Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku

Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku
31 Rencana Hidup


__ADS_3

Dari sudut ruangan Tuan Azka sedang menunggu kedatangan putranya dari pekerjaan kantor. Sudah hampir tiga puluh menit Tuan Aska menunggu kedatangan Revan namun juga tidak memunculkan batang hidungnya. Ketika tuan Azka sedang berbalik badan nampaklah suara mobil mulai terdengar dari telinganya.


Ternyata itu adalah suara mobil Revan yang mulai muncul di hadapan matanya . Tuan Revan yang mulai membuka ganggang pintu rumah kini disambut oleh Tuan Azka. Tuan Azka tersenyum tipis kepada Revan. Revan yang melihat ayahnya pun nampak bingung karena tidak biasanya ayah menyambut kedatangan Revan seperti ini.


"Revan cepat kamu ganti baju dan bersihkan dirimu. Ada hal penting yang akan Ayah bicarakan. Ayah akan menunggumu di ruang kerja ayah". Ucap Tuan Azka kepada anaknya.


Revan yang mendengar ucapan Tuan Azka mulai menuju kamarnya untuk membersihkan badannya dan mengingat ucapan ayahnya kembali. Aktivitas Revan dari dalam kamar telah selesai. Kini Revan mulai menuju ruang kerja Ayahnya. Di sana ayahnya sudah menunggu mulai sedari tadi. Tanpa basa-basi Tuan Azka langsung melakukan percakapan di antara mereka berdua.


" Revan ayah akan memilihkan wanita yang akan menerima kekurangan dan kelebihan mu". Ucap ayah dengan lantang saat berucap dengan Revan.


Revan terkejut dengan suara ayahnya.


Diwaktu dulu ketika Haliza masih hidup ayahnyalah yang menjodohkan diantara mereka berdua. Sekarang dengan tiba-tiba Ayah berucap ingin menjodohkan Revan setelah kepergian lama Haliza. Revan tidak berani membantah kepada ayahnya Revan Sangat patuh kepada ayahnya.


Revan hanya terdiam dan mulai kebingungan ingin menjawaba apa? Kini Revan mulai menyiapkan diri untuk menjawab pembicaraan Tuan Azka.


"Ayah, Revan perlu waktu untuk hal itu. kepergian Haliza sudah hampir lima tahun. Satu tahun belakangan Revan mulai berani membuka hati dan menjalin hubungan dengan wanita pilihan Revan meski belum mendapat restu dari ayah dan ibu. Seketika Ayah berucap jika ayah ingin menjodohkan Revan dengan wanita lain. Lantas Bagaimana caranya untuk Revan memutuskan wanita yang telah menjalin hubungan dengan Revan Saat ini. Ayah tolong Berilah waktu untuk Revan berpikir". Ucap Revan menjelaskan.


" Tidak usah berpikir panjang anakku. Sebab pernikahanmu sudah aku rencanakan dan akan dilaksanakan dalam waktu dekat". Ucap Tuan Azka dengan ketus kepada anaknya.


Revan hanya menghiraukan ucapan dari Tuan Azka. Sesekali Revan tertawa kecil di sana.


Hahaha,,,,. Apa Ayah bercanda dilaksanakan dalam waktu dekat. Ayah tolong diingat. Ayah hanya memiliki satu orang Putra. Hanya Revan yang akan menjadi pewaris tunggal dari semuanya Ayah. Semua sudah Revan turuti atas perintah ayah. Lantas tiba-tiba dengan sangat mudah Ayah burcap ingin menjodohkan Revan kembali. Ingat ayah Revab perlu waktu untuk hal itu. Tapi tidak semudah itu dalam waktu dekat. Tolong hargai Revan ayah". Ucap Revan memohon


Revan ini anak semata wayang tuan Azka Wijaya. Revan yang mulai berani membela diri Untuk tidak mau dijodohkan membuat Tuan Azka mulai berbicara kembali.


" Jika kamu tidak menuruti semua perintahku. Jangan salahkan aku untuk memberikan segalanya dan semua aset yang ada pada diri keluarga Wijaya jatuh kepada yayasan yang telah ayah pilihkan.

__ADS_1


Bruk,,,,


Pikiran Revan mulai menuju materi. Revan juga tidak ingin hidup miskin untuk menghidupi Amira jika pilihannya tepat untuk dijadikan Ibu bagi anaknya. Tanpa berpikir panjang Revan mulai berucap


" Baiklah Ayah". Revan akan menuruti permintaan Ayah. Tapi Revan mohon acara yang akan berlangsung hanya keluarga intinya saja . Revan nanti akan datang kesana.


Kini Revan mulai kembali dan menuju kamarnya. Dari dalam kamar Revan mulai menghempaskan tubuhnya. Revan mulai berpikir. Wanita seperti apa lagi yang ayah akan carikan untuknya. Di waktu dulu Wanita pilihan ayah itu sangat pas untuk dijadikan Ibu bagi anak-anaknya. Pilihan Ayah sangat sesuai dengan kriteria wanita pilihan Revan.


" Aku harap pilihan Ayah juga tidak jauh berbeda dari Haliza". Gumam hati Revan berbicara.


Tuan Aska mulai merencanakan pernikahan yang hanya dilakukan oleh kedua belah pihak keluarga. Ayah Revan tidak mengundang tamu undangan yang banyak seperti acara sebelumnya antara Revan dan Haliza. Acara ini hanya diadakan kecil-kecilan. Sebab mengingat Larissa yang baru berumur delapan belas tahun dan belum lulus SMA.


