
Malam begitu indah berlalu dengan sempurna. Revan yang meminta Larissa untuk menggunakannya lingerie berwarna merah menyala. Membuat Revan tidak sabar akan hasil Larissa yang akan memakainya. Larissa meminta Revan untuk mematikan lampu utama kamar dan hanya menggunakan lampu tidur untuk menerangi penampilan Larissa.
Larissa nampak malu-malu akan keadaan yang diminta oleh Revan. Revan yang sudah siap di atas ranjang nampak Tak sabar melihat penampilan istrinya yang mulai berganti pakaian.
Seketika rasa ingin memenuhi hasratnya mulai menggoda Junior Revan yang berada dari bawah.
Larissa yang sudah berpenampilan dengan lingerie merah menyala nampak menggoda hasrat Revan. Revan mulai menarik lengan dan menghempaskannya di bawah tubuh Revan secara perlahan. Revan ******* bibir Larissa dan menyusuri leher serta di kedua benda kenyal yang ingin selalu dia sentuh.
Sesekali Revan mulai menikmati satu persatu kedua pucuk benda kembar yang pucuk berwarna merah jambu. Rasa tegangan dari bawah mulai Meminta sarangnya. Revan mulai mengarahkan tangan untuk menikmati kedua benda kembar tesebut.
Larissa berusaha menolak Revan yang telah berani meminta bagian bawahnya. Tanpa Larissa sadari secara perlahan adik junior meminta paksa sarang yang sudah lama menjadi incarannya.
Sarang itu nampak kokoh dengan getaran yang dilakukan sang junior. Sudah beberapa kali junior itu menghancurkan gerbangnya dan barulah serangan ketiga mulai mengeluarkan noda darah bercampur putih bening yang menghancurkan kekokohannya.
Larissa mulai merengek kesakitan. Ada rasa perih dari dalam bawah Larissa. Junior itu secara teratur keluar masuk ruangan yang telah disiapkan .Larissa hanya mampu menikmati permainan panas yang dilakukan oleh revan. Revan bermain dengan penuh hasrat di jiwa.
Sudah hampir lima tahun setelah kepergian haliza Revan tidak pernah bermain sarang kehidupan. Larissa mulai mengalungkan lengannya dan menikmati serangan demi serangan yang dilakukan oleh Revan .tak puas disitu saja Revan mulai memutar membalik memutar dan membalik seperti ikan bakar yang siap di makan oleh tuanya.
Permainan panas ini membuat Larissa dan Revan berkeringat deras. Hingga akhirnya di penghujung suasana kenikmatan surga duniawi kehidupan yang dirasakan. Keluarlah muntahan lava putih kental yang hangat dari dalam sarang Larissa.
Revan mulai menghempaskan tubuhnya disebelah tubuh Larissa. Lava itu beradu dengan noda darah yang mengalir dari sarang Larissa. Nampak perih Larissa yang merasakannya. Larissa yang ingin melangkahkan kaki ketika ingin buang air kecil. Revan dengan sempurna memainkan seluruh hidup Larissa dimalam ini.
Larissa nampak kelelahan karena ulah Revan. Hingga akhirnya Larissa di gendong dengan gaya bridal style untuk menuju Kamar mandi. Larissa mulai menuju kamar mandi untuk membersihkan diri disana. Revan yang mulai bereaksi memulai kisah percintaannya kembali .
__ADS_1
Banyak gaya yang dipersembahkan Revan kepada Larissa. Larissa yang nampak kewalahan akan perilaku Revan hanya dapat pasrah. Nampak suara berbagai macam variasi terdengar samar-samar dari kamar mandi .
Ibu yang ingin menuju kamar mandi mulai mengurungkan niatnya ketika melihat kamar Larissa terbuka dan suara aneh terdengar dari dalam kamar mandi. Ibu mencoba menahan diri dan kembali untuk menuju kamar. Ayah yang sudah tertatih tatih melangkah untuk mengambil air dari dalam dapur mulai diminta ibu untuk kembali menuju kamar.
Tapi hal itu justru di tolak oleh ayah. Ayah bisa sendiri untuk mengambil segelas air. Ayah yang mengambil air dari dalam dapur mendengar suara aneh dari dalam kamar mandi . Suara itu nampak nikmat untuk dilewati kedua insan yang sedang beradu dalam menjalankan surga duniawi
Tampaklah ayah tertatih- tatih berjalan dan melihat kamar Larissa terbuka dan tak ada orangnya. Ayah hanya dapat menggelengkan kepala
"Anak muda dengan berbagai macam gaya yang dapat dinikmati". Ucap ayah kepada Ibu
"Sudah aku bilang kan. aku saja yang ambilkan air minum. Kamu sih masih saja melanjutkan perjalanan". Sahut ibu
"Iya jika seandainya ibu menjelaskan akan ada peperangan diluar sana. Ayah tidak jadi ke dapur untuk mengambil air minum". Sahut ayah dengan penuh penekanan.
