
"Sayang kenapa bengong?". Suara itu menyadarkan Revan dari lamunannya. Revan sedang mencerna tentang pemikiran baik dan buruk atas perilaku dan perkataan dari Larissa.
" Tidak apa-apa sayang . Sepertinya aku sedang tidak enak badan. Bisakah kamu memijat ku?" Tanya Revan kepada Larissa. Larissa mulai menganggukkan kepala sebagai tanda mengiyakan atas perintah Revan.
Larissa mengambil minyak urut beraroma jeruk segar agar mudah memijat Revan. Aromanya yang segar mampu memberikan kehatan dan merilekkan tubuh Revan.
"Aromanya wangi banget Larissa". Ucap Revan".
" Ini enak loh buat nyegerin badan sayang". Sahut Larissa kepada Revan
Revan mulai membukka kaos baju yang menutupi tubuhnya. Terdapat delapan garis berbentuk kotak yang sangat seksi dipandang mata oleh Larissa. Larissa nampak melihat jelas akan kepemilikan perut sixpack itu.
Pikirannya mulai teringat akan apa yang telah dilakukan oleh Revan terhadapnya. Lagi-lagi bayang-bayang di atas ranjang atas perilaku Revan yang menarik paksa untuk berhubungan panas terus terlintas dipikiran.
"Larissa pijatlah badanku". Ucap Repan yang mulai membalikkan tubuhnya untuk berbaring diatas ranjang. Tubuh Revan sangat putih dan berbentuk keras penuh dengan otot yang sangat memukau untuk dipandang mata. Larissa mulai memijat pelan tubuh Revan. Revan begitu menikmati pijatan dari Larissa.
"Sungguh nikmat dipijat oleh istri sendiri". Gumam hati Revan.
Menit demi menit telah berlalu. Hingga tibalah suara dengkuran yang mulai terdengar samar-samar.
" Eh ternyata dia sudah tertidur". Gumam hati Lalisa berbicara. Revan sangatlah lelas akan Aktivitas hari ini. Begitu banyak aktivitas yang dia lakukan
__ADS_1
Flashback on,,,
Pagi-pagi hari Revan pergi untuk jalan-jalan santai dan berlari kecil berkeliling kampung Larissa. Para tetangga yang memandangnya nampak Terkesima akan penampilan Revan. Para tetangga tidak mengetahui akan siapa Revan. Revan menggunakan kaos tanpa lengan untuk olahraga pagi. Nampalah otot tangan dan bidang dada serta bentuk wajah yang sangat menggoda kaum hawa.
Revan Kurniawan Wijaya adalah suami siri dari Larissa. Hingga pada saat ketika Revan mulai selesai lari-lari pagi berkeliling kampung. Dia menghentikan aktifitasnya untuk beristirahat di teras rumah seraya merilekskan tubuhnya disana.
Revan adalah pecinta olahraga mulai dari Gim, Renang, Golf, Tenis dan Berbagai macam olahraga yang disukainya. Revan laki-laki dengan penampilan yang menggoda kaum hawa. Betapa tidak untuk tergodanya seorang kaum Hawa ketika melihat Revan. Revan laki-laki yang gagah dan fisiknya mendukung karirnya.
Sungguh sangat menggoda secara fisik dan finansial yang menunjang dari Revan Kurniawan Wijaya. Nampaklah tetangga yang melihat Revan seakan tersalah dalam bertingkah laku.Dia sengaja lewat mondar-mandir di depan halaman rumah Muzahidin. Sesekali matanya nampak melirik laki-laki tampan yang berada di teras depan rumah.
Ibu melihat tetangga yang tidak biasanya melalui jalan rumahnya sebanyak ini mulai berpikir Ada apa gerangan. Langkah kaki Ibu mulai melangkah secara perlahan mendekati teras rumah. Ternyata ibu melihat dari arah samping kirinya ada menantunya sedang beristirahat karena telah kelelahan setelag berolahraga pagi.
" Pantesan aja tetangga banyak berlalu Lalang ke sini. Ternyata nak Revan sedang beristirahat Sehabis olahraga pagi. Aduh bagaimana dengan pertanyaan mereka? Aku harus jawab Apa? Bagaimana ini ya gusti Allah?
"Ini saya sedang membersihkan sampah di samping rumah". Sahut ibu Larissa keada para tetangga.
"Oh begitu, Aduh sudah lama ya Bu anak gadisnya enggak keluar rumah ke mana saja bu?" Tanya tetangga dengan julidnya kepada Ibuu Larissa.
Ibu Larissa tidak ingin terlalu banyak pertanyaan mengarah kepadanya hingga Ibu Larissa mulai
" Iya Larissa sedang berada di rumah Omnya waktu itu. Dia ingin melanjutkan pendidikan untuk selanjutnya. Udah dulu ya Bu pekerjaan saya sudah selesai. Saya mau beres-beres rumah dulu". Ibu Larissa mulai terburu-buru melangkahkan kaki untuk meninggalkan dari banyaknya pertanyaan tetangga yang mulai julid terhadap.
