
Larissa mulai pulang menuju rumah. Di sepanjang jalan Larissa sangat menikmati pemandangan hamparan sawah yang luas . Semesta alam seakan mendukung perjalan pulang Larissa. Cuaca sedang bersahabat dengan terik matahari yang tidak cukup panas hari ini. Sungguh Larissa sangat menikmati pesona semesta alam sepanjang jalan menuju pulang ke rumah.
Tak terasa kini Larisa telah sampai menuju rumah. Ayah dan Ibu sedang duduk di ruang keluarga.
Tok,,,,Tok,,,, Tok
Suara ketukan pintu mulai beradu
"Assalamualaikum". Suara Larissa mulai mengetuk pintu.
"Wassalamu'alaikum". Sahut Ibu. Ibu mulai membukakan pintu.
"Eh Larissa kok kamu pulang cepat". Tanya ibu.
"Iya Bu, Sepertinya Ibu guru sedang rapat di sekolah. Sehingga kami bisa pulang cepat".
Jawab Larissa.
" Oh baiklah. Kalau begitu kamu ganti baju. jangan lupa makan dan beres-beres rumah nak". Ucap Ibu.
" Baik Ibu". Sahut Larissa.
Larissa bersalaman tangan kepada kedua orang tuanya dan mulai beranjak pergi menuju kamar. Dari dalam kamar Larissa mulai berganti baju dan menghempaskan tubuhnya di tepi ranjang. Larissa bersantai-santai dan memikirkan kehidupannya untuk ke depan.
Kini Larissa menuju ruang keluarga.
"Ibu Ayah Larissa ingin pergi bersama teman-teman. Apa boleh Larissa Pergi untuk jalan-jalan bersama?" Tanya Larissa
"Boleh asalkan jangan pulang larut sore". Sahut Ayah menyetujui
" Baiklah Ayah. Ibu mau ke rumah tetangga sebelah dulu. Soalnya ibu ada janji untuk bekerja di sana. Ibu mau bantu-bantu hajatan mereka". Ucap ibu meminta izin bekerja.
" Iya Ibu. Semoga ibu bekerja dengan baik dan mendapatkan hasil yang cukup". Sahut Ayah.
Ibu mulai bersalaman dengan ayah dan pergi berlalu dari pandangan Larissa dan Ayah untuk pergi bekerja. Kini di ruang tamu hanya ada Larissa dan ayah.
"Ayah Larissa makan dulu ya. Nanti setelah itu Larissa ingin siap-siap untuk pergi jalan-jalan bersama sahabat Larissa". Ucap Larissa.
" Emang siapa saja yang mau jalan-jalan bersamamu Larisa?" Tanya ayah.
"Sahabat Larissa ayah. Ada Dita, Rika, Adit, dan juga Diva". Sahut Larissa.
" Oh kalian berlima ya untuk pergi jalan-jalan". Ucap Ayah
" Iya Ayah". Sahut Larissa.
"Ya sudah jangan lupa makan. Nih ayah kasih uang untuk kamu jajan nanti disana". Ucap Ayah.
Ayah memberikan uang pecahan dua puluh ribuan satu lembar dan uang sepuluh ribuan satu lembar.
"Untuk uang jajan". Timpal Ayah
" Alhamdulillah Ayah terima kasih. Oh iya ayah tumben Ayah mengasih Larissa uang. Uang dari mana ayah?". Tanya Larissa dengan penuh keheranan.
" Iya tadi ayah dapat uang dari sahabat ayah Dia mengirimkan sebagian rezekinya Untuk Ayah". Jawab Ayah
" Oh begitu ya ayah. Ya sudah ayah, Larissa makan dulu ya". Sahut Larissa.
Ini Larissa mulai menuju dapur untuk makan mengisi perutnya yang mulai lapar. Tak terasa sepuluh menit sudah Larissa mulai selesai makan. Larissa menunjuk kamar untuk pergi bersiap-siap untuk jalan bersama teman-temannya.
__ADS_1
"Larissa jangan lupa beribadah sebentar lagi zuhur". sahut Ayah.
