Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku

Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku
Bab 45 Kehidupan Larissa


__ADS_3

Waktu telah menunjukkan pukul 13:00.


Tok,,,,Tok,,, Tok,,,,


Ketukan pintu yang mulai beradu.


Larissa yang mendengar suara ketukan pintu mulai terbangun dari atas ranjang. Secara perlahan langkah kaki Larissa mulai membukakan pintu dari ruang tamu.


"Assalamualaikum". Kata pertama yang disuarakan wanita paruh baya.


"Waalaikumsalam". Sahut Larissa dengan lembut.


Wanita ini nampak tersenyum ketika melihat Larissa.


"Dengan siapa ya Bu?" Tanya Larissa dengan lembut.


"Saya Bi Inah pembantu dari tuan Azka saya disuruh Tuan Revan untuk ke sini membersihkan rumah seperti biasa". Sahut Bi inah menjelaskan.


"Silakan masuk Bi Inah". Ucap Larissa.


Bi Inah adalah pembantu Tuan Azka sejak lama. Sebelumnya Bi Inah ini lebih banyak berada di dapur. Sehingga tidak pernah mengenal Larissa pada saat mengajar pembelajaran Les Yumna. Bi Inah adalah orang tua Bu Najwa. Hanya anaknya yang bernama Nazwa yang selalu menyambut kedatangan Larissa.


Bi Inah pun tidak mengetahui pernikahan antara Revan dan Larissa. Karena Pernikahan itu telah disembunyikan oleh keluarga tuan Azka . Mereka yang mengatur semua tentang anak dan menantunya tersebut.


"Nona disini sedang apa?" Tanya Bi Inah kepada Larissa.


"Aku hanya menginap beberapa hari disini". Jawab Larissa berbohong


"Oh katanya Nona baru datang ya. Pasti sangat lelah. Bi Inah bikinkan menu makanan pembuka ya nona? " Bi Inah tidak mengetahui jika Dihadapanya adalah istri tuan Revan.


"Tidak usah Bi" Larissa menolak halus tawaran Bi Inah


"Nona keluarga jauh tuan Revan lebih baik nona istrihat saja. Biarkan saya yang mengerjakan pekerjaan Rumah" Ucap Bi Inah dengan spontan.


" Oh,,Iiiii ,,, Iya Bi". Mendengar ucapan Bi Inah ada rasa perih, Sakit. Tapi tidak berdarah dari dalam hati Larissa. Larissa hanya dianggap keluarga jauh oleh Revan .Sungguh sakit hati seorang istri tidak diakui keberadaanya.

__ADS_1


"Kata Revan Nona keluarga jauh yang datang di sini untuk berkuliah". Ucap Bi Inah menjelaskan.


" Ehmmm,,,." Sahut Larissa.


" Masih bingung ya mencari kos-kosan di mana?" Tanya Bi Inah.


"Begitulah Bi. Saya permisi dulu Bi kepala saya masih sakit". Larissa mulai meninggalkan Bi Inah dan beranjak pergi untuk menuju kamar.


Larissa tidak ingin mendengar banyak pertanyaan dari Bi Inah .Larissa yang menghempaskan tubuhnya dengan kasar di atas ranjang mulai berpikir dengan memijat kepalanya secara perlahan


" Jadi kamu hanya menganggap aku sebagai keluarga. Apa kamu enggak berpikir untuk menganggap aku seorang istri wahai Revan. Lantas Mengapa kamu menginginkan aku berucap Sayang ketika harus memanggilmu. Jika kamu hanya menganggap aku sebagai keluarga, bukan istrimu." Pikiran pertanyaan menari-nari dikepala Larissa.


Larissa yang tersinggung karena perilaku Revan yang hanya menggap Larissa sebagai keluarga bukan istrinya mulai berkecamuk dari dalam tubuhnya.


" Awas kamu buaya. Aku tidak ingin menyerahkan harga diri ini padamu. Cepat atau lambat aku ingin berpisah dari mu. Lama-lama mentalku hancur di perlakukan seperti ini" Gumam hati Larissa dengan sedih.


Bi Ina tidak melihat Larissa yang menuju kamar Revan .Bi Inah langsung membalikan tubuhnya untuk menuju dapur ketika Larissa mulai masuk kamar Revan.


Disudut lain Bi Inah mulai membersihkan banyak pekerjaan rumah.


"Wanita itu sangat cantik . Apa tuan Revan tidak tergoda dengan paras ayu dan bodinya. Biar keluarga jauh. Tapi kalau lagi setan lewat kan nanti bisa hilaf. Duh gusti tolong pikiran kotor hamba". Pemikirn buruk Bi Inah kepada Larissa dab Revan terlintas dari dalam kepalanya.


