Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku

Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku
Bab 6 Dirumah Nenek


__ADS_3

Diva biasa saja melihat situasi seperti ini. Baginya wanita yang paling cantik adalah ibunya dan yang kedua adalah cinta pertamanya. Tapi, tidak dengan perasaan Dita . Perasaan Dita berbeda dari yang lain. Dita syok melihat gambar dan vidio yang dikirim. Hatinya bergemuruh seakan, Mendidih dan panas melihat Adit bersama dengan wanita ini. Rika dan Larissa biasa saja dengan foto dan vidio ini.


"Aku permisi pergi toilet dulu". Ucap Dita


Dita tidak bisa menahan rasa sakit di dada ini. Dita berlari menuju  toilet. Di sana Dita meluapkan rasa cemburu, Kekesalan, Sakit , semuanya bercampur aduk. Dita menangis sejadi-jadinya.  Butiran putih tak terbendung dari matanya. Merengek kesakitan secara batin itulah yang Dita rasakan.


 


Begitupun dengan fans Adit.  Satu sekolah membicarakan Adit. Padahal difoto itu hanya seorang wanita berkursi roda yang didorong oleh Adit begitupun dengan videonya hanya seperti itu.  Bedanya didalam vidio wanita begitu tertawa lepas saat bersama Adit.


Fans Adit berbondong-bondong mencari akun wanita ini. Ada yang dengan berbagai macam cara mulai dari  mencari facebook, Instagram, Tik tok dan lain lain. Foto dan Vidio yang disebar digrup Kelas tanpa nama. Hanya no teleponnya saja. Siapakah yang menyebarkan ini dan apa tujuannya??


Diva mulai menghubungi Adit. Tapi teleponnya tidak di angkat .Diva pikir Adit lagi sibuk merawat adik sepupunya dirumah sakit. Dari dalam ruangan rumah sakit Adit sedang sibuk mengurus Rania. Mengurus administrasi untuk kepulangan Rania merawat Rania dan semua aktifitas Adit hari ini terfokus hanya untuk Rania . Rania korban yang tidak sengaja ditabrak oleh Adit.


Rania mulai keluar dari rumah sakit. Rania menggunakan kursi roda  karena masih lemah akan fisiknya. Adit mulai perlahan mendorong kursi menuju mobil yang telah disiapkan. Tak terasa dua hari sudah Rania berada dirumah sakit.


" Adit aku harus kemana? Aku tidak punya tempat tinggal.  Apa kamu akan membuang ku?" Tanya Rania dengan wajah sedih


Pertanyaan konyol itu seakan terlontar oleh mulut Rania. Ini malah menjadi  bahan candaan oleh Adit .


"Hahaha dibuang. Hahahaha"


Adit tertawa kecil


" Aku serius Adit. Aku tidak punya tempat tinggal.  Apa kamu ingin membuang ku setelah ini". Tanya Rania


" Aku tidak akan membuang kamu . Aku masih punya hati Rania. Aku masih manusiawi saja dengan mu". Jawab Adit.


Tatapan mata Rania memelas belas kasihan kepada Adit pun akhirnya terjawab sudah dalam hati Rania . Rania bersyukur bisa diselamatkan dan dirawat oleh Adit.


Adit tidak merasa keberatan akan kehadiran Rania.


Adit mulai melajukan mobilnya menuju rumah nenek. Tidak perlu waktu lama menuju rumah neneknya telah sampai. Pintu gerbang mulai terbuka. Kedatangan Adit disambut suka cita oleh orang rumah.


"Selamat malam tuan ". Ucap satpam penjaga rumah nenek.


"Selamat malam". Sahut adit.

__ADS_1


"Rania tunggu sebentar biar aku bukakan pintu mobil dlu". Ucap Adit.


"Baiklah". Sahut Rania.


"Bibi ...bibi ...inem tolong bawakan barang barang dalam mobil ". Ucap Adit.


"Siap tuan". Sahut bibi Inem.


Adit mulai merangkul tangan Rania menuju rumah nenek. Rania begitu takjub dengan rumah yang dia masuki. Sesekali mata rania melirik kanan, Kekiri, Keatas, Kebawah, rumah ini. Rumah ini begitu megah. Bernuansakan klasik Eropa moderen lengkap dengan ornamen dan warna putih yang lebih mendominasi.


"Rania kamu untuk hari ini menginap dirumah nenek aku saja. Kamu tidur diruang kamar tamu ini". Ucap Adit


"Baik terima kasih Adit ". Ucap Rania


Adit pergi dan berlalu meninggalkan Rania dikamar tamu. Rania mulai mengistirahatkan tubuhnya dan berbaring di atas ranjang yang begitu besar dan empuk. Didalam rumah ini juga terlihat lemari besar dan kamar mandi didalamnya. Seumur hidup ini adalah kali pertama Rania merasakan kenikmatan hidup Walau hanya menjadi tamu. Karena, di kampung tidak pernah merasakan fasilitas seperti hal ini.


