Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku

Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku
Bab 21 Pertengkaran.


__ADS_3

Di sisi lain pada rumah Revan. Revan sedang bertengkar dengan Ibunya. Lagi-lagi Ibu Revan meminta Revan untuk menjauhi Amira. Karena, Ibu Revan memiliki rasa tak suka pada Amira.


" Wanita itu adalah wanita yang tidak baik-baik". Ucap Ibu Revan.


Revan hanya bisa terdiam ketika ibunya berbicara demikian. Dipikiran Revan, Revan masih kekeh untuk mempertahankan hubungan mereka. Revan berpikir Amira cukup baik untuk dijadikan masa depan.Tapi, tidak dengan feeling seorang ibu untuk menyelamatkan masa depan anaknya.


Revan mulai memberanikan diri untuk berbicara pada ibunya


" Ibu tidak bisa Revan memutuskan secepatnya Amira. Karena Revan juga perlu waktu Ibu". Ucap Revan dengan penuh penekanan kepada ibunya .


"Revan,,,,.". Teriak ibunya Revan


Revan hanya bisa terdiam melihat perilaku ibunya.


"Jangan membantah perkataan ibu. ibu tahu kamu sangat mencintainya. Tapi Ibu berfirasat Dia adalah wanita yang tidak baik-baik. Apa kamu tahu Revan". Sahut ibu dengan penuh penekanan.


"Tapi Ibu. Revan tidak bisa secepat ini memutuskannya tolonglah beri waktu ibu untuk Revan memutuskan semua ini". Ucap Revan kali kedua membela diri.


"Revan Masih banyak wanita di luar sana yang lebih baik daripada Amira. Anak-anak teman-teman Ibu juga masih mau menerimamu dan juga Yumna . Bahkan anak-anak dari sahabat ayahmu juga masih mau untuk menerimamu dengan Yumna. Apa kurangnya lagi harapan dari pilihan kami". Ucap Ibu dengan penuh penekanan.


" Cukup Ibu. Sudah cukup Ibu menjodohkan Revan dengan wanita-wanita pilihan Ibu. Cukup Satu Kali Ibu memilihkan Revan seorang wanita hingga akhirnya Revan gagal dalam berumah tangga". Sahut Revan


"Revan jangan berucap seperti itu". Teriak ibunya Revan.


"Tapi benar kan Ibu. lihat pernikahan Revan. Gagal semua". Sahut Revan


"Sudah takdir Revan. Coba kamu lihat. Kamu cukup bahagia bukan. Dengan kehadiran Haliza Ibu dari Yumna. Kamu nampak bahagia ketika berumah tangga dengannya. Apa pilihan Mama sudah salah untuk rumah tangga kalian berdua. Tidak Revan, Aku tidak salah dalam memilihkan wanita kepada mu. Hanya karena takdir kalian berpisah Revan. Bukan karena keadaan lainnya". Sahut Ibu dengan meneteskan air mata.


Ibu Revan berharap agar Revan bisa melepaskan Amira. Karena ibu benar-benar tidak suka dengan Amira.Tapi faktanya Revan masih bimbang dengan keadaan untuk melepas Amira.


"Tapi Ibu". Revan mulai meneteskan air mata Karena rasa sesak di dadanya mengingat masa-masa Indah berumah tangga bersama Haliza Ibu dari Yumna .


Pertengkaran antara ibu dan anak ini sungguh membara. Semua tidak bisa mendengar pertengkaran diantara mereka. Karena dalam ruangan kamar neneknya Yumna sudah dilapisi oleh peredam suara dari kamarnya nenek Yumna.


Revan mulai memberanikan diri untuk berbicara kembali.


"Ibu aku perlu waktu untuk memutuskan Amira. Tolonglah beri waktu aku". Ucap Revan.


" Baiklah ibu akan memberi waktu untukmu tidak lebih dari tiga bulan Revan. Ibu lihat kamu sudah bersamanya sejak lama Bukankah sangat mudah untuk memutuskannya karena beralasan sudah bosan". Sahut Ibu


"Tidak seperti itu Ibu. Tolong jangan mengatur tentang urusan kepribadian aku. Aku bisa memilih jalan Hidupku ibu. Ucap Revan


" Tidak Revan. Ibu tahu mana yang terbaik untukmu. Kamu Putra semata wayang dari keluarga Wijaya ingat itu Revan". Sahut Ibu


Revan terduduk di sofa dalam kamar ibunya sesekali Revan memijat pelan kepalanya karena, Pusing memikirkan hubungan asmara dengan Amira. Di sisi lain Revan masih menyayangi Amira. Tapi, di sisi lain ibunya memutuskan hubungannya secara sepihak. Revan bingung untuk memilih wanita seperti apa untuk bisa menjadi kebanggaan ibunya.


