Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku

Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku
Bab 56. Mulai mengingat


__ADS_3

Pagi hari Larissa telah terbangun dari tidurnya. Dia bersiap-siap untuk beranjak Pergi dari atas ranjang menuju kamar mandi. Di sana Larissa membersihkan diri sebelum beraktivitas .Lima belas menit telah berlalu. Larissa menuju dapur untuk memasak makan menu pagi.


Larissa mengambil bahan-bahan yang ada di dalam kulkas. Larissa mulai memasak pecel lele makanan Favorit. Sudah lama Larissa tidak menikmatinya. Ibu yang menyukai aktifitas Larissa di pagi hari sedang sibuk memasak dari dalam dapur.


Ibu mulai tersenyum karena Larissa sudah pandai dalam hal memasak.


" Duh wangi banget bumbu pecelnya nak. Jangan sampai aromanya saja wangi tapi rasa menipu. Hati-hati menuangkan garam jangan sampai keasinan". Suara ibu menghiasi aktifitas pagi Larissa dari dalam dapur.


Ibu yang melihat Larissa nampak tersenyum. Ketika, melihat Larissa yang sibuk memasak menyapanya di pagi hari.


" Ibu mau ke mana?".Tanya Larissa kepada ibunya.


" Mau membersihkan tanah sebelah rumah. Karena ibu ingin membuat kebun untuk nambah uang penghasilan nak". Sahut ibu kepada Larissa


"Oh begitu ya bu". Sahut Larissa


"Tanah di samping rumah sangat sayang jika tidak dipergunakan. Jadi ibu ingin membuat kebun saja rencana". Penjelasan ibu terhadap Larissa.


"Mau bikin kebun apa Bu?" Tanya Larissa


"Rencana mau kebut yang bisa menghasilkan cepat dipanen saja". Ucap Ibu.


"Oh begitu". Sahut Larissa.


"Ibu mau bersihkan tanah sebelah rumah dulu nak. Baru nanti beli bibit di pasar". Ucap ibu yang mulai berpamitan.


Ayah dan ibu mulai pergi dan berlalu dari dapur untuk membersihkan tanah di samping rumah. Tanah yang digadang-gadang akan dibuat kebun oleh ayah dan ibu. Akankah rencana tersebut? Atau justru akan menjadi sebuah kegagalan dan kerugian bagi keluarga Larissa. Hanya takdir yang akan menjawab hasilnya


Ibu dan ayah mulai membersihkan tanah yang akan dibuat lahan perkebunan oleh mereka. Ayah dan Ibu nampak sedang asik bersama membersihkan lahan. Para tetangga yang ingin mengetahui siapa gerangan yang ada di dalam rumah Pak Mujahidin mulai mendekati Ibu dan Ayah.


"Eh ibunya Larissa, Apa kabar? ". Tanya tetangga yang mampir dan bercengkrama ingin mengetahui siapa yang ada di dalam rumah Pak Mujahidin.


" Alhamdulillah baik bu". Jawab Ibu

__ADS_1


"Bagaimana keadaan Bapak Mujahidin nih. Apakah sehat?". Tanya tetangga sebelah rumah.


"Alhamdulillah ya dibawa bergerak saja biar mendapat keringat dan nggak uring-uringan. Saut Ayah". Jawab Mujahidin Ayah Larissa.


"Pak saya lihat kemarin ada orang baru yang sedang asik duduk di teras bapak. Siapa ya dia pak?". Tanya tetangga yang sudah mulai ingin mempertanyakan Siapakah itu gerangan. Wahai Laki-laki yang tampan.


" Oh itu itu anaknya Tuan Azka. Tuan Azka keluarga jauh saya. Jadi ke sini hanya untuk mampir dan mengunjungi kami bu". Sahut Ayah menjelaskan kepada tetangga agar tidak terjadi Fitnah.


"Oh begitu, Apakah dia seorang laki-laki bujangan pak?".Tanya tetangga yang sudah mulai julit dengan tamu Mujahidin. Pak Mujahidin hanya dapat tertawa dan mengalihkan pembicaraan para tetangga. Ibu dan ayah mulai berbicara banyak hal satu sama lain.


Di sisi lain Revan mulai terbangun dari tidurnya. Aroma harum yang nikmat mulai terhirup dari hidungnya.


"Bau masakan yang sangat lezat ". Gumam hati Revan berbicara.


Revan mulai keluar kamar dengan melilitkan handuk yang ada pada pinggangnya. Revan menuju kamar mandi dan melihat Larissa sedang asik di dapur sedang memasak.


Aroma harum masakan Larissa sungguh menggoda perut Revan. Revan terburu-buru untuk mandi dan ingin mencicipi masakan Larissa. Revan yang telah selesai mandi mulai menuju kamar untuk mengambil pakaianya dari dalam lemari.


