Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku

Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku
Bab 53 Kebahagian


__ADS_3

Hari demi hari telah berganti. Kedua insan ini terbiasa untuk saling bertemu satu sama lain. Revan sedang asyik duduk di tepi ranjang dengan menggunakan ponselnya. Amira nampak sedang menghubungi Revan untuk pagi hari ini.


Langkah kaki Larissa terdengar secara perlahan menuju kamar. Larissa sedang membawakan secangkir kopi dan beberapa snack untuk Revan. Larissa nampak cemburu melihat Revan yang tersenyum indah mengukir wajah ketampanannya ketika melihat layar handphone.


Ohok,,,, Ohok,,,,, Ohok.


Suara batuk Larissa menghentikan aktifitas Revan yang menggunakan handphonenya.


" Ini kopinya Mas". Larissa yang mulai memberikan secangkir kopi, Snack dan menaruhnya di atas nakas.


" Terima kasih". Suara lembut Revan terdengar dengan lembu.


Revan mengambil kopi buatan dari Larissa. Revan sangat menyukai kopi buatan Larissa. Bagi Revan kopi ini tidak pernah dinikmatinya selain dari buatan istrinya si Larissa yang pandai membuat kopi yang nikmat.


" Oh iya Mas nanti dua minggu lagi aku akan wisuda. Apa kamu mau ikut untuk acara ku?" Tanya Larissa kepada Revan.


" Oh tentu, Aku akan meluangkan waktu untuk wisudamu". Jawan Revan.


"Terima kasih Mas. Lalu bagaimana untuk kedepannya? Aku kan sudah lulus SMA. Apa aku akan melanjutkan pendidikan? Atau hanya di rumah saja?". Tanya Larissa yang mulai mengiba kepada Revan.


"Kamu ingin kuliah Jurusan apa?" Tanya Revan.


"Aku ingin sekali menjadi guru dan di kemudian hari aku bercita-cita untuk mempunyai yayasan untuk anak-anak yang bersekolah kurang mampu dan yatim piatu untuk bersekolah di sana". Larissa sangat antusias dalam memberi jawaban kepada Revan.


Revan Terpukau dengan jawaban Larissa. "Baiklah nanti kamu akan aku daftarkan kuliah jurusan guru . Siapkan berkas mu aku akan menyuruh orang untuk memasukkannya ke pendaftaran kampus yang tidak jauh dari tempat tinggal kita". Suara Jawaban Revan sekaan memenangkan kehendak Larissa.

__ADS_1


" Sangat mudah bagi Revan Kurniawan Wijaya untuk menyekolahkan seorang Larissa. Mengingat dia memiliki Yayasan dan beberapa sekolah kejuruan serta beberapa kampus yang berdiri atas nama kedua orang tuanya. Revan mulai menghubungi salah satu kerabat jauh untuk bisa menguliahkan Larissa di dekat rumahnya.


Larissa yang mulai tersenyum mengingat jawaban dari Revan akhirnya Sangat bahagia. Bayang-bayang untuk menjadi seseorang mahasiswi terwujud berkat Revan Kurniawan Wijaya. Suami dari Larissa.


"Cepat temani aku di sini". Ucap Revan meminta imbalan kepada Larissa. Larissa mulai melangkahkan kaki dan berada di samping Revan. Revan mulai terbiasa akan kehadiran Larissa. Dia mulai bermanja kepada Larissa.


Revan merebahkan kepala tepat di pangkuan Larissa. Revan menatap indah wajah Larissa yang begitu indah dan cantik serta manisnya sangat mempesona dipandang mata. "Wanita yang telah dinikahinya secara agama mampu membuat Revan mulai melupakan kenangan dengan Alm istrinya.


Larissa mulai mengelus rambut Revan dan mendaratkan satu ciuman di pipinya. Hal ini sebagai tanda terima kasih Larissa karena Revan yang ingin melanjutkan pendidikan yang diinginkan oleh Larissa.


" Terima kasih sudah mau menguliahkan aku". Ucap Larissa dengan manja.


" Apa hanya sekedar ciuman?" Tanya Revan dengan lantang.


Larissa mulai kebingungan terhadap pertanyaan Revan. Larissa hanya dapat menatap Revan dengan wajah bingung. Tapi tidak dengan Revan. Tatapan Revan begitu tajam seakan ingin memakan Larissa.


"Tolong Mas jangan lakukan ini. Aku sudah sangat lelah". Ucap Larissa dengan sedih.