__ADS_1
"Lihat tamunya yang datang. Siapakah gerangan. Aduh ibu-ibu Coba lihat ya ganteng banget tuh. Aduh mempesona sekali bentuk tubuhnya, Wajahnya fisiknya, Semua sungguh menggoda". Ucap tante-tante yang mulai kegirangan akan melihat bentuk fisik Revan Kurniawan Wijaya.
Tidak hanya dari tante-tante saja. Kalangan janda muda mulai tertarik untuk melihat kedatangan tamu yang tidak pernah dilihatnya." Duh ini cocok banget sama saya, atau Sama anak kakak saya ,atau Ponakan saya, Itu ini cocok banget sama anak si itu, Ini juga ini juga" Ucap tetangga yang saling melempar kata untuk bisa memperrebutkan hati Revan.
Sayang seribu sayang . Ternyata Revan memilih Larisa. Anak dari bapak Mujahidin yang mampu memenangkan hatinya dan menikah bersamanya. Para tetangga tidak mengetahui pernikahan dari Larissa. Karena pernikahan itu terjadi di antara dua belah pihak dan satu sahabat Larissa yang mengetahui akan hubungan mereka.
Para tetangga pun mulai berkerumun di depan rumah Mujahidin. Revan yang melihat pemandangan seperti ini mulai memasuki rumah dan merasa risih akan perilaku para tetangga. Bapak yang tertatih-tatih membuka pintu rumah nampak terheran-heran melihat perilaku par ibu-ibu yang berada di depan halamannya sedang asyik bercengkrama satu sama lain.
Bapak yang melihat kejadian ini hanya dapat memandangnya dari ambang pintu rumah. Ibu mulai menutupi jendela agar para warga tidak melihat aktivitas dari dalam rumah. Sedangkan Ayah hanya mampu memandang para ibu-ibu yang sedang memperhatikannya dan melirik rumah.
" Ada apakah gerangan yang terjadi". Gumam Hati Ayah.
Di halaman rumah pak mujahidin ibu-ibu menatap dengan takjub akan mobil mewah yang tidak pernah dilihatnya secara langsung. Ibu Ibu tersebut hanya mampu melihatnya dari televisi dirumah mereka. ibu-ibu itu mulai melaporkan kepada Pak RT jika ada tamu yang tidak pernah dilihatnya mulai berada di rumah bapak Mujahidin.
Pak RT yang mengenal baik tentang keluarga Mujahidin hanya dapat mendengar omongan para ibu-ibu yang merasa ada tamu di rumah Mujahidin. Sungguh julid para tetangga Bapak Mujahidin. Tidak bisa melihat orang merasa berlebih dan orang yang baru dikenal serasa nampak mencurigakan.
Ibu-ibu mulai melaporkan kepada Pak RT jika ada seseorang yang menginap di rumahnya pak Muzahidin. Beberapa hari lalu Padahal ibu Larissa sudah melapor kepada Pak RT Sejak jauh-jauh hari. Sebelum para ibu-ibu melapor kepada Pak RT. Pak RT hanya menghiraukan omongan dari ibu-ibu yang merasa ada tamu di rumah bapak mujahidi.
Pak Mujahidin mulai menutup pintu dan berlalu dari pandangan ibu-ibu. Malam yang indah membuat kedua Insan tidur dalam satu kamar yang sama. Larissa yang mulai melihat Revan tertidur dengan pulas memberanikan diri untuk mengambil handphone dari samping kirinya Revan.
Larissa tidak dapat membuka handphone Revan. Karena Revan telah menguncinya. Ingin rasanya Larissa membuka isi ponsel hingga akhirnya Larissa memberanikan diri dengan menggunakan sidik jari suaminya. Secara perlahan namun pasti . Larissa Mulai mengambil sidik jari telunjuk tangan Revan untuk membuka ponselnya.
__ADS_1
Tar,,, Getar,,,,. Getaran handphone yang menandakan kunci telah Terbuka membuat Larissa ingin membuka apa dari isi handphonenya. Rasa keberanian mulai ada di hatinya. Tapi sayang seribu kali sayang, Revan mulai menggerakkan tubuhnya hingga Larissa mengunci kembali ponsel dengan spontan.
Akhirnya tidak jadilah Larissa membuka ponsel yang ingin diketahui isinya oleh Larissa. Gagal dan Gagah seribu kali gagal. Entah memang keberuntungan tidak berpihak kepada Larissa atau memang Tuhan tidak menginginkan hubungan kedua insan yang baru seumur jagung ini harus Kandas seketika. Akibat resiko cekcok yang berujung patal