Larissa yang menyambut kedatangan Revan dari dalam dapur mulai memberikan menu hidangan. Lariasa mempersiapkan hidangan untuk makan pagi di antara mereka berdua. Waktu telah menunjukkan pukul 10.00 pagi. Tidak terasa waktu begitu berlarut dengan sempurna.


Revan mulai mencicipi masakan pecel lele buatan Larissa.


" Pecel lele buatan kamu enak sekali. Bahkan lebih enak dari pada masakan bi Inah pembantuku". Ucap Revan yang memuji masakan Larissa.


Larissa mulai tersenyum dengan apa yang dikatakan oleh Revan. Tiba-tiba bunyi notifikasi dari handphone Revan mulai berbunyi. Baru saja Larissa di puji dengan kata-kata indah mulai pudar kebahagian ketika melihat wanita simpanan Revan mulai menghubunginya.


Amira mulai menghubungi Revan. Revan mulai tersenyum melihat layar handphonenya. Larissa mulai memfokuskan diri untuk memakan makanan dan tidak memperhatikan Apa yang dilakukan oleh suaminya.


Larissa sudah terbiasa dengan perilaku Revan yang memiliki wanita simpanan. Revan mulai mematikan handphonenya dan berfokus kepada Larissa. Sesekali Revan membuka obrolan dengan berbagai macam topik pembicaraan. Sehingga membuat Larissa tertawa dan bahagia kembali.


Tetangga yang sudah julid dengan apa yang ada dari dalam rumah mulai meninggalkan mujahidin dan ibu Larissa.


Makanan yang telah habis dimakan oleh Revan membuat perut Revan kenyang dan ingin bersantai di depan teras rumah. Revan yang berjalan untuk menuju teras mulai membuka pintu rumah.

__ADS_1


Revan mulai melihat para tetangga yang berlalu Lalang tiada henti dengan pandangan melirik rumah Larissa. Hal ini membuat Revan merasa risih akan perilaku tetangga Larissa.


Seseorang yang tidak pernah dilihatnya.


Sampai hari ini, Hari 4 Revan menginap di rumah Pak Mujahidin. Tiga hari lagi Revan sudah harus bersiap-siap untuk bekerja.


"Coba lihat itu, Laki-laki yang tampan kemarin bukan?. Eh Coba lihat deh dia tampan sekali". Ucap janda muda yang mulai gatal akan pandangan yang dilihatnya.


Begitupun para ibu-ibu yang lain yang melihat dengan julid tentang ketampanan Revan.


Revan yang dipandang oleh mereka mulai membiasakan diri akan perilaku tetangga yang ada di kampung Larissa. Larissa yang mulai membawa secangkir kopi di depan teras mulai menjadi bahan pertanyaan di antara mereka.


"Kenapa Larissa ada di rumah? Bukankah kata ibunya dia berada di tempat Omnya". Pertanyaan itu secara perlahan mulai menyebar dari tetangga ke tetangga hingga menjadi pertanyaan atau fitnahan mulai merundung keluarga Mujahidin.


"Apakah mereka telah? Atau mereka Kenapa bisa beraama? Apakah ada hubungan spesial diantara mereka berdua?.


Berbagai macam banyak pertanyaan dari para tetangga membuat Revan yang merasa dipandang tajam oleh tetangga Mulai mengundurkan diri dan mengambil secangkir kopi lalu memasuki rumah untuk menonton televisi bersama Larissa.


Pernikahan yang diketahui oleh dua belah pihak keluarga membuat tetangga mulai bertanya-tanya. Ada Apakah hubungan di antara Revan dan Larissa?


Larissa dan Revan mulai berada di ruang keluarga untuk menonton televisi bersama Revan. Revan mulai menonton berita tentang kekasihnya Amira. Amira nampak memperkenalkan gaun nan indah yang melekuk tubuhnya begitu menonjol apa yang diperlihatkan olehnya.


Larissa nampak ngeri atas apa yang dilihatnya.


" Mas jangan nonton tayangan itu dong aku merasa jijik". Ucap Larissa yang melihat gaun itu seakan melorot.


Hampir saja gaun yang digunakan Amira nampak melorot di kedua dadanya. Desain baju yang digunakan oleh Amira nampak menggoda kaum Adam. Tapi Amira sangat Percaya diri ketika menampilkan gaun itu sendiri


Larissa nampak jijik dengan apa yang ditonton oleh Revan. Larissa mulai mengingat tentang wanita itu. Bukan wanita ini yang pernah dilihatnya waktu ditoko mainan dulu . Revan pernah membawanya pada saat itu. Pantas saja Revan begitu terpesona akan keindahanya .


"Dasar mesum, Rupanya kamu telah ditinggal jauh olehnya. Dan bodohnya aku hanya dijadikan pelampiasan untuk nafsu mu. Begitu bodohnya aku terjebak cinta dengan pria dewasa".


Ada rasa sakit tapi tidak berdarah yang dirasakan Larissa.

__ADS_1


__ADS_2