Larissa mulai melihat jam dinding
"Iya juga ya. Sepertinya aku shalat di rumah saja. Larissa pun mengurungkan niatnya untuk pergi dan Kembali menuju kamarnya. Suara azan yang berkumandang membuat Larissa untuk pergi berwudhu dan pergi beribadah kepada Tuhannya.
Setelah beribadah Larissa mulai beranjak pergi. Tak lupa Larissa berpamitan kepada Ayah. Larissa mulai menaiki sepeda motor matic nya untuk menuju Taman Melati. Lima belas menit telah berlalu tak terasa kini Larissa setelah sampai di sana.
Ternyata sudah ada Diva dan Rika menunggu kedatangan sahabatnya yang lain. Larissa mulai memarkirkan kendaraannya.
" Larissa,,,". Ucap Rika dengan lambaian tangannya.
" Tunggu sebentar". Sahut Larissa.
Kini Larissa, Rika, dan Diva sedang menunggu Dita dan juga Adit.
Dari arah belakang Dita mulai menepuk bahu Rika dan Larissa secara bersamaan.
" kamu ini Dita aku pikir siapa tadi". Sahut Larissa yang terkejut akan tingkah Dita.
" Hah, Dita kamu ini ngagetin aku saja. Aku pikir tadi siapa".Sahut Rika dengan ekspresi wajah terkejut.
"Iya nih si Dita kebiasaan jahilnya". Ucap Diva.
"Hahaha". Dita mulai tertawa kecil.
kini Dita, Larissa, Diva, dan Rika menunggu kedatangan jemputan dari Adit. Tak terasa kini mobil Adit terparkir untuk menjemput mereka berempat . Mereka berempat mulai menuju mobil dan Beranjak Pergi untuk menuju Mall.
Sepuluh menit sudah perjalanan mereka. kemudian mereka telah sampai di salah satu parkiran Mall. Adit, Rika, Diva, Dita, dan Larissa mulai turun dari mobil dan berjalan-jalan memasuki area Mall dari dalam mall banyak barang-barang diskon. Karena ini adalah awal bulan.
Dita mengajak Rika dan Larissa untuk memasuki toko tas, sepatu, pernak-pernik dan lain-lain. Diikuti oleh Diva dan Adit yang menunggu diluar toko. Sudah banyak toko yang mereka masuk. Hanya Dita yang asik belanja di beberapa toko. Kini perut mereka mulai berbunyi. itu pertanda mereka sedang lapar.
Dita terkejut Ketika seseorang memasuki area food court . Wajahnya sangat familiar. Tapi sayang dia datang dengan seseorang wanita dengan bentuk fisik yang sepadan
"Astaga cowok itu". Gumam hati Dita.
Dita mulai menyenggol lengan Rika yang duduk di sebelahnya. Lirikan mata Dita dipahami oleh Rika untuk melirik apa yang dilirik oleh Dita. Dita hanya bisa terdiam ketika seorang wanita mulai melingkarkan lengannya kepada lelaki tersebut.
Revan Kurniawan Wijaya telah asik bersama pasangannya. Lengkap dengan barang-barang yang ditentengnya Setelah berbelanja dari mall. Mereka juga memasuki area food court untuk memilih menu makanan di sana. Sangat jelas Rika dan Dita bisa menatapnya. Sangat sepadan dan serasi akan pasangan di antara mereka.
Diva, dan Adit yang menghadap Dita dan Rika terheran-heran dengan tingkah laku antara Dita dan Rika yang melirik satu arah. Tapi, Larissa begitu menghiraukannya. Tidak dengan pandangan Diva dan Adit.
"Kalian lagi lihatin apa sih?" Tanya Diva
Rika dan Dita mulai tersadar akan suara ucapan Diva.
"Enggak ada. Aku cuman lihat banyak menu makanan di area sini". Sahut Rika
"Enak- enak banget Iya". Sahut Dita
Kini Revan melirik dengan wajah Rika yang sangat familiar dengan pikirannya.
Rika juga melihat sekilas di antara mereka.
"Seperti pernah bertemu tapi dimana ya?". Pikir Revan.
"Sayang,,," . Sapa Amira terhadap Revan.
Lamunan pikiran ini pun seakan menghilang.
__ADS_1
Revan dan Amira mulai memesan makanan. Tak henti-hentinya Rika melirik diantara mereka. Mereka berdua sangat serasi dengan lelaki tampan dan wanita yang sangat cantik. Dita terkadang melirik di antara mereka berdua.
