Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku

Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku
Bab 59 Hari Perpisahan Sekolah.


__ADS_3

Sebelas hari telah berlalu dengan cepat. Hari ini adalah hari yang spesial untuk Larissa. Dia akan melangsungkan perpisahan sekolah.


"Ayo cepat aku sudah hampir terlambat". Suara itu menghentikan aktivitas Revan yang sedang asyik bercermin untuk melihat penampilannya.


Larissa yang telah didandani oleh orang suruhan Revan nampak lebih cantik dari biasanya. Revan mulai memutar badannya dan melihat penampilan Larissa. Larissa yang berdiri mulai memandang Revan. Tatapan mereka saling beradu.


Begitu indah dan cantiknya Seorang Larissa. Istri dari Revan, Meski hanya istri yang dinikahi secara agama. Larissa kecantikannya seperti bidadari. Ditambah lagi bentuk tubuh yang mendukung. Sungguh sesuai dengan baju yang dikenakannya. Revan lagi-lagi terpesona akan keindahan yang dimiliki oleh Larissa.


Larissa yang telah siap untuk pergi perpisahan SMA mulai menggandeng tangan Revan. Revan dan Larissa menuju mobil yang telah di persiapkan oleh Pak Robi. Pak Robi yang melihat Larissa dengan bergandengan tangan dengan Revan.


Sekilas melihat Larissa, Ada kemiripan dengan almarhum ibu Haliza Atau ibunya dari Yumna. Larissa sedikit ada mirip dengan ibu Haliza ketika didandani seperti ini. Pak Robi mulai membukakan pintu mobil untuk dimasuki oleh kedua pasangan pasutri muda.


"Terima kasih". Suara itu menghentikan tatapan pak Robi kepada majikannya. Pak Robi begitu terpesona akan kelebihan yang Larissa punya. Pak Robi mulai melajukan Mobilnya. Di sepanjang jalan Revan dan Larissa nampak bercengkrama ringan di antara mereka berdua.


Sudah lebih sepuluh menit berlalu. Pak Robi mulai memarkirkan mobilnya dan membukakan pintu mobil untuk Revan dan Larissa. Ibu Larissa dan ayah Larissa telah menunggu lebih dulu di depan pintu gerbang Sekolah. Kehadiran Larissa disambut oleh kedua orang tuanya.


Ibu Larissa, Pak Mujahidin, Larissa, dan Revan. Mereka berempat berjalan secara perlahan memasuki area sekolah. Nampak megah pesta perpisahan anak SMA yang diselenggarakan Panitia. Larissa mulai menuju kursi yang telah disiapkan oleh panitia.


Adit yang melihat kedekatan Larissa dan Revan mulai dari awal masuk area sekolah. Sampai Larissa duduk nampak memperhatikan gerak-gerik mereka berdua.


Pemikiran Adit benar-benar tertuju pada hubungan Larissa dan Revan.

__ADS_1


"Apakah ada hubungan spesial di antara mereka berdua?" Gumam hati Adit berbicara.


Larissa yang terduduk mulai dihampiri oleh Diva dan Adit. Diva mulai membuka pembicaraan diantara mereka. Revan yang melirik Larissa di datangi oleh dua orang sahabat Larissa mulai merasa cemburu.


Larissa nampak tertawa sumringah ketika bercanda bersama Adit dan Diva. Tibalah saatnya Rika dan Dita yang memasuki area sekolah dan duduk dikursi untuk mengobrol bersama. Tampaklah kelima orang sahabat itu saling bercerita satu sama lain.


Hanya Dita yang mengetahui tentang pernikahan Larissa. Adit yang berbicara dengan Larissa nampak melirik tatapan Revan. Revan menatap mereka dengan sangat tajam. Secara samar-samar tatapan Adit dan Revan saling beradu.


Adit mengerti tentang jiwa kelelakian yang merasakan rasa cemburu. Adit mulai memundurkan langkah dan menuju kursi lain untuk tidak mendekati Larissa. Tapi Diva selalu mengambil kesempatan untuk bisa bersama Larissa. Karena Diva hari ini dengan penuh keberaniana ingin ada selalu didekat Larissa.


Ada apakah dengan diva? Akankah dia mengutarakan rasa cinta kepada cinta pertamanya di sekolah. Atau justru Diva ingin memberikan sesuatu benda sebagai tanda kenang-kenangan untuk terpisah diantara mereka berdua. Hanya Diva yang dapat mengetahui perasaannya sendiri.


Rika dan Dita sedang asyik berfoto dengan senang riang gembira. Acara perpisahan siswa-siswi SMA telah dimulai. Nama siswa-siswi yang berprestasi mulai disebutkan. Larissa anak dari Pak Mujahidin dan Bu Erna dipanggil sebagai murid berprestasi rangking satu .


