Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku

Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku
Bab 47. Aktifitas Lsrissa


__ADS_3

Tiga hari kemudian


Hari ini adalah hari terakhir Larissa untuk menghadapi ujian nasional. Larissa yang telah bersiap dan menunggu Revan di tepi ranjang untuk menggunakan pakaian. Larissa mulai membalikkan pandangan dari Revan yang tidak menggunakan sehelai pakaian.


"Jangan bersikap seperti itu. Bukankah cepat atau lambat kamu akan menikmatinya". Ucap Revan yang menggoda terhadap Larissa.


Larissa hanya menghiraukan perkataan Revan.


"Ayo cepat Mas aku sudah hampir terlambat". Sahut Larissa kepada Revan.


" Jangan memanggil Aku mas. Karena aku tidak akan mengantarkanmu. Panggil Aku Sayang".Ucap Revan dengan tegas kepada Larissa


"Iya sayang". Sahut Larissa dengan Ketus.


Larissa sengaja memanggil sayang kepada Revan. Agar Revan cepat bergegas untuk mengantarkanya. Revan mulai menyeringaikan senyuman tipis kepada Larissa. Larissa dan Revan yang telah bersiap kini menuju mobil. Di sepanjang jalan Larissa menatap pemandangan semesta dari balik kaca jendela.


Tak terasa sudah hampir sepuluh menit mereka lalui bersama. Telah tiba saatnya Larissa sampai di depan pintu gerbang sekolah. Larissa yang hampir terlambat kini menuruni mobil dan bersiap pergi untuk melangkahkan kaki menuju kelas.


Revan yang ingin mencium Larissa ketika mengantarkan sekolah malah lebih dulu Larissa membuka pintu mobil untuk meninggalkan Revan. Revan yang melihat perilaku Larissa mulai menancap gas mobilnya untuk menuju kantor.


Hampir saja Larissa terlambat karena bangun kesiangan. Hari ini adalah hari terakhir Larissa dalam menghadapi ujian nasional. Larissa yang telah siap untuk menjawab soal-soal ulangan di atas meja mulai berfokus terhadap ujian nasional yang menentukan masa depan Larissa.


Larissa yang sudah mempelajari mata pelajaran sebelumnya nampak sangat mudah dalam melaksanakan ujian nasional. Karena dia sudah mempelajari pembelajaran sebelumnya. Waktu yang berlarut dengan sempurna kini menghantarkan waktu pembelajaran ulangan Ujian Nasional telah selesai. Hari ini hari terakhir Larissa dalam melaksanakan ujian nasiona.


" kita pergi jalan-jalan yuk" . Ajak Diva kepada para sahabatnya.


Larissa yang mendengar ajakan Diva hanya mampu menggelengkan kepala sebagai tanda dia menolak ajakan dari Diva .Adit dan Dita mengerti dengan maksud penolakan dari Larissa. Rika mengiyakan dengan penuh semangat dan antusias dengan ajakan Diva.


" Bagaimana dengan kamu Dita dan Adit? Adit hanya mengangguk sebagai tanda Iya. Dita pun mengiyakan Apa yang ditawarkan oleh Diva.


" Baiklah nanti kita ke mall sore hari ya. Biar kalian dijemput adit saja seperti biasa". Ucap Diva


"Baik" sahut adit


"Kenapa kamu enggak bisa Larisa?" Tanya Diva.


" Aku hari ini ada kesibukan. Mungkin lain kali saja" sahut Larissa.

__ADS_1


Dita yang tersenyum dengan jawaban Larissa dan mengalihkan pembicaraan diantara sahabatnya. Mereka pun mulai menuju parkiran dan menuju pulang untuk ke rumah masing-masing.


Larissa mulai menghubungi ojek online untuk mengantarkannya ke rumah komplek Revan. Tak terasa sudah lebih dari dua puluh menit aktivitas setelah pulang sekolah Larissa baru sampai ke depan pintu rumah. Larissa sangat takut untuk sendirian.


Tapi hal itu dikesampingkannya hanya untuk menikmati diri untuk belajar berani sendiri didalam rumah. Hari ini Bi Ina telah pulang sejak pagi-pagi hari tadi untuk menuju ke rumah tuan Azka dan bekerja di sana.


Larissa telah berada dari dalam kamar dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Larissa Hanya tinggal menunggu hasil dari Ujian Nasional. Setiap harinya dia selalu berdoa dan berusaha untuk meminta agar mendapatkan hasil yang baik.


Harapan Larissa setelah Ujian Nasional akan mampu untuk berkuliah di suatu hari nanti. Akankah Revan memutuskan tali perceraian ketika Larissa sudah mulai lulus sekolah . Atau justru Revan hanya sekedar mencampakkannya sesekali dalam pernikahan ini. Bagaimanakah untuk rumah tangga kedua insan ini kedepannya ?


Larissa hanya menikah secara agama. Pikiran itu membuat Larissa berlarut dalam tidur yang melelahkan akan aktifitasnya disiang hari ini.


Tok,,,, Tok,,,, Tok,,,.


Suara ketukan pintu mulai beradu. Ternyata hari sudah mulai sore. Revan mulai memasuki rumah dan melihat kamar tidak ada orang. Revan yang terbiasa dengan Larissa mulai mencari Larissa di kamar sebelah. Pintu yang tak terkunci mwmbuat Revan memasuki kamar Larissa.