Ibu mulai meninggalkan Revan di kamarnya. Revan mulai Memikirkan sesuatu untuk memutuskan Amira secara perlahan


"Harus bagaimana ini. Ya Tuhan perasaanku masih ada terhadap Amira. Jika kau putuskan secepatnya Bagaimana dengan perasaannya ke dua orang tuanya juga mengharapkan akan hubungan ini. Mengapa Ibu tidak merestui hubunganku. Ada Apakah dengan Amira? Filing Seperti apakah yang telah Ibu lihat terhadap wanita pilihanku. Aku juga ingin memilih wanita seperti pilihan teman-temanku. Pilihan diri sendiri. Tanpa Dipilihkan oleh orang tua". Gumam hati Revan berbicara dengan lirih.


Pikiran itu membuat Tuan Revan tertidur dalam lelahnya aktivitas malam ini.Ibu Revan mulai keluar kamarnya dan menuju kamar Yumna. Yumna telah tertidur pulas di kamarnya. Ditemani oleh baby susternya Yumna gadis kecil yang sangat lucu seorang anak kecil ini yang tidak memiliki seorang ibu karena meninggal akibat melahirkannya.


Nenek Yumna mulai mengelus kepala Yumna sesekali meneteskan air mata dan mencium kening Yumna. Akhirnya nenek Beranjak Pergi dari kamar Yumna. Ketika berada di dalam kamarnya. Nenek melihat Revan sedang tertidur pulas di sofa. Revan sepertinya kelelahan atas Aktivitas hari ini ditambah lagi sepulang bekerja berdebat dengan ibunya ini.

__ADS_1


Ibu mulai tidur lagi di atas ranjangnya Mereka pun tidur dengan mimpi mereka masing-masing.


Keesokan harinya Larissa sudah siap untuk berangkat sekolah. Tak lupa Larissa saat kini mulai menggunakan sepeda motor matic nya.


"Akhirnya kamu bisa juga aku gunain Setelah dari bengkel". Ucap Larissa


Flashback of


Waktu itu sepeda motor matic Larissa telah lama rusak dan tidak diservis. Larissa tidak ada biaya untuk mengambilnya. Tak terasa tiga minggu sudah Larissa tidak menggunakan sepeda motor hingga akhirnya sepeda motor itu bisa ditebus kembali dari bengkel. Dengan uang tabungan Larissa dan ditambah lagi oleh uang gaji Ibu. Larissa sangat senang dengan sepeda motor maticnya yang kembali ini.


Larissa mulai berjalan menuju sekolah. sepanjang jalan Larissa berjalan pelan untuk menikmati pemandangan semesta alam. Udara pagi yang begitu segar berlarut dalam perjalanannya hingga akhirnya menghantarkan Larissa pada pintu gerbang sekolah.


Di parkiran Larissa mulai memarkirkan kendaraannya di sana. Larissa bertemu Diva diparkiran.


" Larissa". Sapa Diva terhadap Larissa.


"Eh Diva. Ayo kita berangkat ke kelas bareng". Sahut Larissa.


Larissa dan Diva Larissa mulai melangkahkan kaki untuk menuju kelas. di dalam kelas sudah ada Adit Dita dan juga Rika sahabat dari pada Larissa dan di Diva.


"Hai Larissa, Hai Diva, Selamat pagi". Sapa Dita terhadap Larissa dan Diva.


Senyum sumringah terlukis indah di wajah Larissa di pagi hari.


" Sepertinya kamu seneng banget nih Larissa Ada apa pas pagi-pagi ini kamu terlalu bahagia sepertinya terlukis di raut wajahmu". Tanya Dita terhadap kebahagiaan Larissa.


"Iya Alhamdulillah. Aku bahagia hari ini. Sepeda Motorku telah kembali setelah sekian lama aku tidak menggunakannya akibat berada di bengkel". Jawab Larissa


"Wah syukurlah. Selain itu juga aku bahagia karena mendapatkan pekerjaan tambahan dari Tante kamu Dita. Terima kasih banyak kamu telah memperkenalkan aku terhadap tante Ana". Ucap Larissa dengan bahagia.