" Ya Allah, Ya Gusti. Terima kasih Engkau telah memberikan anak yang cerdas untuk kami". Ayah dan ibu mulai berpelukan. Karena bahagia mendengar anak semata wayangnya menjadi peringkat satu dari seluruh siswa.


Larissa mulai berdiri dan mengambil trophy, Medali serta hadiah dari pihak sekolah untuk dirinya. Ayah dan ibu mulai berdiri dari tempat duduknya untuk membantu Larissa mengangkat benda yang telah diberikan oleh pihak sekolah.


Revan mulai tersenyum dan merasa bangga. Karena wanita yang dia nikahi bukanlah wanita yang Sembarangan. Larissa adalah seorang wanita yang terlahir dengan kepandaiannya. Sudah beberapa nama siswa yang disebutkan dalam hal berprestasi.


Kini tibalah saatnya satu persatu siswa mulai menaiki panggung dan diberikan medali oleh ibu guru. Waktu yang berjalan sempurna membuat berbagai macam rangkaian acara telah dilaksanakan.Siswa-siswi diberikat waktu rehat sejenak untuk bersantai dan berfoto riang gembira sebagai kenang-kenangan diantara mereka.

__ADS_1


Adit, Larissa, dan Rika serta Diva mulai berfoto dan bercengkrama sesama. Mereka saling memberikan berbagai macam cerita yang dibicarakan. Tak sampai di situ saja. Setelah pembicaraan mereka mulai membubarkan diri dan mendatangi keluarga, Orang tua untuk berfoto bersama.


Diva yang sangat berani untuk berfoto bersama dengan Larissa mulai menyapa Larissa. Diikuti oleh Adit di belakang Diva.


" Bisakah kita berfoto berdua? Hanya untuk sebagai kenang-kenangan?". Larissa yang tidak merasa keberatan mulai mengiyakan apa yang diinginkan oleh Diva. Setelah berfoto bersama. Kini lengan Larissa ditarik oleh Rika untuk memojokkan diri.


Rencana yang telah disiapkan oleh Rika dan Diva telah benar benar matang. Rika mampu menarik lengan Larissa dan membuat mereka menjauh dari kerumunan .Revan mengikuti Larissa secara perlahan . Diva mulai memberanikan diri dan mendekati Larissa.


"Larissa sudah sangat lama aku memendam perasaan ini. Hingga akhirnyakita telah lulus bersama. Hari ini aku ingin mengutarakan perasaan aku kepadamu. Aku sangat menyayangi dan mencintaimu sejak awal kita bertemu. Dan Maukah kamu menjadi Pacar Pertamaku?". Detak jantung Larissa berdetak dengan kencang.


Larissa yang mendengar perkataan dari Diva nampak bingung dan heran . Kepala Larissa mulai mengarah ke kiri dan ke kanan.Larissa takut ada yang melihat antara mereka.


Ketika Diva telah merencanakan tentang keberanian dan perasaan yang sudah lama dipendam oleh Diva.


Hal ini membuat Rika membantu Diva untuk bisa mewujudkan apa yang selama ini dipendamnya. Adit yang mendengar ucapan Diva hanya mampu terdiam. Dita hanya bisa tercengang dengan apa yang diucapkan oleh Diva. Begitu beraninya seorang Diva memberi pernyataaan akan perasaan cinta dan sayang terhadap seorang yang sudah bersuami.


Langkah demi Langkah Revan terhenti mendengar ucapan Diva yang berada di balik tembok. Sangat jelas Revan mendengar perasaan Diva yang sedang mengutarakan isi hatinya kepada Larissa.


Secara samar-samar Larissa memandang Diva yang belum mendapatkan jawabannya. Akankah Larissa memberikan perasaannya terhadap sahabatnya? Atau justru Larissa mempertahankan Revan karena merasa bersuami. Bagaimanakah kehidupan rumah tangga di antara mereka? Hanya Larissa yang mampu menjawabnya.


Larissa hanya mampu tertunduk dan bingung ingin menjawab apa di satu sisi dia tahu akan dirinya yang berstatus telah menjadi seorang istri. Tapi di sisi lain dia mengerti akan perasaan Diva terhadapnya.

__ADS_1


Dita yang melihat perilaku Diva hanya dapat menggigit jaringnya. Adit mulai heran untuk melihat kedua sahabatnya yang saling menunggu jawaban. Rika sangat bersemangat akan Diva yang telah memberikan perasaannya terhada Larissa. Larissa hanya mampu terdiam dan menundukkan pandanganya.


__ADS_2