Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku

Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku
Bab 25


__ADS_3

Tok,,,,Tok,,,, Tok.


Ketukan pintu menghantarkan Revan sampai berada di depan rumahnya. Kini Revan dan Yumna telah berada di ambang pintu.


Trek,,,, Trek,,,,,,.


Suara ganggang pintu yang mulai terbuka. Azka Nugroho Wijaya ayah dari Revan Kurniawan Wijaya telah datang tanpa sepengetahuan antara seorang anak dan cucunya.


"Kakek,,,,". Yumna terkejut dengan kedatangan kakeknya yang telah berada di depan matanya. Yumna langsung memeluk kakeknya dengan penuh erat. Kakek yang telah lama berada di Paris sangat merindukan cucu semata wayangnya. Pelukan hangat diantara mereka membuat Revan terdiam akan kerinduan seorang cucu terhadap kakeknya.


" Papa kapan sudah datang di rumah ini?" Tanya Revan dengan penuh kebingungan .


"Kejutan, Apa kamu tidak suka Papa datang dengan tiba-tiba". Tanya Tuan Azka.


" Bukan begitu papah. Tapi jika Papah bilang Revan akan menjemput Papa di bandara". Sahut Revan.


"Tidak usah!. Papa hanya ingin memberi kejutan kepada kalian berdua. Papa punya banyak oleh-oleh dari Paris untuk kamu Yumna". Sahut Tuan Azka.


" Kakek-kakek lama sekali sudah tidak datang. Kasihan nenek sendirian sampai sakit". Sahut Yumna dengan celotehnya.


" Iya nenek sudah tahu akan kedatangan kakek. Nenek sangat senang. Nenek lagi tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya". Ucap Tuan Azka.


"Kakek Yumna habis jalan-jalan sama Ibu guru .Ibu gurunya sangat baik dan cantik".Ucap Yumna dengan lembut.


" Oh ya, Mana Ibu gurunya?". Ucap Tuan Azka.


"Sudah pulang Papah. Sudah Revan antar tadi kerumahnya". Sahut Revan kepada Papahnya.


"Oh baiklah kalau begitu. Bagaimana hubunganmu dengan Amira?" Tanya Tuan Azka secara spontan.


" Ya begitulah Papah. Seperti biasa Mama tidak merestui hubungan kami. Aku juga bingung bagaimana cara yang baik untuk memutuskannya tanpa harus melukai perasaaan Amira dan keluarganya". Ucap Revan dengan sedih menceritakan kisah asmaranya.


" Oh baguslah kalau begitu. Aku juga tidak suka dengan dia". Sahut Tuan Azka dengan ketus.


Tiba-tiba perasaan bertambah sedih mulai melukai hati Revan. Karena hubungannya dengan Amira tidak disetujui oleh kedua orang tuanya.


" Papa sudah makan atau belum? Kalau belum? Mau aku pesan makan?" Tanya Revan.


" Tidak usah, Aku sudah kenyang. Aku hanya ingin bermain bersama cucuku". Ucap Tuan Azka dengan tegas.


"Kakek tadi Yumna ke toko baju membeli baju dan Melihat baju yang sangat cantik. kakek Yumna pengen punya adik. Biar baju cantik itu bisa dipakaikan kepada adik Yumna nanti". Ucap Yumna dengan lembut kepada kakeknya.

__ADS_1


Mata Tuan Azka terbelalak akan perilaku cucunya. Tuan Azka mulai melirik Revan yang masih menduda.


" Nanti ya cucuku sayang. Kamu akan punya adik suatu hari nanti". sahut tuan Azka dengan lembut terhadap cucunya.


Revan mulai bersalaman kepada ayahnya dan pergi menjauh dari pandangan Tuan Azka dan anaknya Yumna. Kini Tuan Azka mulai menggendong Yumna dan meletakkannya di sofa. Yumna hari ini banyak bercerita tentang Larissa.


Kesenangannya terhadap Larissa membuat hati Tuan Azka tersentuh. Dari sudut ruangan Bu Najwa telah menyiapkan secangkir kopi dan beberapa helai roti yang diminta oleh Tuan Azka. Bu Najwa lagi-lagi tidak senang dengan cerita Yumna yang selalu menjelaskan tentang Larissa.