Revan sudah mulai terbiasa dengan memainkan keinginannya sendiri tanpa berpikir perasaan Larissa.Tapi hal itu adalah hal yang wajar. Revan laki-laki yang normal yang menginginkan dunia seksualitas dan pekerjaan di setia harinya.


"Berani kamu menolak aku?" Suara itu menghentikan aktifitas Revan.


Revan mulai berhenti memainkan kepunyaan dari Larissa. Revan hanya mampu mengangkatkan kepala dan beranjak pergi dari Larissa. Revan kembali memainkan handphone yang Mulai Berbunyi secara terus menerus.


Larissa yang menatap Revan Karena rasa cemburu atas perilaku Revan yang terus berhubungan dengan wanita simpanannya. Lagi-lagi rasa kebodohan menjadi seorang istri boneka mulai dirasakan Larissa. Larissa hanya mampu menanggung beban hidup sendiri.

__ADS_1


Di satu sisi Larissa ingin dihargai untuk menjadi istri. Tapi di sisi lain Revan terus berusaha untuk meluangkan waktu terhadap kekasihnya. Ingin hati Larissa meminta untuk Revan berpisah dari wanita itu. Tapi faktanya Larissa tidak mempunyai kendali atas apa yang diinginkan oleh Larissa.


Larissa hanya mampu menanggung beban derita seorang diri. Revan mulai menghubungi kembali Amira. dan merasakan suasana percintaan di hadapan Larissa. Larissa mulai menghindar dan Beranjak Pergi dari ranjang.


Iya berusaha menghindari hal ini untuk menonton televisi dan menenangkan suasana hatinya di sana.


"Halo" Suara Revan yang mulai menghubungi Amira.


"Halo Mas nanti dulu ya aku sedang sibuk. Av, Ah, Ih, Sakit. Suara itu terdengar samar-samar di telinga Revan yang bingung akan perilaku Amira. Revan nampak curiga terhadap Amira.


"Kamu sedang apa?". Suara telepon itu terputus oleh panggilan sepihak.


Amira sedang menikmati surga duniawi bersama rekan kerjanya di sana. dia sedang melakukan aktivitas panas yang diberikan rekan kerjanya kepada Amira. Amira tidak pernah mendapatkan belaian ini dari Revan sebelumnya. Karena Revan tak pernah menyentuhnya kecuali kecupan 2 bibir yang beradu.


Amira nampak berhasrat terhadap lawan mainnya. Begitupun sebaliknya dia merasakan begitu nikmatnya surga duniawi yang telah diinginkan oleh Amira Sedari Dulu. Revan mulai menghubungi salah satu bawahannya untuk melacak keberadaan Amira.


Karena rasa bersalah Revan yang tidak bisa mengunjungi Amira. Hingga akhirnya Revan menyuruh salah satu anak buahnya untuk terbang menuju Paris menemui Amira tanpa sepengetahuan Amira. Usut punya usut dari cerita Amira.


Faktanya Amira telah berhubungan baik dengan rekan bisnisnya selama satu setengah bulan yang lalu. Mereka mulai merasakan benih-benih cinta yang tumbuh diantara dua belah pihak yang sama-sama menyukai satu sama lain. hingga akhirnya Amira mulai berani melepaskan masa keperawanannya untuk rekan kerjanya.


Rekan kerjanya pandai dalam hal percintaan. Hingga akhirnya Mira terbuai akan terasa nikmat surga duniawi yang tidak pernah dirasakan kepada siapapun selain rekan kerjanya.


Rekan kerjanya ini membuat Amira bermanja dan senang riang gembira seakan menjadi ratu di satu hari. Oh sungguh enak sekali pergejolakkan hubungan panas antara dua insan Yang Bercinta Dalam pandangan pertama. Amira sungguh jatuh hati kepada rekan kerjanya yang baru dikenal.


Amira bisa secara perlahan melupakan Revan yang sudah hampir satu setengah bulan tak pernah dijumpainya secara langsung. Di sudut lain Revan mulai keluar kamar dan mencari-cari Larissa.

__ADS_1


Suaranya memanggil Larissa tapi tidak disahut oleh yang punya Nama. Mata Revan mengarah Larissa yang sedang menonton televisi dengan tatapan yang tidak pernah dia lihat sebelumnya. Larissa begitu riang gembira. Revan secara perlahan melangkah dan mendekatinya.


__ADS_2