" Semoga Tuhan memberikanku jodoh yang demikian. Aamiin". Gumam Dita dalam hati seraya berdoa.
Kini hidangan makanan Amira dan Revan telah ada di atas meja makan mereka. Mereka menikmati menu makanan dan sesekali bercengkrama dan berfoto selfi riang gembira dengan kebahagian diantara kemesraan mereka berdua.
"Aku pengen ke toilet nih. Kalian ada yang mau ikut enggak? Lirik Rika terhadap Larissa dan Dita.
"Aku mau ke toilet juga" Sahut Larissa.
Kini Rika dan Larissa mulai menuju toilet. Amira yang mulai tadi makan dan bercengkrama dengan Revan mulai beranjak pergi dari meja makan untuk juga pergi menuju toilet.
Larissa telah lebih dulu masuk kedalam toilet. Sedangkan Rika hanya berada di depan wastafel menghadap kaca yang sesekali berfoto dan mencuci tangan disana. Kini Amira mulai berada di depan wastafel dengan menghiraukan keberadaan Rika.
Amira mulai memasuki toilet dan bersebelahan dengan Dita yang mengekor dibelakang Amira . Amira nampak Menelepon seseorang
" Halo how are you". Ucap Amira.
" I am fine And you?" Sahut seseorang
" I am fine" Ucap Amira
"In two weeks I will be in France. Wait for me at the usual place. I really miss you". Ucap Amira.
I miss you, too. I am can't wait for you to come back baby. Jawab Seseorang
"I Love you. Ucap Amira.
"Love You To". Timpal Seseorang.
Percakapan Amira dengan seseorang nampak mesra. Percakapan itu membuat Dita terkejut.
"Siapa yang berbicara dengannya? Bukankah dia sudah memiliki kekasih. Mengapa dia berbicara dengan mesra? Dengan mengatakan I love You atau I miss You. Siapakah orang itu?" Tanya Dita dalam pikirannya.
Kini Amira Beranjak Pergi dari toilet. Rika sekilas melihat kepergian Amira. Dita dengan wajah kebingungan mendengar semuanya membuat pikirannya menari-nari atas perilaku Amira.
" Hei kamu kenapa? Kok Bengong ". Tanya Larissa yang berada didepan pintu toilet bersama Dita.
Dita menghentikan Lamunan dalam pikiran yang ada pada kepala Dita.
"Ah tidak apa". Sahut Dita.
"Kalian sudah selesai". Tanya Rika yang dari tadi mulai menunggu mereka berdua.
Dita, Rika dan Larissa mulai pergi meninggalkan toilet dan mereka bertiga menuju food court . Revan nampak jelas melihat kedatangan mereka bertiga. Tatapan Revan fokus pada penampilan Larissa. Lagi-lagi Revan terpukau terhadap penampilan Larissa.
Larissa tidak melihat akan keberadaaan Revan karena Larissa tidak terlalu fokus dengan orang-orang disana. Tapi beda dengan Rika dan Dita. Rika dan Dita melirik ketampanan Revan. Bahkan pandangan Revan beradu dengan Rika dan juga Dita yang sama sama melirik satu sama lain.
Nampak jelas Amira yang sangat mesra dengan Revan. Pikiran itu mengingatkan lagi akan kejadian dalam toilet oleh pikiran Dita.
Makanan yang sedari tadi telah dibayar oleh Adit membuat Adit lelah menunggu ketiga sahabatnya .Diva dan Adit yang dari tadi menunggu mereka kini mulai bosan dan mengajak mereka untuk pulang. Diva, Dita ,Rika Adit Dan Larissa mulai beranjak pergi dari Food Court dan menuju parkiran untuk pulang menuju rumah masing-masing.
Revan menatap jelas kepergian mereka.
Siapa lelaki itu nampak akrab dengan Larissa.
"Apa Larissa punya pacar?". Tanya Revan dalam hati.
Dan lelaki satunya itu bukankan pernah bertemu di mini market diwaktu dulu.
__ADS_1
Amira mulai mengajak Revan untuk pulang karena sudah lama mereka berjalan membuat tubuh Amira kelelahan.