"Wanita ini baru beberapa bulan mengajar belajar Yumna . Yumna sangat mengistimewakan Larissa di hidup Yumna. Pelet apa yang digunakan sehingga hati Yumna sangat senang akan kehadirannya". Bu Najwa sungguh bersouzon dalam hatinya terhadap Larissa. lagi-lagi Bu Najwa ingin memutuskan rezeki Larissa kepada keluarga Tuan Revan.


"Ini pak kopinya dan juga rotinya". Ucap Bu Najwa.


Bu Najwa mulai meletakkan makanan dan minuman untuk Tuan Azka diatas meja


"Terima kasih". Ucap Tuan Azka kepada bu Najwa


" Sama-sama Pak". Sahut Bu Najwa terhadap Tuan AZka.


"Kakek Yumna capek. Yumna mau istirahat ke kamar dulu ya kakek". Ucap Yumna dengan manja. Tuan Azka menggendong Yumna untuk menuju kamar Yumna. Di sana Yumna yang sudah sedari tadi kelelahan mulai memejamkan mata di atas ranjang yang serba pink dari dekorasi kamarnya.


Kamar ini mengingatkannya akan almarhum menantu kesayangannya yang Sedari Dulu sudah mendekorasi kamar ini untuk calon cucunya hingga akhirnya menantunya meregang nyawa akibat melahirkan cucu kesayangannya. Kenangan itu sangat menyakitkan sekaligus membahagiakan.


Ditinggalkan seorang menantu kesayangan dan mendapatkan Cucu pertama dengan wajah cantik seperti persis ibunya dan suaranya yang bagus juga diturunkan oleh ibunya. Yumna Humaira Wijaya wanita piatu dengan segala kelebihan dan juga kekurangannya.


Di lain tempat Larissa mulai pergi menuju kamarnya. Larissa mulai menghempaskan tubuhnya di atas ranjang dengan penuh kelelahan. Larissa mulai membuka layar telepon. Tampaklah notifikasi dari via


What's App Dita masuk.


"Larissa Kamu di mana?" Tanya Dita.


" Aku sedang di kamar mau istirahat . Karena capek banget aktifitas hari ini". Sahut Larissa.


"Oh kalau begitu maaf aku mengganggu . Besok saja deh aku ceritanya". Ucap Dita


"Baiklah". Sahut Larissa.


Saat Dita yang ingin menceritakan kejadian semalam kepada Larissa. Dita mulai mengurungkan niatnya.Dita lebih memilih menceritakan hal ini kepada Rika. Hingga akhirnya Dita bercerita kepada Rika.


Di sudut ruangan Rika yang sedang belajar di atas meja belajar mulai membuka notifikasi yang ada pada handphonenya.


Teng,,,, Teng,,,, Teng.

__ADS_1


Suara handphone yang mulai berbunyi Tampaklah pesan via WhatsApp dari Dita berada di layar handphone Rika.


" Rika Aku mau cerita masalah Semalam. Apa kamu mau mendengar tidak?" Tanya Dita.


"Cerita saja Dita. Aku akan dengerin cerita kamu. Emang ada apa?" Jawab Rika dengan penuh keheranan.


" Kamu ingat kan laki-laki yang kemarin kita temuin waktu kita di camping. Kamu juga ketemu dia di salah satu Toko Buku pada waktu dulu". Ucap Dita


" Wah, Ingat banget Dita. Kan ketemu dia juga di food court semalam bersama wanitanya .Bukankah ada kamu juga melihatnya". Sahut Rika dengan antusias mendengar cerita Dita.


" Aku kaget banget. Kamu tahu enggak kenapa? Tanya Dita


"Kenapa Dita? Aku mau mendengarnya.". Ucap Rika


"Dari dalam toilet kemarin dia berucap di teleponnya dia ngomong begini dengan ucapan I miss you. I love you, Seperti itulah bahasa Inggrisnya. Aku juga tidak mengerti itu diarahkan kepada siapa. Terus dia juga mengucapkan kata Hei baby, honey, seperti kata sayang dan menyayangi satu sama lain. Bukankah dia sudah mempunyai pasangan dari Tuhan yang nyaris sempurna. Lantas mengapa dia ingin berkhianat. Aduh pikiran aku terhadap dia jadi bar suudzon". Ucap Dita menjelaskan kronologi yang dialaminya.