Amira nampak sibuk dengan aktivitasnya. Terlihatlah video call diantara mereka. Wajah mereka saling berpandangan meski tidak bersentuhan. Revan sangat merindukan Amira. Lagi-lagi pikiran Amira mulai menari-nari di atas pikirannya


"Kamu sedang apa sayang?" Suara itu menghentikan Lamunana Revan dari wajah Amira". Tanya Amira kepada Revan.


"Aku sedang Bekerja sayang. Apa kabar sayang kamu disana?". Sahut Revan dengan bersuara lembut.


" Alhamdulillah aku baik. Bagaimana keadaan kamu di sana?". Tanya Amira kepada Revan.


"Aku di sini baik Allhamdulillah. Aku senang banget di sini. Maaf ya aku meninggalkanmu terlalu lama". Ucap Amira.


"Aku sangat menunggu kehadiran kembali dirimu. Nanti jika kamu telah selesai kontrak kerja disana. Jangan lupa kabarin aku. Biarlah aku yang menjemputmu dibandara". Sahut Revan


Revan dan Amira mulai menumpahkan rasa perasaan kasih sayang di antara mereka yang telah lama tidak saling bertemu. Tanpa sengaja Revan melihat belahan dua balon yang siap dipamerkan untuk siapa saja yang ingin melihatnya.

__ADS_1


Lantas terlintas Revan mengingat dua balonnya yang mungil nan indah dengan pucuk merah jambu yang sangat menggodanya. Siapa lagi jika bukan istrinya si Larissa. Pikiran Revan mulai merasa bersalah ketika mengingat hal itu terjadi dengan paksa yang dilakukan oleh Revan.


Revan telah melakukan apa yang tidak diinginkan Larissa.


Sayang,,, Sayang,,, suara Amira yang menyadarkan Revan dari Lamunan memikirkan Larissa.


"Iya ada Apa sayang?" Tanya Revan.


"Kamu kenapa bengong sih sedari tadi?. Apa jangan-jangan kamu tergoda ya dengan dua balon indah yang kumiliki ?" Tanya Amira dengan penuh manja dan mulai menggoda Revan.


"Tidak aku hanya banyak pekerjaan dan mulai bosan". Jawab Revan .


Amira pun mulai malu ketika Revan menjawab demikian. Karena Revan memang tidak pernah menyentuh dirinya. Hanya Amira yang sering menggoda Revan. Tapi Revan terus menolaknya. Amira mulai memanyunkan Mulutnya.


"Aku bosan tanpa kamu disini sayang" Suara itu membuat Amira tersenyun kembali.


Melihat ekspresi Amira yang memanyunkan bibirnya. Revan mulai mengingat kembali tentang Larissa yang dicumbu oleh Revan dengan paksa .lagi-lagi pikiran Revan tidak terlepas dari Larissa.


"Sayang sudah dulu ya waktu sudah sore banget Aku ingin pulang kerumah". Ucap Eevan memutuskan komunikasi diantara mereka.


" Oke sayang hati-hati di jalan". Ucap Amira dengan Lembu.


Revan yang sudah bersiap untuk menuju rumah kini pergi meninggalkan kantor dan melajukan mobilnya untuk menuju rumah. Sudah hampir tiga puluh menit Revan melajukan mobilnya hingga akhirnya sampai di depan halaman rumahnya.


Revan mulai membuka gagang pintu. Ternyata Revan melihat Bi Inah sedang membersihkan pekerjaan rumah. Revan beranjak pergi dan masuk kedalam kamarnya. Nampaklah Larissa yang sedang tertidur pulas berada dari atas ranjang.


Revan yang melihat Larissa mulai mencium kening Larissa dan ******* bibir Indah Larissa. Larissa Nampak tak bisa bernafas karena perilaku Revan. Larissa yang diperlakukan demikian mulai terbangun dari tidurnya.


Larissa nampak terkejut ketika wajah Revan dengan wajah Larissa bertemu dengan sangat dekat . Larissa mulai membalikkan tubuhnya mengingat rasa kesalnya terhadap Revan yang hanya menganggapnya keluarga bukan istri.


Revan nampak gemas dengan prilaku Larissa. Revan ikut berbaring disamping Larissa dan mulai memeluk dan menciumi Larissa. Larissa yang diperlakukan demikian tidak bisa melanjutkan tidurnya.


"Geli mass, Dan aku tidak bisa bernafas jika kamu memeluk aku seerat ini. Ucap Larissa menolak perilaku Revan.


Lagi-lagi Revan menjahili tubuh indah Larissa. Revan mulai pergi meninggalkan Larissa untuk pergi menuju kamar mandi membersihkan diri disana. Larissa yang sudah tidak melihat Revan mulai pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri disana.

__ADS_1


Pertemuan dua insan tanpa disengaja mulai membuat Revan menyeringaikan senyuman tajam yang menusuk jiwa Larissa.


"Bersambung".


__ADS_2