Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku

Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku
Bab 57 Ketahuan


__ADS_3

Larissa mulai berlari dan menuju kamar untuk menumpahkan rasa apa yang ada dari dalam kamarya. Sungguh jiwanya sangat bergemuruh akan mengingat perilaku Revan terhadapnya.


Apakah yang terjadi setelah pernikahan ini? Betapa bodohnya seorang Larissa yang rela memberikan kesucian dirinya terhadap laki-laki dewasa yang dikenalnya melalui Perjodohan kedua orang tua. Laki-laki itu nampak terlihat terpukau dengan keindah yang dimiliki wanita tersebut.


Wanita mana lagi jika bukan wanita simpanannya.Itukah wanita Simpan yang sudah dipikirkan oleh Larissa. Larissa sudah melihatnya terlebih dulu sebelum Perjodohan ini dimulai. Larissa mulai mengeluarkan butiran putih dari kedua kelopak matanya. Ada rasa sesak dan sakit dibagian dada. Tapi tak berdarah .


Itulah hal yang dirasakan oleh Larissa. Perasaan Larissa hancur sudah. Hati dan pikirannya sudah lelah dengan keadaan. Bahkan untuk memeluk diri sendiri pun sudah serasa jijik karena telah dinodai oleh suaminya sendiri. Suami yang hanya dinikahkan secara agama. Sungguh malang nasib Larissa.


Selain harus menanggung beban derita. Dia juga harus bisa menerima kenyataan hidup yang amat pahit ditanggung diri sendiri.


Larissa Oh, Larissa,,,,


Langkah kaki mulai terdengar secara perlahan. Ternyata Revan sudah mulai menuju kamar. Larissa mulai mengusap air mata dan menghapus dari kedua Sisinya. Revan yang melihat Larissa nampak sesegukan mulai mendekatkan diri terhadap Larissa.


" Kamu kenapa?" Tanya Revan tanpa merasa bersalah.


" Aku tidak apa-apa . Sepertinya aku merasakan sakit kepala sedikit. "Ucap Larissa dengan memijat pelan kepalanya .Padahal dia sedang berbohong. Perasaan memang tidak bisa didustai.


Revan mulai bingung dengan maksud dari Larissa.


Kenapa tiba-tiba sakit ? Bukankah dia hari ini nampak ceria dan baik-baik saja?".Gumam hati Revan berbicara dari dalam hati.


Larissa mulai merebahkan diri dan memeluk guling. Dia menenggelamkan kepalanya dari guling tersebut . Revan yang melihat perilaku Larissa mulai mendekati Larissa. Revan mulai merebahkan dirinya di samping Larissa untuk memeluk dan mengelus Puncak kepala Larissa. Larissa yang diperlakukan dengan demikian hanya dapat merasakan jijik Terhadap Suami sendiri.


Pikiran Larissa akan Revan yang melihat Amira dengan penuh takjub dengan segala kelebihanya. Sedangkan Larissa, Larissa hanya gadis kampung yang entah beruntung atau tidak sama sekali. Rasanya Larissa ingin sekali berteriak untuk berkata Jangan disentuh. Tapi hatinya berusaha kuat atas perilaku manis Revan saat ini.


Revan sudah sering menggaulinya selama beberapa hari ini. Tidak di waktu pagi ,Siang bahkan sore dan malam . Semua begitu nikmat dilakukan oleh Larissa dan Revan. Sudah teramat sering Revan menumpahkan rasa Hasrat di jiwanya.

__ADS_1


Larissa hanya dapat melayani entah secara terpaksa atau secara kenyamanan yang telah diberikan Revan.


Teng,,,, Teng,,,, Teng,,,,.


Notifikasi nampak terdengar samar-samar dari telinga Larissa. Lagi-lagi Larissa berburuk sangka kepada Revan. Rasa sakit semakin sakit dengan segala kekurangan yang dimiliki Larissa. Larissa merasa bodoh dalam hal percintaan atau memang Revan yang sengaja ingin mempertahankan Amira.


Bukankah kemarin dia berucap ingin memutuskannya atau itu hanya omongan belaka.Yang diharapkan kandasanya hubungan Revan dengan Amira oleh Larissa tapi tak kunjung usai hubungan percintaan diantara mereka.


Akankah Revan mempertahankan Amira dan melepaskan Larissa atau justru Revan lebih memilih Larissa dan memutuskan hubungan dengan Amira. Hanya Revan yang mengetahui akan hubungan ini selanjutnya.