Revan yang melihat Larissa dengan bentuk tubuhnya di atas ranjang sungguh indah bentuk fisik pesona Larissa yang seperti gitar Spanyol. Revan mulai mendekati Larissa dan merabahkan tubuhnya di samping Larissa.


Revan mulai memeluk Larissa dan mengganggu Larissa yang sedang tertidur pulas diatas Ranjang. Revan yang sedang asyik menjahili Larissa membuat Larissa terbangun dan membukakan kedua kelopak matanya secara perlahan.


Lagi-lagi Larissa mengingat apa yang telah diperlakukan oleh Revan kepada dirinya Pikiran itu seakan menari-nari dalam otaknya.


"Dasar laki-laki buaya" Gumam hati Larissa.


Larissa ingin melanjutkan tidurnya justru diganggu oleh Revan kembali. Larissa yang lelah dengan prilaku Revan mulai bosan.


" Mas aku capek dan masih ngantuk apa kamu bisa untuk tidak menggangguku ? Bukankah kita sudah berbeda kamar? Sudah dua hari kita tidak tidur bersama. Tolong aku ingin istirahat" Ucap Larissa dengan menjelaskan kepada Revan.


Revan hanya terdiam ketika Larisa berbicara demikian.


"Ayo ikut denganku. Aku ingin mengajakmu pergi ke Mall". Ucap Revan mengajak Larissa untuk pergi ke mall. Revan lebih dulu untuk beranjak pergi dari kamar Larissa. Revan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Waktu berlalu dengan perlahan.


" Apa kamu sudah siap?" Tanya Revan kepada Larissa yang menunggunya di ruang tamu. Larissa sudah sedari tadi menunggu Revan yang sudah siap untuk diajak pergi.


Revan dan Larissa mulai menuju mobil dan melajukannya untuk pergi ke mall. Revan dan Larissa telah sampai dari halaman Mall. Revan mengajak Larissa untuk pergi berjalan-jalan memasuki Mall.Di sana banyak sekali berbagai macam yang diperjual belikan.

__ADS_1


Sudah berbagai macam toko yang di kunjungi oleh Revan. Revan mulai membawa Larissa ke salah satu toko berlian untuk pergi melihat- Lihat.


" Silahkan kamu pilih mau yang mana ?" Ucapkan Revan dengan Larissa. Larissa hanya terdiam dan melihat-lihat apa yang ada di depan matanya. Begitu indah dan menawan bentuk benda disini.


Banyak berbagai macam perhiasan mulai dari cincin, Anting, Kalung, Gelang semua ada di toko ini. Larissa pun tertuju dengan satu berlian yang berbentuk cincin dengan bentuk kecil tapi cantik dan menawan. Larissa menunjuk cincin itu.


" Aku mau ini Mas". Ucap Larissa.


Pelayan pun mengambilkan benda yang diinginkan oleh Larissa.


" Ini Nona, silakan". Begitu indah pandangan Larissa kepada benda tersebut. Tapi Revan justru menolaknya.


" Kenapa kamu harus mengambil yang kecil ?Ini tidak bagus di jemarimu. Pilihlah yang lain". Ucap Revan kepada Larissa.


" Mbak apa ada di sini edisi terbaru yang limited edition? Tanya Revan.


" Ada tuan disebelah sini. Tunggulah sebentar saya akan mengambilkanya kebetulah toko kami cuman kebagian satu set Item barang tersebut". Sahut pelayan tersebut.


Pelayan tersebut mulai mengambilkan satu set perhiasan yang limited edition untuk memperkenalkan kepada Revan dan Larissa. Revan yang melihat itu sungguh terpesona akan keindahanya.


Larissa yang nampak bingung dengan harganya hanya bisa terdiam dan menundukan pandanganya.


"Bagaimana caranya untuk membayar sebanyak itu. Harganya sungguh di luar Nalar." Larissa yang kebingungan hanya mampu membalikan pandangan.


"Rasa tak pantas Seorang Istri boneka mengenakan perhiasan semahal ini. Apakah ia benar-benar memberikannya kepadaku atau justru Ini untuk wanita simpanannya" Larissa mulai bingung dan berpikir buruk terhadap Revan.


Revan telah membayar perhiasan yang dimintanya. Mereka pun Beranjak Pergi dari toko dan mencari barang-barang yang akan dibeli oleh Revan selanjutnya. Dari sudut lain Adit yang melihat Larissa berjalan bersama laki-laki itu mulai memandang dari kejauhan.


Sesekali hatinya bertanya-tanya


" Ada hubungan apa gerangan di antara Larissa dan lelaki itu". Pertanyaan itu seakan tak mampu adit menjawabnya .


Ketika Adit, Diva Dita, dan Rika mulai mendekati dari arah lorong yang Larissa dan Revan lewati. Adit mulai mengarahkan untuk berbalik arah untuk tidak melalui jalan yang dilalui oleh Revan dan Larissa.


"Sepertinya kita harus berbalik arah deh. Aku pengen menuju toko yang itu". Adit, Dita,Rika, dan Diva mulai mengikuti arah langkah kaki Adit melangkah.Hari ini adalah hari yang terselamatkan untuk Larissa.Tapi, bagaimana dengan hari esok dan hari berikutnya. Apakah hidup Larissa akan terselamatkan dari banyak pertanyaan sahabatnya nanti?


Pernikahan ini hanya diketahui oleh Dita dan Adit yang mulai curiga dan meyakini bahwa ada hubungan spesial di antara Revan dan Larissa. Bagaimanakah hidup Larissa kedepannya?

__ADS_1


__ADS_2