" Aku senang banget deh dengan dua orang siswaku semoga aku bisa mengumpulkan uang yang cukup untuk biaya sekolahku. Larissa


" Aamiin". Ucap Dita, Diva, Rika, dan ,Adit bersama-sama .


" Guys Kalau hari ini kalian sibuk nggak?". Tanya Adit.


" Emang kenapa Adit?". Jawab Diva


"Aku mau ngajak Kalian nih". Sahut Adit.


"Emang mau ke mana?" Tanya Dita.


"Aku habis pulang sekolah mau ajak kalian jalan ke mall. Apa kalian bisa?" Tanya Adit.


"Ya nanti deh Dipikir-pikir dulu". U,cap Rika


"Aku mau deh". Sahut Dita dengan Antusias.


"Ya iyalah kamu mau Dita. Siapa sih yang enggak mau kalau soal mall". Sahut Adit.


"Hehehe". Dita mulai tertawa kecil


"Kamu gimana Diva?" Tanya Adit.

__ADS_1


"Boleh deh. Aku juga hari ini enggak ngapa-ngapain kok". Sahut Diva.


"Oke deh jadi Diva sama Dita oke ya. tinggal nunggu jawaban Larissa sama Rika". Ucap Adit.


"Kayaknya juga aku hari ini enggak ke mana-mana deh. Boleh deh aku ikut". Ucap Rika


"Kamu gimana Larissa?". Tanya Adit.


"Eh aku bilang orang tuaku dulu ya. Nanti Kalau dibolehin aku ikut de". Jawab Larisssa


" Oke deh". Sahut Adit dengan antusias.


Tak,,,,, Tik,,,, Tok.


Langkah kaki guru mulai melangkah masuk ke dalam kelas.Kini pembelajaran siap untuk dimulai . Tak terasa kini sudah seratus dua puluh menit sudah pembelajaran telah berlangsung. Tak terasa kini pembeljaran telah usai. Mereka mulai beristirahat .


"Kalian mau ke mana habis istirahat ini?". Tanya Adit.


"Seperti biasa lah kita ke kantin". Ucap Diva


"Ya udah kita ke kantin yuk". Ajak Rika.


Diva,Adit,Rika, Dita, dan Larissa mulai menuju kantin. Di kantin seperti biasa mereka makan es jeruk peras dan bakso sebagai menu andalan diantara geng mereka.


"Sepertinya aku ikut aja deh ke mall. Tapi enggak lama kan?" Ucap Larissa.


" Wah beneran nih. Alhamdulillah akhirnya kita ke mall juga satu geng". Sahut Dita dengan penuh semangat.


"Iya kayaknya aku bisa deh hari ini ke mall". Sahut Larissa.


"Oke deh kalau begitu". Sahut Dita dengan penuh bahagia.


Teng,,,,, Teng,,,, Teng,,,, Teng,,,, Teng


Bunyi lonceng sekolah berbunyi lima kali itu pertanda pulang sekolah telah tiba.


"Wah kenapa kita pulang sekolah cepat ya?" Tanya Rika.


"Sepertinya Ibu guru sedang rapat. Hingga akhirnya kit jadi pulang cepat seperti ini". Ucap Diva.


" Iya deh sepertinya bu guru sedang rapat".Sahut Dita.


Anak murid mulai berhamburan menuju parkiran dengan girang gembira. Karena, telah pulang lebih awal dari biasanya.


"Nah kalau begitu kita habis jam 13.00 aja pergi ke mall". Gimana teman-teman?" Ajak Adit.


" Oke deh kalau begitu". Sahut Larissa.


" Iya jam 13.00 nanti kita ketemuan ya. di jalan Melati. Nanti kalian semua aku jemput di sana". Ucap Adit.


"Baiklah kalau begitu kita kumpul disana". Sahut Diva.


" Kita pakai mobil aja ya. biar aku jemput kalian di Jalan Melati. Parkiran saja kendaraan kalian di taman itu. Biar kalian aku jemput disana". Ucap Adit.

__ADS_1


"Oke deh kalau begitu Adit". Sahut Rika.


Adit,Diva Rika,Dita dan Larissa mulai pergi ke parkiran untuk menuju pulang ke rumah mereka masing-masing.


__ADS_2