Siang yang indah berlalu dengan begitu sempurna. Mereka berdua pun mulai tertidur lelap di atas ranjang yang sama. Tidur siang bersama adalah awal dari kesakitan rasa kecewanta hati dan jiwa oleh Larissa terhadap Revan.


Larissa yang tertidur sudah tidak mengingat apa yang tidak ingin diingatnya kembali. Sabarlah Larissa memang hubungan rumah tangga tidak semulus jalan tol. Revan begitu erat memeluk Larissa. Tapi Larissa hanya menghiraukan pelukan Revan dari belakang tubuhnya.


Larissa nampak kecewa atau kenyamanan ?hanyalah Larissa yang dapat mengetahui hal itu. Sesekali suara dengkuran keras Revan membuat Larissa terbangun secara perlahan. Lagi-lagi Larissa mengingat akan perilaku Revan yang menyakiti perasaan dan jiwanya.


Sore hari menyambut nikmatnya hubungan kedua insan yang melalui tidur siang bersama. Larissa sudah terbangun sejak dulu. Sedangkan Revan baru terbangun dari tidurnya. Larissa yang berada didepan meja rias nampak menyisir indah rambut panjangnya.


Pandangan Revan sangat terpukau akan pesona Larissa. Tapi Larissa hanya menghiraukan lelaki buaya yang ada didepan matanya.


" Jam berapa ini?". Tanya Revan yang menghentikan aktifitas Larissa dari meja rias.


"Jam lima sayang". Suara lembut Larissa begitu indah didengar.


Hati Larissa sungguh membenci keadaan ini. Tapi hatinya hanya mampu menghormati sng suami. Revan mulai beranjak pergi dan menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.


Dering,,,Dering,,,, Dering,,,.

__ADS_1


Panggilan Dering dari Handphone Revan mulai berbunyi. Larissa mulai mendekat dan melihat layar Handphone Revan. Amira nampak melakukan panggilan terhadap Revan. Ingin rasanya Lariss berucap


"Iya dengan siapa ? Tolong jangan ganggu suami saya lagi". Tapi apalah daya, Kuasa tak ada yang menyanggupi keadaan ini.


Lagi-lagi Larissa harus menanggung beban derita seorang diri. Larissa mulai duduk ditepi ranjang dan mulai berpikir.


"Kamu sedang apa?". Suara ini menghentikan Lamunan Larissa dari pertanyaan Revan.


Larissa yang memegangi handphone Revan mulai menyingkirkan dari tanganya. Revan yang mulai melihat perilaku Larissa mulai menatap tajam terhadap Larissa.


"Kamu sedang apa memegang ponselku?". Tanya Revan yang penasaran


Larissa tidak menjawab sepatah katapun. Dia hanya bisa menundukan pandanganya. Revan yang mengerti maksud dari Larissa hanya dapat menatapnya dan memakai pakaianya . Larisa tidak berani bergerak karena takut akan pertnyaan demi pertanyaan yang akan disudutkan kepada Larissa. Revan mulai mengajaknya bercengkrama dari dalam kamar.


Dua jam kemudian,


Larissa dan Revan sudah melakukan banyak aktifitas hari ini. Kini mereka sedang menikmati Ibadah kepada tuhanya dan menikmati kebersamaan satu sama lain. Perut yang kenyang menghentikan aktifitas mereka berdua dan memilih untuk berada di atas ranjang.


Malam yang berlalu begitu sempurna . Menyambut indahnya kedua insan yang saling memejamkan mata untuk pergi dimimpi mereka .


Amira,,, Amira,,, Amiraaa


Tengah malam suara Revan mengingau dan menyebut nama Amira. Larissa nampak mendengar dengan membiarkan perilaku Revan menyebut nama tersebut.


Larissa mulai menyingkirkan lengan Revan secara perlahan untuk mengambil bantal dan menaruhnya di telinga agar tidak mendengar suara igauwan Revan. Rasa sakit dari hati kecewa semua bercampur aduk menjadi satu.


Larissa yang ingin melanjutkan tidurnya kini malah harus disadarkan oleh nama wanita kesayangan Revan Kurniawan Wijaya. Lagi-lagi Air Mata tak terbendung dari kedua kelopak mata Larissa.

__ADS_1


__ADS_2