Dilain tempat Adit sedang asik membersihkan diri. Adit sangat lama di kamar mandi dan merendamkan diri di Bathtub.  Ketika Adit membuka Via WhatsApp . Adit di kaget akan ada seorang paparazi yang sedang meng-upload foto dan videonya dirumah sakit bersama Rania. Rania begitu menikmati suasana percakapan dalam vidio itu.


"Fotonya sangat natural sudah terlihat cantik sedari dulu munkin".Gumam Adit.


Tiba akhirnya Adit selesai mandi.  Adit mulai memakai pakaiannya. Sudah hampir satu jam Adit berada dikamar mandi . Adit mulai lapar keluar kamar. Adit mulai menuruni anak tangga dan menuju dapur. Disana sudah siap hidangan makan malam.


Suara langkah kaki mulai mendekati Adit. Ternyata itu adalah nenek Adit.


"Dua hari sudah kamu tidak pulang menuju rumah. Nenek sudah mendengar ceritamu dari orang suruhan nenek. Kamu tidak usah menjelaskannya. Hanya saja nenek mau bertanya satu hal. Bagaimana keadaan korban mu?. Dimana dia sekarang?" Ucap nenek seraya bertanya.


Ternyata nenek sudah tahu semuanya. Ekspresi wajah datar dengan sorot mata yang tajam melirikku . Pada saat nenek menjelaskan hal ini menjadikan nyaliku ciut. Aku sungguh takut dimarahi nenek. Tapi ,nenek tidak tahu kalo aku membawa Rania di rumah ini. Nenek baru bangun tidur dan menuju dapur untuk makan malam bersama.


"Dia ada dikamar tamu nek". Sahut Adit.


"Hahhhh dikamar tamu cepat suruh dia kesini. Mari kita makan bersama". Pinta Nenek.


Adit melepas sendok dan garpu. Adit mulai berlalu dan menuju kamar Rania.


Tok...tok....tok...


Suara ketokan pintu berbunyi

__ADS_1


" Iyaa sebentar. Siapa ya??? ". Tanya Rania


" Ini aku Adit". Jawab Adit.


"Oh Adit, Buka saja pintunya tidak terkunci". Ucap Adit. Rania sedang bersantai dan menonton televisi di kamar.


"Rania yuks kita makan bersama ". Ajak Adit


"Baiklah". Jawab Rania.


Rania  mulai berjalan perlahan menuju dapur untuk makan bersama Adit. Langkah kaki Rania dan Adit mulai terdengar nenek. Nenek mulai memandangi Rania dari atas sampai bawah. Wajah Rania seperti orang yang pernah nenek kenal kampungnya. Tapi dia lupa cucu siapa namanya. Munkin hanya kebetulan saja sama-sama mirip.


"Assalamualaikum " Ucap Rania.


Suara itu membuyarkan lamunan nenek yang menatap jelas Rania  dari atas sampai bawah.


"Wassalamu'alaikum" Sahut nenek.


"Siapa namanya?". Tanya nenek.


" Nama saya Rania Anggraeni nek". Sahut Rania.


"Yuks kita makan". Ajak nenek kepada Rania dan Adit .


Rania mulai mau makan . Makanan diatas meja sangatlah banyak. Rania jadi sampai bingung mau memilih yang mana.


"Ayuk Rania makanlah. Silahkan mau yang mana. Adit ambilkan nasi, ayam goreng itu dan juga sayurnya". Ucap nenek.


"Baik nenek". Ucap Adit.


"Makan yang banyak anggap saja seperti rumah sendiri". Ucap nenek.


Rania mengangguk dan tersipu malu. Rania mulai makan secara perlahan. Rania mulai makan menggunakan tangannya.


" Kok pakai tangan sih?. Emang sudah cuci tangan?". Tanya Adit.


"Sudah tadi, Sewaktu dikamar kan sebelum kesini aku tidak memegang apa-apa" . Sahut Rania.

__ADS_1


"Pakai garpu dan sendok saja". Ucap Adit".


Adit memberikan garpu dan sendok. Rania secara perlahan menggunakan garpu dan sendok yang telah diberikan Adit. Meski tidak terbiasa, Rania berusaha untuk terus bisa menggunakan garpu dan sendok agar tidak terlihat kampungan. Sesekali Adit melirik Rania hanya untuk memastikan Rania bisa memakai garpu dan sendok . Kini garpu dan sendok seakan beradu dalam nikmatnya makan malam bersama.


__ADS_2