"Membuat peperangan kenapa dikamar mandi? Apa dari dalam kamar tidak puas ya mereka? " Ayah yang mulai mengingat masa lalu dengan ibu
"Ah sudahlah ayah, Jangan dipikirkan. Biarlah mereka menikmati indahnya duniawi". Sahut ibu yang memaklumi .Karena dulu juga pernah muda.
Ayah dan ibu mulai menghempaskan tubuh diatas ranjang mereka. Mereka mulai saling berpelukan satu sama lain. Dan mendoakan kebaikan untuk keturunan anak -anak Revan dan Larissa.
Disudut lain Revan sedang asik bercinta . Banyak berbagai macam seni percintaan yang ditunjukan Revan kepada Larissa. Larissa merasakan perih. Tapi, begitu menikmati serang junior yang mulai keluar masuk menuju ruang kenikmatan surga duniawi kehidupan.
Berbagai macam rasa telah dinikmati Larissa. Ada rasa sedih, Ada rasa nikmat, Ada rasa bahagia, Dan ada rasa penyesalan dari dalam diri Larissa.Rasa nikmat yang dirasakan Larissa karena telah merasakan bagaimana nikmatnya Surga Duniawi yang sangat indah dan tak bisa digambarkan dengan kata-kata.
__ADS_1
Rasa sedih dan penyesalan yang dirasakan oleh Larissa. Karena, telah memberikan hal yang berharga terhadap lelaki buaya seperti Revan. Larissa terus berpikir keburuk terhadap perilaku Revan. Karena pikirnya Revan telah banyak mempunyai wanita simpanan.
Dan bodohnya, Larissa mau saja untuk memberikan kehormatan kepada laki-laki buaya seperti Revan.Larissa pikir dari dalam hati. Sudah banyak waktu yang mengulur aktivitas percintaan diantara dua insan manusia. Mereka mulai kembali dan merenbahkan diri mereka dari atas ranjang.
Hempasan tubuh yang kelelahan membuat Larissa tumbang dari sekian waktu percintaan. Tapi Revan sesekali nampak masih sangat bertenaga untuk mengulangi percintaan. Revan masih saja Terus mengulur waktu untuk mengulangi rasa kenikmatan yang telah lama tidak dirasakanya.
Revan terus membelai indah tubuh Larissa dan mendaratan bentuk tanda cinta dari tubuh Larissa. Sesekali Revan memeluk erat tubuh indah yang menggoda. Revan mengelus kepalanya dan meletakkan tangan di kedua pucuk merah jambu yang indah secara bergantian.
Lariss hanya dapat merasakan serangan demi serangan yang dilakukan oleh Revan. Sudah sangat lama Revan tidak menikmati keindahan surga duniawi ini. Larissa mulai lelah dengan aktifitas Revan dari tubuhnya .
"Mas aku capek". Suara itu menghentikan Revan yang sedang menikmati tubuh Larissa.
Larissa yang sudah tidak bertenaga lagi akan perilaku Revan mulai meminta Revan untuk berhenti dari aktifitas di tubuh Larissa.
Suara perut Larissa terdengar samar-samar oleh Revan. Larissa beranjak pergi dari atas ranjang dan berjalan secara tertatih tatih akibat peperangan yang nikmat dilakukan oleh Revan.
Larissa menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Diikuti oleh Revan yang mengekor dibelakangnya. Mereka mandi bersama dengan guyuran air Shower dari dalam rumah Larissa. Begitu indah malam diantara kedua insan yang saling memadu kasih.
Larissa dan Revan kembali menuju kamar dan menggunakan pakaian masing-masing diantara mereka berdua. Revan mulai memberikan sehelai roti dan menyuapi Larissa yang nampak kelelahan karena ulahnya. Larissa terpesona dengan perlakuan Revan.
Rasa kenyang dari kedua perut manusia yang mulai merebahkan tubuh untuk istirahat dan melanjutkan hari esok. Mereka menikmati malam yang saling berpelukan seakan tidak ingin berpisah satu sama lain.Malam berlalu dengan begitu sempurna diantara mereka.
diantara dua insan tapi selalu saja Revan
__ADS_1