Tuan Azka tidak membuang kesempatan untuk hal ini. Buru-buru Tuan Azka mengabarkan kabar gembira kepada Mujahidin untuk satu minggu lagi mengadakan pernikahan diantara mereka.


Tuan Azka mengirimkan satu orang bawaannya untuk menuju rumah Mujahidin dihari besok. Bawahan Pak Azka mulai mengurus keperluan keluarga Mujahidin untuk di hari besok nanti. Semua paket Weding yang hanya dilakukan di rumah mempelai wanita telah selesai diurus bawaan tuan Azka. Tinggalah Larissa memilih pakaian pengantin seperti apa yang akan digunakan oleh Larissa .


Kukkuruyuk,,,,.


Suara ayam yang mulai terdengar dari ddalam rumah. Waktu begitu cepat berlalu nampaklah hari keesokan mulai menyambut keluarga Mujahidin. Ayah telah meminta izin kepada wali kelas untuk Larissa tidak bisa berhadir karena sedang melaksanakan acara keluarga selama satu minggu mendatang.


Kini ibu Larissa mulai bersiap-siap untuk mengajak Larissa untuk pergi ke sebuah butik pilihan bawahan tuan Azka. Namanya Adalah Ali. Ali o orang kepercayaan tuan Azka untuk menyiapkan wedding Revan dan Larissa. Larissa yang ketika memasuki butik nampak terpana akan banyak pilihan gaun serba putih yang dilihatnya. Ibu yang telah mengetahui tentang hal ini hanya mampu berbesar hati untuk menerima kenyataan hidup atas perintah Muzahidin yang keras kepala.


Sesekali Larissa memakai pakaian gaun putih yang dipilih oleh ibunya. Larissa nampak sedih dan tidak bersemangat dalam memilih gaun pengantin. Larissa hanya Terpukau akan keindaan ketika Larissa berkaca dari dalam balik cermin.


"Seharusnya aku menikah dengan lelaki pilihanku. Lelaki yang mencintai ku , Menerima aku apadanya dan yang pasti seiman dengan hidup ku". Gumam hatinya yang sedang berandai-andai.


Di Lain tempat Revan sedang memikirkan Perjodohan yang akan terjadi di dalam hidupnya. Revan nampak tidak bersemangat atas ucapan ayahnya malam kemarin.

__ADS_1


Tok,,,, Tok,,,, Tok Suara ketukan pintu yang mulai berketuk.


"Masuk". Ucap Revan lirik pintu. Ternyata Abrian yang sedang melangkahkan kaki memasuki ruangannya.


" Kamu kenapa lesu ? Apa kamu sakit ? atau jangan-jangan kamu habis menghabiskan waktu bersama wanita malam itu?" Ucap abrian bercanda gurau di pagi hari.


" Hahaha". Mereka mulai tertawa bersama.


Abrian mulai membalas perilaku Revan yang dahulu pernah dilakukam Revan. Revan tersenyum tipis kepada Abrian.


" Tidak begitu. Aku hanya kelelahan akibat kelelahan pikiran" Ucap Revan berbohong.


"Mikirin apa kamu Revan? Bukankah kamu sudah menjadi bos. Bisnismu sudah berjaya, Anak sudah kau punya.Kekasih pun sudah kau dapatkan. Lantas pikiran Seperti apa lagi yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Abrian.


Abrian dan Revan mulai beradu pandangan. Tidak ada kebohongan dan ketertutupan di antara mereka berdua. Mereka telah menjadi sahabat sejak masih di bangku SMA dan Abrian menjadi salah satu orang kepercayaan dari Revan. Abrian mulai menceritakan keadaannya mulai dari awal sampai akhir.


Abrian mulai terkejut dengan apa yang diceritakan oleh Revan. Akan tetapi Abrian mulai mendukung perjodohan diantara mereka. Abrian mulai berbicara


"Enak dong nikah ada yang nemenin dan bisa kikuk kikuk Lagi". Ucap Abrian yang meledek Revan.


Di sudut ruangan Tuan Aska sedang memikirkan Bagaimana caranya agar Revan bisa memutuskan Amira. Karena Tuan Azka tidak ingin memiliki menantu seperti Amira. Amira adalah anak yang terlahir dari wanita malam. Dia adalah seorang gadis tidak bernasab. Sehingga Tuan Azka tidak menginginkan hubungannya dengan anak semata wayangnya sampai ke jenjang pernikahan. Sungguh miris kehidupan Amira.


Informasi ini dia ketahui dari orang bawahaanya yang disuruh tuan Azka untuk menyelidiki latar belakang kehidupan Amira.


Dilain tempat, Larissa mulai membawa baju gaun pilihan ibunya untuk pernikahannya. Ibunya mulai menaruh di dalam kamar. Nampaklah dari sudut ranjang Amira mulai menatap gaun itu. Sesekali butiran air putih berlinang di pelupuk mata Amira. Pikiran Larissa adalah Larissa akan menikah dengan Tuan Azka. Ingin rasanya Larissa pergi menjauh untuk kabur dari kehidupan dunia nyata ini. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu hingga waktu s menunjukkan pukul 15.20 sore.


Suara adzan mulai berkumandang Larissa mulai terbangun dari atas ranjang dan pergi untuk membersihkan dirinya menuju kamar mandi. Tak terasa aktivitas Larissa dari dalam kamar kini telah selesai. Larissa mulai menuju ruang keluarga. Di sana Larissa mulai menonton tayangan flim kartun yang ada pada televisi. Larissa nampak tertawa riang gembira menonton acara televisi tersebut untuk menghilangkan rasa lelah atas pikirannya.

__ADS_1


__ADS_2