"Iya kasihan sekali lelaki itu sungguh ganteng masih saja dikhianati. Kamu enggak salah dengar kan Dita?" Tanya Rika


"Tidak salah dengar Rika. Telingaku itu jelas mendengar suaranya. Aku tidak mengerti bahasa Inggris keseluruhan. Cuman kata familiar seperti itu mengarahkan tentang kasih sayang satu sama lain. Aduh aku harus cerita nih sama Larissa juga". Ucap Dita.


"Tidak usah Dita. Dia lagi kelelahan Aku juga ingin cerita sesuatu padahal".Ucap Rika.


"Kok kamu tahu dia kelelahan Rika .Tau dari mana. Tanya Dita


"Tadi Dia aku telepon tidak angkat-angkat. Jadi aku pikir dia kelelahan habis dari jadwal kerjanya hari ini". Sahut Rika.


"Aduh gawat banget nih Padahal kita kan bisa cerita satu sama lain". Ucap Dita dengan antusias dengan kronologi yang dialami Dita.


"Gimana ya caranya agar kita bisa mengetahui maksud dari wanita itu. Wanita itu juga siapa ya namanya. Aku jadi lupa, Coba nanti aku coba tanya Larissa yang tahu nama wanita itu". Ucap Rika.


"Sepertinya Larissa. Ya sudahlah Biarkan saja tentang cerita rumah tangga mereka nanti kalau mereka sudah berpisah satu sama lain aku pengen daftar deh". Ucap Dita dengan penuh centilnya".


"Ah kamu bisa saja. Aku juga boleh deh daftar. Walaupun Duda dan punya anak tapi kan ganteng dan kaya enggak papa juga". Sahut Rika dengan penuh angan-angan.


"Hahaha". Mereka pun mulai saling mentertawakan satu sama lain melalui pesan lewat WhatsApp. komunikasi diantara Dita dan Rika pun mulai terhenti ketika mati lampu menyertai malam diantara mereka.


di lain tempat Diva sedang memikirkan Larissa. Penampilannya saat semalam di mall sungguh menakjubkan pesonanya. Kecantikannya sedari lahir sungguh menggugah hasrat dijiwai seorang pujangga.Lagi-lagi detak jantung Diva berdegup lebih kencang dari biasanya.Ingin rasanya Diva menembak perasaan cinta kepada Larissa.


Tapi apalah daya dia memikirkan ketidak mampuannya jika akhirnya harus bermusuhan akibat ditolak. Sebab, Diva tahu Larissa adalah orang yang tidak mudah jatuh cinta dan tidak pandai dalam percintaan. Hingga akhirnya pikiran itu membuat Diva larut dalam Mimpi indahnya


Di sudut ruangan Tuan Revan sedang mengecek pekerjaan melalui pesan email kepada pekerjaan yang dikirimkan sekretarisnya. Semua pekerjaan sudah di tangani oleh bawahannya. Kini Revan mulai memikirkan tentang ucapan Yumna yang ingin memiliki adik. Celoteh anak usia 5 tahun itu sungguh menggugah hasrat jiwa. Ingin rasanya Revan menikah dengan wanita yang bisa menerima Sisi kekurangannya.

__ADS_1


Pilihannya pun tertuju pada Amira. Tapi sayang hubungan mereka sungguh tidak direstui oleh kedua orang tuanya. Tiba-tiba Revan kembali berada di atas ranjang nya dan memikirkan tentang Larissa .Bayang-bayang Larissa sesungguh menari-nari di atas pikirannya. Penampilan Larissa yang sangat Anggun lengkap dengan makeup tipis membuat Revan menjadi jatuh hati dengan pesona Larissa. Pikiran Revan menghantarkan Revan larut ke dalam mimpinya.


__ADS_2