinya.
"Sayang". Kata itu nampak indah didengar Tapi sayang Larissa hanya menganggap ituadalah hal yang biasa. Karena, Larissa berpikir dia hanyalah istri boneka yang terkadang diperlukan dan terkadang di campakkan.
Larissa,,, Larissa,,,. Revan memanggil Larissa dua kali.
Suara itu nampak lantang terdengar dari telinga Larissa. Larissa mulai membalikkan tubuhnya untuk menghadap Revan
" Iya ada apa?. Larissa bertanya dan mulai terduduk di atas ranjang. Revan mulai menggenggam kedua tangan Larissa .
Revan mengambil satu cincin dan meletakkan di jemari Larissa. Nampak indah jemari Larisa dengan hiasan berlian di kedua jemari Larissa
" pakailah ini. Karena ini adalah pemberianku untukmu. Ini hasil dari aku memenangkan proyek untuk membahagiakan kamu.Dan untuk soal Ayah yang memberikan uang. Itu hanyalah candaanku". Ucap Revan dengan lembut yang menjelaskan kepada Larissa.
Mata Larissa yang mendengar ucapan Revan seakan tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Revan. Di satu sisi kedua mata Larissa nampak berbinar-binar karena terpesona akan omongan Revan. Tapi di sisi lain Larissa nampak ragu akan ucapan Revan .
Pikiran Larissa antara Revan yang ingin menjahilinya atau memang ketulusan hati Revan yang memberikan hadiah terhadap Larissa.
"Jangan berucap seperti itu. Bukankah kamu telah berbohong. Kata kamu ayahmu yang memberikan uang untuk membelikan perhiasan ini terhadapku". Sahut Larissa kepada Revan yang tak mau kalah dalam berbicara.
" Tidak seperti itu, Aku hanya bercanda kepadamu. Tapi kamu malah keburu omongan aku". Ucap Revan.
" Sudah pakailah, Aku ingin kamu memakainya. Karena ini sungguh terlihat indah bukan? " Pinta Revan kepada Larissa.
Dari omongan Revan nampak ada ketulusan dari omonganya. Larissa yang percaya akan omongan Revan mulai tersenyum sumringah ketika mendengar penjelasan dari Revan.
__ADS_1